Powered by Blogger.
Latest Post

Saham Asia Hingga A.S Jatuh Dibayangi Langkah Penutupan, Minyak Jatuh

Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, September 30, 2013 | 1:48 PM

Bloomberg (30/9) – Saham Asia jatuh, memangkas lonjakan bulanan terbesar dalam acuan di wilayah tersebut sejak bulan Januari 2012 dan index ekuitas berjangka A.S juga turun sebelum sebuah potensi langkah penutupan pemerintah A.S, sementara itu mata uang yen dan juga sektor treasury naik seiring pelemahan mata uang market Negara berkembang.

Index MSCI Asia Pacific turun sebanyak 1.1% pada jam 1:16 siang di Singapura, memangkas kenaikan bulan September menjadi sebanyak 7%, index Standard & Poor’s 500 turun sebanyak 0.7%, sementara treasury dan obligasi Australia naik, mata uang dollar turun 0.3% versus yen, menguat terhadap mata uang dari Malaysia hingga Indonesia, selain itu minyak WTI jatuh 1.3% menuju hampir tiga bulan terendahnya.

“Terdapat lebih banyak sikap yang diambil selama akhir pekan dari segala sisi dan untuk memperluas proses pengerjaan yang telah menempatkan tekanan pada market” menurut pernyataan lewat telephone dari Walter “Bucky” Hellwig, yang menangani aset sebanyak $17 Milyar pada BB&T Wealth Management di Birmingham, Alabama, “Proses ini berantakan, hal tersebut dapat mewarnai ekspektasi pada kapan mereka dapat mengatasi batas hutang dalam beberapa pekan kedepan”.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:48 PM

Saham Hongkong Turun Ditengah Kecemasan Pemerintah A.S

Bloomberg (30/9) – Saham Hong Kong jatuh beserta dengan index utama yang menuju penurunan tertajamnya dalam sebulan terakhir, yang berada ditengah kecemasan bahwa kebuntuan anggaran A.S akan mengarah menuju sebuah langkah penutupan pemerintahan.

Index Hang Seng turun 1.2% menuju ke level 22,932.72 pada jam 9:32 pagi di Hong Kong, memangkas gain bulanan terbesarnya sejak September 2012, index Hang Seng China Enterprises terjatuh sebanyak 1.1%, selain itu market di kota tersebut akan ditutup pada esok hari untuk hari libur, sementara hari ini adalah hari perdagangan terakhir untuk market di daratan utama hingga tanggal 8 Oktober.

Saham-saham merosot diseluruh Asia setelah pihak Kongres A.S yang hanya menyisakan satu hari untuk mengakhiri kebuntuan anggaran yang telah meningkatkan resiko langkah penutupan pemerintahan yang pertama dalm 17 tahun terakhir, sementara itu index Hang Seng naik 12% dikuartal ini hingga tanggal 27 September, setelah turun sebanyak 8.2% dalam semester pertama tahun ini, seiring dengan data dari China yang telah memberikan sinyal pemguatan kondisi ekonomi kedua terbesar dunia dan langkah mengejutkan dari pihak the Fed yang menahan diri dari mengurangi stimulus.

Acuan ekuitas Hong Kong ditransaksikan sebanyak 11.1 kali estimasi terhadap laba pada akhir pekanlalu, dibandingkan dengan sebanyak 15.4 kali bagi index Standard & Poor’s 500 , sementara itu saham berjangka pada acuan ekuitas A.S anjlok sebanyak 0.8% dihari ini.

Kemungkinan HSBC Holdings Plc dan Markit Economics akan mengkonfirmasikan bahwa index PMI mereka untuk China telah menghantarkan sebuah pembacaan hasil sebesar 51.2 di bulan September, yang merupakan enam bulan tertingginya, dimana angka 50 merupakan ambang batas antara kontraksi dan ekspansi, China akan merilis data manufakturn PMI resminya pada hari esok, dengan prediksi para ekonom berdasarkan survey Bloomberg terhadap sebuah peningkatan ke level 51.6 dari 51 dibulan Agustus.

Selain itu kemarin China telah meresmikan zona free trade Shanghai, dengan wilayah tersebut yang menjadi subyek kendali investasi dan sektor keuangan yang lebih tenang, pihak Citigroup Inc. and Bank of China Ltd. telah mengumumkan bahwa mereka akan berpartisipasi dalam zona tersebut.

Hong Kong dapar meraih keuntungan dari reformasi China, menurut pernyataan dari Chief Executive Leung Chun-ying pada sebuah briefing, berdasarkan sebuah transcript yang dicantumkan pada website resmi pemerintah pada pekan lalu, sebagai respon pada persiapan zona free trade Shanghai
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:36 PM

Saham Asia Jatuh Terhadap Kecemasan Anggaran A.S

Bloomberg (30/9) – Saham Asia terjatuh beserta dengan index acuan yang telah memangkas gain bulanan terbesarnya sejak 2010 terhadap kecemasan pada pemerintahan A.S yang sedang menuju sebuah langkah penutupan yang berada ditengah jalan buntu dalam anggarannya.

Index MSCI Asia Pacific jatuh 0.4% menuju ke level 140.26 pada jam 9:02 pagi di Tokyo, sebelum dibukanya market Hong Kong dan China, yang sedang bergerak menuju peningkatan sebesar 7.7% bulan ini, yang terbanyak sebanyak September 2010, sementara itu naik sebanyak 7.4% dikuartal ini, selain itu index Topix Jepang jatuh sebanyak 1.7%.

Bahkan jika pihak Kongres telah menyelesaikan perdebatan perihal anggaran hingga tenggat waktunya besok, para pihak otoritas akan segera bergerak menuju perselisihan fiskal berikutnya terhadap meningkatnya batas hutang yang bernilai sebesar $16.7 Trilyun.

Sementara itu gain dibulan September telah mendorong nilai valuasi pada acuan di Asia pasifik menjadi sebanyak 1.37 kali estimasi terhadap laba pada tanggal 27 September dari 12.7 diakhir Agustus, berdasarkan data Bloomberg, yang dibandingkan dengan sebanyak 15.4 untuk index Standard & Poor’s 500 serta sebanyak 14.3 bagi index Stoxx Europe 600.

Selain itu index S&P 500 tergelincir sebanyak 0.7& hari ini setelah acuan tersebut turun sebanyak 0.4% pada tanggal 27 September, sementara itu pihak kongres hanya menyisakan hanya satu hari untuk mengakhiri kebuntuan anggaran yang telah meningkatkan resiko penutupan pemerintahan yang pertama kalinya sejak 17 tahun terakhir seiring dengan pihak dari partai Republik yang berusaha mengalihkan kesalahan kebuntuan pada partai Demokrat.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:22 AM

China Index Futures Advance Before Manufacturing Data, Holidays

Bloomberg (30/9) -- China’s stock-index futures rose before the release of manufacturing data and a seven-day closure of the nation’s markets for holidays.

Futures on the CSI 300 Index expiring in October gained 0.7 percent to 2,411.20 at 9:19 a.m. local time. Shanghai International Port (Group) Co. and Shanghai Material Trading Co. may be active after the central government inaugurated the Shanghai free trade zone yesterday.

China State Construction Engineering Corp. may move after its controlling shareholder boosted its stake.

Companies with the word Shanghai in their names have led an 11 percent advance on the Shanghai Composite Index since June 27 on speculation they will benefit from the government’s plan to reduce regulation in the city’s free-trade area.

The benchmark measure has risen 9.1 percent this quarter, poised for the biggest increase since the three months ended September 2010. China’s markets will be shut Oct. 1-7 for National Day holidays.

The CSI 300 Index added 0.4 percent to 2,394.97 on Friday, while the Hang Seng China Enterprises Index slid 0.4 percent. The Bloomberg China-US Equity Index, a measure of the most-traded U.S.-listed Chinese companies, dropped 0.6 percent in New York.

A gauge of manufacturing compiled by HSBC Holdings Plc and Markit Economics may show a second consecutive month of expansion in September.

The reading for the Purchasing Managers’ Index, set for release at 9:45 a.m. local time today, may be 51.2, according to the median of 13 economists surveyed by Bloomberg. A reading above 50 indicates expansion.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:18 AM

Saham Jepang Turun, Yen Naik

Bloomberg (30/9) – Saham Jepang jatuh beserta dengan index Topix yang bergerak menuju penurunan terbesarnya dalam sebulan terakhir, setelah gain mata uang yen terhadap dollar yang berada ditengah kecemasan pada pemerintahan A.S yang sedang bersiap untuk sebuah langkah penutupan secara partial.

Index Topix turun sebanyak 1.5% menuju ke level 1,199.84 pada jam 9:01 pagi di Tokyo, dengan keseluruhan 33 grup industri yang terjatuh, sementara itu index Nikkei turun 1.6% menuju ke level 14,518.22.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:58 AM

Inflasi Jepang Mencapai Tertinggi Dalam Lima Tahun

AFP, (27/9) -- Tingkat inflasi Jepang mencapai level tertinggi lima tahun pada bulan lalu meskipun data yang ditunjukan siang ini lebih banyak dikontribusi oleh meningkatnya biaya energi. Ini sekaligus mengindikasikan bahwa rencana pemerintah untuk mendorong permintaan dari para konsumen masih mendapatkan traksi.

Data indeks harga konsumen yang dikeluarkan siang ini oleh kementerian dalam negeri Jepang mencatat kenaikan 0.8 persen dari tahun sebelumnya.

Angka tersebut adalah kenaikan bulanan terbesar sejak November 2008 ketika mencatat kenaikan sebesar 1.0 persen, kenaikan bulanan ketiga berturut-turut.

Gambaran tersebut tampaknya telah mendukung pemerintahan Shinzo Abe. Pemimpin konservatif tersebut telah berjanji untuk membawa Jepang keluar dari cengkraman deflasi selama 15 tahun terakhir dengan program 'Abenomics'-nya.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:32 AM

Saham Jepang Membelok Pada Utilitas, Sektor Pelayaran; Tepco Melonjak

Bloomberg (27/9) - Saham-saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian seiring kenaikan saham utiliti, sementara saham pelayaran turun. Tokyo Electric Power Co. memimpin gain di Nikkei 225 Stock Average.

Saham Tokyo Electric Power Co. melonjak 8 persen setelah gubernur Niigata mengatakan kemarin bahwa dia akan membiarkan perusahaan utiliti tersebut untuk me-restart pabrik nuklirnya yang terbesar di dunia. Saham Nippon Yusen K.K. kehilangan 2,1 persen seiring dengan turunnya sektor pelayaran yang terbesar di antara 33 subsektor indeks subsektor. Saham Mitsuba Corp. merosot 14 persen setelah setuju untuk membayar denda pidana dalam penyelesaian sengketa penetapan harga A.S terkait suku cadang otomotif.

Indeks Topix tergelincir 0,1 persen menjadi 1,218.80 pada pukul 02:09 siang di Tokyo setelah naik sebanyak 0,2 persen. Indeks Nikkei 225 kehilangan 0,3 persen menjadi 14,757.87. Panel dana pensiun kemarin menyarankan pemerintah untuk meninjau portofolio obligasi domestik. Sebuah laporan hari ini menunjukkan harga konsumen Jepang tidak termasuk makanan segar dipercepat pada bulan Agustus ke laju tercepatnya sejak tahun 2008.

Hingga kemarin, indeks Topix naik 0,1 persen selama minggu ini, dan mencatat kenaikan 10 persen pada bulan September dan 7,6 persen untuk kuartal ke tiga. Sejak awal tahun indeks tersebut naik 42 persen, dan membuatnya menjadi saham memiliki kinerja terbaik di antara pasar Negara berkembang.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:53 AM

Bursa Saham Tokyo Berakhir Naik 1.22 Persen

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, September 27, 2013 | 10:39 AM

Tokyo, AFP (26/09) –  Bursa saham Tokyo naik 1.22 persen pada hari Kamis, membalikan kerugian sebelumnya seiring dengan penguatan pada mata uang dollar terhadap yen setelah adanya laporan bahwa Jepang berencana untuk memangkas tariff pajak korporasi.

Indeks acuan Nikkei 225 berakhir dengan kenaikan sebesar 178.59 poin di level 14,799.12, mengakhiri penurunan beruntun selama tiga hari. Sementara, indeks Topix yang lebih luas ditutup naik 0.77 persen atau 9.34 persen ke 1,220.49.

“Pengumuman pemerintah tentang kenaikan pajak penjualan dan stimulus ekonomi telah sangat diantisipasi  sehingga setiap berita terkait dengan hal itu bisa dijadikan acuan perdagangan,” ungkap Hideyuki Ishiguro, asisten manager strategis investasi dari Okasan Securities.

Kantor berita Kyodo memberitakan bahwa Tokyo mempertimbangkan pemangkasan tariff pajak korporasi untuk mengimbangi rencana kenaikan pajak penjualan dari 5% menjadi 8% -- yang mungkin bisa meredupkan proses kebangkitan pertumbuhan ekonomi Jepang.

Seorang dealer dari salah satu bank besar di Jepang mengatakan kepada AFP bahwa meski spekulasi terhadap pemangkasan tarif pajak bukan hal yang baru, para investor mengharapkan pemerintah untuk mengkonfirmasi hal tersebut dalam pernyataan.

Kemungkinan penurunan pajak diperkirakan akan lebih besar dalam paket ekonomi yang akan dimunculkan oleh PM Shinzo Abe pada pekan depan
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:39 AM

Saham Jepang Rebound Hari Ini

Reuters ( 26/9 ) – Pasar-pasar saham Asia diperdagangkan melemah pada hari Kamis karena para investor terfokus pada pertempuran terbaru atas anggaran A.S, meskipun saham di Tokyo mengalami reli karena pembicaraan tentang pemotongan pajak perusahaan muncul kembali.

Setelah awal yang lemah, Nikkei Jepang menghapus semua kerugian untuk dapat naik 0,3 persen setelah Kyodo News melaporkan bahwa pemerintah akan mempertimbangkan pengurangan pajak perusahaan.

Rebound dalam saham-saham pada gilirannya akan membebani yen, yang sudah tertekan oleh penjualan Jepang dalam sebulan dan akhir kuartal. Awal kemunculan Dolar berada di 99,00 yen, dari sebelumnya 98,46, sementara juga euro naik dan berada di 133,83.

Indeks Nikkei terhadap sekeranjang mata uang, dolar sedikit naik dari 00.14 persen dan hampir tidak berubah pada euro di level $ 1,3518.

Di tempat lain hati-hati adalah semboyan, dengan indeks MSCI untuk saham-saham Asia Pasifik yang berada di luar Jepang turun 0,3 persen. Saham-saham di Shanghai melemah 1,1 persen dan Singapura kehilangan 0,5 persen.

Sejauh ini pasar mengikuti script dengan Dow Jones Industrial Average turun 0,4 persen pada hari Kamis, sementara Index S & P 500 turun 00.27 persen. Ini merupakan kerugian dalam sesi kelima berturut-turut untuk indeks S & P 500, periode tersebut pertama kali dalam tahun 2013.

Indeks MSCI untuk saham dunia, yang melacak saham-saham di 45 negara, turun sebesar 0,1 persen.

Hal ini menyebabkan penurunan lebih dari 1 persen dari pencapaian tertingginya tepat setelah keputusan Federal Reserve A.S pada minggu lalu untuk program pembelian obligasi bulanan yang berkelanjutan sebesar $ 85 miliar.

Yield pada catatan acuan 10-tahun berada di 2,63 persen pada hari Kamis, membuat yield jatuh 23 basis poin sejak The Fed mulai memutuskan untuk mempertahankan stimulus minggu lalu.

Di pasar komoditas, harga minyak tertekan oleh petunjuk dari kemajuan antara pemerintah A.S dan Iran.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dalam sebuah wawancara surat kabar pada hari Rabu bahwa ia ingin mencapai kesepakatan dengan A.S mengenai program nuklir Teheran dalam tiga sampai enam bulan kedepan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 13 sen menjadi $ 108,19, sementara minyak mentah A.S November kehilangan 28 sen menjadi $ 102,40 per bare.

Tembaga berjangka yang turun 0,2 persen menjadi $ 7,182.25 per ton, sementara emas mempertahankan kenaikannya semalam di level $ 1,331.06 per ounce.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:18 AM

Saham Hongkong Tergelincir Sebelum Liburan China, Li & Fung Mundur

Bloomberg (26/9) - Saham-saham Hong Kong jatuh, dengan indeks patokan Hang Seng memangkas kenaikan bulanan terbesar dalam setahun, dengan volume perdagangan yang rendah menjelang liburan selama tujuh hari di China mulai minggu depan. Pemasok retail Li & Fung Ltd. turun setelah Wal-Mart Stores Inc. memangkas permintaannya karena membengkaknya persediaan.

Indeks Hang Seng kehilangan 0,5 persen menjadi 23,103.82 pada pukul 9:32 pagi di Hong Kong, dengan volume perdagangan 26 persen di bawah rata-rata intraday 30-hari sebelum hari liburan Nasional China mulai 1 Oktober. Indeks Hang Seng China Enterprises, yang juga dikenal sebagai indeks H-share, turun 0,7 persen menjadi 10,523.14.

Indeks Hang Seng naik 6,8 persen selama bulan ini sampai kemarin dan siap untuk kenaikan terbesarnya sejak September 2012 setelah indeks manufaktur China naik ke level tertinggi enam bulan dan setelah Federal Reserve menahan diri dari pemangkasan stimulus pekan lalu. Indeks H-share memasuki pasar bullish bulan ini setelah rebound 20 persen dari level terendahnya di bulan Juni lalu.

Indeks berjangka S & P 500 naik 0,1 persen hari ini. Kemarin, indeks berjangka tersebut menyelesaikan kemerosotan terpanjang tahun ini karena kejatuhan saham Wal-Mart Stores Inc. dan meningkatnya perhatian pasar terhadap konfrontasi politik atas pengeluaran pemerintah yang menimbulkan ancaman bagi pertumbuhan ekonomi domestik. Kongres A.S belum meluluskan anggaran karena anggota parlemen masih berargumentasi atas pendanaan perbaikan layanan kesehatan 2010 yang dikenal sebagai Obamacare. Kegagalan kesepakatan akan menimbukan penutupan disebagian instansi pemerintah pada 1 Oktober mendatang.

Setelah pertemuan pekan lalu The Fed mengatakan bahwa mereka ingin melihat lebih banyak tanda-tanda penguatan di pasar tenaga kerja sebelum memangkas pembelian aset bulanan senilai $ 85 miliar. Bank sentral A.S itu diperkirakan akan menunggu sampai Desember sebelum akhirnya mengambil langkah pertama untuk memperlambat stimulus, menurut 24 dari 41 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg News pada tanggal 18-19 September.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:10 AM

Indeks Topix Jepang Jatuh Untuk Hari Ketiga

September 26 (Bloomberg) - Saham Jepang jatuh, dengan indeks Topix mundur untuk hari ketiga, seiring grosir dan bank memimpin kerugian di antara 33 kelompok indeks industri.

Indeks Topix turun 0,7 persen menjadi 1,203.06 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo. Tujuh kelompok indeks naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,4 persen menjadi 14,569.51.

Indeks Topix naik 9,5 persen pada September setelah jatuh selama empat bulan dan naik 6,8 persen kuartal ini sampai kemarin. Pengukur naik 41 persen untuk tahun ini sampai kemarin, membuat ekuitas Jepang pemain terbaik di antara pasar negara maju.

Perdana Menteri Shinzo Abe akan mengadakan konferensi pers pada 1 Oktober untuk mengumumkan keputusannya terhadap peningkatan pajak penjualan, Jiji Press melaporkan, mengutip seorang anggota senior Partai Demokratik Liberal. Pejabat itu mengatakan Abe kemungkinan akan meningkatkan retribusi seperti yang direncanakan, Menurut laporan.

975 dari 1.745 perusahaan di Topix masuk ke ex-dividend hari ini, berarti investor membeli saham dari sini tidak akan dapat untuk mengamankan pembayaran dividen di babak berikutnya.

Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 naik 0,1 persen hari ini. Indeks tersebut turun untuk hari kelima kemarin, kehilangan beruntun terpanjang pada tahun ini, seiring kepedulian tumbuh pada sebuah konfrontasi yang menjulang di atas belanja pemerintah merupakan ancaman bagi pertumbuhan.

Topix diperdagangkan pada 1.27 kali nilai buku kemarin, dibandingkan dengan 2.49 untuk S & P 500 dan 1,76 untuk Indeks Stoxx 600 Eropa. Ukuran 30-hari volatilitas bersejarah Jepang berada di 19.04 hari ini, Dibandingkan dengan median lima tahun atau 19.40.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:41 AM

Untuk Pertama Kali Saham Hongkong Menguat Dalam Tiga Hari Terakhir

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, September 26, 2013 | 8:38 AM

Bloomberg, (25/9) - Saham Hong Kong menguat, dengan indeks acuan tersebut menuju kenaikan pertama dalam tiga hari, karena saham kasino naik dan produsen bahan baku menguat setelah logam dan minyak berjangka rebound.

SJM Holdings Ltd, operator kasino terbesar di Asia, naik 2,4 persen. Aluminum Corp of China Ltd, produsen terbesar negara untuk logam, melonjak 3,7 persen. Li & Fung Ltd, pemasok mainan dan pakaian untuk Wal-Mart Stores Inc, kehilangan 1 persen pada tanda-tanda lesu kepercayaan konsumen AS.

Indeks Hang Seng naik 0,2 persen menjadi 23,223.27 pada pukul 1:07 siang di Hong Kong, dengan sekitar jumlah yang sama saham naik dan turun. Indeks Hang Seng China Enterprises saham daratan yang diperdagangkan di HK naik 0,3 persen menjadi 10,632.02. Tingkat acuan suku bunga uang pasar China turun dalam 12 minggu setelah kemarin bank sentral meningkatkan suntikan dana menjelang libur mulai 1 Oktober.

'Kami berharap suntikan untuk likuiditas dilanjutkan menjelang Golden Week,' Castor Pang, kepala penelitian dari Core Pacific-Yamaichi International Hong Kong Ltd, mengatakan dalam sebuah wawancara telepon. 'hal tersebut membantu meningkatkan sentimen jangka pendek. Saham China harus terus meningkat karena data ekonomi membaik. '

Indeks Hang Seng naik 6,7 persen bulan ini sampai kemarin, siap untuk kenaikan terbesar sejak September 2012, setelah indeks manufaktur China naik ke tertinggi enam bulan dan setelah Federal Reserve tiba-tiba menahan diri dari pemotongan stimulus. Acuan ekuitas diperdagangkan pada 11,1 kali estimasi laba kemarin, dibandingkan dengan 15,4 untuk Standard & Poor 500. Indeks H-share memasuki pasar bull bulan ini setelah rebound lebih dari 20 persen dari yang terendah Juni.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:38 AM

Indeks Saham Berjangka China Jatuh Setelah Gain Terbesar Dalam Dua Minggu

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, September 25, 2013 | 9:52 AM

Bloomberg, (24/9) - Indeks saham berjangka China turun setelah indeks acuan naik ke tertinggi dalam dua minggu kemarin.
China Vanke Co. dan Poly Real Estate Group Co. kemungkinan aktif setelah China Securities Journal melaporkan pemerintah mempercepat ekspansi sidang pajak properti. Pemasok Apple Inc., termasuk GoerTek Inc, bisa bergerak setelah catatan jumlah iPhone yang dijual di debut akhir minggu.
Kontrak pada Indeks CSI 300 berakhir pada bulan Oktober turun 0,2 persen menjadi 2,472.60 pada pukul 09:21 pagi waktu setempat. Indeks Shanghai Composite naik 1,3 persen menjadi 2,221.04 kemarin, kenaikan terbesar sejak 9 September, seiring ukuran dari manufaktur naik ke level tertinggi dalam enam bulan. Volume perdagangan dalam ukuran adalah 5,1 persen lebih rendah dari rata-rata 30-hari, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Indeks CSI 300 naik 1,6 persen menjadi 2,472.29. Indeks Hang Seng China Enterprises perusahaan daratan di Hong Kong melemah 0,5 persen. Indeks Bloomberg China-AS Ekuitas, ukuran yang paling-diperdagangkan oleh perusahaan China yang terdaftar di AS, naik 0,4 persen di New York.
Shanghai Composite telah naik 14 persen dari penutupan terendah tahun ini pada 27 Juni seiring data dari ekspor ke output industri menunjukkan pertumbuhan ekonomi mengalami kemajuan. Indeks tersebut senilai 8,9 kali laba yang diproyeksikan untuk 12 bulan ke depan, dibandingkan dengan rata-rata lima tahun dari 12,6 kali, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:52 AM

Bursa HK jatuh untuk hari kedua

Bloomberg, (24/9) - Saham-saham Hong Kong jatuh untuk hari kedua, dengan indeks patokan ekuitas Hang Seng menuju satu minggu terendahnya; produsen material memperpanjang penurunan mengikuti kejatuhan pada harga-harga komoditas.

Indeks Hang Seng turun 0,3 persen di level 23,309.74 pada pukul 9:30 pagi di Hong Kong, dengan sekitar dua saham yang jatuh untuk setiap satu yang naik pada 50-anggota bluechips. Hang Seng China Enterprises Index yang juga dikenal sebagai indeks H-shares turun 0,2 persen menjadi 10,690.29.

Indeks Hang Seng naik sebesar 7,6 persen tahun ini hingga kemarin di tengah tanda-tanda pemulihan ekonomi China daratan dan setelah Federal Reserve menahan diri dari tiba-tiba memangkas stimulus moneternya. Indeks H-shares telah memasuki pasar bullish bulan ini setelah melakukan rebound lebih dari 20 persen dari level terendah di bulan Juni.

The Fed diperkirakan akan menunggu sampai Desember sebelum mengambil langkah pertama dalam memperlambat stimulus moneter setelah Ketua Ben S. Bernanke mempertahankan laju pembelian aset pada pekan lalu - ini menurut 24 dari 41 ekonom yang disurvei Bloomberg News pada 18-19 September lalu.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:08 AM

Hong Kong Stocks Fall Second Day as Materials Producers Retreat

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, September 24, 2013 | 9:22 AM


Bloomberg, (24/9) -- Hong Kong stocks fell a second day, with the equity benchmark heading for a one-week low, as materials producers extended declines on commodity prices.

The Hang Seng Index lost 0.3 percent to 23,309.74 as of 9:30 a.m. in Hong Kong, with about two shares falling for each that gained on the 50-member gauge. The Hang Seng China Enterprises Index, also known as the H-share index, declined 0.2 percent to 10,690.29.

The Hang Seng Index gauge climbed 7.6 percent this year through yesterday amid signs of mainland economic recovery and after the Federal Reserve unexpectedly refrained from cutting stimulus. The equity benchmark traded at 11.2 times estimated earnings yesterday, compared with 15.4 for the Standard & Poor’s 500. The H-share index entered a bull market this month after rebounding more than 20 percent from a June low.

Futures on the S&P 500 fell 0.1 percent. The gauge fell 0.5 percent yesterday as financial shares slumped and investors watched speeches from central bank officials for clues on monetary policy. New York Fed President William C. Dudley and the Atlanta Fed’s Dennis Lockhart said yesterday stimulus is still needed, while Dallas Fed President Richard Fisher said not tapering $85 billion a month in bond purchases harmed the central bank’s credibility.

The Fed is expected to wait until December before taking the first steps in slowing stimulus, after Chairman Ben S. Bernanke maintained the pace of asset purchases last week, according to 24 of 41 economists surveyed Sept. 18-19 by Bloomberg News.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:22 AM

Gold firms after 3-day drop, Fed uncertainty persists


Singapore, Reuters, (24/9) - Gold edged higher on Tuesday following three days of losses, but gains were limited on uncertainty over when the U.S. Federal Reserve would begin tapering its stimulus measures.

Spot gold rose 0.5 percent to $1,327.46 an ounce by 0018 GMT, while silver gained nearly 1 percent.

The Federal Reserve must for now continue to push hard against threats to the U.S. recovery, but should still be able to reduce its support for the economy later this year, New York Fed President William Dudley said on Monday.

Just last week, the Fed surprised the markets by deciding not to reduce its asset purchases from the current $85-billion monthly pace. The markets had widely expected the bank to reduce the bond purchases by $10 billion from September.

Goldcorp Inc is not ruling out new takeovers and might even take a look at big, capital-intensive gold-mining projects, Chief Executive Chuck Jeannes told Reuters on Monday, outlining a stance that puts the company at odds with many of its competitors.

Gold importers in India are hoping their old stocks lying at airports would get customs clearance by Tuesday, following a meeting with government officials last week, before they ship more for exporters ahead of the peak Christmas season.

SPDR Gold Trust, the world's largest gold-backed exchange-traded fund, said its holdings fell 0.07 percent, or 0.6 tonnes, to 909.59 tonnes on Monday.

http://www.reuters.com/article/2013/09/24/markets-precious-idUSL4N0HK01N20130924
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:21 AM

Dollar Jatuh Vs Yen seiring Stimulus the Fed


Bloomberg (24/9) – Mata uang dollar melemah untuk hari kedua terhadap yen seiring dengan ketua the Fed Bank of New York William C. Dudley yang mengatakan bahwa para pihak otoritas harus “kuat” mendorong menentang angin haluan ekonomi”.

Mata uang A.S tersebut jatuh versus mayoritas dari 16 mata uang utama lainnya seiring ketua Bank of Atlanta Dennis Lockhart, yang telah mendukung pembelian obligasi bulanan sebesar $85 Milyar the Fed yang dipertahankan pada pekan lalu, mengatakan bahwa kebijakan harus focus pada terciptanya kondisi ekonomi yang lebih dinamis.

Sedangkan mata uang yen meraih gain terhadap sebagian besar mata uang rekanan lainnya seiring yield note obligasi 2 tahun A.S yang terjatuh sekitar 19 basis poin sejak mencapai level 0.53% pada tanggal 6 September, yang tertinggi sejak bulan Mei 2011.

Mata uang anggota ke 17 negara jatuh versus dollar setelah ketua bank sentral Eropa Mario Draghi yang telah mengatakan bahwa beliau sudah siap untuk meluncurkan operasi pembiayaan ulang jangka panjang yang lainnya, jika dibutuhkan.

Dollar melemah 0.5% menuju ke level harga 98.81 yen pada jam 2:32 siang, waktu New York, setelah jatuh 0.1% pada tanggal 20 September, sedangkan greenback turun 0.2% menuju ke level harga $1.3495 per euro, sementara yen naik 0.7% versus mata uang yang umum menuju ke level 133.48.(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-09-23/dollar-weakens-for-second-day-versus-yen-before-fed-speakers.html
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:37 AM

Saham Asia Naik setelah China Output Manufaktur Melebihi Perkiraan

Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, September 23, 2013 | 10:27 AM


Bloomberg , ( 23/9 ) - Saham Asia menguat, dengan indeks patokan perdagangan regional mendekati empat bulan tertinggi, setelah ukuran manufaktur China melonjak lebih dari perkiraan. Perdagangan di pasar Hong Kong ditunda karena badai dan Jepang ditutup untuk liburan.

MSCI Asia Pasifik kecuali Indeks Jepang naik 0,3 persen menjadi 470,41 pada pukul 11:53 di Sydney. Indeks itu mencapai tertinggi empat bulan pada 19 September setelah Federal Reserve mempertahankan program pembelian obligasi tersebut.

' Ini indikasi ekspansi berkelanjutan, ' kata Hao Hong, berbasis di Hong Kong strategist Bank of Communications Co, Bloomberg TV. ' Selama kita terus melihat ekspansi ekonomi, harapan tertekan akan terus mundur dan yang positif bagi pasar. '

Indeks Asia Pasifik menguat 7,9 persen bulan ini sampai 20 September di tengah tanda-tanda stabilnya pertumbuhan ekonomi China. Yang mendorong penilaian sampai minggu lalu untuk 13 kali pendapatan yang diestimasikan, dibandingkan dengan 15,5 kali pada S & P 500 dan kelipatan dari 14,4 untuk Indeks Stoxx 600 Eropa, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Output pabrik China diperluas untuk bulan kedua pada bulan September. Sementara itu HSBC Holdings Plc. dan indeks Markit Economics pembelian manajer naik menjadi 51,2 setelah melonjak sejak 2010 menjadi 50,1 pada bulan Agustus.

Indeks S & P / ASX 200 Australia turun 0,6 persen, indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3 persen dan Indeks NZX 50 Selandia Baru turun 0,7 persen. Kontrak pada indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah.

Indeks Taiex Taiwan naik 0,8 persen dan Indek China Shanghai Composite naik 0,9 persen seiring bursa China daratan melanjutkan perdagangan hari ini untuk pertama kalinya sejak Federal Reserve tak terduga mengumumkan pada 18 September bahwa dibutuhkan lebih banyak bukti pemulihan ekonomi AS sebelum penurunan program stimulus ekonomi .

Hong Kong menurunkan tingkat sinyal badai, dengan perdagangan ditetapkan untuk dilanjutkan di sore hari setelah sesi pagi dibatalkan. Topan Usagi membuat pendaratan di Cina selatan, memaksa ratusan penerbangan dibatalkan dan menyebabkan para wisatawan terdampar. (frk)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:27 AM

Trading in Securities and Derivatives Markets will Resume at 1:00 pm after Cancellation of Typhoon Signal No. 8


HKEx, (23/9) -- Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEx) announced that trading in the securities and derivatives markets would resume from 1:00 pm, after the cancellation this morning of typhoon signal no. 8.

When the securities market resumes trading, there will be no pre-opening session.  For those futures contracts to which the pre-opening session applies, the pre-opening session will commence 30 minutes before trading resumes.

For the details of arrangements for trading, and clearing and settlement during typhoons and black rainstorms, please refer to the rule books and summary table, which can be accessed via the Market Operations section on the HKEx website .

For the latest typhoon news, please refer to the website of the Hong Kong Observatory.
 
Source: http://www.hkex.com.hk/eng/newsconsul/hkexnews/2013/1309232news.htm
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:07 AM

Asian Stocks Extend Four-Month High, Driven By Japanese Shares

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, September 20, 2013 | 9:30 AM

Bloomberg(20/9) -- Asian stocks rose, with the regional benchmark index on course for the largest weekly advance since April, as a weaker yen boosted Japanese shares.
Volumes were below average with markets in Hong Kong, China, South Korea and Taiwan closed for holidays. Nikon Corp., a camera maker that gets 85 percent of sales outside Japan, climbed 5.3 percent. Shiseido Co. surged 5.4 percent in Tokyo as Citigroup Inc. recommended buying shares of the comestics maker. Declines among raw-material shares limited gains on the regional benchmark gauge.
 The MSCI Asia Pacific Index rose 0.2 percent to 141.37 as of 9:43 a.m. in Tokyo, poised for a third straight week of gains and extending a four-month high. The measure climbed 2.9 percent this week through yesterday after the Federal Reserve unexpectedly refrained from reducing stimulus measures, saying it wants more evidence of an economic recovery before paring its $85 billion-a-month in bond purchases. A Bloomberg survey of economists had forecast a $5 billion reduction.
“The dollar will strengthen against the yen in the long run on the U.S. economic recovery, which is good for Japanese stocks,” said Juichi Wako, a Tokyo-based equity market strategist at Nomura Securities Co., the nation’s biggest brokerage. “It’s a matter of when the Federal Reserve will start tapering its stimulus.”
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:30 AM

Emas Menuju Kinerja Mingguan Terbaik Pasca Kejutan Dari The Fed

Singapura, Reuters (20/9) - Emas masih bergerak di dekat level tertinggi satu minggu pada Jumat pagi dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan terbesarnya dalam lima minggu terakhir setelah Federal Reserve AS menunda pemangkasan langkah-langkah stimulus yang selama ini telah menjadi sahabat bullion.

Spot emas turun 0.1 persen menjadi $ 1,363.19 per ounce pada pukul 07:18 WIB, tidak jauh dari satu minggu tertingginya di $ 1,374.54 yang tercatat hari Kamis lalu. Harga mencatat perolehan gain hampir 4 persen selama minggu ini.

Awal pekan ini, Ketua the Fed, Ben Bernanke menolak berkomitmen untuk mulai mengurangi pembelian obligasi bank sentral seperti yang telah di gaungkannya beberapa bulan lalu dan bahkan mengatakan bahwa 'belum ada jadual yang tetap' terkait waktu pengurangan skala pembelian obligasi. Banyak yang telah memperkirakan pemangkasan sekitar $10 milyar dari $85 milyar pembelian obligasi bulanan.

Bullion, yang telah turun hampir 20 persen tahun ini dalam mengantisipasi pemangkasan pembelian obligasi, telah diuntungkan oleh aksi short-covering dan pembelian teknis karena pernyataan pasca FOMC the Fed pada Rabu lalu.

Societe Generale masih tegas 'bearish' -nya pada emas meskipun ada kejutan dari The Fed Rabu lalu. Bank investasi tersebut tetap memperkiraan harga emas rata-rata yang tidak berubah pada kisaran $ 1.225 per ounce untuk kuartal keempat dan sekitar $ 1100 untuk tahun 2014.

India telah mengadakan pertemuan pejabat tinggi dari kementerian keuangan dan perdagangan di New Delhi pada hari Jumat untuk memecahkan kebuntuan selama dua bulan atas impor emas yang telah menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga di konsumen emas terbesar dunia tersebut.

SPDR Gold Trust, reksadana emas yang diperdagangkan di bursa dan terbesar di dunia mencatat kepemilikannya naik 0,10 persen, atau 0,88 ton menjadi 912,00 ton pada hari Kamis kemarin. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:24 AM

Dollar Bounces As Fed Surprise Wears Off, Yen Pressured

Reuters (20/9) -- The dollar drifted off a seven-month low against a basket of major currencies on Friday as investors unwound some of the bearish trades put on in reaction to the Federal Reserve's shock decision to maintain its massive bond-buying stimulus.

The turnaround came as U.S. Treasury yields rose after a string of upbeat U.S. data suggested that rising market rates, that had so concerned the Fed, were weighing only modestly on the economy.

As a result, the dollar index .DXY climbed to 80.365, pulling up from a seven-month trough of 80.060 plumbed on Wednesday.

Against the yen, the greenback erased all of its Fed-induced losses to trade near 99.50, well off Wednesday's low of 97.76. The euro retreated to $1.3529 from a 7-1/2 month peak of $1.3569.

The rebound in the greenback knocked the Australian dollar to $0.9445 from a three-month peak of $0.9530.

'We think the dollar is likely to recover quickly versus the lower yielding currencies in the G10,' analysts at BNP Paribas wrote in a client note.

U.S. data on Thursday showed U.S. home resales surged in August to a 6-1/2-year high and factories grew busier in the Mid-Atlantic region this month, underscoring recent signs of gathering economic momentum that's likely to keep traders speculating about the timing of the Fed taper.

A standout mover was euro/yen, which rallied to a near four-year high of 134.95, partly because investors tend to sell the Japanese currency in favor of higher-yielding assets when risk appetite is strong. It last stood at 134.50.

The Fed on Wednesday confounded many in the market by keeping its $85 billion monthly asset-buying program and sounding super dovish. Market consensus had been for a modest cut of around $10 billion to the bond-buying stimulus.

The surprise decision sparked a rally in global equities and emerging market assets. It also led investors and analysts to push out the timing for when the Fed will begin scaling back stimulus.

'We now expect the Fed to start tapering in December 2013, to be completed in June 2014, with the first hike in June 2015,' analysts at Barclays Capital said.

Many will go back to watching U.S. economic data to gauge the strength of the recovery and hence chances of the Fed tempering policy support.

There is no major economic data to speak of on Friday, so all eyes will be on a speech by Bank of Japan Governor Haruhiko Kuroda and any comments he might make regarding the Fed's decision.

On Sunday, the outcome of Germany's general election will be closely watched. Chancellor Angela Merkel looks to secure a third term but there are doubts that she will be able to maintain her center-right coalition, which could complicate her euro zone policy.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:10 AM

Minyak perpanjang gain di Asia pasca pengumuman FOMC

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, September 19, 2013 | 11:26 AM


AFP (19/9) - Harga minyak dunia naik di perdagangan Asia Kamis pagi setelah Federal Reserve AS tetap mempertahankan program stimulus moneter yang besarnya untuk perekonomian AS.

Kontrak utama New York, West Texas Intermediate untuk Oktober naik 52 sen menjadi $ 108,59 per barel di perdagangan pertengahan pagi setelah melonjak $ 2,65 pada hari Rabu kemarin.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November naik 27 sen menjadi $ 110,87 per barel, setelah naik $ 2,41 sehari sebelumnya.

Pasar telah memperkirakan bahwa rapat kebijakan bank sentral AS pada Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akan menurunkan skala pembelian obligasi bulanan yang ada saat ini sebesar $ 85 milyar.

Tapi FOMC mengatakan bahwa meskipun ekonomi tampaknya masih bisa bertahan di tengah pemotongan pengeluaran pemerintah, dan 'memutuskan untuk menunggu lebih banyak bukti terhadap pemulihan yang berkesinambungan' sebelum memutuskan untuk menurunkan paket stimulusnya.

'Minyak sedang booming,' kata Victor Shum, managing director dari konsultan energi IHS Purvin and Gertz di Singapura.

'The Fed telah memutuskan untuk melanjutkan program stimulus moneter, sehingga meningkatkan ekuitas dan pasar komoditas global, dan tentu saja termasuk minyak berjangka di Asia,' katanya kepada AFP.

Data yang menunjukan penurunan stok minyak mentah di AS - juga mendukung harga, Shum menambahkan.

'Persediaan minyak mentah AS turun lebih dari yang diperkirakan dan juga stock bensin dan solar jadi dan konsumsi minyak AS tampaknya sangat kuat,' katanya.

Departemen Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah AS jatuh 4,4 juta barel pekan lalu, lebih dari perkiraan 1,2 juta barel.(brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:26 AM

Dollar Trades Near 7-Month Low Versus Euro as Fed Avoids Taper


Bloomberg(18/9) -- The dollar traded 0.2 percent from a seven-month low against the euro after the Federal Reserve kept the current pace of asset purchases that tend to debase the currency, defying economists predicting a stimulus reduction.

Demand for the greenback waned after policy makers maintained the U.S. central bank’s $85 billion of monthly purchases of government debt and mortgage-backed securities, known as quantitative easing or QE, compared with a forecast by economists surveyed by Bloomberg News for a $5 billion reduction in Treasury purchases. The yen maintained losses versus most of its major counterparts after a government report today showed Japan had a trade deficit for a 14th month.

“The Fed statement was noticeably dovish, causing dollar selling,” said Yuki Sakasai, a foreign-exchange strategist in New York at Barclays Plc. “There is expectation that there may more QE.”

The dollar was little changed at $1.3526 per euro as of 9:23 a.m. in Tokyo after touching $1.3542 yesterday, the weakest since Feb. 7. It gained 0.1 percent to 98.08 yen after falling as much as 1.4 percent yesterday to 97.76, the lowest since Aug. 29. Japan’s currency slid 0.2 percent to 132.63 per euro.

“Conditions in the job market today are still far from what all of us would like to see,” Fed Chairman Ben S. Bernanke said at a press conference yesterday in Washington after a two-day meeting of the Federal Open Market Committee. “The committee has concern that rapid tightening of financial conditions in recent months would have the effect of slowing growth.”
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:07 AM

Bursa Asia tersenyum menyambut keputusan The Fed

TOKYO. Bursa saham Asia melonjak dan membawa indeks patokan ke level tertinggi empat bulan. Sementara itu, obligasi dan logam reli setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve menunda rencana pengurangan stimulus ekonomi.

Sementara itu, ringgit Malaysia melonjak terhadap dolar AS. Sementara itu, yen, mata uang Jepang turun dibandingkan dolar AS. Indeks MSCI Asia Pacific menguat 1,2% pukul 09:38 waktu Tokyo. Ringgit memimpin kenaikan mata uang emerging market, sedangkan yen dan dolar Australia melemah .

Tokyo Indeks Topix  jepang naik 0,8% hari ini, sedangkan S & P / ASX 200 Index Australia naik 1%, menuju penutupan tertinggi sejak Juni 2008.  Sementara itu, perdagangan di China, Taiwan dan Korea Selatan tutup hari ini termasuk di Sri Lanka.

"Kami menilai hal ini sebagai hal yang positif,” kata Keith Poore, kepala strategi investasi di AMP Capital Investors Ltd di Wellington. Sebelumnya, The Federal Open Market Committee mengatakan, pihaknya butuh bukti pertumbuhan ekonomi yang lebih banyak untuk mengurangi stimulus.

Sementara itu, mata uang ringgit melonjak 2% menjadi 3,1708 per dolar. Sedangkan baht, mata uang Thailand juga naik 1,7%, kenaikan terbesar sejak 2007. Sementara itu yuan naik 0,1% ke rekor 6,1047 per dolar di Hong Kong . Sementara itu, pasar non-deliverable (NDF) won Korea Selatan melonjak 0,6% ke level terkuat sejak Januari .

Source: http://investasi.kontan.co.id/news/bursa-asia-tersenyum-menyambut-keputusan-the-fed
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:03 AM

Oil prices mixed ahead of Fed announcement

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, September 18, 2013 | 9:45 AM


AFP, (18/9) --  World oil prices were mixed in Asian trade Wednesday as investors await the end of the US Federal Reserve's closely watched policy meeting to find out its plans for its stimulus programme.

New York's main contract, West Texas Intermediate for delivery in October was up 18 cents at $105.60 in morning trade, while Brent North Sea crude for November fell 36 cents to $107.83.

With the threat of military action in Syria receding, attention has turned to the outcome of the Fed's two-day meeting, with expectations for a reduction in its $85 billion a month bond purchases, known as quantitative easing (QE).

Bank chief Ben Bernanke will make a statement after the meeting before holding a news conference.

'The Fed is expected to announce the long-awaited decision to taper asset purchases,' DBS Bank said in a market commentary, adding that market consensus is for a  'cautious' reduction of about $15-20 billion.

'The Fed's first order of business  will be to reassure global markets that the taper will not derail the recovery,' DBS said.

Oil prices rose to multi-month highs this month on fears that the US would launch military strikes against Syria to punish the Assad regime for its alleged use of chemical weapons on its own people.

But prices eased after a US-Russia deal that will see Syria's toxic arsenal destroyed has averted an attack for now.

News that Libya has resumed some oil production has also helped put downward pressure on prices.

Protests by oil field workers since July had crippled Libyan production.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:45 AM

Hong Kong Stocks Fall, Led by Tech Shares Ahead of Fed Decision


Bloomberg(18/9) -- Hong Kong stocks fell a second day as technology and energy companies led declines ahead of the Federal Reserve’s announcement on whether it will pare stimulus.

The Hang Seng Index fell 0.1 percent to 23,147.39 as of 9:37 a.m. in Hong Kong. The Hang Seng China Enterprises Index, also known as the H-share index, slid 0.1 percent to 10,640.97.

The H-share index entered a bull market last week after rebounding more than 20 percent from a June low, while the Hang Seng Index erased its 2013 loss. Shares climbed as China economic data including exports and factory output boosted confidence in the world’s second-biggest economy. Hong Kong’s equity benchmark traded at 11.1 times estimated earnings yesterday, compared with 15.4 for the Standard & Poor’s 500 Index.

 Bank of America Merrill Lynch last week joined Goldman Sachs Group Inc., JPMorgan Chase & Co. and Deutsche Bank AG in raising predictions for economic expansion in China. The government has defended its target of 7.5 percent annual growth.

 Futures on the S&P 500 gained 0.1 percent today. The U.S. equity gauge added 0.4 percent yesterday in New York, sending the index toward a record high, as Microsoft Corp. announced a $40 billion buyback.

 The Federal Open Market Committee is considering whether it will taper $85 billion in monthly bond buying. Purchases will probably be cut by $5 billion, according to a Bloomberg survey of economists, less than the $10 billion reduction predicted earlier.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:37 AM

Emas turun untuk sesi hari ke-3, fokus pada hasil FOMC


Singapura, Reuters (18/9) - Emas perpanjang penurunannya hingga sesi hari ketiga pada pagi ini, jatuh sekitar 1 persen dan ditransaksikan dibawah $1,300 per ounce dimana para investor memperkirakan bahwa the Fed akan mengumumkan pengurangan langkah stimulus yang selama ini menjadi sahabat bullion.

Spot emas jatuh 0.9 persen ke posisi $1,297.79 per ounce pukul 07:28 WIB. Sebelumnya harga sempat jatuh ke $1,295.24 - terendah sejak 8 Agustus.

The Fed diperkirakan akan memulai pengetatan dari kebijakan moneter ultra longgarnya pada hari Rabu ini dengan mengumumkan pengurangan kecil dari program pembelian obligasinya, sementara tingkat suku bunga kemungkinan masih akan tetap pada hampir nol persen untuk jangka waktu yang lebih lama.

Sebagian besar ekonom memprediksi bahwa bank sentral AS akan mengumumkan pengurangan $10 milyar dari program pembelian aset bulanan senilai $85 milyar.

Indeks harga konsumen AS hampir tidak mengalami kenaikan di bulan Agustus, namun meningkatnya sewa rumah dan biaya perawatan medis menunjukan stabilisasi pada tingkat inflasi dasar yang bisa membuat the Fed merasa nyaman untuk memankas pembelian obligasinya. Emas terkadang dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi.

Goldman Sach memberikan rekomendasi netral kepada harga emas sampai akhir tahun, mengutip serangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan dan ekspektasi pemangkasan yang 'dovish' dari the Fed.

Konsumen emas top dunia, India menaikan pajak impor atas perhiasan emas dari 10 persen menjadi 15 persen, menjadi kenaikan pajak yang lebih tinggi dibandingkan emas mentah dalam upaya melindungi industri perhiasan domestik. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:29 AM

Saham Jepang bergerak dua arah jelang rapat the Fed hari ini

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, September 17, 2013 | 9:10 AM


Bloomberg (17/9) - Saham Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian menjelang pertemuan Federal Reserve mulai hari ini; para investor menimbang penarikan diri Lawrence Summers dari bursa pencalonan memimpin bank sentral AS dan penguatan yen.

Indeks Topix naik 0,2 persen menjadi 1,187.98 pada pukul 09:24 pagi di Tokyo setelah jatuh kurang dari 0,1 persen. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik sebesar 0,2 persen menjadi 14,436.43. Pasar saham Jepang kemarin tutup karena libur nasional.

Mata uang Jepang sedikit berubah pada posisi 99,11 terhadap dollar hari ini setelah penguatan selama empat hari terakhir.

Indeks Topix mencatat kenaikan sebesar 3,3 persen minggu lalu pada respon positif atas kemenangan Tokyo untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 sehingga meningkatkan ekspektasi keuntungan di sektor real estate, konstruksi dan pariwisata. Indeks tersebut naik sebesar 38 persen sejak awal tahun hingga 13 September lalu, membuat ekuitas Jepang ini menjadi pemain terbaik di antara pasar saham negara maju. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:10 AM

Gold near five-week low, stimulus outlook in focus


Singapore, Reuters (17/9) -- Gold hovered near a five-week low on Tuesday as traders waited for guidance on when the U.S. Federal Reserve will begin tapering its massive economic stimulus.

Spot gold had risen 0.1 percent to $1,315.10 an ounce by 0015 GMT, after falling 1 percent in the previous session to a five-week low of $1,303.85. U.S. gold dropped $2.50 to $1,315.30.

The Fed, which kicks off a two-day policy meeting on Tuesday, is widely expected to begin curbing its $85 billion monthly bond purchases by $10 billion this month.

Traders are betting the U.S. central bank will keep policy easier for longer now that former Treasury Secretary Lawrence Summers is out of the running to succeed Ben Bernanke as chairman.

Bullion has lost more than 20 percent of its value this year as a recovering U.S. economy has dented its safe-haven appeal. Data on Monday showed that U.S. factory output surged in August as the pace of motor vehicle assemblies jumped to a six-year high.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:06 AM

Gold Bulls Cut Wagers as Goldman Sees More Losses: Commodities

Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, September 16, 2013 | 2:47 PM

Bloomberg(16/9) -- Speculators got less bullish on gold, selling long contracts at the fastest pace this year as prices fell the most in almost three months on prospects for less central-bank stimulus. Goldman Sachs Group Inc. said the retreat has further to go.

The net-long position held by hedge funds and other large speculators fell 16 percent to 84,929 futures and options in the week ended Sept. 10, U.S. Commodity Futures Trading Commission data show. Long holdings dropped 10 percent, the most since December, and short bets increased 9.8 percent. The net-bullish position across 18 U.S.-traded commodities slid 4.1 percent, with investors adding to bearish wagers on wheat and corn.

Gold resumed its retreat, heading for the first annual loss in 13 years, after coming within 3 percentage points of a bull market on the threat of military strikes on Syria. The U.S. and Russia agreed Sept. 14 on a plan for Syria to surrender its chemical weapons. Speculation Federal Reserve Vice Chairman Janet Yellen will become the next head of the central bank after former Treasury Secretary Lawrence Summers withdrew his name may support gold this week before a Fed meeting that economists expect will curb stimulus.

“The market is trying to find a price for gold in an environment where the Fed begins cutting back its assistance,” said Donald Selkin, who helps manage about $3 billion of assets as chief market strategist at National Securities Corp. in New York. “The temporary sparkle that we had seen because of Syria is disappearing.”
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 2:47 PM

U.S. Futures Celebrate Summers Exit as Treasuries, Stocks Rally


Bloomberg(16/9) -- U.S. stock and Treasury futures rose, with the Standard & Poor’s 500 contract gaining the most in almost a month, and the dollar fell after Lawrence Summers withdrew from the race to be the next Federal Reserve chairman.

S&P 500 futures gained 1 percent as of 10:34 a.m. in Singapore, heading for the biggest advance since Aug. 22. Ten-year U.S. bond contracts jumped the most in six weeks, climbing one point, or $10 per $1,000 face amount, to 124 17/32, based on electronic trading on the Chicago Board of Trade. The greenback slumped against all of its Group of 10 currency peers, losing 1 percent against the Australian dollar.

Summers withdrew from contention before a two-day meeting starting tomorrow, at which the central bank is forecast to begin paring unprecedented bond purchases, known as quantitative easing. Summers would tighten policy more than Janet Yellen, who was his main rival to replace Chairman Ben S. Bernanke, according to a Bloomberg Global Poll of investors, analysts and traders last week.

“Investors are saying that QE may not be as aggressively dialed back under Yellen, who is now the front-runner,” Walter “Bucky” Hellwig, who helps manage $17 billion of assets at B&T Wealth Management in Birmingham, Alabama, said in a telephone interview. “QE is still a very important factor in the minds of investors and we can see this in the potential movement of the stock and bond markets.”

Summers, 58, was one of three names that Obama had mentioned as possible replacements for Bernanke, whose term as Fed chairman ends on Jan. 31. Yellen, 67, the current Fed vice chairman, was also on Obama’s candidate list along with Donald Kohn, 70, a former Fed vice chairman, the president said earlier.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:02 AM

Harga minyak jatuh di perdagangan Asia


AFP, (16/9) - Harga minyak turun di perdagangan Asia Senin setelah AS-Rusia melakukan kesepakatan terkait senjata kimia Suriah untuk menghindari potensi serangan militer Barat terhadap rezim Assad.

Kontrak utama  West Texas Intermediate (WTI) New York untuk pengiriman Oktober turun 82 sen menjadi $ 107,39, sementara minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman November turun 88 sen menjadi $ 110,82.

Menteri Luar Negeri AS, John Kerry dan timpalannya dari Rusia, Sergei Lavrov mencapai terobosan kesepakatan pada hari Sabtu setelah melakukan pembicaraan selama tiga hari di Jenewa.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad memiliki waktu seminggu untuk menyerahkan rincian jumlah dan lokasi dari semua agen bahan kimia yang dimilikinya.

Kemudian cadangan-cadangannya akan diserahkan kepada pengawasan internasional dan dihancurkan pada pertengahan 2014.

Kesepakatan itu didukung China, salaha satu pemegang hak veto anggota tetap Dewan Keamanan PBB.

Para analis mengatakan bahwa kesepakatan itu telah mencegah kemungkinan serangan pimpinan AS di Suriah untuk menghukum dugaan penggunaan senjata kimia kepada rakyatnya sendiri.

'Risiko atas harga minyak mentah Suriah terus mereda setelah terjadi kesepakatan antara AS-Rusia pada hari Sabtu,' Victor Shum, managing director IHS Purvin and Gertz di Singapura, kepada AFP.

Harga minyak mencapai tertinggi multi-bulan pada awal September di tengah kekhawatiran bahwa AS akan terus maju dengan serangan militer sebagai hukuman terhadap Suriah yang para analis khawatirkan bahwa ini dapat menimbulkan konflik yang lebih luas negara-negara kaya minyak di Timur Tengah.(brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:59 AM

Harga emas berusaha untuk bangkit

SINGAPURA. Harga emas naik tipis karena dolar turun ke level terendah dalam sebulan terakhir. Kenaikan harga emas menyusul rencana pengunduran diri Lawrence Summers maju ketua Federal Reserve sebelum bank sentral Amerika Serikat (AS) itu memutuskan stimulus  pekan ini.

Harga emas berjangka naik 0,8% menjadi US$ 1.336,40 per ounce dan diperdagangkan di harga US$ 1.329,38 pada pukul 08:19 waktu Singapura . Pekan lalu, harga emas tumbang 4,7%, penurunan terbesar sejak 28 Juni.

Harga emas untuk pengiriman Desember naik 1,6% menjadi US$ 1.329,70 per ounce di Comex New York. Sementara itu, Presiden Barack Obama dikabarkan menjagokan Summers dan Fed Janet Yellen sebagai memimpin bank sentral AS menggantikan Ben S. Bernanke.

Sebagaimana diketahui, Bernanke  akan mengakhiri tugasnya sebagai ketua The Fed pada 31 Januari nanti. Sementara itu, harga emas berjangka turun menjadi US$ 22,22 per ounce. Sementara itu, pekan lalu harga perak sudah tumbang 6,9%, penurunan terbesar sejak 21 Juni.

Sementara itu, harga palladium naik 1% menjadi US$ 707,55 per ounce, sedangkan platinum turun menjadi US$ 1,452.90 per ounce .

Source : http://investasi.kontan.co.id/news/awal-pekan-harga-emas-berusaha-untuk-bangkit
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:09 AM

Saham Asia Naik, Summers Mundur Dari Pencalonan Ketua Fed

Bloomberg(16/9) -- Saham Asia menguat setelah Lawrence Summers menarik diri dari pertimbangan untuk menjadi ketua Federal Reserve berikutnya, membuka jalan bagi Janet Yellen, sebagaimana beberapa investor mengatakan dapat mendukung lambatnya penurunan dalam stimulus AS.

Indeks MSCI Asia Pacific kecuali Jepang naik sebesar 0,4 persen menjadi 458,82 pada pukul 10:01 pagi di Sydney. Indeks itu naik 5 persen pada bulan ini sepanjangminggu lalu. Pasar di China dan Hong Kong belum membuka. Pasar Jepang ditutup untuk liburan. Kontrak pada indeks  Standard & Poor 500 naik 1,1 persen.

Summers menarik pencalonannya untuk memimpin The Fed, sebelum pertemuan kebijakan dua hari mulai besok di mana bank sentral diperkirakan akan mengurangi stimulus bulanan, yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif. Summers, mantan menteri keuangan, akan mengetatkan kebijakan Fed lebih dari Yellen, yang merupakan saingan utamanya untuk menggantikan Ben S. Bernanke, menurut Bloomberg Poll global pada pekan lalu.

'Ini cukup positif untuk ekuitas,' kata George Boubouras, kepala investasi yang berbasis di Melbourne di Equity Pembina Ltd, di mana ia membantu mengawasi sekitar $ 28 miliar dalam pernyataannya melalui jaringan telepon. 'Ini puts Yellen kembali pada kartu sebagai favorit. Dia lebih berpihak kepada mempertahankan kebijakan akomodatif dan tidak seperti yang kurang ajar seperti Summers mungkin. '

'Saya enggan menyimpulkan bahwa setiap proses konfirmasi mungkin bagi saya akan menjadi sengit dan tidak akan melayani kepentingan Federal Reserve, Administrasi, atau pada akhirnya terhadap kepentingan pemulihan yang sedang berlangsung,' tulis Summers dalam sebuah surat tertulis pada hari ini untuk Presiden Barack Obama.

Obama mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa ia menerima keputusan Summers 'dan memuji sebagai penasihat mantan ekonomi.

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:42 AM

Makrab Tim 02 Pt.Kontakperkasa Futures 31.08.2013

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, September 13, 2013 | 3:05 PM






































Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:05 PM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger