Powered by Blogger.
Latest Post

Saham Asia Naik Pasca Bursa AS Catat Rekor Tertinggi

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, April 27, 2015 | 8:57 AM

kpf yogyakarta
KPF JOGJA - Saham Asia menguat pada hari kelima setelah saham AS ditutup pada level sepekan tertinggi sepanjang masa di tengah laporan laba dan data yang memicu kenaikan suku bunga. Sementara itu, dolar melemah terhadap sebagian besar mata uang utama.

Indeks S & P / ASX 200 naik 0,6 % pada pukul 09:14 pagi waktu Tokyo, mendorong Indeks MSCI Asia Pacific menguat sebesar 0,2 % diikuti dengan Indeks Kospi di Seoul. Indeks Hang Seng berjangka naik 0,4 % di sebagian besar perdagangan terakhir sedangkan pada Indeks AS sedikit berubah. Indeks Spot Dollar Bloomberg dekati level terendah dalam 7 minggu terakhir. Mata uang euro stabil setelah mencapai kesepakatan pembicaraan tentang bantuan untuk Yunani pada hari Jumat kemarin yang berakhir ricuh. Minyak AS berayun antara kenaikan dan penurunan.

Investor menunggu pertemuan Federal Reserve pada minggu ini sebagai petunjuk lebih lanjut mengenai waktu kenaikan suku bunga setelah pesanan barang AS secara tak terduga mengalami penurunan. China merilis laba industri pada hari Senin, sementara Bank of Japan (BOJ) memutuskan hasil kebijakan pada Kamis mendatang. Apple Inc melaporkan laba pada hari Senin setelah laba perusahaan melampaui perkiraan seiring dengan Microsoft Corp, International Business Machines Corp dan Amazon.com Inc membantu mendorong Indeks saham AS mencapai rekornya pada pekan lalu. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt.kontakperkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:57 AM

Asian Stocks Gain After U.S. Records; Dollar Slips, Oil Swings

kpf yogyakarta
KPF JOGJA - Asian stocks rose for a fifth day after U.S. shares finished the week at all-time highs amid earnings reports and data that pushed back expectations for interest-rate increases. The dollar was weaker against most peers.

The S&P/ASX 200 Index climbed 0.6 percent by 9:14 a.m. in Tokyo, helping the MSCI Asia Pacific Index to a 0.2 percent gain as the Kospi index advanced in Seoul. Hang Seng Index futures increased 0.4 percent in most recent trading while those on U.S. indexes were little changed. The Bloomberg Dollar Spot Index held near its lowest level in seven weeks. The euro was steady after gaining Friday even as talks on aid for Greece ended in acrimony. U.S. oil swung between gains and losses.

Investors are awaiting a Federal Reserve meeting this week for more clues as to the timing of interest-rate increases after a surprise drop in capital-goods orders. China publishes industrial profit data Monday, while the Bank of Japan decides policy Thursday. Apple Inc. reports earnings Monday after better-than-forecast results from Microsoft Corp., International Business Machines Corp. and Amazon.com Inc. helped push U.S. stock indexes to records last week.
Source : Bloomberg

pt.kontakperkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:43 AM

Saham Jepang Pagi Ini Menguat Jelang Pertemuan Bank Sentral

kpf yogyakarta
KPF JOGJA - Saham Jepang naik menjelang pertemuan kebijakan oleh Federal Reserve dan Bank of Japan (BOJ) diikuti dengan lebih dari 300 perusahaan lokal bersiap untuk melaporkan laba perusahaan pada pekan ini. Perusahaan pembuat presisi instrumen memimpin kenaikan.

Indeks Topix naik 0,1 % ke level 1,620.31 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo, dengan dua saham yang naik untuk setiap saham yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,1 % ke level 20,039.05. Sementara itu, Yen naik 0,1 % ke level 118,91 per dolar, yang merupakan kenaikan pada hari ketiga.

Kontrak berjangka E-mini pada Indeks Standard & Poor 500 sedikit berubah setelah saham yang mendasari naik 0,2 % menuju rekornya pada hari Jumat kemarin di New York terkait saham Google Inc, Microsoft Corp dan Amazon.com Inc mengalami rally setelah catat laba kuartalan.

Sebanyak 330 perusahaan pada Indeks Topix akan melaporkan laba perusahaannya pada minggu ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Perusahaan pembuat robot Fanuc Corp, produsen alat berat Komatsu Ltd dan produsen kamera Canon Inc di antara perusahaan yang akan merilis laba pada hari Senin.

BOJ menyimpulkan hasil keputusan pasca pertemuan dalam dua hari mendatang pada hari Kamis di Tokyo dan The Fed merilis keputusan kebijakan pada Rabu mendatang di AS. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt.kontakperkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:41 AM

Japan Stocks Rise Before Central Bank Meetings, Company Results

kpf yogyakarta
KPF JOGJA - Japanese stocks rose ahead of policy meetings by the Federal Reserve and Bank of Japan and as more than 300 local companies prepare to report earnings this week. Precision-instrument makers led gains.

The Topix index added 0.1 percent to 1,620.31 as of 9:02 a.m. in Tokyo, with two stocks rising for each that fell. The Nikkei 225 Stock Average gained 0.1 percent to 20,039.05. The yen added 0.1 percent to 118.91 per dollar, strengthening for a third day.

E-mini futures on the Standard & Poor’s 500 Index were little changed after the underlying measure gained 0.2 percent to a record on Friday in New York as Google Inc., Microsoft Corp. and Amazon.com Inc. rallied after posting quarterly results.

About 330 Topix companies will report results this week, according to data compiled by Bloomberg. Robot maker Fanuc Corp., heavy equipment manufacturer Komatsu Ltd. and camera maker Canon Inc. are among companies releasing earnings Monday.

The BOJ concludes a two-day meeting on Thursday in Tokyo and the Fed releases its policy decision on Wednesday in the U.S.
Source : Bloomberg

pt.kontakperkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:39 AM

Saham Asia Ditutup Naik Untuk Minggu Keempat; Indeks China Tergelincir

kpf yogyakarta
KPF JOGJA - Saham Asia menguat, dengan indeks acuan regional menuju kenaikan mingguan keempat, Perusahaan energi dan bahan material naik. Ekuitas China turun karena regulator meningkatkan laju penawaran umum perdana.

BHP Billiton Ltd naik 3,2% di Sydney karena harga bijih besi melonjak setelah penambang yang memangkas rencana peningkatan produksinya. Minyak explorer Inpex Corp naik 1,3% di Tokyo seiring minyak mentah menuju kenaikan enam minggu. TDK Corp, produsen elektronik yang mendapat penjualan di luar negeri, turun 2,2% karena yen menguat terkait data AS yang mengecewakan. Citic Securities Co kehilangan 3,9% di Shanghai ditengah kekhawatiran penjualan saham baru akan mengalihkan dana dari saham yang ada.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4% menjadi 155,87 pada 16:06 sore di Hong Kong untuk melanjutkan level teertinggi tujuh tahun. Indeks tersebut menuju untuk kenaikan 1,4% pekan ini dan merupakan kenaikan mingguan jangka terpanjang sejak Februari. Indeks Taiex Taiwan naik 1,2%, ditutup pada level tertinggi sejak April 2000.(yds)
Sumber: Bloomberg

pt.kontakperkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:38 AM

Reli Minyak Terhenti Pasca Persediaan Minyak Mentah AS Terlihat Menguat

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, April 21, 2015 | 9:03 AM

pt. kpf jogja
PT. KPF Jogja - Minyak menghentikan kenaikannya di atas $ 57 per barel sebelum perkiraan data dari pemerintah AS menunjukkan stok minyak mentah diperluas lebih lanjut dari rekor.

Minyak berjangka untuk bulan Juni sedikit berubah di New York setelah naik 1% pada hari Senin kemarin. Persediaan minyak mentah kemungkinan naik 2,5 juta barel pada pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum rilis laporan dari Energy Information Administration (EIA), Rabu besok. Kembalinya diembargo minyak Iran di pasar dunia tampaknya tidak mendekati, menurut BNP Paribas SA dan UBS Group AG.

Minyak telah mengalami reli 30% dari level terendah enam tahun pada bulan Maret terkait tanda-tanda pelemahan rig pengeboran AS memacu perlambatan produksi yang dapat meredakan berlimpahnya pasokan minyak global. Kenaikan harga masih bisa goyah dengan membengkaknya cadangan minyak AS ke level tertinggi dalam 85 tahun terakhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Juni berada di level $ 57,63 per barel di perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, turun 25 sen, pada pukul 10:49 pagi waktu Sydney. Kontrak untuk bulan Mei, yang berakhir pada hari Selasa, 24 sen lebih rendah dan berada di level $ 56,14. Total volume sekitar 88% di bawah rata-rata 100-hari. Harga menguat 5,4% dalam tahun ini.

Brent untuk pengiriman bulan Juni turun 15 sen ke level $ 63,30 per barel di bursa ICE Futures Europe exchange. Dan ditutup tidak berubah di level $ 63,45 pada hari Senin. Minyak mentah acuan Eropa diperdagangkan $ 5,67 lebih besar dari WTI untuk bulan yang sama.

Stok minyak mentah di Amerika Serikat, konsumen minyak terbesar dunia, naik menjadi 483.7 juta barel sampai tanggal 10 April, level tertinggi dalam data mingguan EIA yang dimulai pada bulan Agustus 1982. Catatan bulanan yang disusun oleh kelompok statistik Departemen Energi sejak tahun 1920 menunjukkan persediaan belum pernah setinggi ini sejak tahun 1930.(frk)

Sumber: Bloomberg
pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:03 AM

Gold Extends Biggest Decline In Week As Stocks To Dollar Rally

pt. kpf jogja
PT. KPF - Gold extended losses from the biggest drop in a week as a rally in equities and the U.S. dollar curbed demand for an alternative asset.

Bullion for immediate delivery fell as much as 0.3 percent to $1,192.29 an ounce before trading at $1,193.99 by 9:05 a.m. in Singapore, according to Bloomberg generic pricing. The price fell 0.7 percent to $1,195.89 on Monday, the most since April 13. Gold in Shanghai declined the most in a week.

U.S. stocks rebounded on Monday from the biggest drop in three weeks and European shares advanced after China’s central bank cut lenders’ reserve requirements by the most since the global financial crisis. The U.S. dollar rose for the first time in a week against a basket of 10 currencies. The People’s Bank of China may have tripled holdings of gold since it last updated them in April 2009, Bloomberg Intelligence estimates.

The Standard & Poor’s 500 Index climbed 0.9 percent after dropping 1.1 percent on April 17, the most since March 25. The Stoxx Europe 600 Index added 0.8 percent. The Bloomberg Dollar Spot Index was little changed after rising 0.5 percent Monday.

Gold for June delivery was at $1,194.50 an ounce on the Comex from $1,193.70 on Monday.

Source: Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:00 AM

Indeks Topix Menguat Setelah Pelemahan Yen Meningkatkan Outlook Pendapatan Ekspor

PT. KPF Jogja - Saham-saham Jepang dibuka menguat, mengikuti penguatan dalam ekuitas AS, setelah yen melemah untuk pertama kalinya dalam lebih dari seminggu, meningkatkan prospek pendapatan ekspor.

Indeks Topix menguat 0,4% ke level 1,588.50 pada pukul 09:02 pagi di Tokyo, setelah semua menguat kecuali dua dari 33 kelompok industri. Indeks tersebut menuju kenaikan pertama dalam tiga hari terakhir. Sementara indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,4% ke level 19,710.08. Yen diperdagangkan di level 119,27 per dolar setelah kemarin melemah 0,2%, penurunan pertama dalam tujuh sesi perdagangan. Bursa saham AS naik setelah penguatan dalam pendapatan dari perusahaan teknologi, termasuk IBM Corp., didukung prospek untuk musim pendapatan pada kuartal ini.

Saham IBM melonjak 3,4% dan mempertahankkan gain dalam perdagangan after-hours setelah laporan pendapatan yang mengalahkan perkiraan. Saham dari Apple Inc. dan Microsoft Corp. melonjak setelah perusahaan teknologi dalam indeks Standard & Poor 500 mengalami rebound dari aksi jual.

E-mini futures dalam indeks S&P 500 naik 0,1% setelah indeks yang mendasari menguat 0,9% pada hari Senin kemarin di New York.(frk)
Sumber: Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:52 AM

Pelemahan Yen & Rebound Dalam Saham AS Angkat Saham Asia

pt. kpf jogja
PT.KPF Jogja - Saham-saham Asia menguat pagi ini, menyusul rebound dalam bursa saham AS, setelah penurunan pertama yen dalam tujuh hari didukung para eksportir Jepang. Saham material dan kesehatan memimpin kenaikan dalam indeks.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% ke level 152,57 pada pukul 09:01 pagi di Tokyo. Kemarin, indeks tersebut melemah 0,9%, yang terbesar dalam hampir sebulan, setelah pembatasan China dalam perdagangan spekulatif sebanding dengan pemangkasan terbesar oleh bank sentral untuk persyaratan cadangan sejak tahun 2008. Ekuitas berjangka China mengarah ke rebound pada hari Selasa, dengan kontrak pada Indeks Hang Seng China Enterprises untuk saham mainland di Hong Kong naik 0,9%.

Indeks Topix Jepang menguat 0,4% setelah pada Senin kemarin yen melemah 0,2%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,3%. Indeks S&P/ASX 200 Australia dan Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,2%.
Indeks Standard & Poor 500 naik 0,9% kemarin, rebound dari penurunan terburuk dalam tiga minggu terakhir setelah IBM Corp. memimpin reli dalam saham teknologi. E-mini futures pada indeks ekuitas naik 0,1% pada hari Selasa.

Presiden Federal Reserve Bank of New York, William C. Dudley mengatakan ia relatif optimis rebound pertumbuhan akan menjamin menaikkan suku bunga pada tahun 2015, meskipun dia 'tidak cukup percaya diri sekarang' bahwa inflasi akan naik.

Para otoritas The Fed pada bulan lalu terbagi mengenai apakah mereka akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni atau tidak, perdebatan yang terjadi sebelum rilis angka payroll yang mengecewakan untuk bulan Maret, menurut risalah dari pertemuan kebijakan terbaru mereka.(frk)

Sumber: Bloomberg
pt. kontak perkasa futures yogyakarta

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:44 AM

Anjloknya Saham China Antarkan Bursa Hong Kong Ditutup Melemah 2%

pt. kpf jogja
PT. KPF Jogja - Bursa Saham Hong Kong ditutup melemah tajam sekaligus penurunan tercuram dalam kurun waktu 4 bulan terakhir, penurunan pada Senin sore ini akibat pelemahan Bursa Shanghai, meskipun Bank Sentral China memangkas cadangan kas perbankan guna meredam perlambatan perekonomian.

Sabtu lalu PBOC (People Bank of China) memangkas cadangan kas perbankan dalam jumlah yang tajam sejak krisis keuangan global.

Bursa Saham Hong Kong dibuka menguat, akan tetapi melemah pada sore hari, mengikuti penurunan Saham China yang terbebani oleh kecemasan peraturan yang tegas terkait margin keuangan yang ilegal.
Indeks Hang Seng melemah 2.0% ke level 27,094.93 yang sekaligus penurunan harian tertajamnya sejak Desember, 2014 silam.

Indeks China Enterprises turun 2.9% ke level 14,111.34 poin. Penurunan tersebut pelemahan tertajam dalam 3 bulan terakhir.

Adapun saham-saham yang aktif di Bursa Hong Kong yaitu Ping Shan Tea menguat 5.4% ke level HK$0.06 dan China Jinhai menguat 40.3% ke level HK$1.01.

Total volume perdagangan saham perusahaan yang ada pada Indeks HSI sebesar 3.2 miliar saham. (bgs)
Sumber : Reuters
 
pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:38 AM

Gold Near One Week Low as US Rate Hike Bets Boost Dollar

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, April 10, 2015 | 2:27 PM

kpf yogya
KPF Yogya - Gold hovered near a one-week trough on Friday and was set to snap a three-week rally, pressured by renewed expectations for a U.S. rate hike this year despite recent soft economic data.  

Spot gold was little changed at $1,194.71 an ounce by 0017 GMT, after slipping to a session low of $1,192.30 on Thursday. Bullion is down 1.3 percent so far this week following a three-week rise. U.S. gold for June delivery was also nearly flat at $1,194.60 an ounce.

Bullion prices were back to levels where they were before the release of much softer-than-expected U.S. employment data last week. That lifted gold to a seven-week high above $1,220 on Monday as investors pared back forecasts for a U.S. rate increase following the dismal jobs number.

The non-interest bearing metal took a hit from comments from Federal Reserve officials which suggested that a rate hike in June could still be in play, along with minutes of the Fed's March meeting that opened the door to an increase during that month.

Gold prices could drop to five-year lows this year, extending two years of decline before they rebound in 2016 on a demand recovery in Asia, GFMS analysts at Thomson Reuters said.

Gold demand in the world's biggest consumer India risks falling for a second straight year in 2015, as millions of Indian farmers hit by erratic weather and falling commodity prices trim purchases.
Source : Reuters

pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 2:27 PM

Gold Heads For First Weekly Decline In A Month After Fed Minutes

kpf yogya
KPF Yogya - Gold was poised for the first weekly loss in almost a month after minutes from the Federal Reserve spurred speculation policy makers are moving closer to raising interest rates, boosting the dollar.

Bullion for immediate delivery decreased as much as 0.3 percent to $1,191.34 an ounce, the lowest level since April 1, and traded at $1,196.48 at 12:28 p.m. in Singapore, according to Bloomberg generic pricing. The metal has declined 0.9 percent this week, the first drop since March 13. Gold in Shanghai headed for a second weekly retreat.

Minutes of the March meeting released Wednesday showed several Fed officials pushed to raise rates in June, while others argued for later this year and a couple favored holding until 2016. Higher rates hurt gold’s appeal as bullion usually offers returns only through price gains. The Bloomberg Dollar Spot Index is advancing for the first week in four.
Source : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 2:10 PM

Bursa Saham Jepang Sesi 1 Berfluktuasi Pasca Capai Level 20.000

kpf yogya
KPF Yogya - Bursa Saham Jepang berayun diantara gain dan loss setelah Indeks Nikkei 225 Stock Average sempat diperdagangkan diatas level 20,000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.

Fast Retailing Co. reli sebesar 3.8%. Aeon Co. melonjak 5.4%. Saham perusahaan berorientasi ekspor memimpin penurunan pada Indeks Topix dengan Kawasaki Kisen Kaisha Ltd. anjlok 2.5%. Kansai Electric Power Co. turun 2.1%.

Indeks Nikkei 225 melemah 0.1% ke level 19,920.86 pada sesi 1 di Tokyo setelah sempat diperdagankan di level 20,006 yang sekaligus level intraday tertingginya sejak April 2000 silam. Sementara Indeks Topix turun 0.3% ke level 1,589.20 setelah sempat mendulang gain sebesar 0.2% dan mencatat kenaikan mingguan sebesar 1.6%.

Sedangkan yen diperdagangkan di level 120.49 per dolar setelah kemarin menderita penurunan sebesar 0.4% akibat kenaikan data pekerjaan AS telah mendorong kenaikan greenback. (bgs)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:44 PM

Resiko Deflasi China Berkurang Seiring Stabilnya Harga Komoditas

kpr yogya
KPF Yogya - Resiko deflasi berbasis luas di China berkurang pada bulan lalu seiring meningkatnya harga untuk produk konsumen pada laju yang sama dengan bulan Februari, sementara penurunan biaya di pabrik stabil.

Indeks harga konsumen naik 1,4 % dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan rata-rata para analis yang di survei oleh Bloomberg sebesar 1,3 %, rilis data dari otoritas statistik China di Beijing. Indeks harga produsen turun 4,6 %, memperpanjang rekor penurunan hingga 37 bulan terakhir.

Ketua bank sentral Zhou Xiaochuan mengatakan para pejabat perlu 'waspada' dalam melihat disinflasi dan memiliki 'ruang untuk bertindak' dengan suku bunga dan indikator kuantitatif. Para pembuat kebijakan menurunkan persyaratan down-payment (DP) untuk beberapa pembeli rumah kedua pada bulan Maret setelah dua pengurangan suku bunga dan memangkas kebutuhan cadangan rasio bank dalam 6 bulan terakhir. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:35 PM

Bursa Saham Asia Mencatat Gain Mingguan Ditengah Indeks Nikkei 225 Catat Rekor

kpf yogya
KPF Yogya - Bursa Saham Asia mencatat kenaikan mingguan, setelah kemarin indeks acuan tersebut ditutup pada level tertingginya dalam kurun waktu 7 tahun terakhir ditengah Indeks  Nikkei 225 Stock Average mencapai level 20,000 untuk pertama kalinya sejak 15 tahun terakhir.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0.2% ke level 151.60 pukul 9:14 pagi ini waktu Tokyo. Pekan ini indeks acuan Saham Asia mencatat kenaikan sebesar 2.5%. Sementara Indeks Nikkei 225 stagnan di level 19,938.08 setelah sempat mencapai level 20,000 untuk pertama kalinya sejak April 2000 silam. Sedangkan Indeks Hang Seng melonjak pada pekan ini ditengah permintaan dari investor China setelah adanya penurunan valuasi pada Bursa Hong Kong telah mencapai level tertingginya sejak 2011 lalu dan otoritas China memudahkan bagi dana domestik untuk menggunakan link bursa lintas batas.

Kemarin Indeks Hang Seng China Enterprises atau Indeks H-share melonjak 2.6% seklaigus ditutup pada level tertingginya sejak November 2010 lalu, meski Indeks Shanghai Composite turun untuk pertama kalinya dalam 6 hari terakhir. Hari ini ekuitas China akan masih fokus pada rilis data indeks harga konsumen dan produsen. (bgs)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:29 PM

Indeks Nikkei 225 Menguat Untuk Pertama Kalinya Diatas Level 20.000

kpf yogya
KPF Yogya - Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang naik di atas level 20.000 untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir, dipicu oleh penguatan saham Fast Retailing Co. setelah Uniqlo penjualan pakaian meningkatkan prediksi laba.

Indeks Nikkei 225 naik 0,3 % ke level 20.006 pada pukul 09:08 pagi waktu Tokyo, menuju penutupan tertingginya sejak 14 April tahun 2000 silam. Saham Fast Retailing menguat 3,1 %, memacu kenaikan terbesarnya pada saham Jepang, setelah diperkirakan meningkatnya laba bersih sebesar 20 %. Indeks Topix naik 1,596.19 % ke level 1,596.41, menuju kenaikan mingguan sebesar 2,1 %. Sementara itu, Yen diperdagangkan pada level 120,61 per dolar setelah kemarin melemah 0,4 % seiring meningkatnya angka pekerjaan AS mendorong penguatan dolar.

Saham Fast Retailing menaikkan perkiraan kenaikan tahunan sebesar 20 % menjadi 120 miliar yen ($ 998 juta), memicu kenaikan penjualan domestik maupun internasional. Nomura mengatakan akan mendorong prospek untuk tingkat pengecer, sahamnya harus mencapai ¥ 55.000 dalam 12 bulan. Kemarin saham tersebut ditutup pada level ¥ 48.500.

Yen melemah terhadap dolar setelah data menunjukkan klaim pengangguran AS menurun dalam 4 pekan terakhir dibandingkan dalam hampir 15 tahun. Data tersebut dirilis setelah jeda sehari dari pertemuan terakhir Federal Reserve yang mengumumkan kenaikan suku bunga pertama sejak 2006 pada tahun ini. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:22 PM

Microsoft Consider Recruit Workers With Autism

microsoft
KPF Yogya - Microsoft says it wants to hire more people with autism in a full-time position.
US technology company that began offering 10 positions with a pilot scheme at Microsoft headquarters in Redmond.

Senior Executive Mary Ellen Smith said, "People with autism brings the power we need at Microsoft."
British foundation that helps people with autism, the National Autistic Society, welcomed the move but said that other companies should do more to hone the skills of people with autism.

"Simple adjustments, such as making it easier for job interview accessible to people with autism and provide support to assist them in understanding the 'unwritten rule' in the workplace can unlock the potential of all parts of society," said Sarah Lambert of the National Autistic Society.

Meanwhile, in a statement announcing the new policy Microsoft, Smith said, "Every individual is different, some have a remarkable ability to store information, thinking with great detail and depth, or excel in math or creating computer code."

Recruitment specialist company, Specialisterne, will help run the new recruitment scheme.
Specialisterne which operates in Denmark and the UK, in collaboration with several IT companies and other sectors to promote the skills of people with autism to a specific vacancy.
Currently only 15% of adults with autism in the UK have a full time job.
Source: BBC Indonesia

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 12:01 AM

Spekulasi Kenaikan Suku Bunga AS Di Bulan Juni Kembali Redupkan Emas

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, April 9, 2015 | 11:44 AM

kpf yogya
KPF Yogya - Emas kembali bergerak turun pada sesi ke-3 secara beruntun di Kamis pagi ini setelah komentar dari Federal Reserve dan hasil pertemuan Bank Sentral AS bulan lalu mengisyaratkan bahwa kenaikan suku bunga di Juni mendatang masih menjadi perdebatan ditengah penurunan data ekonomi.

Spot emas turun 0.1% ke level $1,201 per ounce pukul 8 pagi ini waktu Singapura.Kemarin Bullion menembus level terendah sebesar $1,197.45 setelah 2 anggota The Fed menaytakan bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga pada Juni mendatang. Hasil pertemuan The Fed pada tanggal 17-18 Maret kemarin menunjukkan akan menaikkan suku bunga pada Juni mendatang dan beberapa anggota menyatakan masih mengkaji rilis data ekonomi berikutnya yang akan dijadikan pertimbangan dalam menaikkan suku bunga.

Data ekonomi yang dirilis pekan lalu menunjukkan pertumbuhan pekerjaan di AS bulan Maret kemarin berada pada laju terendahnya dalam kurun waktu setahun terakhir sehingga memicu perkiraan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan diatas bulan Juni, hal tersebut kemudian mendorong emas pada hari Senin kemarin mencapai level 7 pekan tertingginya sebesar $1,220.Emas untuk pengiriman bulan Juni anjlok 0.2% ke level $1,200.80 per ounce. (bgs)

Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:44 AM

Gold slips on renewed bets for U.S. rate hike in June

kpf yogya
KPF Yogya - Gold retreated for a third session in a row on Thursday after comments from Federal Reserve officials and minutes of the U.S. central bank's meeting last month suggested that a rate increase in June remained on the cards despite recent weak data.

Spot gold was off 0.1 percent at $1,201 an ounce by 0022 GMT.
Bullion hit a session low of $1,197.45 on Wednesday after two Fed officials said the U.S. central bank could still increase interest rates in June. The minutes of the Fed's March 17-18 meeting showed it concluded with the Fed opening the door to a June rate hike, and that "several participants" went on record saying they expected upcoming economic data would warrant an initial rate increase that month.

Data last week showing U.S. jobs grew at the slowest pace in more than a year in March fueled expectations that a rate hike could happen later than June, sending gold to a seven-week peak above $1,220 on Monday.

U.S. gold for June delivery dropped 0.2 percent to $1,200.80 an ounce.
Source : Reuters

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:28 AM

Indeks Topix Jepang Sesi 1 Naik Ke Level 7 Tahun Tertinggi

kpf yogya
KPF Yogya - Saham Jepang naik, mengirim Indeks Topix bersiap untuk penutupan tertingginya sejak November 2007 lalu, setelah Federal Reserve merilis dari hasil pertemuan terbaru menunjukkan pejabat tersebut menentukan waktu untuk menaikkan suku bunga AS.

Saham Nissan Motor Co menguat 2,7 % setelah SMBC Nikko Securities Inc menaikkan rating pada saham. Perusahaan Japan Tobacco Inc, memperhitungkan salah satu pasar terbesar Rusia, melonjak tajam pada Indeks Topix setelah mata uang rubel menguat terhadap dolar ke level tertinggi pada tahun ini. Saham Hulic Co turun 2 % seiring real estate perusahaan leasing mengatakan akan menjual saham untuk mengumpulkan dana pembayaran utang dan pembelian properti.

Indeks Topix naik 0,3 % ke level 1,592.43 pada istirahat perdagangan di Tokyo, kenaikan pada hari ketiga berturut-turut. Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0,7 % ke level 19,917.47 setelah penutupan kemarin ke level 15 tahun tertinggi.

Risalah pertemuan The Fed menunjukkan pembuat kebijakan menentukan waktu kenaikan suku bunga antara bulan Juni, akhir tahun ini atau tahun 2016 mendatang. Pertemuan itu diadakan sebelum perkiraan data penggajian mengalami penurunan pada pekan lalu.

Dolar menguat setelah rilis data, menghentikan kenaikan terhadap yen setelah kemarin Bank of Japan (BOJ) mempertahankan rekor stimulus. Sementara itu, mata uang yen diperdagangkan turun 0,2 % ke level 120,37 per dolar. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:21 AM

Saham China Menguat Diikuti Lonjakan Pada Bursa Hong Kong

kpf yogya
KPF Yogya - Bursa saham Hong Kong melonjak tajam sejak 2011 lalu dan indeks saham China daratan naik ke level tertinggi sejak 2008 silam pada spekulasi pasar mengikuti mitra dari China yang mengalahkan dunia.

Indeks Hang Seng melonjak sebesar 6,4 % ke level 27,922.67 pada pukul 09:49 pagi waktu setempat, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises naik 4,8 %. Investor China daratan yang digunakan lebih dari setengah kuota mereka untuk membeli saham Hong Kong melalui link exchange di Shanghai.

Bursa saham Hong Kong menguat setelah pengurangan valuasi di China mencapai level tertingginya sejak 2011 lalu dan pemerintah China mempermudah dana dalam negeri untuk menggunakan link bursa perbatasan antar negara. Mendorong Indeks Shanghai Composite menguat sebesar 90 % dalam 12 bulan terakhir, para investor China membeli lebih banyak saham Hong Kong melalui link exchange terkait regulator yang memungkinkan. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:16 AM

Bursa Asia Dibuka Berfluktuasi Ditengah Kenaikan Saham Kesehatan & Penurunan Energi

kpf yogya
KPF Yogya - Bursa Saham Asian berfluktuasi di sesi pembukaan, indeks acuan tersebut diperdagangkan mendekati level tertingginya sejak 2008 silam. Saham perusahaan sektor kesehatan mendulang gain, sedangkan saham perusahaan energi melemah.

Indeks MSCI Asia Pacific tergelincir 0.1% ke level 150.96 pukul 9:18 pagi ini waktu Tokyo. Kemarin indeks acuan regional tersebut naik ke level tertingginya sejak Juni 2008 silam setelah Saham-saham perusahaan China yang terdaftar di Bursa Hong Kong melonjak. Sementara itu, Indeks Standard & Poor 500 menguat 0.3% setetlah rilis hasil pertemuan FOMC Federal Open Market Committee tanggal 17-18 Maret kemarin memberikan sinyal bahwa The Fed terpecah terkait kenaikan suku bunga AS yang rencana akan dilakukan pada Juni mendatang.

Indeks Topix sedikit berubah. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0.2%. Indeks S&P/ASX 200 Australia dan Indeks NZX 50 Selandia Baru stagnan.

Indeks Hang Seng China Enterprises atau Indeks H-share pada hari Rabu kemarin melonjak 5.8% sekaligus menembus level tertingginya sejak April 2011 lalu. (bgs)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:11 AM

Penguatan Bursa Jepang Di Sesi Pembukaan Dibayangi Hasil Pertemuan The Fed

kpf yogya
KPF Yogya - Bursa Saham Jepang dibuka menguat pada hari ke-3 setelah rilis hasil pertemuan Federal Reserve dari pertemuan terakhirnya menunjukkan bahwa Bank Sentral AS tersebut terpecah terkait waktu kenaikan suku bunga AS.

Indeks Topix menguat 0.3% ke level 1,592.55 pukul 9:01 pagi ini waktu Tokyo, dengan 27 dari 33 grup industri mencatatkan kenaikan. Sementara Indeks Nikkei 225 Stock Average menguat 0.3% ke level 19,850.30.

Hasil pertemuan The Fed menunjukkan mereka terpecah terkait waktu untuk menaikkan suku bunga yang rencana akan dilakukan pada Juni mendatang atau di tahun 2016. Pertemuan tersebut diselenggarakan menjelang rilis data payroll yang menunjukkan penurunan tajam dari perkiraan sebelumnya.

Sementara dolar reli setelah rilis hasil pertemuan The Fed yang kemarin sempat menghapus gain terhadap yen setelah BOJ (Bank of Japan) mempertahankan rekor stimulus. Sedangkan yen diperdagangkan di level 120.12 per dolar. (bgs)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:06 AM

Bursa Saham Hong Kong Dibuka Menguat 2%

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, April 8, 2015 | 1:39 PM

kpf yogya
KPF Yogya - Bursa Saham Hong Kong pada Rabu pagi ini dibuka menguat, melanjutkan reli sebelumnya dari Bursa Saham China setelah para investor kembali dari libur selama 5 hari.

Indeks Hang Seng menguat 2%, dengan Indeks Hang Seng China Enterprises HSCEI naik 3.3%. Sementara Bursa Shanghai berayun setelah kemarin mencapai mencapai level 7 tahun tertingginya dan saat ini Indeks Shanghai Composite melemah 0.1%.

Saham China Construction Bank Corp. menguat 1.7%, HSBC Holdings plc naik 1.6%, China Mobile Ltd. terapresiasi 1.3% dan Tencent Holdings Ltd. mencatat gain 1.1%. Hong Kong Exchanges & Clearing Ltd. melonjak 5.3%. Sementara saham-saham perusahaan pialang di China melonjak setelah Shanghai Stock Exchange mengumumkan menjelang libur kemarin bahwa akan memperbolehkan para investor untuk membuka akun perdagangan saham lebih dari satu dengan pialang yang berbeda.

Haitong International Securities Group melonjak 14%, Guotai Junan International Holdings Ltd. naik 12% dan Shenyin Wanguo (HK) Ltd. melonjak 10.2%. Saham-saham perbankan di China juga mendulang gain menyusul China Citic Bank Corporation Ltd. melonjak 6.2%, baik Bank of China Ltd. dan Bank of Communications Co., Ltd. melonjak 2.8%, Industrial dan Commercial Bank of China Ltd. catat gain 2.4% dan China Minsheng Banking Corp., Ltd. naik 2.2%. (bgs)
Sumber : MarketWatch

pt. kontak perkasa futures yogya
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:39 PM

Saham China Menguat Terkait Indeks Shanghai Composite Dekati Level 4.000

kpf yogya
KPF Yogya - Saham China naik pada hari kelima, mengirim Indeks Shanghai Composite menuju level 4.000 untuk pertama kalinya sejak tahun 2008 silam.
Perusahaan pembuat minuman keras Kweichow Moutai Co dan Chongqing Brewery Co memimpin kenaikan di antara perusahaan konsumen terhadap perubahan dalam perekonomian China dengan kenaikan lebih dari 4 %. Saham Trainmakers China CNR Corp dan CSR Corp melonjak sebesar 10 % batas harian untuk hari kedua setelah pemerintah menyetujui merger mereka.
Indeks Shanghai Composite naik 0,2 % ke level 3,968.31 pada pukul 10:09 pagi waktu setempat, setelah sebelumnya naik ke level 3,990.48 untuk mengirim kenaikan sebesar 100 % dari tahun lalu ke level terendahnya pada bulan Januari. Indeks CSI 300 naik 0,6 % pada hari ini, sementara Indeks Hang Seng China Enterprises menguat 3,6 % setelah pasar saham Hong Kong kembali diperdagangkan setelah liburan selama 3 hari.
China akan mulai merilis data ekonomi bulan Maret pada 10 April mendatang, dimulai dengan inflasi. Indeks Harga konsumen kemungkinan naik 1,3 %, melambat dari kenaikan bulan Februari sebesar 1,4 %, sedangkan harga produsen mungkin telah menurun 4,8 %, tidak berubah dari bulan sebelumnya, menurut perkiraan rata-rata yang disurvei oleh Bloomberg. (knc)
Sumber : Bloomberg

pt. kontak perkasa futures Yogya
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:35 PM

Japanese Stocks Rise for Second Day This Week as Developers Gain

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, March 25, 2015 | 9:42 AM

kpfutures
KPF Jogja - Japanese stocks rose for a second day this week as real-estate shares and precision instrument makers led gains.

The Topix index added 0.3 percent to 1,591.92 as of 9:03 a.m. in Tokyo, with three stocks rising for every two that fell. The Nikkei 225 Stock Average advanced 0.3 percent to 19,773.97.
The Topix’s relative strength index was at 75 on Tuesday, above the 70 level some traders say indicates shares have risen too fast and are poised to drop.


E-mini futures on the Standard & Poor’s 500 Index were little changed after the underlying equity measure lost 0.6 percent on Tuesday in New York as a report on consumer prices showed signs inflation is picking up.


The cost of living in the U.S., excluding food and fuel, rose 0.2 percent in February, the first gain in four months, as fuel costs stabilized. Federal Reserve Chair Janet Yellen signaled last week that the central bank is in no hurry to raise interest rates after policy makers dropped a pledge to be patient on tightening monetary policy.
Source : Bloomberg



PT. Kontak Perkasa Futures Yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:42 AM

China’s Influence Set to Climb as U.S. Thwarted on New Bank

kpfutures
KPF Jogja - Seven decades after the end of World War II, the international economic architecture crafted by the U.S. faces its biggest shakeup yet, with China establishing new channels for influence to match its ambitions.

Three lending institutions with at least $190 billion are taking shape under China’s leadership, one of them informally referred to as a Marshall Plan -- evoking the postwar U.S. program to rebuild an impoverished Europe. Also this year, China’s yuan may win the IMF’s blessing as an official reserve currency, a recognition of its rising use in trade and finance.


China’s clout has been expanding for decades, as its rapid growth allowed it to snap up a rising share of the world’s resources, its exports penetrated global markets, and its bulging financial assets gave it power to make big individual loans and purchases. Now, the creation of international lending institutions is leveraging that economic influence closer to the political and diplomatic arenas, as U.S. allies defy America to back China’s initiative.


“This is the beginning of a bigger role for China in global affairs,” said Jim O’Neill, U.K.-based former chief economist at Goldman Sachs Group Inc., who coined the term BRICs in 2001 to highlight the rising economic power of Brazil, Russia, India and China.
Sumber: Blommberg



PT. Kontak Perkasa Futures Yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:40 AM

Dollar Holds Climb With Gold on CPI; Japan Futures Drop

kpfutures
KPF Jogja - Asian stocks climbed, while the dollar regained some momentum on signs U.S. inflation is perking up. Gold was near a more than two-week high and bonds advanced.

The MSCI Asia Pacific Index added 0.2 percent by 9:56 a.m. in Tokyo, rising for the sixth time in seven days as Japan’s Topix index also climbed 0.2 percent. Standard & Poor’s 500 Index futures were little changed after a second day of declines in the U.S. gauge. The Bloomberg Dollar Spot Index was up 0.1 percent as the greenback held its rebound against the euro and gained 0.2 percent versus New Zealand’s currency. Gold held its five-day rally and Australian debt climbed. U.S. oil was at $47.56 a barrel before an update on U.S. crude supplies.


The cost of living in the U.S. climbed 0.2 percent in February from the previous month as fuel costs stabilized. The data came almost a week after the Federal Reserve said it’s looking for inflation to accelerate as officials weigh the timing of their first interest-rate increase since 2006. Australia’s central bank issues its financial stability report Wednesday, and Germany’s Ifo Institute business climate index is due. Data on durable goods orders is scheduled in the U.S.


“Traders love a good pullback and as soon as the dollar looks like it’s setting up to resume its bullish trend currency traders will flood the market with trades,” Scott Schuberg, chief executive officer of Rivkin Securities Ltd. in Sydney, said in an e-mail. “We could see continued volatility in foreign-exchange markets.”


The dollar index, which tracks the greenback against 10 major peers, rose for a second day after sliding 2.2 percent last week as the Fed indicated it will raise rates at a slower pace than previously estimated.
Sumber: Bloomberg



PT. Kontak Perkasa Futures Yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:35 AM

Asia stocks firm amid conflicting signals, dollar holds gains

kpfutures
KPF Jogja - Asian stocks were steady on Wednesday, caught between conflicting signals from lower Wall Street and higher euro zone shares, while the dollar held to modest gains after a rise in U.S. consumer inflation.

MSCI's broadest index of Asia-Pacific shares outside Japan .MIAPJ0000PUS stood little changed after a small bounce the previous day. South Korean and Australian shares were effectively flat while Japan's Nikkei .N225 inched up 0.2 percent.


The Dow .DJI and S&P .SPX both shed 0.6 percent overnight as U.S. equities maintained a loose inverse correlation with the dollar. The strength of the greenback, which earlier in the month soared to multi-year highs against its peers, has become a concern due to its potential negative impact on U.S. corporate earnings.


European stocks, on the other hand, held near record highs the previous day on stronger-than-expected euro zone manufacturing data. The European Central Bank's extensive quantitative easing policy has been a boon to European shares.


The euro was little changed at $1.0912 EUR= after slipping from an overnight peak of $1.1029 briefly reached on the upbeat euro zone data. The common currency has steadily recovered from a 12-year low of $1.0457 hit last week after a dovish-sounding Federal Reserve dimmed prospects for an earlier interest rate hike and blunted the dollar's advance.


The dollar was steady at 119.75 yen JPY= following an overnight bounce from a low of 119.22. A decline in U.S. Treasury yields limited the dollar's gains.


The U.S. currency was still some distance from an eight-year peak of 122.04 scaled two weeks ago when expectations for an earlier Fed rate hike were stronger.


The yield on benchmark 10-year Treasury notes US10YT=RR slipped to a six-week low overnight thanks to a weaker Wall Street, with the debt market brushing aside a 0.2 percent rise in U.S. February consumer price index. ECONUS


The drop by the 10-year Treasury yield is an indication "that while equities are pricing in Fed tightening, bond traders are not concerned about rising rates," Kathy Lien, managing director for FX strategy at BK Asset Management wrote in a note to clients.


In commodities, Brent crude oil was firm after falling the previous day on the dollar's strength and persisting fears of global oversupply. [O/R]
Brent crude LCOc1 stood little changed at $55.12 a barrel.
Sumber: Reuters



PT. Kontak Perkasa Futures Yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:33 AM

China’s Stock-Index Futures Drop After Longest Rally Since 1992

kpfutures
KPF Jogja - China’s stock-index futures retreated after the benchmark gauge had its longest winning streak since 1992.

Futures on the CSI 300 Index expiring in April, the most active contract, lost 0.3 percent to 3,961.40 as of 9:16 a.m. local time. Agricultural Bank of China Ltd. may move after posting an unexpected decline in fourth-quarter earnings. China Life Insurance Co., the nation’s biggest insurer, may advance after saying profit rose 30 percent last year.


The Shanghai Composite Index climbed 0.1 percent to 3,691.41 for a 10th day of gains on Tuesday. The winning streak was the longest since a 14-day stretch in May 1992. The CSI 300 Index rose less than 0.1 percent. Combined turnover in Shanghai and Shenzhen stock exchanges jumped to an all-time high on Tuesday, while new account openings surged to a record 1.14 million last week.


Hong Kong’s Hang Seng China Enterprises Index fell 1.4 percent, while the Hang Seng Index lost 0.4 percent. The Bloomberg China-US Equity Index, the measure of the most-traded U.S.-listed Chinese companies, added 0.2 percent for a seventh day of gains in New York on Tuesday.


The Shanghai Composite has gained 14 percent this year, extending last year’s 53 percent advance, amid speculation the government will add to two cuts in interest rates and one reduction in lenders’ reserve-requirement ratios since November to shore up growth.
Source: Bloomberg



PT. Kontak Perkasa Futures Yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:32 AM

Kinerja Saham Material Angkat Saham Asia

kpfutures
KPF Jogja - Saham Asia menguat, dengan indeks acuan regional rebound Selasa kemarin menuju level tertinggi dalam enam bulan terakhir, karena saham produsen barang rumah tangga dan saham material memimpin kenaikan.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 % ke level 148,98 pukul 09:03 pagi di Tokyo. Indeks tersebut naik 7,8 % tahun ini sampai Selasa kemarin, sehingga mendorong valuasi estimasi laba sebesar 15 kali, merupakan level tertinggi sejak Mei 2010 lalu, dibandingkan dengan 17,7 kali untuk Indeks Standard & Poor 500.


Indeks Topix Jepang naik 0,3 %. Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,2 %. Sedangkan Indeks NZX 50 Selandia Baru melemah 0,1 %. Sementara pasar saham di China dan Hong Kong belum dibuka.


Indeks Kospi Korea Selatan stagnan. Sementara pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada kuartal keempat direvisi turun menjadi 0,3 % dari tiga bulan sebelumnya, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 0,4 %.


Indeks Shanghai Composite naik 0,1 % pada Selasa kemarin, sehingga menghapus penurunan sebesar 2,4 % dan membatasi kenaikan selama 10-hari, merupakan kenaikan beruntun terpanjang dalam hampir 23 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg



PT. Kontak Perkasa Futures Yogyakarta
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:30 AM

Dollar Holds Drop After Fischer Talks Rates; Copper Futures Jump

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, March 24, 2015 | 8:48 AM


kpf jogja
KPF Jogja - The dollar maintained declines amid speculation the Federal Reserve won’t be in a hurry to raise interest rates. Most Asian stocks fell after a retreat in the U.S., while copper gained before Chinese factory data.

The greenback was at $1.0949 per euro by 9:12 a.m. in Tokyo, after sliding more than 1 percent against the 19-nation currency on each of the past two trading days. The South Korean won and Malaysian ringgit climbed at least 0.6 percent. More shares fell than rose in the MSCI Asia Pacific Index as Japan’s Topix gauge lost 0.3 percent. U.S. equity futures were little changed after benchmark indexes retreated Monday. Copper futures jumped 2.9 percent in New York, climbing for a fourth day.

San Francisco Fed President John Williams speaks to economists in Sydney Tuesday after Stanley Fischer, the U.S. central bank’s vice chairman, said there won’t be a “smooth upward path” for rates, even with the first increase potentially warranted by late 2015. The prospect of a slower-than-estimated pace of tightening has knocked the dollar from a decade high. In Asia, gauges of March manufacturing are due for China and Japan, and Vietnam reports on inflation.

Source : Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:48 AM

Oil Holds Gains Near Week High Before Chinese Manufacturing Data

kpf jogja
KPF Jogja - Oil held gains near the highest price in more than a week before data that may signal the strength of China’s economy, the world’s second-largest crude consumer.
 
Futures were little changed in New York after rising 1.9 percent on Monday. An index of China’s manufacturing output was forecast at 50.5 in March, down from 50.7 in February, a Bloomberg News survey showed before a preliminary reading from HSBC Holdings Plc. U.S. crude stockpiles probably increased further from a record high last week, according to a separate Bloomberg poll before government data on Wednesday.

Oil has fallen 12 percent from this year’s peak in February as U.S. crude inventories and production surged to the highest level in more than three decades. Saudi Arabia, which led a decision in November by the Organization of Petroleum Exporting Countries to resist calls to cut output, is pumping near a record level, its petroleum minister said on Sunday.

West Texas Intermediate for May delivery was at $47.18 a barrel in electronic trading on the New York Mercantile Exchange, down 27 cents, at 12 p.m. Sydney time. The contract advanced 88 cents to $47.45 on Monday. Total volume was about 74 percent below the 100-day average. Prices have decreased 11 percent this year.

Source: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:44 AM

Gold Holds Near Two-Week High on Rates Outlook After Dollar Dips

kpf jogja
KPF Jogja -Gold traded near the highest level in two weeks on speculation that the Federal Reserve may be slow to raise interest rates in the world’s biggest economy.

Bullion for immediate delivery traded at $1,188.14 an ounce at 9:07 a.m. in Singapore from $1,189.54 on Monday, when prices climbed to $1,191.71, the highest since March 6, according to Bloomberg generic pricing. The precious metal advanced 2.1 percent last week, the most since January.

Gold rebounded from a three-month low last week as Fed Chair Janet Yellen suggested that policy makers are in no hurry to raise rates, even as the Fed dropped a pledge to be patient on tightening. The dollar weakened on Monday after Stanley Fischer, the U.S. central bank’s vice chairman, said there won’t be a “smooth upward path” for rates, even with the first increase potentially warranted by the end of 2015.

Fed officials on March 18 lowered their estimates for borrowing costs at the end of 2015 to 0.625 percent from December’s estimate of 1.125 percent. Traders had been exiting gold in anticipation of steeper rate gains, which usually send investors to assets with better yield prospects such as stocks.

The Bloomberg Dollar Spot Index dropped for a second day on Monday after tumbling 2.2 percent last week, the biggest weekly decline since October 2011. Gold typically trades counter to the U.S. currency.
Bullion for April delivery rose 0.1 percent to $1,188.50 an ounce on the Comex, set to rise for a fifth day.
Source: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:40 AM

U.S. Stocks Slip as Transports Decline Offsets Consumer Gains

kpf jogja
KPF Jogja -  U.S. stocks retreated after the Standard & Poor’s 500 Index climbed within four points of a record, as a drop in transportation companies offset gains in consumer shares.


The Dow Jones Transportation Average dropped after railroad Kansas City Southern cut its outlook. The Nasdaq Biotechnology Index fell 2.2 percent after setting a record Friday.

The S&P 500 slipped 0.2 percent to 2,104.44 at 4 p.m. in New York. The Nasdaq Composite Index lost 0.3 percent.

The S&P 500 and Dow are less than 1 percent from records they last reached on March 2. The Nasdaq Composite jumped on Friday to a 15-year high, almost erasing its losses since the end of the dot-com bubble. The S&P 500 rose 2.7 percent last week, with the dollar weakening, as concern eased about an interest-rate increase.
Source : Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:34 AM

Japan Stocks Fall First Time in Three Days on U.S. Rate Outlook

kpf jogja
KPF Jogja - Japanese stocks fell for the first time in three days as the yen held two days of gains amid speculation the Federal Reserve won’t hurry to raise interest rates.

The Topix index declined 0.3 percent to 1,587.30 as of 9:02 a.m. in Tokyo, after closing yesterday at a seven-year high. More than two stocks fell for each that rose. The Nikkei 225 Stock Average lost 0.2 percent to 19,702.42. The yen traded at 119.75 per dollar after Federal Reserve Vice Chairman Stanley Fischer said there won’t be a “smooth upward path” for U.S. interest rates, even with the first increase potentially warranted by late 2015.

Global equity values climbed by more than $2.4 trillion last week as Fed policy makers signaled a more gradual pace of monetary tightening than previously estimated. San Francisco Fed President John Williams speaks to economists in Sydney Tuesday after Fischer’s comments Monday to the Economic Club of New York.

E-mini futures on the Standard & Poor’s 500 Index added 0.1 percent after the underlying equity measure lost 0.2 percent Monday in New York.
Source: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:30 AM

Most Asian Stocks Retreat as Investors Await China Factory Data

kpf jogja
KPF Jogja - Most Asian stocks fell, following a drop in U.S. equities, as industrial companies declined and investors awaited manufacturing data from China.
 
About three shares dropped for every two that rose on the MSCI Asia Pacific Index, which traded little changed at 148.77 as of 9:03 a.m. in Tokyo. The measure closed yesterday at its highest since Sept. 4, and traded at 15 times estimated earnings, the highest multiple in almost five years. Preliminary manufacturing data due today in the region may be mixed, with a private report from China expected to show growth is slowing and a purchasing managers’ index from Japan likely to signal accelerating expansion.

Japan’s Topix index slid 0.3 percent. South Korea’s Kospi index sank 0.2 percent. New Zealand’s NZX 50 Index fell 0.2 percent. Australia’s S&P/ASX 200 Index gained 0.3 percent. Markets in China and Hong Kong have yet to open.

Chinese equities were cut to neutral from overweight by strategists at Bank of America Corp.’s Merrill Lynch led by Ajay Kapur, who said the weakening property market and intensifying anti-corruption campaign will crimp consumer spending. The Shanghai Composite Index advanced 2 percent Monday, gaining for a ninth day to cap the longest winning streak since April 2007.
Source: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:26 AM

PIAGAM PENGHARGAAN

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, March 23, 2015 | 3:00 PM

KPF Jogja - Piagam Penghargaan

PT.Kontakperkasa Futures

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:00 PM

Dollar Holds Losses as Investors Await Fed Speeches for Clues

KPF Jogja - The dollar held losses against the euro and the yen as investors look to speeches by Federal Reserve officials for clues on monetary policy.

A gauge of the greenback against major peers dropped the most since October 2011 last week as banks including HSBC Holdings Plc said the currency’s surge since August is coming to an end. Officials scheduled to speak on Monday include Cleveland Fed President Loretta Mester, a non-voting member, and San Francisco Fed President John Williams, who does vote on policy.

The dollar traded at $1.0832 against the euro at 8:46 a.m. in Tokyo from $1.0821 Friday, after slumping 3 percent last week. It was little changed at 120.03 yen after sliding 0.6 percent on Friday.

The Bloomberg Dollar Spot Index fell 0.1 percent to 1,194.12, after tumbling 2.2 percent last week.
Hedge funds trimmed their bullish dollar futures positions to the least since December, according to Commodity Futures Trading Commission data. Net futures position betting on a stronger greenback versus eight major peers in this category reached a record 448,675 contracts in January.

Source : Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:46 AM

Indeks Saham Berjangka China Menguat Pasca Kenaikan Mingguan Kedua

KPF Jogja - Indeks saham berjangka China catat penguatan setelah indeks acuan Shanghai diperdagangkan pada level tertinggi sejak 2008 lalu.

Kontrak berjangka pada Indeks CSI 300 yang berakhir pada bulan April, merupakan kontrak paling aktif, naik 1,5 % ke level 3.959 pada  pukul 9:20 pagi waktu setempat. Saham China Petroleum & Chemical Corp, yang dikenal sebagai Sinopec, mungkin aktif setelah membukukan laba tahunan terendahnya sejak 2008 lalu. Saham China Coal Energy Co. dapat bergerak setelah laba bersih sesuai perkiraan. Gemdale Corp mungkin aktif setelah membukukan keuntungan yang lebih baik dari yang diharapkan.

Indeks Shanghai Composite naik 1 % ke level 3,617.32 pada hari Jumat. Indeks CSI 300 naik 1,4 %. Sementara Indeks Hang Seng China Enterprises Hong Kong naik 0,3 % dan indeks Hang Seng melemah 0,4 persen. Indeks Ekuitas Bloomberg China-AS, naik 1,9 % di New York.

Nilai perdagangan gabungan di bursa saham Shanghai dan Shenzhen melampaui 1 triliun yuan ($ 161.4 miliar) untuk hari keempat pada hari Jumat, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Pedagang Margin meningkatkan kepemilikan saham yang dibeli dengan uang pinjaman untuk hari keempat pada hari Jumat lalu, dengan saldo utang marjin di Bursa Efek Shanghai naik 1,7 % ke rekornya senilai 927 miliar yuan. (vck)

Sumber: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:42 AM

Emas Lanjutkan Kenaikan Mingguannya Pasca Dolar Anjlok Tajam Sejak 2011

KPF Jogja - Emas menuju gain terpanjang sejak Oktober lalu, naik untuk hari keempat berturut-turut, akibat dolar catat performa mingguan terburuk pasca Federal Reserve menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga AS.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,4 persen ke level $1,187.31 per ons dan berada di level $1,186.68 pukul 8:01 di Singapura, menurut harga generik Bloomberg. Logam meningkat sebesar 2,1 persen pekan lalu, rebound dari level terendahnya dalam tiga bulan terakhir pada jumat lalu, seiring dengan pelemahan indeks Dolar Bloomberg sebesar 2,2 persen.

Ketua The Fed Janet Yellen menyarankan pekan lalu bahwa bank sentral AS tidak akan terburu-buru dalam menaikkan suku bunga, bahkan seiring dengan pernyataan pasca pertemuan kebijakan menunjukkan para pejabat otoritas menjatuhkan janji untuk bersabar terkait pengetatan kebijakan moneter. Pedagang telah melepas emas dalam mengantisipasi biaya pinjaman yang lebih tinggi, yang biasanya mengirim investor beralih pada aset dengan prospek hasil yang lebih baik seperti saham.

Para Pejabat The Fed pada 18 Maret lalu menurunkan perkiraan mereka untuk biaya pinjaman pada akhir 2015 menjadi 0,625 persen, dari perkiraan bulan Desember yang sebesar 1,125 persen. Perdagangan emas berbanding terbalik dengan mata uang AS.

Emas untuk pengiriman April ditransaksikan pada level $1,186.30 di Comex dari level $1,184.60 pada penutupan pada jumat lalu.

Perak untuk pengiriman segera naik sebesar 0,5 persen ke level $16,834 per ons, memperpanjang kenaikan menjadi 7 persen pekan lalu. Spot platinum naik sebesar 0,1 persen menjadi $ ,140.13 per ons, sedangkan paladium turun sebesar 0,1 persen ke level $ 776,10 per ons. (izr)
Sumber: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:36 AM

Saham Jepang Menuju Ke Level Tertingginya Dalam 7 Tahun Terakhir

KPF Jogja - Saham Jepang bergerak naik, dengan indeks Topix menuju level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, karena ekuitas global yang kembali reli di tengah ekspektasi terhadap Federal Reserve agar bersabar dalam menaikkan suku bunga.

Indeks Topix naik 0,2 % ke level 1,583.14 pukul 09:01 pagi di Tokyo, bersiap untuk penutupan tertinggi sejak November 2007 lalu, setelah membatasi kenaikan mingguan kesembilan. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 % ke level 19,584.73. Sementara mata uang yen diperdagangkan pada level 119,95 per dolar setelah pekan lalu menguat sebesar 1,1 %. Lebih dari $ 2,4 triliun ditambahkan ke nilai saham global dalam lima hari terakhir sampai 20 Maret karena The Fed mengisyaratkan bersabar dalam menaikkan suku bunga.

Indeks Topix naik 12 % tahun ini pada pekan lalu, menjadikannya pemain terbaik di antara pasar ekuitas Asia yang di pantau oleh Bloomberg, didukung oleh stimulus bank sentral dan stok pembelian dan pergeseran dana pensiun senilai $ 1.1 triliun dari obligasi ke saham negara tersebut. Tiga dana pensiun publik Jepang lainnya senilai ¥ 30.3 triliun ($ 252 miliar) mereka mengatakan pekan lalu akan mengadopsi target aset alokasi serupa dengan Dana Pensiun Investasi Pemerintah, menurut pernyataan bersama di situs Web mereka.

E-mini berjangka pada Indeks S&P 500 naik 0,1 % setelah indeks acuan mendasari reli sebesar 0,9 % pada Jumat lalu, sementara Indeks Nasdaq Composite menguat ke level tertinggi dalam 15 tahun terakhir. (vck)
Sumber: Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:33 AM

Saham Asia Kembali Menguat Seiring Peningkatan Harga Emas

KPF Jogja - Saham Asia naik mengirim indeks saham regional memperpanjang penguatannya ke level tertinggi dalam enam bulan terakhir pasca meningkatnya spekulasi bahwa suku bunga AS akan ditahan mendekati nol persen sampai pertengahan tahun ini mendorong ekuitas global catat kenaikan mingguan terbesar sejak 2013 lalu. Sementara itu, harga minyak mentah turun, emas naik.

Indeks MSCI Asia Pacific naik untuk hari kelima berturut-turut, naik sebesar 0,6 persen pukul 09:19 di Tokyo. Indeks Topix Jepang naik sebesar 0,7 persen. Indeks Standard & Poor 500 berjangka menguat 0,1 persen pasca pekan lalu indeks catat perfoma terbaik sejak awal Februari lalu. Minyak AS anjlok sebesar 1,2 persen, setelah naik sebesar 4 persen pada Jumat lalu, Arab Saudi mengatakan tengah mengeksplorasi minyak mendekati rekor jumlah minyak mentah. Emas memperpanjang kenaikan mingguan tertinggi dalam dua bulan terakhir. Indeks Bloomberg Dollar Spot jatuh, mengirim turun untuk hari kedua menjadi 1,4 persen. Mata uang emerging market mengalami penguatan.

Nilai ekuitas global meningkat sekitar US$2.4 triluin pekan lalu karena Federal Reserve mengisyaratkan memperlambat kecepatan pengetatan moneter dari perkiraan sebelumnya di tengah ekonomi yang moderat. Hal itu cukup member tekanan terhadap dolar, dengan indeks dolar catat penurunan tajam sejak 2011 lalu. Minggu kemarin, China Petroleum & Chemical Corp melaporkan laba tahunan yang terendah sejak awal krisis keuangan global di tengah merosotnya harga minyak sebesar 46 persen. Taiwan akan mengupdate tingkat pengangguran hari ini dan Singapura akan merilis laju inflasi.

Indeks Australia S&P/ASX 200 stagnan di 50 menit pertama awal perdagangan, sedangkan indeks NZX 50 turun sebesar 0,2 persen di Wellington. Sementara, indeks Kospi di Seoul. Kedua indeks Nasdaq Composite dan Stoxx Europe 600 naik 0,5 persen dari rekor level tertingginya pekan lalu. (izr)
Sumber : Bloomberg
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:27 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger