Powered by Blogger.
Latest Post

FOMC; Tidak ada keputusan mengakhiri kebijakan QE

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, May 23, 2013 | 8:41 AM

Financeroll – Sejumlah kesepakatan yang tercapai diantara pejabat Bank Sentral AS, The Federal Reserve dalam sidang mereka pada 30 April – 1 Mei silam dibeberkan ke public pada Rabu (22/05).
 
Secara implicit, dinyatakan bahwa tidak ada kesepakatan akan kapan sebaiknya bank sentral mengakhiri kebijakan untuk belanja obligasi. Sejumlah besar pejabat bank sentral memang menginginkan kebijakan ini harus diakhiri segera, setidaknya dalam pertemuan selanjutnya di bulan Juni. Disisi lain, sejumlah kecil pejabat lainnya menginginkan kebijakan ini justru diperlonggar lagi mengingat potensi turunnya inflasi.

Salah satu pejabat bank sentral menginginkan agar belanja obligasi ini dihentikan secepatnya, sementara yang lain lebih menyukai untuk menambah besarnya dana yang dipakai.

Sebelumnya, Gubernur Bank Sentral AS, Ben Bernanke menyatakan pada Kongress bahwa Bank Sentral AS akan mulai mengakhir kebijakan pembelian asset ini dalam beberapa pertemuan selanjutnya jika kondisi ekonomi AS menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang berarti.

Hasil pertemuan tersebut juga menunjukkan bahwasanya The Fed akan mulai mengevaluasi strategi-strategi keluar dari kebijakan ini sebagaimana dinyatakan sejak 2011. Para pejabat Bank Sentral AS memutuskan untuk menggunakan prinsip-prinsip luar yang masih cocok  namun juga Bank Sentral AS akan memerlukan fleksibilitas dalam hal yang lebih rinci. Tidak ada keputusan berarti yang dibuat dalam pertemuan FOMC kali ini, dan Ben Bernanke meminta para jajaran Gubernur Bank Sentral Wilayah untuk lebih bekerja keras dalam mengevaluasi kebijakan dimasa yang akan datang.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:41 AM

Arus keluar ETP di 2013 lampaui arus masuk selama dua tahun sebelumnya

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, May 22, 2013 | 12:21 PM


Bloomberg, (22/5) - Penjualan emas dari produk reksadana emas (exchange-traded product - ETP) yang diperdagangkan di bursa pada tahun 2013 telah melampaui aliran masuk gabungan selama dua tahun terakhir, dengan investor mengurangi kepemilikannya pada laju yang mencapai rekor tertinggi setelah logam kuning itu jatuh ke dalam pasar bearish bulan lalu.

Aset ETP global terkontraksi 10.27 metrik ton menjadi 2,177.12 ton kemarin, sehingga jumlah reduksinya mencapai 454,8 ton pada tahun ini, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Angka itu melebih arus masuk gabungan pada tahun 2011 dan 2012, yang mencapai 446,67 ton. Aset mencapai rekor 2,632.52 ton pada 20 Desember.

Emas turun 18 persen tahun ini karena ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mengurangki skala stimulus moneter yang sampai saat ini telah membantu logam kuning untuk reli selama 12 tahun beruntun hingga tahun 2012. Harga masih akan terus hancur karena inflasi tetap terkendali dan risiko kejadian buruk berkurang, menurut Credit Suisse Group AG, yang perkiraan penurunan emas ke $ 1.100 per ounce selama 12 bulan. Berdasarkan data dari pengajuan bursa bulan ini menunjukkan bahwa George Soros dan BlackRock Inc memangkas kepemilikan saham ETP di kuartal pertama.

Emas untuk pengiriman segera diperdagangkan pada $ 1,377.43 per ounce pukul 10:33 am di Singapura. Harga mencapai lebih dari dua tahun terendah di $ 1,321.95 pada 16 April lalu karena penguatan dolar dan meningkatnya optimisme bahwa AS akan memimpin pemulihan ekonomi global.

Kepemilikan ETP telah jatuh 17 persen pada 2013 setelah berkembang setiap tahun sejak produk itu pertama tercatat pada tahun 2003, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Aset di SPDR Gold Trust, ETP emas terbesar jatuh ke 1,023.08 ton kemarin, terendah sejak Februari 2009 berdasarkan data dari website perusahaan itu. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 12:21 PM

Teknologi pimpin pelemahan bursa Asia

Bloomberg, (22/5) - Sebagian besar saham China mengalami penurunan yang dipimpin oleh saham-saham teknologi, utilitas dan saham-perusahaan kecil sebelum rilis indeks manufaktur awal besok.

Sekitar tiga saham turun untuk setiap satu yang naik di Shanghai Composite Index, yang merosot 0,2 persen ke 2,300.72 pada pukul 10:09 pagi waktu setempat.

'Pasar akan mendapat beberapa konsolidasi di level ini,' kata Wei Wei, analis dari West China Securities Co di Shanghai. 'Pertumbuhan ekonomi China akan stabil di kuartal ini dan kuartal berikutnya, dan pertumbuhan juga tidak akan menjadi semakin parah.'

Shanghai Composite telah rebound 5,8 persen sejak 2 Mei pada spekulasi bahwa pemerintah China akan mempercepat reformasi ekonomi setelah mengatakan bahwa proyek-proyek investasi untuk bandara dan gas tidak memerlukan pra-persetujuan dari pemerintah lagi.

Index CSI 300 turun 0,1 persen di level 2,611.65 hari ini.

Bursa saham Hong Kong menunda perdagangan sekuritas dan derivatif sesi pagi karena sinyal peringatan hujan badai hitam, menurut pernyataan bursa tersebut.

HSBC Holdings Plc dan Markit Economics akan merilis pembacaan awal indeks manufaktur China untuk bulan Mei besok. Indeks ini mungkin akan berada di angka 50,4, tidak berubah dari angka 50,4 pada bulan sebelumnya, menurut estimasi median dari 12 analis dalam survei Bloomberg. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas manufaktur. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:51 AM

Hongkong Markets Delay Open due to Black Rainstorm Warning


sumber: http://www.hkex.com.hk/eng/newsconsul/hkexnews/2013/130522news.htm

Securities and Derivatives Markets Delay Open due to Black Rainstorm Warning

Hong Kong Exchanges and Clearing Limited (HKEx) announced that the morning trading sessions of both the securities and derivatives markets have been delayed due to the issuance of Black Rainstorm Warning.
If Black Rainstorm Warning remains issued at 9:00 am, the morning trading sessions for all markets will be cancelled.
If Black Rainstorm Warning is cancelled at or before 12:00 noon, major products of HKEx’s securities and derivatives markets will resume trading in the afternoon.  Trading will begin on the first half hour at least two hours after the cancellation of the Black Rainstorm Warning.
If Black Rainstorm Warning remains issued at 12:00 noon, all trading sessions today will be cancelled.
HKEx will make a further announcement in due course. 
For the details of arrangements for trading, and clearing and settlement during typhoons and black rainstorms, please refer to the rule books and summary table, which can be accessed via the Market Operations section of the HKEx website at http://www.hkex.com.hk (http://www.hkex.com.hk/eng/market/typhoons/TradingArrangement.htm).
For the latest black rainstorm news, please refer to the website of the Hong Kong Observatory (http://www.hko.gov.hk).

Ends
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:57 AM

Topix Jepang bergerak tipis di sesi pertama

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, May 21, 2013 | 10:31 AM


Bloomberg, (21/5) - Indeks Topix Jepang berayun antara keuntungan dan kerugian setelah kemarin ditutup pada level tertinggi dalam 4,5 tahun

Sekitar sembilan saham naik untuk setiap delapan yang jatuh di Topix, yang naik 0,3 persen ke posisi 1,272.66 pada istirahat perdagangan di Tokyo setelah jatuh sebelumnya sebanyak 0,3 persen. Index itu kemarin ditutup di level tertinggi sejak 12 Agustus 2008. Sementara, indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,1 persen ke 15,369.13 pagi ini dengan volume 78 persen di atas 30-hari rata-rata intraday-nya.

'Penurunan yen mendorong sentimen risiko,' kata Ayako Sera, strategist dari Sumitomo Mitsui Trust Bank Ltd. 'Harga-harga komoditas menguat kemarin dan itu memberikan dukungan terhadap saham terkait.'

Produsen besi dan baja memimpin kenaikan di antara 33 kelompok industri di index Topix, diikuti oleh perusahaan-perusahaan minyak dan batubara. Indeks yang melacak produsen baja telah melonjak sekitar 12 persen sejak Perdana Menteri Shinzo Abe pada 17 Mei lalu berjanji untuk meningkatkan investasi swasta dan ekspor infrastruktur sebagai bagian dari rencana pertumbuhannya.

Minyak mentah West Texas Intermediate diperdagangkan mendekati harga tertinggi dalam hampir dua bulan terakhir, sementara London Metal Exchange Indeks dari enam logam industri naik untuk hari ketiga. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:31 AM

Harga Minyak mentah berakhir menguat

Financeroll – Harga Minyak mentah dalam perdagangan Senin (20/05) berakhir menguat ditengah melemahnya Dolar AS dan optimisme pasar akan permintaan energy yang lebih baik.

Harga minyak mentah untuk kontrak pengiriman bulan Juni berakhir naik 69 sen ke harga $96.71 per barel di bursa New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, di hari Jumat, harga  minyak mentah telah naik 86 sen ke harga $96.02 per barel setelah data ekonomi AS nyatakan kenaikan sentiment konsumen di bulan Mei. Hal ini membuat pasar optimis akan kenaikan permintaan minyak dimasa yang akan datang. Sementara itu, Dolar AS mengalami pelemahan atas mata uang besar lainnya. Hal ini semakin mendorong kenaikan harga minyak.

Tidak adanya data ekonomi yang cukup kuat dalam dua hari ini, diperkirakan pasar masih akan bergerak dalam kisaran tipis, dimana pelaku pasar akan bersikap menunggu hasil pertemuan Komisi Pasar Bebas, FOMC dari The Fed yang akan diutarakan pada Rabu lusa. Ben Bernanke, Gubernur Bank Sentral AS juga dijadwalkan akan memberikan opini ekonomi nantinya.

Para pialang juga menitik beratkan pada suplai minyak mentah saat ini, yang diyakini mencapai posisi tertinggi selama sepekan dalam 30 tahun terakhir ini. Data yang disampaikan oleh Energy Information Administration menyatakan demikian. Sementara data dari American Petroleum Institute mengenai suplai minyak di AS akan dirilis hari Selasa ini dan pemerintah AS akan mengeluarkan datanya di hari Rabu. Melihat potensi yang ada, diyakini akan sangat berat untuk melakukan kenaikan harga minyak mentah lebih lanjut.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:41 AM

Bursa Asia terkoreksi menanti rapat BOJ

Kontan.co.id - TOKYO. Bursa Asia bergeser sedikit menjauhi level terkuatnya dalam lima tahun sementara yen melemah. Investor menanti rapat kebijakan Bank of Japan yang dimulai hari ini.

Indeks MSCI Asia Pasifik terkoreksi 0,2% ke 144,07 pukul 08.21 WIB. Indeks futures Standard & Poor’s 500 tergerus 0,1%.

Di pasar uang, yen kembali melemah 0,2% ke 102,44 per dollar AS, setelah kemarin menguat 0,9%. Sedangkan won menguat 0,3% ke 1.114,14 per dolalr.

Sebelum BOJ mulai membahas kembali ekonomi Jepang, sebelumnya Menteri Ekonomi negeri Sakura Akira Amari menyatakan harapannya bahwa pasar akan menemukan keseimbangan nilai tukar yen.

Di belahan benua yang lain, kemarin Gubernur Fed Charles Evans mengatakan bahwa ekonomi As banyak membaik. Besok, Gubernur Federal Reserves Ben Bernanke akan memberi penjelasan soal ekonomi AS di hadapan KOngres. Sementara itu, Goldman Sachs Group Inc. bersiap menjual sahamnya yang tersisa di Industrial & Commercial Bank of China Ltd.

"Data ekonomi membaik di pekan-pekan terakhir ini dan kita mulai melihat lebih banyak orang bicara soal Fed yang mengurangi stimulusnya. Kita telah melihat volatilitas yang meningkat dan ini akan mendukung jeda sesaat di pasar," kata Ashley Perrott, Head of pan-Asia Fixed-income UBS AG Global Asset Management.

Di saat yang sama pagi ini, indeks Nikkei 225 tergerus 0,2%. Indeks Australia S&P/ASX 200 terpukul 0,6%.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:22 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger