Powered by Blogger.
Latest Post

IHSG Belum Bosan Cetak Rekor, Tembus 7.436! 7 Saham Ini Pahlawannya

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, March 14, 2024 | 11:04 AM

 


Kontakperkasa Futures - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau kembali menguat pada perdagangan sesi I Kamis (14/3/2024) dan kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa barunya pada hari ini.
Per pukul 09:39 WIB, IHSG menguat 0,21% ke posisi 7.436,95.Ini menjadi rekor tertinggi sementaranya di IHSG pada hari ini.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 2,2 triliun dengan melibatkan 4 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 287.782 kali.

Secara sektoral, sektor teknologi menjadi penopang IHSG pada sesi I hari ini yakni mencapai 1,04%.

Selain itu, beberapa saham juga menjadi penopang atau movers IHSG di sesi I. Berikut daftar sahamnya.

EmitenKode SahamIndeks PoinHarga TerakhirPerubahan Harga
Bank Central AsiaBBCA8,6010.2002,00%
Chandra Asri PacificTPIA7,186.3752,41%
GoTo Gojek TokopediaGOTO6,24715,97%
Telkom Indonesia (Persero)TLKM2,333.9401,03%
Astra InternationalASII2,265.2000,97%
Bank Mandiri (Persero)BMRI2,257.3000,34%
Barito Renewables EnergyBREN1,936.1750,41%


Saham perbankan paling jumbo di Indonesia yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi penopang terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 8,6 indeks poin.

IHSG kembali mencetak rekor tertinggi sementaranya setelah kemarin mencetak rekor lagi di 7.421,21. IHSG kembali menguat di tengah sikap investor yang menanti rilis data ekonomi penting di dalam negeri dan luar negeri.

Pertama, akan ada rilis data klaim pengangguran mingguan yang akan semakin melengkapi kondisi pasar tenaga kerja di AS secara keseluruhan.

Jumlah orang yang mengklaim tunjangan pengangguran di AS diproyeksi naik jadi 218 ribu untuk pekan yang berakhir pada 9 Maret 2024, dibandingkan minggu sebelumnya sebesar 217 ribu.

Angka dari jumlah klaim pengangguran yang meningkat akan menjadi sentimen baik. Karena dipandang menjadi 'pelicin' bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk menurunkan suku bunga segera.

Pada pekan lalu, Ketua The Fed Jerome Powell dalam pidatonya kepada anggota parlemen AS memperkirakan akan menurunkan suku bunga acuannya pada tahun ini. Namun secara tepat kapan turun masih belum bisa dipastikan.

"Jika perekonomian berkembang secara luas seperti yang diharapkan, kemungkinan akan tepat untuk mulai menarik kembali pembatasan kebijakan pada suatu waktu di tahun ini," kata Powell dalam pidatonya yang disiapkan untuk disampaikan pada sidang di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR.

"Tetapi prospek ekonomi masih belum pasti, dan kemajuan menuju sasaran inflasi 2% masih belum terjamin," tegasnya.

Berikutnya, pada nanti malam juga akan rilis data mengenai inflasi produsen di AS yang diproyeksi meningkat. Ini mengikuti rilis inflasi konsumen atau CPI pada kemarin lusa

Melansir data Trading Economic, price producer index (PPI) diproyeksikan tumbuh lebih tinggi pada Februari 2024 sebesar 1,1% secara tahunan (yoy) dibandingkan pada Januari sebesar 0,9% yoy.

Kendati begitu, untuk indeks harga produsen inti atau core PPI pada Februari 2024 diperkirakan tetap bisa melandai dengan pertumbuhan 1,9% yoy dibandingkan bulan sebelumnya 2% yoy.

Kemudian ada rilis data juga terkait penjualan ritel di AS untuk periode yang sama. Konsensus Trading Economic memproyeksikan penjualan ritel di negeri Paman Sam ini bisa merangkak naik 1% yoy.

Sebagai informasi, pada bulan sebelumnya penjualan ritel AS jatuh ke 0,6% yoy. Ini menjadikannya sebagai pertumbuhan terendah sejak Mei 2020 lalu.
- Kontakperkasa Futures

Sumber : cnbcindonesia.com

 

Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:04 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger