Powered by Blogger.
Latest Post

Asal Mula Melamar Identik dengan Pria Berlutut dan Cincin

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, March 31, 2017 | 9:17 AM

Kontak Perkasa Futures - Dilamar kekasih merupakan impian semua wanita. Ketika melamar pujaan hatinya, pria biasanya melakukan bahasa tubuh romantis yang telah menjadi tradisi hampir di seluruh dunia, yakni berlutut. Ketika berlutut, satu tangannya berada di punggung dan yang satu lagi menunjukkan sebuah cincin.

Mungkin sebagian dari Anda terbersit pertanyaan, sebenarnya dari mana tradisi berlutut plus cincin ini berasal? Lantas, kenapa mesti pakai cincin dan bukan perhiasan lain? Dan kenapa hampir semua pria di berbagai belahan dunia kompak mengadopsi tradisi tersebut? Simak jawabannya berikut ini.

Tradisi menekuk lutut ini memiliki sejarah yang panjang. Tradisi tersebut diduga dimulai pada abad pertengahan ketika masyarakat Barat menganut pandangan “courtly love”, yaitu cinta yang menitikberatkan sifat pria yang sopandan kekagumannya terhadap wanita yang dicintai.

Ide “courtly love” yang populer pada literatur abad pertengahan ini, merupakan cinta yang membuat sang pria rela menjadi “budak” wanita yang ia kagumi. Dengan berlutut, sang pria telah menyerahkan diri seutuhnya dan siap untuk melindungi serta melayani sang wanita dengan segenap jiwanya.

Dalam sejarah Eropa, berlutut juga digambarkan sebagai bentuk permintaan maaf, penyerahan diri, dan rasa malu. Contohnya, banyak simbol keagamaan Katolik yang menggambarkan gesture berlutut ketika berdoa untuk menunjukkan penyerahan diri kepada Tuhan.

Berlutut juga menunjukkan kuasa dan hierarki yang dilakukan oleh kaum bawah terhadap kaum atas. Zaman dulu, para ksatria berlutut kepada tuannya serta kepada musuh yang mengepung untuk menunjukkan bahwa mereka telah menyerah. Dengan demikian, berlutut di depan kekasih berarti pria tersebut telah menyerahkan diri dan menunjukkan loyalitasnya kepada pasangannya.

Sedangkan tradisi menggunakan cincin sebagai simbol pertunangan dipercaya bermula sejak abad ke-7. Wanita yang akan dinikahkan dengan pria bangsawan tertentu diberi cincin emas untuk dipakai di depan umum dan cincin besi untuk di rumah. Ketentuan ini diperkuat dalam hukum Spanyol, yakni Visigothic Code.

Aturan tersebut menyatakan pria wajib menikahi pasangannya yang telah diberi cincin dan dijanjikan untuk dinikahi. Untuk melengkapi hukum itu, pada 860, Paus Nicholas I meminta pemerintah untuk menyediakan cincin emas mahal yang diberikan pria sebagai bentuk pengorbanannya kepada wanita.

Kemudian, pada 1477 cincin berlian mulai digunakan sebagai simbol pertunangan, yang dicetuskan oleh Raja Maximilian I dari Meksiko ketika melamar Ratu Marie dari Burgundia. Di dunia barat, cara ini berlanjut hingga sekarang dan membuat berlian menjadi satu-satunya cincin yang dipakai pria untuk melamar kekasihnya - Kontak Perkasa Futures
Sumber:cantik.tempo




Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:17 AM

Fenomena Hujan Es Alamiah dan Normal

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, March 30, 2017 | 10:08 AM


PT Kontak Perkasa Futures - Kepala Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Hary Tirto Djatmiko menilai fenomena hujan es yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, salah satunya di DKI Jakarta, wajar. Fenomena ini disebut alami dan normal, namun dengan beberapa catatan.

"Hal ini karena ada radiasi, ada kelembapan udara tinggi dan angin yang tidak sepoi-sepoi dengan awan putih dengan perbedaan tekanan antara satu area dengan area lain yang bisa membuat pertumbuhan awan yang besar," ungkapnya.

Hary mengatakan fenomena hujan es bisa terjadi di mana saja asal ketentuan yang telah disebutkan di atas terpenuhi. Hary menyebut fenomena hujan es itu bukan anomali sebab terjadi secara alami, namun jika dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, fenomena itu semakin sering terjadi dan menjadi indikasi adanya perubahan iklim.

Menurut Hary, berbeda dengan hujan pada umumnya, hujan es lebih berbahaya. Terutama bagi orang-orang yang beraktivitas di luar rumah dan saat berkendara karena mengurangi jarak pandang.

"Selain itu fenomena hujan es disertai kilat, petir, dan angin kencang hanya terjadi pada satu jenis awan, cumulonimbus, yang secara kasat mata bisa dilihat pada malam hari hanya ada kilat tanpa petir atau hujan," katanya.

Hary mengatakan kasus hujan es paling ekstrem pernah terjadi di beberapa negara subtropis dengan ukuran es sebesar bola tenis. Di Indonesia sendiri, ukuran es yang masih sebesar kelereng dianggap relatif wajar. "Menjadi tidak wajar kalau hujannya lebih sering," ungkapnya - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:today.line

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:08 AM

Eksis di Media Sosial Tak Selalu Menguntungkan

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, March 29, 2017 | 9:07 AM

 
PT Kontak Perkasa - Pada awal Maret, presenter Sarah Sechan mengumumkan keputusannya yang cukup mengejutkan: berhenti menggunakan Twitter dan Instagram. Hal ini disampaikan Sarah dalam sebuah caption panjang yang mengiringi post Instagram terakhirnya.

“Hey you sexy people. This will be my last post on instagram & twitter. I have decided that at this age (forever 24, of course) I need to really start living and enjoy every moment of my life, not busy trying to make a point or seek approval from strangers…”

Demikian preambul ucapan perpisahan Sarah. Sepanjang kata-kata terakhirnya di Instagram, Sarah pun menuangkan keinginannya untuk lebih berfokus pada setiap detail dalam kehidupannya, termasuk dalam hal berpakaian dan menikmati makanan. Bagi orang-orang yang gemar mengunggah post bertagar #ootd atau #foodporn, pernyataan Sarah ini bisa jadi sentilan kecil. Selain itu, pesohor yang namanya mencuat setelah menjadi VJ dan host ini juga mengatakan betapa penatnya ia menjalani kehidupan di media sosial yang menyita waktunya sebagai seorang ibu.

Sarah Sechan berkontribusi menambah daftar selebritas yang hengkang dari dunia Twitter dan Instagram. Di Hollywood, tercatat sejumlah aktor dan aktris yang memilih absen eksis di media sosial seperti George Clooney, Kristen Stewart, Scarlett Johansson, Jennifer Lawrence, dan Bradley Cooper.

Joy of Missing Out
Saat banyak sekali orang yang senang tampil, menuangkan gagasan, serta mengekspresikan gaya sampai perasaan di situs-situs jejaring sosial, sebagian lainnya justru memilih tidak ikut arus dan mengunggah berbagai informasi personal dan menonjolkan eksistensi di sana. Fenomena semacam ini dikatakan sebagai joy of missing out atau JOMO yang dikontraskan dengan gejala fear of missing out atau FOMO.

Setiap berhadapan dengan orang lain, baik dalam kehidupan nyata maupun ranah digital, ekspektasi dan persepsi tertentu senantiasa mengikuti seseorang. Maka, dari satu interaksi ke interaksi lain, lazimnya ia melakukan penyesuaian atau adaptasi supaya relasi terjalin dengan baik. Namun bagi sebagian orang, tak jarang mereka merasa harus mengenakan topeng agar bisa diterima dalam lingkarannya. Tentunya hal ini menimbulkan keletihan mental yang luar biasa ketika terakumulasi, bahkan lebih jauhnya, memicu depresi akibat tekanan pergaulan.

Alasan ini tak menjadi satu-satunya pendorong mengapa orang memilih tak aktif di media sosial. Seorang warga Kanada yang sudah lima tahun bekerja di Indonesia bercerita mengapa ia tidak begitu gandrung menggunakan media sosial. “Saya merasa kehidupan saya sudah terlalu padat dengan pekerjaan. Saya lebih sering berkorenspondensi dengan e-mail dan bagi saya, itu sudah cukup. Saya bahkan belum lama menggunakan Whatsapp. Twitter pun lebih banyak saya pakai untuk kepentingan pekerjaan,” ujarnya.

Perkembangan teknologi yang berimplikasi terhadap perubahan gaya hidup masa kini, terutama di kalangan milenial, turut membawa dampak negatif bagi seseorang. Psikolog dan konsultan edukasi di Boston, Christopher Willard, PsyD., menulis dalam situs Mindful bahwa perangkat komunikasi kita menciptakan ilusi bahwa ada hal yang lebih penting di luar sana dibanding pengalaman yang sedang dijalani saat ini. Pemikiran semacam inilah yang juga turut menyokong seseorang untuk mundur dari kehidupan media sosial. Alih-alih merayakan kehidupan komunal yang tak jarang merupakan khayalan semata—karena tak semua orang benar-benar mengenal atau dekat dengan satu sama lain di Twitter, Instagram, atau Facebook—, ia justru memandang penting momen intim dengan dirinya sebagaimana disuratkan oleh Sarah Sechan pada post terakhirnya.

Dalam situs Psychology Today, Dr. Susan Biali M.D. menceritakan bagaimana kehadiran internet dan aneka hiburan yang ditawarkannya berefek pada produktivitasnya. Lantas, perempuan yang penelitiannya berfokus pada kesehatan dan kebahagiaan ini melakukan refleksi diri setelah membaca buku karangan jurnalis Christina Crook (2015), The Joy of Missing Out: Finding Balance in a Wired World. Disampaikan dalam buku tersebut, saat ini kita hidup pada masa ketika intimasi menurun dan pasivitas serta isolasi meningkat. Hati manusia cenderung kesepian. Kecemasan, kepenatan, kewalahan, dan ketergantungan terhadap teknologi yang tidak sepenuhnya manusia mengerti seolah lumrah terjadi.

Sedikit yang menyadari hal ini lantaran gejala-gejalanya kadung meluas dan diterima sebagaimana adanya oleh masyarakat. Kritik terhadap orang-orang dengan FOMO kerap kali dianggap sebagai hipokrisi seolah-olah terdapat kebenaran bahwa orang tidak bisa hidup tanpa internet dan media sosial meski untuk sekejap saja.

Umumnya, orang-orang introver yang menikmati keterlepasan dari lingkungan yang melibatkan banyak orang. Mereka cenderung kehabisan energi saat terlalu sering berada dalam keramaian. Namun demikian, penulis Emotional Intelligence 2.0, Dr. Travis Bradberry, mengungkapkan bahwa orang-orang ekstrover pun ada kalanya membutuhkan saat-saat menyendiri yang kelak mendatangkan keuntungan bagi mereka. 

Tak ubahnya roda yang berputar, sebagian orang pun berupaya menggeser tren FOMO dengan JOMO. Sejumlah justifikasi dibuat supaya orang tidak hanyut dalam keriaan kehidupan komunal di internet. Dalam situs SWNS dinyatakan, orang-orang Inggris cenderung menikmati kesendirian dibanding merasa takut tertinggal dalam hal kehidupan sosial. Dalam sebuah studi diklaim sebanyak 85% dari 2000 orang Inggris yang disurvei mengaku lebih senang melewatkan waktu di rumah dan mengabaikan acara-acara sosial, sementara hanya 43% yang menyatakan diri mengalami FOMO.

Bersosialisasi dengan siapa pun melalui media apa pun memang tidak salah. Namun demikian, penting diingat bahwa cara apa pun yang dipilih dalam berinteraksi dengan dunia luar, jangan sampai hal tersebut membuat Anda menjauhkan diri dari mereka yang dekat atau ada di depan mata. Mengasah kemampuan intrapersonal dengan menghilang sejenak dari keramaian tak kalah penting bagi kondisi psikologi seseorang karena tak selamanya, solusi dan kebahagiaan ditemukan di tengah ingar bingar - PT Kontak Perkasa
Sumber:Tirto
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:07 AM

Kecanggihan Mobil Raja Salman dan Para Pemimpin Dunia

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, March 27, 2017 | 10:26 AM

Kontak Perkasa Futures - Plat merah berkelir putih bertuliskan "Saudi Arabia" tersemat persis di bawah grill mobil sedan hitam yang melintas dengan iring-iringan besar kendaraan roda empat di Kota Bogor, Rabu siang (1/3/2017). Sedan hitam itu identik dengan Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard-Mercedes-Benz tipe S tertinggi yang membawa Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud selama kunjungannya di Indonesia.

Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard yang ditumpangi sang raja menjadi sorotan--selain mewah, seri mobil besutan pabrikan Jerman ini memiliki teknologi canggih dengan tingkat keamanan super tinggi.
Berdasarkan situs Mercedes-Benz, Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard memiliki material bodi hingga kaca punya daya tahan terhadap serangan peluru dari senapan serbu hingga ledakan.

Ini karena bagian bodi terbuat dari baja serta kaca jendela yang dilapisi polycarbonate dengan ketebalan yang sudah disesuaikan dan memiliki sertifikasi perlindungan balistik VR10. Menurut Mercedes-Benz, mobil tersebut sudah memiliki sertifikat Explosive Resistant Vehicles (ERV) 2010 atau tahan ledakan.

Selain dilengkapi fitur untuk keamanan bagi penggunanya, mobil ini juga menyuguhkan kenyamanan karena luas kabin mencapai 5.453 milimeter dan jarak antar sumbu roda 3.365 milimeter atau lebih lega dari Mercedes-Benz seri S-Class Saloon.

Mercedes-Maybach S 600 Pullman Guard menggendong mesin V12 turbocharge ganda 6.000cc. Dilengkapi transmisi otomatis 7G-TRONIC dengan kecepatan maksimal 160 km per jam yang sudah dibatasi secara elektrik. Selain itu, mobil ini juga didukung suspensi udara airmatic agar dapat bermanuver dengan lincah, serta Electronic Stability Program (ESP).

"Di samping menyuguhkan tempat duduk yang lapang di kelas teratas kenyamanan penumpang, Mercedes-Maybach Pullman tentunya sebagai bentuk mobil eksklusif di level teratas," kata Ola Källenius anggota dari Daimler AG Management dan Penanggung Jawab Penjualan dan Pemasaran Mercedes-Benz dikutip dari mercedes-benz.com.

Selain Raja Salman, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga menggunakan Mercedes-Benz S600 tapi versi keluaran 1988-1999. Mobil Raja Salman adalah versi terbarunya dan seri tertinggi Mercedes-Benz  saat ini. Raja Salman maupun Presiden Jokowi hanya contoh dari sekian banyak pemimpin yang punya fasilitas kendaraan khusus dengan segala kelebihannya dibandingkan mobil konvensional yang ada di pasaran.

Mobil Para Pemimpin Dunia
Kendaraan pemimpin dunia yang menjadi sorotan lainnya adalah milik presiden AS. Cadillac One “The Beast” sosok limusin kepresidenan AS ini penuh rahasia. Pemerintah AS sengaja tak pernah membeberkan secara detil spesifikasi dari kendaraan orang nomor satu di AS tersebut.

Ini tentu wajar, karena mobil bagi seorang presiden sekelas presiden AS akan menjadi tameng terakhir dari serangan musuh, di dalam maupun saat bertugas ke luar negeri. Berdasarkan laporan Autoweek, pemerintah AS membuat selusin The Beast dengan harga lebih dari satu juta dolar AS per unitnya.

Meskipun memiliki beberapa kemiripan dengan Cadillac, limusin kepresidenan secara keseluruhan berbeda dengan yang diproduksi pabrikannya. Setelah mobil itu dibeli langsung dari produsen, mobil tersebut masih harus dimodifikasi oleh Secret Service bersama pabrikan rahasia.

"Mobil ini bisa saja dikatakan Cadillac, tapi hanya sedikit yang masih Cadillac," kata salah satu agen di Secret Service kepada Autoweek.

Presiden Rusia, Vladimir Putin juga memiliki kendaraan dengan tingkat pengamanan tinggi. Ia juga menggunakan mobil keluaran Jerman Mercedes-Benz. Mobil tunggangan Putin berlapis baja yang merupakan fitur wajib bagi kendaraan presiden. Mobil yang ditunggangi Putin masih bisa menempuh jarak sekitar 30 km saat ban dalam kondisi tertusuk benda tajam.

Pemimpin umat Katolik dunia Pope Francis juga menggunakan mobil Mercedes-Benz namun tipe M-Class berlapis baja. Sementara itu, Benigno Aquino III saat menjabat sebagai presiden Filipina juga menggunakan Mercedes-Benz W221 yang dilengkapi fitur antipeluru dan lapis baja. Sedangkan Ratu Elizabeth memilih Bentley, yang didesain dengan pintu yang terbuka 90 derajat sehingga sang ratu bisa keluar dari kendaraan tanpa harus bermanuver terlalu banyak.

Saat produsen kendaraan yang punya produk terpilih sebagai kendaraan para pemimpin dunia, tentunya membuat citra merek mereka makin berkibar. Bagi pemimpin seperti Raja Salman dan pemimpin dunia lainnya, mobil-mobil khusus ini membuat nyaman dan keyakinan terhadap keamanan--dengan segala kecanggihan teknologi sistem keamanan pada sebuah mobil - Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:26 AM

Kisah Berlian Berdarah di Sierra Leone

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, March 24, 2017 | 10:35 AM


PT Kontak Perkasa Futures
- Di Sierra Leone, seorang Pastor bernama Emmanuel Momoh dikejutkan dengan penemuan bongkahan berlian besar berbobot 706 karat di distrik Kono timur, Sierra Leone pada Kamis (16/3/2017).

Setelah menemukan batu Berlian tersebut, sang pastor kemudian memberikan hasil temuan berharganya kepada sesepuh Kono. Berlian tersebut kemudian berpindah tangan lagi ke Presiden Sieera Leone, Ernest Bai Koroma setelah diserahkan oleh Kono.

Seperti dilansir Reuters, sang presiden mengatakan bahwa dirinya mengucapkan terima kasih kepada kepala sesepuh Kono yang bertindak sebagai perantara dengan tidak menyelundupkan batu berlian besar itu ke luar negeri.

Kini, pemerintah Sierra Leone berencana melelang batu berlian tersebut.

“Dia [Koroma] menekankan pentingnya menjual berlian tersebut segera, agar bisa membagi keuntungan pada penemunya, juga bagi negara,” kata juru bicara kepresidenan Sierra Leone. Nilai dari berlian tersebut belum bisa ditaksir, tapi diperkirakan bisa mencapai jutaan dollar.

Sierra Leone, terutama wilayah timur dan selatan terutama Kono dan Kenema, memang kaya berlian aluvial dan mudah diakses oleh siapa saja yang punya sekop dan saringan.

Namun, keberadaan berlian telah memicu kekacauan pelayanan negara, korupsi, aksi memperkaya diri sendiri, dan mengabaikan pelayanan publik, bahkan menyokong terselenggaranya perang saudara selama satu dekade yang berakhir pada tahun 2002.

Istilah “Berlian Berdarah” disematkan dalam peristiwa perang tersebut lantaran dana penjualan berlian dibiayai untuk membeli senjata dan saling membunuh.

Langkah sesepuh Kono termasuk pastor tersebut sebenarnya demi menghindari kemungkinan kekacauan dan konflik sipil yang diakibatkan berlian.
Awal Mula Penemuan Berlian

Dalam tesis Kadiri Joseph Osikhena dari Vaxjo University yang berjudul The Role of Diamonds in Sierra Leone History and Conflict, disebut bahwa berlian ditemukan pertama kali di distrik Kono, sebuah kota kecil di Sierra Leone pada awal 1930an.

Kala itu, sekelompok tim survei geologi yang dipimpin oleh N.R Junner dan asistennya J.D. Pollet menemukan sepotong kristal di dekat aliran sungai Gboraba. Soal ini kemudian didengar oleh Inggris yang ketika itu masih menjajah Sierra Leone. Temuan berlian di Kono disebut-sebut sebagai salah satu jenis berlian berkualitas terbaik di dunia.

Perusahaan tambang Inggris bernama De Beer yang sebelumnya beroperasi di Ghana kemudian datang ke Sierra Leone untuk mengurusi segala keperluan dan peralatan pertambangan berlian. Pada 1935, sebuah perjanjian yang melibatkan otoritas kolonial Inggris dan De Beer dibuat, sehingga perusahaan ini punya hak menambang di Sierra Leone selama 99 tahun.

De Beer dikenai pajak penghasilan sebesar 27 persen dari laba yang berhasil dicapai dan diwajibkan menyediakan dana pembangunan khusus untuk distrik Kono. Kelompok lain, termasuk masyarakat adat setempat selaku pemilik tanah, harus puas dengan kebijakan perusahaan. Apalagi mereka juga tidak paham atas dampak jangka panjang yang ditimbulkan oleh pertambangan berlian ini.

Ketika memasuki tahun 1956, kenyamanan penguasa tambang berlian De Beer terusik manakala mulai banyak bermunculan praktik pertambangan ilegal di luar perusahaan besar. Penghasilan dan produktivitas tambang De Beer terganggu ketika tercatat di tahun tersebut terdapat hampir 75.000 penambang ilegal di distrik Kono.

Polemik ini berlanjut hingga kemerdekaan Sierra Leone dari tangan Inggris tahun 1961. Roda-roda pemerintahan banyak dijalankan dan diambil alih oleh sistem adat setelah sebelumnya berada dalam kekuasaan kolonial Inggris.

Tahun 1980an, hampir semua berlian di negara tersebut diselundupkan dan diperdagangkan secara ilegal sehingga pendapatannya dapat langsung diterima utuh di tangan investor swasta. Hingga saat De Beers akhirnya ditarik keluar pada tahun 1984, pemerintah Sierra Leone masih kehilangan kontrol langsung atas daerah pertambangan berlian.

Laporan dari Insight berjudul "The Heart of the Matter: Sierra Leone, Diamonds and Human Security" menyebutkan pada periode tersebut perdagangan berlian didominasi oleh para pedagang dari Lebanon dan Israel, yang punya koneksi langsung ke pasar berlian internasional.

Kala itu, Joseph Momoh, Presiden Sierra Leone pengganti Stevens yang mundur pada 1985 telah membuat beberapa upaya untuk mengurangi penyelundupan dan korupsi di sektor pertambangan berlian, tapi ketiadaan dukungan kekuatan politik menjadi kendala penegakan aturan tersebut.

Selama tujuh tahun pemerintahan Momoh berikutnya, keadaan negara malah semakin memburuk hingga tidak mampu lagi membayar para pegawai negeri sipil. Mereka yang putus asa kemudian menggeledah dan menjarah kantor-kantor pemerintah menjadi pemandangan yang lazim. Titik terendah terjadi ketika pemerintah tidak sanggup membayar para guru sekolah dan seketika sistem pendidikan menjadi runtuh.

Puncaknya adalah tahun 1991, ketika Sierra Leone menduduki peringkat sebagai salah satu negara termiskin di dunia. Ketidakpuasan publik termasuk kepada Presiden Joseph Momoh semakin meluas hingga terbentuklah kelompok bersenjata berhaluan nasionalis bernama Front Persatuan Revolusioner yang dipimpin oleh Foday Sankoh.


Meletusnya Perang Sipil


Dimulai pada tanggal 23 Maret 1991, Front Persatuan Revolusioner memulai kampanye menggulingkan pemerintahan Joseph Momoh dan sekaligus sebagai penanda awal perang saudara di Siera Leone.

Dalam tahun pertama peperangan, Front Persatuan Revolusioner menguasai sebagian besar wilayah di timur dan selatan Sierra Leone, ladang utama penghasil berlian. Pasukan militer Sierra Leone bukannya tanpa melawan. Sekira akhir 1993, militer Sierra Leone berhasil mendorong Front Persatuan Revolusioner kembali ke perbatasan Liberia. Namun, Front menghantam balik, sehingga peperangan terjadi di antara kedua kubu ini.

Sebuah perusahaan militer swasta bernama Executive Outcomes yang berbasis di Afrika Selatan diketahui juga dikerahkan untuk mengusir Front Persatuan Revolusioner pada 1995. Setahun kemudian, Sierra Leone menyelenggarakan pemilihan umum dan Front Persatuan Revolusioner mau berdamai di bawah perjanjian Abidjan Peace Accord.

Namun, tidak lama kemudian peperangan kembali berlangsung. Sekelompok perwira militer Sierra Leone yang tidak puas melakukan kudeta pada Mei 1997 dan mendirikan Dewan Angkatan Bersenjata Revolusioner sebagai pemerintahan baru di negeri tersebut. Front Persatuan Revolusioner kemudian bergabung dengan kelompok perwira militer yang melakukan kudeta.

Keduanya dapat menaklukan kembali Freetown, ibukota Sierra Leone dengan hanya sedikit perlawanan. Menurut tulisan Lansana Gabriel yang berjudul "War and State Collapse: The Case of Sierra Leone" periode ini dipenuhi penjarahan, pemerkosaan hingga pembunuhan.

Para pemimpin dunia mulai melakukan diplomasi intervensi guna mendorong negosiasi antara Front Persatuan Revolusioner dengan pemerintah. Sebuah perjanjian perdamaian bernama Lomé Peace Accord ditandatangani pada tanggal 27 Maret 1999.

Perjanjian itu menghasilkan pengangkatan Foday Sankoh selaku pemimpin Front Persatuan Revolusioner sebagai wakil presiden dan menguasai tambang berlian di Sierra Leone dengan konsekuensi mengakhiri pertempuran dan pelucutan senjata oleh pasukan perdamaian PBB.

Proses pelucutan berjalan lambat dan tidak konsisten hingga muncul pemberontakan kembali di Freetown. Dengan restu mandat dari PBB, operasi militer Inggris dan Guinea memukul mundur dan mengalahkan Front Persatuan Revolusioner. Presiden Kabbah pada 18 Januari 2002 kemudian mendeklarasikan berakhirnya perang saudara di Sierra Leone.

Selama perang saudara berlangsung, berlian menjadi aset utama oleh kelompok Front Persatuan Revolusioner. Mereka menguasai daerah pertambangan berlian, dan menjualnya untuk pendanaan perang dan pembelian berbagai senjata dari negara tetangga seperti Guinea, Liberia dan bahkan tentara nasional Sierra Leone seperti dipaparkan Ibrahim Abdullah dalam bukunya berjudul Between Democracy and Terror: The Sierra Leone Civil War. Tidak heran jika istilah berlian darah juga disematkan dalam kasus ini.

Kelompok ini merekrut para pengungsi dari Liberia yang lari ke perbatasan karena negaranya juga dilanda perang saudara. Pengungsi yang rata-rata didominasi oleh anak-anak ini kemudian diberi senjata dan dipaksa untuk bergabung bersama Front Persatuan Revolusioner.

Laporan Human Rights Watch menunjukkan bagaimana anak-anak dan orang dewasa memiliki anggota badan yang telah dipotong, anak perempuan dan wanita muda dibawa ke kamp para pemberontak dan mengalami pelecehan seksual. Pasukan pemerintah dan pasukan perdamaian pimpinan Nigeria bahkan malah mendukung perang ini meski pada tingkat yang rendah.

Sejak 2000, PBB telah mengambil tindakan dengan melarang di seluruh dunia untuk menerima berlian dari Sierra Leone. Dilansir BBC, embargo ini dimaksudkan untuk menekan perdagangan ilegal ekspor berlian yang selama ini mendanai pembelian persenjataan untuk perang sipil.

Laporan dari United State Departemen of Labor menyebut sebanyak 1.270 sekolah dasar hancur selama berlangsungnya perang sipil, dan menurut Lansana Gbriel telah menelan korban jiwa antara 50.000 sampai 300.000. Sebanyak 2.5 juta orang lainnya mengungsi baik masih di dalam negeri maupun ke luar negeri.

Setahun setelah berakhirnya perang sipil yang berdarah-darah, PBB menghapus larangan ekspor berlian dari Sierra Leona. Tahun 2017 ini,International Monetary Fund memperkirakan ekspor berlian dari Sierra Leone bisa mencapai US$133 juta, meskipun penyelundupan berlian masih marak terjadi di negara tersebut.

Perang saudara di Sierra Leone ini telah menjadi latar dalam berbagai film layar lebar, di antaranya Blood Diamond pada 2006 yang dibintangi Leonardo Di Caprio, film-film dokumenter yang turut memenangkan penghargaan seperti Cey Freetown, hingga dibawa ke panggung musik hip hop oleh Kanye West berjudul "Diamonds from Sierra Leone." - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:Tirto



Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:35 AM

Keprihatinan Djarot pada Pertunjukkan Wayang Orang di Jakarta

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, March 23, 2017 | 10:21 AM

PT Kontak Perkasa - Jakarta Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat blusukan ke Paguyuban Ketoprak Adhi Budaya di Jalan Ancol Selatan, Sunter Agung, Jakarta Utara. Dalam kesempatan ini Djarot mengaku prihatin, lantaran kebudayaan seperti ketoprak dan wayang orang mulai dilupakan masyarakat, khususnya anak muda.

Djarot mengaku sering menonton pertujukkan wayang orang bersama istri dan kakaknya. Dia pun menceritakan ketika menonton wayang orang, yang ternyata sebagian besar penontonnya turis.

"Saya ini betul-betul nonton, saya betul-betul prihatin, di sana ada wayang orang Sriwedari, sindennya bule. Tapi yang nonton itu enggak ada 20 orang, enggak ada 30 orang, dan saya lihat separuhnya itu bule, turis, padahal itu malam minggu. Saya nonton dengan kakak saya dan istri saya," cerita Djarot saat blusukan.

Padahal, menurut Djarot, harga tiket untuk nonton pertunjukkan tradisional itu relatif murah. "Tiketnya murah, tapi enggak ada yang nonton, tiketnya Rp 3.000 saja," ujar dia.

Cawagub petahana ini pun menyempatkan diri untuk menemui para pemain wayang orang. Para pemeran wayang orang itu memiliki profesi bermacam-macam.

"Mereka profesinya macam-macam, ada yang jualan di pasar, tukang becak, enggak ada dibayar, malah tombok, tekor. Tapi mereka mau saja karena kecintaannya (pada wayang orang)," tutur Djarot.

Menurut dia, pecinta wayang orang jumlahnya semakin lama semakin berkurang. Oleh karena itu, diperlukan peran pemerintah agar budaya ini tidak hilang.

"Orang-orang seperti ini semakin lama semakin habis kalau pemerintah tidak ikut campur tangan. Sebetulnya, pemerintah kita harusnya peduli budaya-budaya lokal," kata Djarot.

Tak hanya itu, Djarot juga mengaku setiap ada pertunjukan ludruk di Surabaya, dirinya berusaha menontonnya.

"Saya selalu di Surabaya kalau ada pertunjukkan ludruk di lapangan, Ludruk Tobong, tapi ludruk lama-lama habis," ujar dia.

Karena itu, Djarot menandaskan, budaya seperti wayang orang, ketoprak, ludruk, dan sebagainya menjadi tantangan bersama agar tidak punah ditelan zaman.

Janji Djarot
Djarot pun berjanji akan membantu melestarikan kebudayaan daerah, agar seni pertunjukkan seperti ketoprak atau wayang orang serta kebudayaan lainnya di Jakarta tidak punah.

"Ini tantangan bagi kita semua bagaimana kita bisa menyegarkan (beragam pertunjukkan budaya), dengan sentuhan-sentuhan teknologi. Kami akan bantu itu," kata dia.

Dengan adanya Gedung Wayang Bharata di Senen, Jakarta Pusat, kata Djarot, pihaknya siap membantu merawatnya dengan memadukan teknologi hingga bisa dicintai anak muda.

"Gedung sudah bagus, nanti kita akan bantu. Nanti ada juga pertunjukkan lain. Ini semua kita bangun di Jakarta, jadi tolong dibantu. Kami bantu bapak melestarikan, bapak bantu supaya menarik," Djarot memungkasi.

Sementara, dalam kunjungan ini, hadir pendiri dan anggota Ketoprak Adhi Budaya serta Wayang Orang Adhi Bharata. Mereka sempat menyampaikan harapan dan keinginannya kepada Djarot.

"Harapan pertama semoga Bapak (Djarot) bisa duduk di jabatan wakil gubernur kembali. Harapan yang kedua untuk tidak melupakan nasib seniman, seniwati panggung wayang orang dan wayang ketoprak," ujar pendiri sekaligus pemain serta sutradara Ketoprak Adhi Budaya, Aris Mukadi - PT Kontak Perkasa
Sumber : pilkada.liputan6



Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:21 AM

Orang Kaya Ini Uangnya Tak Habis-habis Meski Rajin Beramal

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, March 22, 2017 | 9:32 AM

Kontak Perkasa Futures - Forbes, Selasa (21/3/2017), baru saja mengumumkan daftar orang terkaya di dunia. Bill Gates kembali menduduki posisi pertama yang kemudian diikuti oleh Warrent Buffet, Carlos Slim Helu hingga Mark Zuckerberg.

Namun, di balik luar biasanya kekayaan orang-orang tersebut, ada hal yang justru membuat kagum. Mereka rajin menyumbangkan kekayaannya untuk amal.

1. Bill Gates
Pendiri Microsoft Bill Gates yang menduduki posisi puncak dengan harta senilai US$ 86 miliar atau setara dengan Rp 1.143 triliun. Lewat yayasan amal terbesar di dunia yang didirikan bersama istri, Bill & Melinda Gates Foundation, Ia berjanji akan menyumbangkan sebagian besar hartanya.

Saat ini, Bill diketahui sudah mengucurkan lebih dari US$ 30 miliar ke yayasannya itu. Dan sisanya akan diberikan secara bertahap, disalurkan untuk memberantas penyakit dan kemiskinan.

2. Warren Buffet
Pendiri Berkshire Hathaway, memiliki harta US$ 75,6 miliar atau setara Rp 1.005,4 triliun. Ia juga ikut menyisihkan sebagian besar hartanya untuk amal.

Pada 2011 lalu, Buffet memberikan kepada Bill dan Melinda Gates Foundation sebanyak 23,31 juta lembar saham dalam perusahaan investasi miliknya (harga saham saat itu US$ 76,52).

3. Carlos Slim Helu
Pengusaha telokomunikasi asal Meksiko ini memiliki kekayaan sebesar US$ 54,5 miliar.

Slim memang punya yayasan sendiri, Carlos Slim Foundation dan sudah mengeluarkan uang sekitar US$ 4 miliar untuk yayasan tersebut.

4. Mark Zuckerberg
Tahun lalu Pendiri dan CEO Facebook tersebut menginvestasikan uang senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 39 triliun untuk memberantas penyakit.

Uang yang begitu banyak itu akan dikucurkan secara bertahap melalui yayasan Chan Zuckerberg Initiative dalam satu dekade ke depan. Ambisi Zuck amat tinggi, yakni menyembuhkan, mengendalikan atau mencegah segala penyakit dengan tenggat waktu sampai akhir abad ini.

Usianya baru 32 tahun akan tetapi harta Zuckenberg mencapai US$ 56 miliar atau setara Rp 744,8 triliun.  Kontak Perkasa Futures

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:32 AM

Wisata Spiritual dan Aset Bangsa Diharapkan Bisa Mendunia

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, March 21, 2017 | 9:11 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Indonesia diberkahi dengan banyak objek wisata yang sarat nilai religius dan sejarah. Apabila dikemas jadi wisata spiritual, bisa mendatangkan wisman ke Indonesia.

Hal itu dibahas dalam Seminar Menggembangkan Pariwisata Berbasis Budaya & Spiritual di President Lounge, Menara Batavia, Jakarta. Seminar yang terselenggara oleh Tidar Heritage Foundation dan Kemenpar ini dihadiri tokoh budaya seperti Prof Komaruddin Hidayat, Prof Dr. Budi Susilo Supandji, Ahmad Sobari, Romo Mudji Sutrisno dan S.D. Darmono (Chairman of PATA Indonesia Chapter) selaku moderator.

"Rencana daripada acara ini untuk promosi dan mensoasialiskan pentingnya pariwisata spiritual, karena pangsa paling besar adalah wisata spiritual, Indonesia punya banyak kekayaan tentang ini, di mana orang bisa datang ke Indonesia untuk wisata religi dan bisa memberikan dampak bagi pariwisata Indonesia " ujar SD Dharmono dalam sambutan pembukanya.

Indonesia memiliki banyak objek wisata spiritual yang sangat menarik secara pariwisata. Contohnya seperti Candi Borobudur hingga Sungai Elo dan Progo di Magelang yang penting bagi umat Buddha. Bahwa sejatinya ikon dalam negeri itu dapat dikemas dalam bentuk wisata spiritual yang menarik.

Apabila disandingkan, keindahannya tidak kalah dengan komplek Angkor Wat di Kamboja atau Makkah bagi umat Muslim. Sama-sama memiliki nilai spiritual yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk datang berkunjung, tidak hanya sebatas atraksi wisata yang cukup sekali dikunjungi.

Ditambahkan oleh SD Dharmono, bahwa narasi juga menjadi komponen penting untuk mengemas sebuah objek wisata spiritual menjadi lebih menarik. Misalnya saja kisah Pangeran Saudara yang diceritakan sebagai roh dari Buddha Gautama sebelum mencapai kesempurnaan bisa menjadi nilai tambah.

"Candi Borobudur punya cerita tentang Pangeran Saudara, roh dari Buddha Gautama sebelum jadi Buddha. Itu relief 1400 lukisan dalam bentuk batu, ada copynya di Shanxi dalam bentuk lukisan," cerita SD Dharmono.

Sementara oleh Romo Mudji Sutrisno, bahwa narasi budaya menjadi akar penting dalam mengemas wisata spiritual. Tanpa cerita spiritual, wisatawan tidak akan tertarik datang ke sebuah objek wisata religi.

"Pada mulanya adalah narasi, kisah, bagaimana wisata Spiritual bermula dari kisah, khusus Borobudur terutama dalam lingkup payung yayasan tidar, saya mendukung sekali," ujar Romo Mudji.

Dari pihak Kemenpar, Hari Untoro Dradjat dari Staf Ahli Menteri Bidang Multikultura, Tim Percepatan Kawasan Borobudur turut mendukung rencana Tidar Heritage Foundation yang ingin mengusung wisata spiritual di Borobudur dan Gunung Tidar untuk menarik wisatawan. Dijelaskan, bahwa ide itu baik untuk perkembangan pariwisata di kawasan Joglosemar.

"Borobudur merupakan Mandala, konsep universe alam semesta, Borobudur sebagai pencapaian, wisata spiritual bisa jadi atraksi," tutup Hari - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:travel.detik
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:11 AM

Wisata Kematian di Toraja

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, March 20, 2017 | 9:18 AM


Ngeri-ngeri Sedap Wisata Kematian di Toraja

PT Kontak Perkasa - Peti mati yang jebol dan menampakkan isinya secara tak biasa ada di atas tebing batu. Tengkorak manusia terlihat di mana-mana. Hawa dingin dalam gelapnya gua menyimpan mayat-mayat yang tak dikubur di tanah.

Begitulah suasana yang ditemui di Londa, Tana Toraja, Sulawesi Selatan. Mayat-mayat itu memang sengaja tak dikubur di dalam tanah. Ini adalah tradisi orang Toraja.

Di Londa, para wisatawan bisa begitu dekat dengan tengkorak-tengkorak asli itu. Bagaimana tidak, tulang-belulang berumur ratusan tahun itu dibiarkan terpapar pandangan mata begitu saja. Mayat-mayat yang disemayamkan di Londa tak semuanya berusia ratusan tahun, ada pula mayat baru dengan peti masih utuh dan tak menampakkan isinya.

Namun untuk peti-peti sangat tua yang jebol, rangka mayat di dalamnya keluar. Tentu saja tidak keluar atas niatan mayat itu sendiri, melainkan tak kuasa menolak gaya gravitasi.

"Itu (tulang-belulang manusia) dulunya menyebar berserakan saja, karena petinya sudah tua lalu jebol. Kemudian ya kita tata biar rapi," kata Andi (22), sebagai pemandu wisata yang juga merupakan warga setempat

Pengunjung Londa bisa begitu dekat dengan tengkorak-tengkorak itu. Bahkan diperkenankan bagi pengunjung untuk foto narsis bersama tengkorak-tengkorak itu. Ungkapan 'ngeri-ngeri sedap' bisa dipakai untuk menggambarkan sensasi yang didapat dalam 'Wisata Kematian' ini.

Di pintu gua kita bisa menyaksikan peti-peti tua yang disebut terbuat dari kayu utuh, bukan terbuat dari bilah-bilah kayu sebagaimana peti mati masa kini. Di atas tebing, terlihat Tau-tau alias patung orang-orang yang disemayamkan di situ.

"Itu keturunan Tolengkek, kita sebut begitu. Itu makam tertua, bisa dibilang leluhur atau keturunan pertama yang tinggal di sini," jelas Andi sambil menunjuk ke peti-peti tua dan Tau-tau.

Begitu masuk ke gua, kegelapan langsung menyambut dan hawa dingin merasuk. Jika tak hati-hati wisatawan bisa terpeleset jatuh ke atas tengkorak manusia. Tapi tenang, ada lampu petromaks yang dibawa Andi guna menerangi pemandangan kematian di dalam kegelapan gua.

Langit-langit gua yang rendah siap menyambut kepala turis yang tak hati-hati menundukkan badannya cukup dalam. Terdapat tulang-belulang di mana-mana, di lantai, di dinding, dan di langit-langit gua. Entah kenapa, rasa seram yang sebelumnya menggelayuti benak berangsur pergi.

Seolah, sakralitas mayat manusia turun derajat menjadi hal yang profan. Mungkin karena semakin terbiasa melihat tengkorak disajikan begitu saja. Yang menarik, ada sepasang tengkorak di sudut gelap gua. Mereka adalah sepasang kekasih yang memilih jalan kematian lantaran cinta mereka tak direstui orang tua.

Mirip cerita klasik melankolis atau tema tembang kenangan tempo dulu. Bedanya, ada unsur inses dalam kisah tragis ini. Sepasang kekasih itu terdiri dari pria bernama Lobo dan wanita bernama Anggui.

"Ini sepasang 'sepupu satu kali' yang tak direstui cintanya oleh orang tua. Karena dalam adat Toraja, mereka masih dianggap saudara. Mereka mau menikah tapi tak boleh, kemudian bunuh diri," kisah Andi.

"Gantung diri," imbuh Andi menambah seram suasana.

Ini kisah nyata, bukan karangan yang dibuat-buat untuk menarik wisatawan. Andi menyatakan pasangan ini meninggal pada era modern, bukan pada era dongeng ratusan tahun lalu.

"Ini usia tengkoraknya berusia 40 tahun lebih," jelas Andi sambil menerangi tengkorak Lobo dan Anggui dengan pancaran sinar petromaks.

Bergeser ke titik lain di gua Londa, ada tiga tengkorak yang bertumpuk di cekungan dinding gua. Di atas tumpukan tengkorak itu, ada lubang yang pas untuk dimasuki kepala orang.

"Silakan foto di situ, nggak apa-apa kok. Masukan saja kepala mas di lubang di atas tumpukan tengkorak itu," kata Andi mempersilakan.

Ada yang berani berfoto dengan pose yang disarankan Andi. Namun kebanyakan hanya berfoto di samping tengkorak itu. Tak tercium bau bangkai di area ini meski mayat terdapat di mana-mana, bahkan sampai tebing bagian atas hingga sekitar 60 meter. Bau anyir sirna karena mayat-mayat itu sudah diberi pengawet sebelum diletakkan di tempat itu.

"Kalau zaman dahulu orang Toraja memakai ramuan akar-akaran. Tapi kalau sekarang pakai formalin," tutur Andi.

Memang wisata kubur batu Toraja ini sudah tersohor ke seantero negeri. Turis mancanegara biasa berseru 'eksotis' sebagai ungkapan kesannya untuk wisata semacam ini, karena memang mereka berasal dari luar Indonesia dan memandang semua ini sebagai sesuatu yang asing dan unik.

Namun orang Indonesia sendiri ternyata banyak yang belum pernah ke Toraja. Bahkan untuk warga perkotaan Sulawesi Selatan sendiri.

"Orang Makassar saja belum tentu pernah ke Toraja," kata Awing, pria Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan yang berjarak tujuh jam dari Toraja - PT Kontak Perkasa
Sumber:travel.detik


Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:18 AM

Nasi Liwet di Qatar, Obati Rasa Kangen Masakan Indonesia

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, March 17, 2017 | 10:06 AM


Kontak Perkasa Futures - Jakarta Sudah tidak aneh jika mendengar ibu-ibu di Indonesia seringnya arisan. Kumpul-kumpul bersilaturahim seraya 'menabung' dan biasanya diadakan bergilir mengikuti 'pemenang'. Seiring waktu, arisan juga berkembang menjadi ajang seseruan bagi ibu-ibu. Setiap kali pertemuan, disepakati untuk memakai dress code tertentu dan cafe-cafe unik menjadi incaran karena demi wefie yang menarik.

Sama halnya dengan diaspora Indonesia yang bermukim di Qatar. banyak kelompok arisan Ibu-ibu asal Indonesia. Dari begitu banyak kelompok, ada satu kelompok yang mengundang saya untuk hadir.

Ada yang unik dengan ajang kumpul-kumpul kali ini. Ibu-ibu yang memang rindu tanah air ini tertarik membuat liwetan. Liwetan memang lagi ngetrend-ngetrendnya ya di Indonesia.

Sang empunya rumah, Ibu Tien Harlina, sejak pagi hari sudah memasak dan menyiapkan bahan-bahan untuk liwetan. Dibantu dengan beberapa orang Ibu, penataan liwetan'pun dimulai.

Ada 15 orang yang akan menikmati. Saat ditanya, apa yang paling susah dicari untuk bahan-bahan tersebut. Jawabnya, daun pisang. Karena membutuhkan banyak daun pisang untuk liwetan ini. Daun pisang kadang ada, kadang tidak ada dan lumayan menguras dompet.

Nasi putih dan nasi hitam tersedia untuk menambah 'keunikan' penataan nasi liwet. Lauk pauknya terdiri dari ayam goreng, ikan tongkol balado, ikan teri kering, sambal, opor tempe tahu, lalapan, kerupuk. Wah, benar-benar menggugah selera.

Dresscode kali ini, walau tidak 'fancy' disesuaikan dengan tema liwetan yang serasa makan di kampung. Pake daster dan penambahan asesoris seperti shower cap atau handuk, serasa mau mandi tapi makan dulu. Ada-ada saja ya idenya.

Yang pasti, sesuatu bangeud deh..bisa liwetan di Negeri orang. Terbukti ya, walau sudah melanglang buana, lidah dan selera tanah air tidak akan pernah luntur.

Penulis: Noni Putri Anwar, jurnalis dan penulis freelance yang bermukim di Qatar mengikuti suaminya Anwar Luqman Hakim yang bertugas di KBRI Doha. Penulis penyuka travelling, kuliner dan gaya hidup - Kontak Perkasa Futures


Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:06 AM

Hamil Tak Halangi Anda Dalam Bekerja

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, March 16, 2017 | 9:02 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Bekerja saat hamil bukan tanpa tantangan. Anda pasti bisa maju dalam karir meski Anda sedang hamil.

Sebenarnya ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk memastikan kehamilan Anda tidak menyebabkan masalah apapun dengan pekerjaan. Namun kadang kala, Anda tidka mempertimbangkannya saat hamil.

Ini adalah hal yang mungkin tidak dipertimbangkan yang dapat membantu Anda ketika Anda bekerja saat hamil:

1. Mulai pertimbangkan tentang penitipan anak sekarang
Salah satu hal penting untuk dilakukan ketika Anda bekerja saat hamil adalah mulai berpikir tentang anak. Anak adalah sesuatu yang sangat penting. Itulah mengapa penting bagi Anda untuk memulai pencarian Anda sekarang, sehingga kurangnya pengasuhan anak tidak akan menjadi masalah kemudian. Dengan mencari sekarang, Anda tidak akan terburu-buru dalam mengambil keputusan penting tersebut.

2. Memberitahu atasan
Memberitahu atasan mengenai kehamilan Anda bisa menjadi sulit. Anda mungkin takut mereka tidak akan bereaksi dengan baik. Tapi ini masih keputusan yang lebih baik untuk memberitahu mereka sebelum mereka mendengar kabar selentingan mengenai kondisi Anda. Bahkan, atasan harus menjadi orang pertama yang Anda beritahu di tempat kerja. Atasan akan menghargai sifat terbuka dan kejujuran Anda terhadap mereka.

3. Tetap bekerja dengan baik
Jika Anda ingin terus maju dalam karir, Anda harus terus membuat upaya terbaik, bahkan ketika Anda sedang hamil. Tapi ini bukan berarti bahwa Anda tidak memprioritaskan kehamilan Anda. Tentu saja Anda perlu melakukan apa yang perlu Anda lakukan untuk kesehatan dan keselamatan diri sendiri dan calon bayi. Ini berarti Anda harus terus memberikan upaya terbaik di tempat kerja.

4. Jelaskan kebutuhan selama kehamilan
Tubuh Anda akan mengalami banyak perubahan ketika sedang hamil. Anda mungkin perlu bolak-balik ke kamar mandi lebih sering atau waktu lebih untuk istirahat untuk meregangkan kaki. Kesehatan diri sendiri dan bayi Anda harus menjadi prioritas utama. Cara terbaik adalah menjelaskan apa kebutuhan untuk kehamilan Anda kepada Atasan. Membiarkan atasan Anda tahu secara jelas membantu mereka untuk lebih memahami kondisi Anda.

5. Jangan gunakan kehamilan sebagai alasan
Menggunakan kehamilan sebagai alasan sangat berbeda dari mengurus diri sendiri dan kebutuhan ketika sedang hamil. Menggunakan kehamilan sebagai alasan bukan langkah karir cerdas. Orang lain dapat melihat perbedaan antara berhati-hati demi kehamilan dan menggunakannya sebagai alasan. Mereka akan menghargai Anda jika Anda masih menampilkan etos kerja yang baik.

6. Lengkapi meja kerja dengan keperluan kehamilan
Anda menghabiskan banyak waktu di tempat kerja. Jadi, masuk akal untuk melengkapi meja kerja Anda dengan beberapa keperluan kehamilan. Hal ini dapat membuat waktu Anda di tempat kerja jauh lebih menyenangkan. Simpan beberapa makanan ringan dan air minum kemasan sebagai camilan.

7. Berbagi kebahagiaan dengan rekan kerja
Setiap orang biasanya antusias dan turut berbahagia atas kehamilan dari orang lain.Jadi, berbagi pengalaman kehamilan Anda dengan mereka, karena bekerja saat hamil adalah situasi yang unik. Tapi jangan berlebihan. Jangan biarkan kehamilan Anda menjadi satu-satunya hal yang Anda bicarakan - PT Kontak Perkasa Futures



Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:02 AM

Bikin Lubang Cahaya di Atap, Dengarkan Saran Ahli

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, March 15, 2017 | 11:23 AM

PT Kontak Perkasa, Yogyakarta - Skylight bukanlah hal baru dalam dunia arsitektur karena bangunan tradisional ataupun kuno sudah lebih dulu menerapkannya. Skylight adalah lubang bukaan cahaya yang berada di bagian atap bangunan.

Arsitek Sigit Kusumawijaya mengatakan penggunaan skylight sebaiknya disesuaikan dengan kondisi rumah atau bangunan. Bila rumah tersebut berada di wilayah yang memungkinkan untuk mendapatkan pencahayaan alami lewat jendela lebar, skylight tak begitu diperlukan.

Sebaliknya, jika rumah itu terletak di wilayah yang tidak mendukung untuk membuat jendela besar, solusinya adalah memasang skylight. “Kalau sudah ada skylight, tidak perlu lagi menghadirkan jendela lebar karena membuat cahaya terlalu banyak masuk,” tuturnya.

Skylight bukan semata-mata urusan memasukkan cahaya sinar matahari ke bangunan, tapi juga dapat dimanfaatkan untuk keperluan artistik bangunan. Sigit mengatakan arsitek bisa membuat rancangan skylight dengan garis-garis atau membuat cahaya yang masuk lebih temaram agar ruangan tampil lebih dramatis. 

Perlu juga diperhatikan tidak semua ruangan membutuhkan banyak cahaya matahari. Ada ruangan-ruangan yang hanya membutuhkan cahaya redup, misalnya ruang keluarga atau kamar tidur.

Sigit mengatakan, saat penghuni hendak membuat skylight, ada baiknya memperhatikan pemasangan dan peletakannya. Ketika dipasang di atap, skylight tidak boleh terhalang plafon sehingga cahaya bisa lurus masuk ke ruangan.

Apabila skylight dipasang di atap miring atau horizontal, perhatikan faktor lain, seperti hujan, angin, dan serangga. Jangan sampai keberadaan skylight justru merugikan penghuni.

Selain pencahayaan alami, Sigit mengatakan, skylight bisa didesain dengan cara buka-tutup. Ketika skylight dibuat terbuka, udara panas di dalam rumah bisa keluar melalui lubang tersebut. Namun, dia menyarankan, bila menerapkan cara tersebut, skylight harus dirancang agar bisa dijangkau tangan atau menggunakan alat untuk membuka dan menutupnya.

Soal material skylight, menurut Sigit, penghuni bisa menggunakan polycarbonate atau kaca tempered. Tetapi, kata dia, skylight lebih baik menggunakan kaca tempered dengan ketebalan 8-10 milimeter supaya tidak mudah pecah. Meski di Indonesia tidak ada salju, kaca dengan ketebalan itu dianggap mampu mengantisipasi kemungkinan lain seperti hujan es.

Adapun mengenai ukuran skylight, bagi Sigit tak ada aturan tertentu yang mengharuskannya. Walaupun begitu, perlu disesuaikan dengan kebutuhan pencahayaan di dalam rumah. Jika cahaya matahari masuk terlalu banyak, dapat menimbulkan panas di bagian dalam rumah. “Bisa dibuat juga skylight dengan bentuk kecil-kecil sehingga cahaya yang masuk tidak terlalu banyak,” tuturnya - PT Kontak Perkasa



Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:23 AM

Sebelum Berangkat ke Jepang, Raja Salman Sempat Ditelepon Jokowi

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, March 14, 2017 | 9:31 AM


Kontak Perkasa Futures, Yogyakarta - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud telah meninggalkan Indonesia. Sebelum bertolak ke Jepang, Presiden Joko widodo sempat berbicara dengan Raja Salman melalui sambungan telepon.

Keterangan soal Jokowi menelepon Raja Salman itu ditulis oleh Kementerian Luar Negeri melalui akun Twitter resminya, @Portal_Kemlu_RI, Minggu (12/3/2017).

"Presiden RI @jokowi melakukan percakapan telepon dengan #RajaSalman pagi ini," cuit akun Kemlu.

Belum ada penjelasan pasti mengenai apa yang dibicarakan Presiden Jokowi dengan Raja Salman. Namun dalam cuitan berikutnya, Kemlu mengatakan kedua negara akan mengintensifkan kerja sama.

"Kedua negara setuju untuk mengintensifkan kerjasama saling kunjung sebagai tindak lanjut dari kunjungan #RajaSalman," lanjut cuit tersebut.

Sementara itu, Menlu Retno LP Marsudi melakukan kunjungan kehormatan kepada Raja Salman di Bali. Menlu Retno ikut melepas kepulangan Raja Salman di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Selain Menteri Retno, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, Gubernur Bali Made Mangku Pastika, Kapolda Bali Irjen Petrus R Golose dan Pangdam Udayana Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko juga ikut melepas Raja Salman.

Raja Salman dengan pesawat Saudi VVIP Airline 01 telah meninggalkan Pulau Dewata pada pukul 11.15 WITA. Ia langsung menuju Haneda, Jepang, untuk kunjungan kenegaraan.

Menteri Lukman juga sempat memberikan cendera mata kepada Raja Salman berupa mushaf Alquran berornamen pola khas 34 provinsi di Indonesia. Raja Salman berlibur di Bali sejak Sabtu (4/3) lalu bersama 1.500 orang rombongannya - Kontak Perkasa Futures



Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:31 AM

Mengapa Panda Memiliki Pola Bulu yang Begitu Unik?

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, March 13, 2017 | 8:39 AM

PT Kontak Perkasa Futures, Yogyakarta - Siapa yang tak kenal dengan panda? Hewan yang menjadi maskot resmi Negeri Tirai Bambu ini begitu imut dan tingkahnya amat menggemaskan. Apalagi, pola bulunya yang khas membuat hewan ini seakan mengenakan baju dan kaus kaki panjang berwarna hitam, eyeliner tebal di sekeliling matanya, serta “bando telinga Mickey Mouse” mungil yang juga berwarna hitam.

Pola bulu seperti yang dimiliki panda raksasa cukup  langka di antara hewan-hewan. Umumnya, hewan memiliki belang kontras  atau totol-totol pada bulunya.

Perbedaan tersebut menimbulkan pertanyaan menggelitik di kalangan para ilmuwan maupun masyarakat umum. Mengapa panda memiliki pola bulu yang unik seperti itu?

Untuk mencari tahu jawabannya, para peneliti dari University of California dan California State University bekerja sama untuk memilah pola bulu panda dan mencocokkan setiap bagian tubuh secara terpisah dengan hewan-hewan yang sebanding. Tim tersebut membandingkan area-area hitam putih pada panda dengan pewarnaan pada 39 subspesies beruang serta 195 karnivora, dan memperhatikan habitat mereka dengan spesifik.

Dari penelitian tersebut, para peneliti menemukan bahwa tampaknya pola bulu panda yang khas digunakan untuk menyamarkan diri pada dua kondisi lingkungan berbeda di habitat aslinya, yaitu wilayah pegunungan di Cina tengah. Selain itu, warna pada bagian-bagian tubuh panda juga digunakan untuk berkomunikasi dengan kawanan atau musuh.

Tak seperti kerabat-kerabatnya yang karnivora, panda sangat bergantung pada makanan vegetarian berupa tunas muda bambu alias rebung. Meski bambu banyak ditemukan di habitat asli panda, namun tanaman ini bukanlah makanan yang mudah dicerna.

Panda mengatasi hal tersebut dengan membatasi pergerakan mereka. Meskipun panda tampak begitu tambun, sebenarnya mereka tidak bisa menyimpan cukup banyak persediaan lemak untuk bertahan hidup selama musim dingin.

Artinya, para panda harus tetap aktif sepanjang tahun, bahkan di musim salju, untuk mendapatkan makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan energi mereka. Memiliki kepala dan perut putih membantu para panda tersamarkan di antara latar belakang salju tanpa diganggu oleh macan tutul salju atau serigala yang mungkin akan memangsa mereka.

Sementara itu, bulu hitam yang menyerupai baju dan kaos kaki panjang membantu panda bersembunyi di antara bayang-bayang rumpun bambu tropis selama bulan-bulan yang lebih hangat.

Mata panda yang dikelilingi lingkaran hitam diduga merupakan salah satu media untuk berkomunikasi satu sama lain, atau memberikan sinyal agresi pada pesaingnya. Sedangkan telinganya yang juga berwarna hitam, dapat memberikan sinyal peringatan agar para predator menjauh.

Penjelasan tersebut mungkin belum final, namun hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Behavioral Ecology ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang pola bulu unik pada panda - PT Kontak Perkasa Futures


Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:39 AM

Berharap dari Ulat Pemakan Sampah Plastik

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, March 10, 2017 | 9:13 AM


PT Kontak PerkasaSemenjak penemuan plastik untuk kepentingan manusia, manusia dihadapkan dengan persoalan lingkungan dari sampah plastik yang sulit terurai. Perbagai penelitian dan teknologi mencoba menjawabnya, di antaranya dengan memanfaatkan ulat tepung.

Berton-ton sampah dihasilkan setiap hari di seluruh dunia, tak kecuali sampah berbahan plastik. Sampah berbahan plastik ini tak hanya merusak lingkungan di daratan maupun lautan karena sangat sulit terurai.

Di Indonesia misalnya, Greeneration, sebuah LSM lokal pada 2010 pernah melakukan riset terkait produksi sampah dari kantong plastik, hasilnya di kota-kota besar di Indonesia, satu orang rata-rata menggunakan 700 kantong plastik per tahun. Sementara itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) punya data lain--sampah plastik hasil dari 100 toko atau anggota Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) dalam waktu satu tahun menghasilkan 10,95 juta lembar sampah kantong plastik.

Menurut penelitian Jenna R Jambeck dan timnya pada 2015 dalam American Association for the Advancement of Science, Indonesia menempati posisi penyumbang sampah plastik di lautan terbesar kedua di dunia dengan rentang 0,48-1,29 juta metrik ton sampah plastik per tahun.

Kenyataan lain bahwa polistirena, bahan utama yang digunakan untuk membuat berbagai macam benda berbahan plastik memiliki jangka waktu yang amat panjang untuk bisa terurai di tanah secara alami. Menurut Science Learn, kantong plastik berbahan polistirena membutuhkan waktu untuk menghancurkan diri di tanah selama 20 tahun. Sedangkan bila berada di kondisi tumpukan sampah akan jauh berlipat ganda lamanya menjadi 500 tahun. 

Kota-kota besar dan padat di Amerika seperti New York bahkan sudah melarang penggunaan styreofoam yang berbahan sama dengan plastik sejak Juli 2015. Disusul San Fransisco memberlakukan hal yang serupa per 1 Januari 2017 kemarin. Bahkan Kota Bandung juga turut melarang penggunaan styreofoam per November 2016 lalu.

Lamanya plastik dapat terurai lantaran merupakan barang non-organik menjadi problem global saat ini. 
Tetapi barangkali temuan dari peneliti Standford University yang telah dirilis ini sangat membantu dalam mengatasi sampah plastik bukan hanya di Indonesia, melainkan global. Mereka mengungkap bahwa mealworm, atau dikenal juga sebagai ulat tepung atau ulat hongkong bisa memakan plastik berbahan polistirena yang artinya dapat mengurai plastik - PT Kontak Perkasa

Sumber:Tirto

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:13 AM

Amankah Bersepeda untuk Organ Kewanitaan?

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, March 9, 2017 | 9:08 AM

Kontak Perkasa Futures - Bersepeda adalah olahraga yang menyenangkan dan bisa dilakukan di dalam, seperti pusat kebugaran, atau luar ruangan menyusuri jalan-jalan atau pegunungan. Selain menyenangkan, bersepeda juga baik buat kesehatan.

Meski demikian, para pakar mengingatkan dampak bersepeda pada area kewanitaan. Tak jarang setelah turun dari sepeda, pinggul dan sekitar vagina terasa sakit atau mati rasa. Meski tak bersahabat dengan vagina, para pakar juga meminta agar kesenangan bersepeda jangan sampai dihentikan.

Salah satu yang terpengaruh kegiatan bersepeda adalah saraf kemaluan atau pundendal, yang merupakan saraf utama di area pinggul. Saraf inilah yang memberikan perasaan pada daerah kemaluan dan perineum, atau area antara anus dan kemaluan, serta memberi sensasi pada klitoris.

Saraf pudendal mengitari tulang pinggul dan bila ada tekanan di area tersebut, maka saraf pun ikut meraakan dampaknya. Tekanan yang tak besar tidak masalah atau bahkan menyenangkan, tapi bila tekanan terlalu besar maka saraf akan tertekan.

Menurut ahli bedah plastik Andrew Elkwood, dampak dari saraf tertekan itu antara lain kesemutan dan mati rasa di tangan. Tapi perasaan itu akan hilang setelah tak ada lagi tekanan pada saraf.

Bila tekanan terlalu sering terjadi, akibatnya justru lebih berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan, termasuk saraf terjepit. Tapi tak perlu khawatir, biasanya hal ini terjadi pada mereka yang bersepeda selama berjam-jam setiap hari, seperti para pebalap sepeda atau atlet triatlon.

"Banyak juga wanita yang mengalami kerusakan saraf akibat melahirkan dan tak jarang baru terjadi bertahun-tahun kemudian," jelas Elkwood kepada SELF.

Sementara itu, Dr. Jaime Knopman mengingatkan bila kesemutan dan mati rasa tidak hilang satu jam setelah berhenti bersepeda, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memastikan tak ada hal serius yang terjadi. Tetapi bila kesemutan dan mati rasa itu langsung hilang tak lama setelah kita turun ari sepeda, maka tak ada yang perlu dikhawatirkan.

Selain itu, semakin sering wanita bersepeda maka pinggul dan saraf pun semakin terbiasa mendapat tekanan sehingga rasa tak nyaman itu tak lagi muncul. Perhatikan pula posisi sadel dan setang sepeda karena ikut mempengaruhi saraf pudendal. 

Menurut Knopman, sebaiknya posisi setang tak lebih rendah dari sadel karena posisi menunggang sepeda yang membungkuk akan memberi tekanan yang lebih besar pada pinggul. Selain itu, pilihlah celana dalam yang bisa mengalirkan udara sehingga vagina tidak lembab dan menjadi sarang kuman - Kontak Perkasa Futures
Sumber:Tempo
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:08 AM

Istana Bantah Iriana Jokowi Terima Kalung dari Raja Salman

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, March 8, 2017 | 8:32 AM


PT Kontak Perkasa Futures Yogyakarta - Sekretaris Kabinet Pramono Anung membantah kabar istri Presiden Joko Widodo, Iriana, telah menerima hadiah kalung dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud. Ia mengatakan tidak ada pemberian seperti itu. 

"Saya kebetulan mengikuti semua acara (Raja Salman) yang berlangsung. Tidak ada itu (pemberian kalung ke Iriana). Tidak pernah ada," ujar Pramono saat dicegat di kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 6 Maret 2017, menjawab kabar yang marak di media sosial mengenai Raja Salman telah memberikan hadiah kalung berlian kepada Iriana Jokowi.

Pramono bahkan mengatakan kabar tentang pemberian hadiah itu sudah beredar sejak Raja Salman belum mendarat di Indonesia. Dengan begitu, tidak benar apabila Raja Salman memberikan perhiasan kepada Iriana ketika sudah berada di Indonesia.

Hal senada disampaikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno. Ia menyatakan tidak ada pertukaran hadiah bernilai besar antara Presiden Joko Widodo dan Raja Salman. Yang ada, kata Pratikno, hanyalah pemberian cendera mata dari Presiden Joko Widodo kepada Raja Salman berupa foto.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, telah beredar video di jejaring sosial yang diberi judul "Kalung-kalung Berlian Pemberian Raja Salman ke Ibu Iriana Jokowi yang Diserahkan ke KPK". Video tersebut mempertontonkan berbagai jenis kalung berlian yang tampak mewah karena berkilauan.

Kalung-kalung berlian tersebut tampak berada di dalam dan di atas kotak-kotak berlian. Beberapa di antaranya terdapat tulisan dengan huruf Arab. Menurut kabar itu, perhiasan tersebut kemudian diberikan ke KPK sebagai bentuk pengembalian gratifikasi. Pramono membantahnya dan mengatakan kabar pemberian kalung kepada Iriana Jokowi dari Raja Salman itu tidak benar - PT Kontak Perkasa Futures

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:32 AM

Soal Penemuan Kulit Kabel, Ahok: Ada Semen, Pasir dan Pipa Juga

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, March 7, 2017 | 1:47 PM

PT Kontak Perkasa, Yogyakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak mau berkomentar banyak soal penemuan kulit kabel di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Namun, Ahok mengatakan, selain kulit kabel, banyak material lain ditemukan di lokasi yang sama.

"Nggak tahulah, aku nggak mau komentarlah. Nanti (dikira) lebay lagi," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat..

Ahok tidak mau berspekulasi apakah penemuan kulit kabel kali ini sama dengan yang ditemukan tahun lalu di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, tahun lalu. Ahok menyebut, dari laporan yang disampaikan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, ada beberapa material yang ditemukan bersama kulit kabel tersebut.

Material tersebut antara lain semen, pasir, dan bongkahan bekas proyek. Selain itu, pipa ditemukan di lokasi tersebut. Ahok mengaku belum tahu dari mana material-material tersebut datang.

"Nggak tahulah, kamu cek saja (ada atau tidak indikasi kejadian sama seperti tahun lalu)," jawab Ahok.

"Laporan dari PU sampai ada semen, pasir. Terus ada bongkahan bekas proyek, ada batu di dalam. Pipa-pipa juga ada. Nggak ngerti juga datangnya dari mana," papar Ahok.

Terkait dengan koordinasi dengan pihak terkait, seperti PLN, Ahok mengatakan pihak PLN merasa kulit kabel tersebut bukan milik mereka. Ahok menyebut PLN pernah bilang kepadanya bahwa letak kabel milik mereka bukan berada di lokasi penemuan kulit kabel.

"PLN sih merasa bukan punya mereka. Merasa tempatnya bukan di tempat itu, bukan asal itu. Waktu itu ngomong begitu. Yang jelas bukan di situ posisi barangnya," ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu sudah menginstruksikan Dinas PU untuk melaporkan penemuan kulit kabel tersebut kepada polisi. Ahok menduga ada unsur pidana pencurian kabel dalam kasus itu.

"Itu saya suruh PU saja (lapor ke polisi). Kalau gejalanya barang itu (kulit kabel) nggak mungkin di dalam. Lapor polisi, saya bilang," ucap Ahok.

"Terus kamu juga kalau mencuri kabel, kamu mesti kupas di dalam atau bawa sekaligus dipotong. Potong bawa pergi dong. Kita juga nggak tahu," tuturnya - PT Kontak Perkasa

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:47 PM

Ada 3 Fenomena Alam, Indonesia Bakal Hujan Lebat 7 Maret 2017

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, March 6, 2017 | 11:08 AM

Kontak Perkasa Futures, Yogyakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengindentifikasi adanya pusat tekanan rendah pada Jumat 3 Maret di Laut Arafuru bagian utara. Pusat tekanan rendah itu telah tumbuh menjadi Siklon Tropis Blance pada Minggu 5 Maret, pukul 13.00 WIB di perairan sebelah barat Darwin, Australia.  

"Kecepatan angin di dekat pusat Siklon Tropis Blance mencapai 75 km/jam dan tekanan udara minimum di pusatnya tercatat 992 hPa. Siklon tropis Blance diperkirakan bergerak menuju barat daya mencapai wilayah Kalumburu, Australia Barat pada Senin 6 Maret 2017 pukul 13.00 WIB. Keberadaan siklon tropis Blance mengakibatkan dampak tidak langsung berupa peningkatan hujan dan gelombang tinggi di wilayah Indonesia," ungkap Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus S Swarinoto di Jakarta.

Fenomena alam kedua, sambung dia, yakni atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dengan intensitas sedang yang melintasi Sumatera dan menimbulkan peningkatan curah hujan di wilayah tersebut. MJO diperkirakan terus bergerak ke timur dengan intensitas melemah.

Sementara itu, lanjut Yunus, batas seruakan udara kering dari perairan sebelah barat Australia, menjadi fenomena alam ketiga yang saat ini berada di perairan sebelah selatan Jawa, dengan intensitas lemah. Kondisi ini diperkirakan masih akan stabil hingga 2 hari kedepan.

"Hingga Selasa 7 Maret 2017, keberadaan siklon tropis Blance, MJO, dan seruakan udara kering mengakibatkan adanya potensi hujan lebat disertai kilat/petir ataupun hujan ringan/sedang berdurasi lama di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur Kalimatan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua," beber dia.

"Sedangkan potensi angin kencang berdurasi lama dan/atau puting beliung berdurasi singkat, dapat terjadi di Kalimantan Selatan, pesisir selatan Kalimantan Tengah, Pesisir timur Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur," imbuh Yunus.

BMKG pun mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, pohon tumbang, baliho dan papan iklan yang mungkin bisa jatuh, serta jalan licin - Kontak Perkasa futures

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:08 AM

Siapakah yang Dimaksud Orang Arab?

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, March 3, 2017 | 9:11 AM


PT Kontak Perkasa Futures Yogyakarta - Pertanyaan; “Siapa itu orang Arab?” adalah pertanyaan yang susah-susah gampang untuk dijawab. Paling tidak ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan untuk memperoleh jawaban ini secara memuaskan. Pertama, secara genealogi. Arab dipandang sebagai sebuah ras yang merujuk pada skala teritori wilayah.

Kita bisa menggunakan kacamata Philip K. Hitti dalam History of Arabs (1937: 20) untuk membagi Arab secara geografis dan ras pada era sebelum kedatangan Islam. Pemisahan yang membagi pada dua kriteria umum. Pertama orang-orang Arab Selatan, dan kedua, orang-orang Arab Utara.

Orang-orang Arab Selatan merujuk pada wilayah yang lebih maju. Di sekitaran Yaman, Hadramaut, dan sepanjang pesisirnya, orang-orang tidak menggunakan bahasa Arab, melainkan bahasa Semit Kuno. Orang-orang Arab Selatan inilah yang kemudian punya relasi secara internasional sampai—setidaknya—abad ke-5 atau 6 Masehi. Bangsa Yunani menyebutnya sebagai “Arabia Felix” yang bermakna kawasan Arab yang beruntung.

Dibandingkan orang-orang Arab Selatan, orang-orang Arab Utara sedikit tertinggal. Mereka berada di kerasnya kondisi geografis yang tidak bersahabat—lautan gurun pasir yang luas—orang-orang Arab Utara kebanyakan masih nomaden (bahkan sampai sekarang), meskipun beberapa ada yang tinggal di Hijaz dan Nejed. Bahasa yang digunakan di daerah-daerah ini adalah bahasa Arab.

Orang Arab Utara baru mengembangkan literasi tertulis sejak kedatangan Nabi Muhammad. Sebelum itu, budaya literasi Arab Utara lebih condong pada literasi lisan. Prosa, puisi, sajak, sampai pepatah-pepatah Arab dengan rima dan diksi indah turun-temurun melalui ingatan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Maka dari itu, istilah “jahiliyah” lebih erat kaitannya dengan dengan orang-orang Arab Utara.

Di tahap inilah aspek kedua untuk memperoleh batasan “siapa itu Arab?” muncul. Aspek bahasa. Sebutan Arab dipakai untuk wilayah-wilayah yang menggunakan Bahasa Arab sebagai “bahasa Ibu” mereka. Pada poin inilah muncul perdebatan apakah Mesir dan negara-negara di sepanjang Afrika Utara termasuk “Arab”, karena praktis bahasa Arab bukanlah bahasa ibu bangsa-bangsa ini.

Kita juga perlu mengetahui apa yang dimaksud "Arab” dan "Jazirah Arab". Jazirah yang berarti tanah yang menganjur ke laut seakan-akan menjadi pulau ini adalah pembatas geografis yang cukup jelas. Karena “Arab” punya makna padang pasir, maka Jazirah Arab adalah sebutan untuk menandai wilayah geografis semenanjung padang pasir. Batas-batasnya adalah Laut Merah dan Teluk Aqabah di barat daya, Laut Arab di tenggara, serta Teluk Oman dan Teluk Persia di timur laut. Saat ini, secara politik daerah ini berisi negara Arab Saudi, Kuwait, Yaman, Oman, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.

William Montgomery Watt, professor studi Arab dan Islam Universitas Edinburgh, dalam esainya "Who is an Arab?" menyebut bahwa kehadiran Muhammad dengan agama Islam tidak hanya membawa perubahan pada keyakinan orang-orang Arab Utara, tapi juga Arab secara luas sebagai sebuah kesatuan politik. Sejak kemunculan wahyu pertama sampai wafatnya, suku-suku yang saling bermusuhan secara rentang waktu yang begitu cepat berhasil disatukan dalam satu persamaan: Islam.

Di sinilah kemudian aspek ketiga muncul: aspek politik. Perluasan pengaruh agama Islam sejak kekhalifahan Umar bin Khattab sampai era Bani Abassiyah segera memperluas sebutan tentang “Siapa itu Arab?”. Perluasan teritori yang berlanjut sampai dengan 750 Masehi. Sebutan “Arab” kemudian membentang dari Spanyol (Andalusia) sampai Asia Tengah (Punjab). Sekaligus menyebarluaskan bahasa Arab dan agama Islam yang menjadi terminologi pembatas siapa yang disebut Arab.

Sekalipun identik dengan Islam, kebudayaan Arab pada awalnya merupakan gambaran keyakinan warisan bangsa Semit. Pada era tersebut, kesadaran akan keberadaan Tuhan yang tunggal sudah muncul. Hanya saja, kemudian muncul “tuhan-tuhan” baru dalam wujud al-‘Uzza, Al-Lat, dan Manat, yang dianggap tiga anak perempuan Tuhan.

Ketiga “tuhan” baru ini memiliki tempat pemujaan di dekat kota Mekah, tempat nenek moyang bangsa Arab—Ibrahim dan Ismail—mendirikan Ka’bah. Hal ini menunjukkan bahwa Bangsa Arab memiliki ragam agama, baik sejak sebelum kedatangan Islam sampai era modern. Dari Kristen, Yahudi, Majusi, sampai paganisme. Meskipun Islam—tentu saja—menjadi agama yang sangat dominan.

Pada akhirnya, ketiga aspek tersebut adalah jawaban dari setiap determinan yang digunakan. Jika kita menyebut Jazirah Arab, maka kita akan bicara pada batas-batas geografis. Jika kita menyebut “Dunia Arab”, maka kita akan menggunakan kacamata bahasa. Semua komunitas yang berbahasa Arab termasuk dunia Arab: dari Aljazair sampai Mesir di Afrika Utara, sampai seluruh negara di Jazirah Arab.

Inilah yang kemudian menjadi sebab Iran dan Turki tidak termasuk “Dunia Arab.” Baik secara sejarah peradaban maupun bahasa, keduanya berbeda dengan Arab. Iran dengan Persia dan Turki dengan ‘Romawi’ (biasa juga disebut Romawi Timur) membuat warisan bahasa yang digunakan pun berbeda: bahasa Farsi dan Turki.

Berbeda lagi jika menyebut “Negara Islam.” Rujukan utama tentu daerah di Jazirah Arab, terutama Arab Saudi karena secara teritori dan sejarah sumber awalnya memang berasal di sana. Sebutan ini juga merujuk pada sistem kenegaraan yang masih menggunakan hukum-hukum agama Islam. 

Uniknya, jika merujuk “Negara Muslim”, menurut American-Arab Anti Discrimination Committee, justru malah Indonesia yang mendapat sebutan itu. Tentu saja karena penganut Islam alias Muslim di Indonesia mencapai angka 170 juta jiwa. Terbesar di dunia - PT Kontak Perkasa Futures

Sumber:tirto
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:11 AM

Peliknya Jalan Hidup Sayuti Melik

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, March 2, 2017 | 11:37 AM


PT Kontak Perkasa Yogyakarta - Di sepanjang hidupnya yang cukup panjang hingga 80 tahun lamanya, Sayuti Melik kerap merasakan jadi pesakitan. Dari jeruji besi kolonial Belanda sampai dibuang ke Boven Digul, dipenjara di Singapura, ditangkap militer Jepang, bahkan dibui oleh pemerintah negaranya sendiri setelah Indonesia merdeka. 

Meskipun begitu, Sayuti Melik mampu bertahan kendati diterpa gelombang perubahan zaman yang sepertinya selalu tidak ramah terhadapnya. Ia baru merasakan hidup tenang saat rezim Orde Baru tiba. Sempat menjadi anggota DPR/MPR dari partai penguasa, Golkar, hingga akhirnya wafat di ibukota pada 27 Februari 1989, tepat 28 tahun silam.
Anak Lurah Penentang Penjajah

Dari pelosok Yogyakarta Sayuti Melik berasal. Ia dilahirkan pada 25 November 1908, terpaut beberapa bulan dari kelahiran Boedi Oetomo yang disebut-sebut sebagai organisasi kebangsaan pertama di Indonesia. 

Sayuti Melik adalah putra Partoprawito alias Abdul Mu′in, Kepala Desa Kadilobo di Sleman, Yogyakarta. Ayahnya inilah yang mengajarkan kepada Sayuti Melik tentang nasionalisme. Ia melihat langsung sang ayah berani menentang kebijakan Belanda yang memakai paksa sawah milik rakyat (Tempo, Volume 19, 1989).

Partoprawito ternyata bukan lurah biasa. Ia juga seorang pokrol yang berperan layaknya pengacara bagi kaum tani di daerahnya yang ditindas oleh perusahaan-perusahaan perkebunan milik orang Eropa atau pemerintah kolonial, termasuk saat membela kepentingan petani pribumi atas sengketa tanah terkait penanaman tembakau.

“Pak Abdul Mu’in sebagai pembelanya dan berhasil menang. Jadi, di masa penjajahan Belanda ia bisa mengalahkan orang Belanda. Ia terkenal di Yogyakarta utara,” demikian sebut Dawam, keponakan Sayuti Melik (Budi Setiyono, Historia.id, 2016).

Maka tidak heran jika nantinya Sayuti Melik tumbuh menjadi seorang yang bernyali tinggi menentang ketidakadilan. Tidak peduli siapa si penindas, baik orang asing maupun sebangsanya sendiri, Sayuti Melik siap menghardik, lewat tulisan-tulisannya yang memang mampu mencekik, juga turun langsung ke ranah publik.

Tertarik ke Kiri

Sejak belia, Sayuti Melik sudah berminat pada isu-isu kebangsaan. Ia rajin membaca buku, koran, juga mengikuti acara diskusi yang menghadirkan tokoh berpengaruh. Pendiri Muhammadiyah, Kyai Haji Ahmad Dahlan, menjadi salah satu sosok panutannya saat itu. Terlebih, jarak rumahnya dengan markas Muhammadiyah di Kauman tidak terlalu jauh.

Seiring daya pikirnya yang kian kritis, Sayuti Melik mulai jenuh dengan ide-ide Ahmad Dahlan yang dianggapnya kurang menggigit. 

“Lama-kelamaan saya tidak tertarik kepada Kyai Dahlan, karena menurut saya dia kurang progresif-revolusioner. Akhirnya saya tinggalkan Kyai Dahlan, dan saya berguru kepada Haji Misbach,” ucapnya (Solichin Salam, Wajah-wajah Nasional, 1990:173).

Haji Misbach adalah seorang ulama terkenal dari Solo yang beraliran kiri. Pada 1920, Sayuti Melik sekolah di Solo dan mulai mengenal haji merah itu lewat tulisan-tulisannya di majalah Islam Bergerak atau Medan Moeslimin. Di kota itu pula, Sayuti Melik memperoleh tambahan wawasan nasionalisme dari gurunya yang justru orang Belanda, H.A. Zurink.

Dari sinilah Sayuti Melik semakin tertarik pada sosialisme, komunisme, Marxisme, dan seterusnya. Waktu itu, hal-hal beraroma merah belum “diharamkan”, bahkan menjadi salah satu ujung tombak perlawanan terhadap kolonial. Sayuti Melik pun menuliskan pemikirannya dan mengirimkan artikel ke berbagai surat kabar yang terbit di tanah air. 
Dikurung Hingga Dibuang

Tulisan dan pergerakan Sayuti Melik yang masif membawanya ke jeruji besi pada usia 16 tahun. Pada 1924, ia menjadi tahanan kolonial di Ambarawa, Jawa Tengah, dengan tuduhan telah menghasut rakyat untuk melawan pemerintah (Arief Priyadi, Wawancara dengan Sayuti Melik, 1986:29).

Dua tahun berselang, ia kena masalah lagi, kali ini lebih serius, dituding terlibat aksi perlawanan—atau dalam sudut pandang pemerintah kolonial: pemberontakan—Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1926. Tak hanya dibui, Sayuti Melik juga turut dibuang ke Boven Digul, Papua, bersama orang-orang PKI (Audrey Kahin, Regional Dynamics of The Indonesian Revolution, 1985:37).

Sayuti Melik baru pulang ke Jawa pada 1933. Namun, tiga tahun kemudian ia dijebloskan lagi ke bui. Sayuti Melik yang saat itu merantau ke Singapura ditangkap pemerintah kolonial Inggris di sana karena dicurigai terlibat dalam gerakan bawah tanah (Soebagijo I.N., S.K. Trimurti: Wanita Pengabdi Bangsa, 1982:36).

Kembali ke tanah air pada 1937, Sayuti Melik bertemu dengan S.K. Trimurti, seorang jurnalis perempuan sekaligus aktivis pergerakan nasional yang juga keluar-masuk penjara sebelum masa itu dan setelahnya. Mereka menikah pada 1938 dan menerbitkan koran Pesat di Semarang.
Dibui Bangsa Sendiri

Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, Sayuti Melik dan Trimurti juga tak luput dari tekanan. Pesat diberangus oleh Jepang karena dianggap berbahaya. Trimurti dibui, sedangkan Sayuti ditangkap karena dituding sebagai komunis (Rosihan Anwar, Sejarah Kecil "Petite Histoire" Indonesia, Volume 3, 2004:254).

Tahun 1943, Trimurti dibebaskan atas permintaan Sukarno. Sayuti Melik dan istrinya pun sempat hidup tenang karena dekat dengan Sukarno yang dikenalnya sejak 1926. Kelak, Sayuti Melik tergabung dalam kelompok Menteng 31 yang membawa Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus 1945. Sehari kemudian, Indonesia merdeka dan teks proklamasi kemerdekaan itu diketik oleh Sayuti Melik. 

Meskipun turut berperan dalam upaya kemerdekaan, menjadi anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dan Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), serta cukup dekat dengan Sukarno sebagai presiden pertama Republik Indonesia, tapi Sayuti Melik tetap saja tidak sepenuhnya merasa merdeka.

Belum genap setahun Indonesia merdeka, Sayuti Melik ditangkap oleh pemerintah RI atas perintah Amir Syarifudin yang kala itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan dengan tuduhan terlibat dalam Peristiwa 3 Juli 1946 yang disebut-sebut sebagai upaya makar pertama pasca-kemerdekaan (Yuanda Zara, Peristiwa 3 Juli 1946: Menguak Kudeta Pertama dalam Sejarah Indonesia. 2009:190).

Lantaran tidak terbukti bersalah setelah diperiksa oleh Mahkamah Tentara, Sayuti Melik lepas dari dakwaan. Kemudian, ia turut berjuang untuk republik melawan Belanda yang ingin berkuasa kembali di Indonesia. Pada 1948, Sayuti Melik ditangkap Belanda, ditahan di Ambarawa, dan baru bebas jelang penyerahan kedaulatan pada 1950.

Dipungut Orde Baru

Kehidupan Sayuti Melik setelah Indonesia sepenuhnya berdaulat ternyata tak kunjung tenteram. Sempat dekat dengan Sukarno, ia justru berbalik melawan dan menentang gagasan sang putra fajar tentang Nasionalisme, Agama, dan Komunisme (Nasakom). Sayuti Melik menuntut “Komunisme” diganti dengan “Sosialisme,” sehingga "Nasakom" seharusnya berganti menjadi "Nasasos" (Soegiarso Soerojo, Siapa Menabur Angin Akan Menuai Badai, 1988:108).

Sayuti Melik juga sangat tidak setuju jika Sukarno menjadi presiden seumur hidup (Tempo, Volume 19, 1989). Lewat tulisan “Belajar Memahami Sukarnoisme” yang dimuat di puluhan media massa, ia memaparkan perbedaan Marhaenisme Sukarno dengan doktrin komunisme ala PKI. Sayuti Melik menyerang PKI—yang dulu pernah dibelanya—yang dianggapnya kerap menjilat sang penguasa. 

Sejak saat itu, Sayuti Melik terkesan diabaikan oleh rezim Sukarno. Namun, saat rezim berganti dan Soeharto mengambil tampuk kepemimpinan, Sayuti justru mendapat perlindungan dari Orde Baru. 

Aroma kiri yang pernah lekat pada diri Sayuti Melik ternyata dimaafkan. Pemilu 1971 dan 1977 bahkan menempatkannya sebagai anggota DPR/MPR dari Fraksi Golkar yang tidak lain adalah representasi dari kekuasaan Soeharto selama Orde Baru berjaya (Jailani Sitohang, Gaya Kepemimpinan Sukarno-Suharto, 1989: 55).

Hidup nyaman di era emas Orde Baru setelah melalui masa muda dari penjara ke penjara, Sayuti Melik meninggal dunia di Jakarta pada 27 Februari 1989 dalam usia 80 tahun. Soeharto selaku presiden datang melayat sang juru ketik proklamasi yang telah menjalani kehidupan penuh intrik dan polemik ini - PT Kontak Perkasa


Sumber:tirto
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:37 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger