Powered by Blogger.
Latest Post

Dari Evolusi Sampai Saus, Begini Isi Buku Harian 5 Orang Penting

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, June 23, 2017 | 11:09 AM

Kontak Perkasa Futures - Selain Anne Frank masih ada orang-orang berpengaruh lainnya yang mencatat berbagai hal dalam buku harian mereka. Siapa saja mereka, berikut adalah beberapa orang berpengaruh di dunia yang menuliskan pemikiran mereka ke dalam buku harian.

Charles Darwin

Naturalis Charles Darwin mencatat semua hal yang ia alami dan ia ingat dalam sebuah buku harian, bahkan ia terus memperbaharui buku itu sampai beberapa bulan sebelum kematiannya pada tahun 1881.

Tulisan yang paling terkenal adalah catatan penelitiannya saat menjelajah pantai Amerika Selatan dari tahun 1831-1836. Darwin mengamati dan mencatat dengan cermat geologi, hewan dan fosil di setiap lokasi dan mulai mengumpulkan petunjuk yang kemudian membentuk dasar teori evolusi.

Peggy Whitson

Astronom NASA dan ahli biokimia Peggy Whitson telah dua kali bertugas sebagai komandan stasiun luar angkasa (ISS), totalnya ia tinggal di luar angkasa selama 534 hari.

Buku hariannya berisi pengalamannya ketika berada di ISS, isinya mengenai rutinitas harian astronot, tanggung jawab secara teknis, hingga deskripsi aneh tentang bumbu yang mereka gunakan untuk makanan mereka. Jurnal harian itu kemudian diarsipkan secara online oleh NASA.

"Moto kru kami adalah, semuanya mengenai saus. Kita punya saus salsa, saus lada pedas, pasta tomat kering, pasta pesto, minyak zaitun, saus lobak, mayones, saus BBQ, mustard dari berbagai jenis," tulis Whitson dalam ekspedisi ke-16 di ISS yang berlangsung dari tanggal 10 Oktober 2007 hingga 19 April 2008.

Frida Kahlo

Pelukis surealis yang karya-karyanya terinspirasi oleh cerita rakyat Meksiko dikenal sebagai salah satu seniman paling penting di abad ke-20.

Catatan harian yang ia tulis selama 10 tahun terakhir hidupnya kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku dengan judul Buku Harian Frida Kahlo: Potret Diri yang Intim.

Buku itu tidak hanya berisi mengenai proses kreatifnya, tetapi juga mengenai pribadinya, bahkan hubungannya dengan suaminya, Diego Rivera.

Che

Che Guevara lahir di Argentina, meninggalkan karir di bidang kedokteran untuk membawa pesan Marxisme dan revolusi pada masyarakat Amerika Selatan.

Dia lalu menjabat sebagai penasihat diktaktor Kuba, Fidel Castro. Buku hariannya 'Mengenang Perang Revolusi Kuba' merupakan catatannya dalam membentuk gerakan gerilya untuk menggulingkan kediktatoran pemimpin sebelumnya pada tahun 1959.

Sementara itu, buku hariannya yang belum selesai, 'The Bolivian Journal,' ditemukan di antara barang-barangnya setelah ia terbunuh di Bolivia pada tahun 1967.

Marie Curie

Ahli Kimia dan fisikawan nuklir ini juga mendokumentasikan penelitiannya dalam jurnal pribadinya. Pada tanggal 16 Desember 1867, Marie Curie membuat catatan pertama mengenai penelitiannya tentang radioaktif.

Ia bersama-sama dengan suaminya menyelidiki unsur radioaktif, polonium, dan radium yang sebelumnya tidak diketahui. Pada tahun 1910, dia membuktikan jika radium merupakan unsur baru dengan memproduksinya sebagai logam murni.

Dia dan suaminya lalu dianugrahi penghargaan nobel fisika pada tahun 1903, dan dia memperoleh penghargaan nobel kimia pada tahun 1911.

Sayangnya, paparan radiasi jangka panjang selama penelitiannya membuat Curie meninggal. Buku catatannya yang masih terpapar radioaktif disimpan di perpusatakaan nasional di Paris. Buku itu disimpan dalam kotak khusus berlapis timbal dan pengunjung dapat melihatnya setelah mengenakan pakaian pelindung - Kontak Perkasa Futures

Sumber:nationalgeographic
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:09 AM

Tips Mudik Lebaran Nyaman Bersama Si Kecil

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, June 22, 2017 | 10:11 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Idul Fitri tinggal menghitung hari. Mudik Lebaran bersama keluarga ke kampung halaman sambil membawa anak, akan lebih nyaman kalau kita tahu tipsnya.

Membawa anak kecil di bawah usia 10 tahun untuk bepergian jauh saat mudik Lebaran memang susah-susah gampang. Apalagi, bila anak belum sering untuk menempuh perjalanan lebih dari 2 jam. Baik menggunakan kendaraan pribadi atau umum, ini menjadi suatu tantangan bagi orang tua.

kali ini kami akan memberikan beberapa tips agar Mudik Lebaran bersama anak lebih aman dan nyaman:

1. Siapkan tas khusus perlengkapan anak


Agar memudahkan mengambil peralatan yang dibutuhkan, baiknya gunakanlah tas khusus untuk berbagai peralatan sang buah hati. Ini juga memudahkan orang tua serta menghemat waktu.

Gunakanlah tas yang tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil. Seperti tas berukuran sedang model sling bag atau ransel sedang. Kelompokkan berbagai jenis kebutuhan dalam bentuk pouch, sehingga tidak terlalu sulit saat mencari barang yang dibutuhkan.

2. Persiapkan MPASI atau snack sebelum berangkat

Bayi yang sudah berusia di atas 6 bulan biasanya didampingi makanan tambahan selain ASI. Persiapkan makanan pendamping beberapa hari sebelum keberangkatan mudik Lebaran.

Jika ingin mudah, bawalah biskuit instan untuk bayi, jangan lupa untuk membawa penghangat atau botol air panas serta pendingin untuk stok cadangan ASI. Bagi yang sudah balita, bisa dibawakan beberapa camilan seperti biskuit atau buah. Ini sangat berpengaruh terhadap stok asupan anak selama perjalanan mudik Lebaran.

3. Bawalah buku atau mainan

Perjalanan mudik Lebaran berjam-jam rentan membuat anak bosan. Bawalah beberapa benda untuk hiburan seperti buku atau mainan edukatif.

Apabila sang anak dirasa terlalu kecil untuk bermain gadget, traveler bisa membawa buku cerita atau mainan interaktif dan edukatif untuk dibawa sembari menemani perjalanan. Apabila anak bosan, ini akan menjadi saat yang membuat orang tua lebih repot karena jarak tempuh mudik Lebaran yang juga jauh.

Permainan interaktif juga dapat dimainkan oleh seluruh anggota keluarga saat bepergian jauh seperti mudik. Misalnya permainan 'ABC 5 Dasar' atau kuis-kuis jenaka. Ini juga dapat menjadi bonding keluarga lho!

4. Membawa peralatan P3K

Saat mudik Lebaran, kadang hal yang tidak terpikirkan sering terjadi, seperti sakit secara mendadak. Antisipasinya, bawalah peralatan P3K dasar.

Isinya dapat berbagai macam. Seperti alkohol antiseptik, kapas, tisu, minyak angin atau obat-obatan pereda nyeri yang cocok untuk anak. Yang paling penting untuk menjaga daya tahan tubuh adalah vitamin, atau traveler bisa membawa perasan lemon dan madu agar lebih alami dan mudah dibawa.

5. Gunakan car seat

Untuk bayi dan balita, biasanya duduk di kursi mobil atau kendaraan bisa menjadi hal yang cukup sulit. Maka dari itu, tidak ada salahnya utuk membawa car seat khusus bayi.

Apabila tidak memiliki car seat, orang tua dapat membawa bantal dan guling serta selimut untuk memberikan ruang khusus anak. Ini agar si kecil tetap merasa nyaman dan terjaga keamanannya.

6. Ceritakan kondisi yang dihadapi

Anak kecil yang sudah mulai mengerti berinteraksi biasanya akan lebih bingung saat diajak mudik Lebaran ke kampung halaman. Ini dikarenakan mereka jarang bertemu sehari-harinya.

Selama perjalanan, orang tua dapat menceritakan tentang berbagai anggota keluarga dan para saudara. Juga berbagi pengalaman kepada sang anak tentang hidup di kampung halaman serta kondisi dan situasinya kini. Hal ini dapat menghindari anak dari kaget situasi saat sampai tempat tujuan - PT Kontak Perkasa Futures
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:11 AM

Waspada Kebutaan pada Penderita Diabetes

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, June 21, 2017 | 8:52 AM

PT Kontak Perkasa - Selain menjadi salah satu penyakit yang banyak diderita masyarakat dunia, diabetes ternyata memiliki dampak yang seringkali tak diketahui penderita, yakni kebutaan. Kasus ini terjadi pada lebih dari 30 persen penderita diabetes.

Diabetes melitus merupakan sekelompok kelainan yang ditandai adanya gangguan pengaturan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang buruk. Tanda khas pada penderita penyakit ini adalah kadar gula darah yang tinggi dan berlangsung menahun.

Data International Diabetes Federation tahun 2014 menyebutkan satu dari dua belas orang di dunia menderita penyakit ini. Jumlah tersebut setara dengan 387 juta orang. Angka tersebut diprediksi bertambah menjadi 205 juta di tahun 2035. Setiap 7 detik, satu orang meninggal akibat penyakit diabetes.

Tahun 2017 ini, angka penderita diabetes malah semakin bertambah menjadi 415 juta penderita. Jika disederhanakan, penyakit ini menjangkiti satu dari 11 orang dewasa di dunia. Jumlahnya akan meningkat menjadi 642 penderita di tahun 2040. Dan setiap 6 detik, satu orang diprediksi meninggal karena penyakit ini.

Dari jumlah tersebut, diketahui satu dari tujuh kelahiran merupakan diabetes gestasional. Diabetes gestasional merupakan diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Penderitanya berisiko melahirkan bayi besar sehingga harus dilakukan operasi caesar dan penyakitnya menurun pada anak.
Komplikasi Mata

Di Indonesia sendiri, diperkirakan 8,8 juta orang terkena diabetes dan diprediksi akan meningkat menjadi 21,3 juta di tahun 2030. Saat ini, Indonesia merupakan negara peringkat ketujuh dengan populasi diabetes terbesar di dunia. Di tahun 2040 nanti, peringkat ini kemungkinan akan naik menjadi posisi keenam.

Tingginya angka penderita diabetes di Indonesia seharusnya diimbangi dengan kesadaran penderita akan gejala komplikasi yang diakibatkan. Hal ini bertujuan untuk mencegah komplikasi naik ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadi semakin parah.

Komplikasi penderita diabetes dapat dibagi menjadi dua, yakni komplikasi pada makrovaskuler (jaringan pembuluh darah besar) maupun mikrovaskular (jaringan pembuluh darah kecil). Komplikasi makrovaskuler biasanya menimbulkan penyakit seperti stroke, komplikasi hati dan hipertensi, penyumbatan aliran darah, dan gangguan pada kaki. Komplikasi microvaskuler dapat berakibat pada sakit ginjal, neoropathy atau gangguan fungsi saraf dan gangguan pada kaki. Ia juga bisa menyerang mata dengan retinopati dan katarak sehingga menyebabkan kebutaan.

Sejatinya, komplikasi diabetes terjadi akibat pecahnya pembuluh-pembuluh darah di tubuh karena insulin tak bisa lagi menahan kadar gula darah yang tinggi. Pembuluh darah yang pecah, bisa jadi menyasar pada otak, jantung, hati, ginjal, pembuluh darah arteri, maupun pembuluh darah pada retina mata.

Menurut Referano Agustiawan, dokter ahli pelayanan vitreoretinal, meski belum ada penelitian menyeluruh tentang jumlah penderita diabetes retinopati (DR). Namun, penghitungan dari masing-masing pusat diabetes retinopati di beberapa kota menunjukkan komplikasi diabetes yang berujung ke mata mencapai 30 persen.

“Dari jumlah itu, sebanyak sepertiganya mendekati kebutaan,” katanya.

Diabetes retinopati merupakan komplikasi utama dari diabetes melitus yang berupa gangguan pada retina dan secara signifikan menyebabkan kebutaan di tingkat global. Di dunia, sebanyak 34,6 persen penderitanya merupakan populasi dari penderita diabetes melitus. Ia menjadi penyumbang 1 persen gangguan penglihatan dan 1 persen kebutaan.

Sayangnya, banyak dari pasien dengan komplikasi ini tidak menyadari telah terkena gangguan mata karena diabetes. Karena penyakit diabetes retinopati tak menunjukkan gejala secara khusus di awal terjangkitnya, ia bisa dikatakan telah menjadi fenomena gunung es.

“Setelah diperiksa ke dokter, ternyata retinanya sudah berdarah. Dan mereka menyangkal memiliki diabetes,” ujar dokter yang biasa dipanggil dokter Nano tersebut.

Biasanya, seseorang yang terkena diabetes retinopati akan mengalami gangguan mata awal dengan adanya floaters atau beberapa bayangan hitam pada penglihatannya. Di tingkat yang lebih parah, garis lurus akan terlihat seperti melengkung.

Penderita DR terkadang mengira lensa kacamatanya perlu diganti dengan yang baru. Namun, setelah pergi ke optik, mereka tidak menemukan kecocokan dengan lensa mana pun dan gangguan matanya tak berkurang.

Jika Anda mengalami gejala seperti itu, sebaiknya Anda langsung memeriksakan mata dan kadar gula darah. Sebab, semakin cepat didiagnosis, maka akan semakin mudah dilakukan tindakan pencegahan agar gejalanya tak memburuk.

“DR ini merupakan kebutaan yang tak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah. Banyak diderita oleh orang dengan usia produktif.”

Berdasarkan hasil screening American Academy of Ophthalmology, seseorang yang terkena diabetes tipe 1 dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan ke matanya 3-5 tahun setelah diagnosis. Sementara itu, penderita diabetes tipe 2 harus segera memeriksakan matanya langsung saat terdiagnosis.

“Karena biasanya, orang terkena DR setelah 10 tahun setelah terkena diabetes,” ungkap Nano.

Setelah proses diagnosis dilakukan, dokter akan memutuskan tipe tindakan yang harus dilakukan pada pasien. Jika pembuluh darah yang pecah belum banyak yang bocor, tindakan paling lazim dilakukan adalah melaser kebocoran agar tidak meluas.

Berbeda dengan katarak atau penyakit mata lainnya yang akan sembuh dengan tindakan operasi, tindakan medis pada DR tak akan mengembalikan kondisi mata menjadi normal. Untuk itu, dokter Nano menganjurkan agar para penderita diabetes untuk segera memeriksakan kondisi matanya saat terdiagnosis diabetes - PT Kontak Perkasa
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:52 AM

Kurangi Konsumsi Gula Sekarang Juga

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, June 20, 2017 | 8:34 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Di usianya yang ke-69 tahun, Carolyn Hartz masih terlihat sangat bugar. Memiliki tubuh bugar di usia senja adalah dambaan banyak orang. Untuk mendapatkannya, tidak sedikit yang menjalani diet keras, olahraga rutin, hingga menghindari makanan tertentu. Begitu pula yang dilakukan Carolyn Hartz. Sejak 28 tahun yang lalu ia fokus menghindari mengkonsumsi gula.

Carolyn menyatakan telah berhenti mengonsumsi gula karena ia didiagnosa mengalami pra-diabetes sehingga harus mengurangi gula.

"Saat awal aku cukup kesulitan karena aku sangat suka gula. Akan tetapi aku tahu ini bisa membuatku menjaga kesehatan dan tubuh agar bisa tetap sehat," ungkap Carolyn Hartz seperti dikutip dari Metro.

Selain itu, untuk mendapatkan tubuh yang bugar dan sehat, Carolyn juga menyatakan ia sangat peduli dengan apa pun yang dikonsumsinya setiap hari.

"Kalian harus mengawasi apa saja makanan yang akan kalian masukkan ke dalam mulut. Selain itu kalian juga harus menggerakkan badan. Saat ini aku juga mengonsumsi xylitol yaitu pengganti gula alami yang dibuat dari buah beri dan sayuran," tambahnya.

Takaran Konsumsi Gula yang Tepat
WHO merekomendasikan untuk mengonsumsi gula kurang dari 50 gram per hari. Namun banyak yang belum bisa mengatur pola makan, termasuk konsumsi gula per harinya.

Sebuah penelitian yang dipublikasikan Journal of the Indonesian Nutrition Association menunjukkan bahwa 29,7 persen penduduk Indonesia, atau setara dengan 77 juta jiwa, sudah mengonsumsi gula melebihi rekomendasi WHO. Sementara rata-rata orang Amerika mengkonsumsi sekitar 32 sendok teh, atau setara dengan 126 gram gula per hari.

Yang lebih berbahaya,  masyarakat mengonsumsi gula berupa sirup jagung fruktosa atau sirip fruktosa tinggi atau high-fructose corn syrup (HFCS). Ini adalah gula yang diproses lebih murah namun 20 persen lebih manis dari gula meja biasa. Karena lebih murah biaya produksinya banyak produsen makanan dan minuman memutuskan menggunakannya sebagai bahan produk mereka. HFCS ditemukan dalam hampir semua jenis makanan olahan dan minuman hari ini.

Gula sebenarnya adalah hepatotoksin dan dimetabolisme langsung menjadi lemak. Faktor inilah yang menjadi salah satu pemicu obesitas dan berbagai masalah lain yang berdampak pada kesehatan.

Konsumsi gula berlebih dapat mengakibatkan insulin menjadi resisten yaitu tidak mampu menjalankan tugasnya dalam metabolisme gula menjadi energi, sehingga terjadi peningkatan kadar gula darah (hiperglikemia) yang berisiko memicu kegemukan (obesitas) dan diabetes mellitus. Diabetes yang tidak terkontrol akan berisiko mengganggu organ tubuh lainnya, seperti jantung, ginjal dan lain-lain.

Diabetes melitus menjadi penyakit yang cukup tinggi kemunculannya di berbagai negara dan merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kasus diabetes melitus di Indonesia yang mencapai 8,4 juta orang penderita. Jumlah itu membuat Indonesia berada di urutan keempat, setelah India, China dan Amerika, sebagai negara dengan jumlah penderita diabetes melitus terbanyak. Jika tidak ada perubahan, jumlah penderita diabetes melitus di Indonesia diperkirakan akan terus meningkat sampai 21,3 juta orang pada 2030 nanti.

Studi lainnya juga menemukan bahwa fruktosa mudah digunakan oleh sel kanker untuk meningkatkan proliferasi (pembelahan sel yang merupakan bagian dari pertumbuhan sebuah sel) mereka. Fruktosa "memberi makan" sel kanker, mempromosikan pembelahan sel dan mempercepat pertumbuhan sel kanker tersebut, yang memungkinkan kanker menyebar dengan lebih cepat.
Membatasi Konsumsi Gula

Tradisi minum teh di Tiongkok mengajarkan untuk tidak menambahkan gula ke dalam seduhan. Hal ini ditekankan agar masyarakat dapat mengapresiasi cita rasa asli dari masing-masing teh yang mereka minum.

Hal ini berlaku juga pada kopi. Beberapa warung kopi di Indonesia bahkan sudah mempraktikkannya. Mereka menolak memberikan tambahan gula kepada pelanggan yang memesan kopi. Hal ini dikarenakan gula dapat mengganggu cita rasa utama pada ragam kopi yang mereka minum.

Hal tersebut sebenarnya dapat diadaptasi dalam perilaku sehari-hari yaitu dengan seminimal mungkin menggunakan gula tambahan dalam makanan atau minuman. Karena, sebenarnya, dalam makanan dan minuman tersebut sudah terkandung gula alami. Misalnya fruktosa yang banyak terkandung dalam buah-buahan. Jadi tidak perlu sebenarnya menambahkan gula pada jus atau smoothies buah.

Selain itu, disarankan juga untuk banyak minum air putih dan menghindari banyak konsumsi minuman bersoda dan minuman dengan pemanis buatan. Perlu diingat bahwa pemanis buatan seperti aspartame dan sakarin mempunyai kadar gula yang jauh lebih tinggi dibanding gula alami. Hal ini tentu tidak direkomendasikan untuk tubuh.

Selain itu, untuk mengatur kadar gula tubuh, disarankan juga untuk mengonsumsi produk fermentasi. Bakteri yang menguntungkan dalam makanan sehat ini dapat mendukung pencernaan dan memberikan detoksifikasi yang membantu mengurangi beban fruktosa pada hati. Beberapa pilihan produk fermentasi terbaik adalah kombucha, kimchi, yogurt, dan kefir yang dibuat dari susu yang diberi makan rumput, dan sayuran yang difermentasi.

Gula, dalam bentuk aslinya, sebenarnya tidak melulu buruk, asalkan dikonsumsi dalam jumlah cukup. Sebagai rekomendasi umum, Dr. Mercola menyarankan agar tetap mempertahankan konsumsi fruktosa total sebesar 25 gram per hari, termasuk dari buah. Meskipun buah kaya nutrisi dan antioksidan, buah-buahan juga mengandung fruktosa secara alami - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:34 AM

Kisah Peninggalan Nabi Muhammad di Istanbul

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, June 19, 2017 | 7:57 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Sebuah antrean panjang menggular di depan Masjid Hirka-i-Serif yang masuk area Istana Topkapi, Istanbul, Turki pada Jumat, 2 Juni 2017. Barisan laki-laki dan perempuan dipisah. Sesuai nama masjid yang berarti “Jubah Suci”, para pengunjung terlihat tak sabar untuk melihat dengan mata kepala sendiri: jubah peninggalan Nabi Muhammad SAW.

Ritual ini juga jadi bagian dalam perjalanan spiritual mereka dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Masjid Hirka-i-Serif selalu ramai terutama tiap bulan suci, jumlah pengunjungnya ditaksir mencapai ratusan ribu. Para pengunjung datang dari seluruh penjuru dunia. Hindustan Times melaporkan, rata-rata pengunjung mengaku ingin lebih dekat dengan Rasul terakhir Allah.

Ada sejumlah versi tentang perjalanan jubah Muhammad ini, dari yang berpindah tangan ke sejumlah pihak, hingga kini tersimpan rapi di Istana Topkapi.

Versi pertama, sebagaimana disampaikan oleh mufti Istanmbul Kamil Yilmaz pada AFP, berawal dari seorang sosok bernama Uwais al-Qarni dari Yaman yang pada abad ke-7 pergi ke Madinah untuk menemui Muhammad. Pertemuan itu gagal sebab ibunya jatuh sakit sehingga Uwais harus kembali ke kampungnya.

Muhammad tertarik dengan perjuangan Uwais. Saat kembali dari Madinah, Muhammad menyampaikan kepada para sahabatnya agar jubahnya akan diwariskan kepada Uwais usai dirinya meninggal. Beberapa saat setelah Muhammad meninggal pada tanggal 8 Juni 632, jubah tersebut dikirimkan oleh dua orang sahabat nabi langsung ke rumah Uwais di Yaman.

Dalam Perang Siffin yang terjadi di Suriah pada tahun 657, Uwais turut mengangkat senjata untuk membela Kekalifahan Ali bin Abi Thalib melawan Muawiyah ibnu Abu Sufyan. Sebagaimana dilaporkan Ibnu Batuta, Uwais tewas dalam pertempuran tersebut. Ia tak punya anak, sehingga jubah warisan Muhammad dijaga oleh anggota keluarganya yang lain secara turun-temurun.

Pada tahun 1611 penguasa Kesultanan Utsmaniyyah Sultan Ahmed I membawa jubah tersebut ke Istanbul dari Kuasadasi, sebuah wilayah di bagian barat Turki di mana keturunan Uwais al-Qarni menjaganya dengan baik. Pada 1851 Sultan Abdul Majid membangun Masjid Hirka-i-Serif di distrik Fatih agar jubah berharga tersebut bisa tersimpan dalam kondisi yang lebih baik dan aman.

Menurut Kamil Yilmaz, ada dua kunci menuju ruangan penyimpanan jubah. Satu dipegang oleh pendiri masjid alias yayasan pengurus situs tersebut sementara yang satu dipegang oleh keluarga keturunan Uwais. Kepala penjaga jubah Muhammad kini ada di tangah Basir Samir, keturunan Uwais ke-59.

Kisah perjalanan jubah Muhammad versi kedua dicatat oleh Norman Mosley Panzer dalam bukunya yang berjudul panjang, The Harem: an Account of the Institution as It Existed in the Palace of the Turkish Sultans, With a History of the Grand Seraglio From Its Foundation to the Present Time. Di bab ke-11 disebutkan bahwa jubah tersebut, usai sang nabi meninggal, diberikan kepada seorang sahabat bernama Ka'ab ibu Zuhair.

Ka'ab ibu Zuhair dikenal reputasinya sebagai penyair Arab. Ia menulis kasidah berisi pujian pada sang nabi bertajuk Banat Su'ad dan tercatat sebagai puisi pujaan kepada Rasullluah yang pertama. Ia membacakannya di depan Muhammad usai masuk Islam. Dikisahkan Muhammad amat tersentuh dengan karya dan pujian Ka'ab, sehingga ia menghadiahkan jubahnya kepada Ka'ab.

Anak Ka'ab, yang diwarisi jubah tersebut, menjualnya pada Muawiyah pertama, sang pendiri Dinasti Umayyah. Jubah berpindah tangan tiap pergantian dinasti. Usai Umayyah runtuh, jubah pindah ke Baghdad, Irak, diamankan oleh kekuasaan Dinasti Abbasiah. Kemudian jubah berganti kepemilikan ke Dinasti Mamluk di Kairo, Mesir. Perjalanan terakhir jubah diinisiasi oleh Sultan Selim I, penguasa Dinasti Utsmaniyah, yang pada 1595 memindahkannya ke Istana Topkapi.

Sebuah puisi berjudul “Qasida al-Burda” atau Puisi Jubah” pernah dikomposisikan Imam al-Busiri, penyair yang selama hidupnya tinggal di Mesir pada periode 1211-1294. Jean-Baptiste Tavernier, pedagang permata dan penjelajah asal Perancis yang hidup di abad ke-17, membahas kembali puisi al-Busiri dalam bukunya, sekaligus memberi sedikit deskripsi jubah Muhammad yang disebutnya berwarna putih krim dengan garis wol hitam. Isi puisi al-Busiri adalah narasi tentang betapa agungnya jubah Muhammad.

Peninggalan Muhammad lain juga ada di Istana Topkopi. Dalam pameran yang digelar di Masjid Hirka-i-Serif pada Ramadan tahun ini, jubah Muhammad diletakkan di sebuah kaca pengaman kotak dan di sisi kirinya dipamerkan pula sehelai rambut janggut Muhammad. Peninggalan tersebut diceritakan sebagai hasil cukuran Salman dari Persia, sahabat dan tukang cukur favorit Muhammad.

Ada cerita menarik yang terjadi pada bulan Juni 1999. Sebagaimana dilaporkan media-media Turki, sehelai rambut janggut Muhammad dicuri seorang kriminal yang sampai sekarang tak diketahui identitasnya. Saat itu penjagaan sedang lengah sebab orang-orang sedang melaksanakan salat Jumat. Lucunya, barang berharga itu kembali lagi ke tempat asalnya sehari selang pencurian, yakni diletakkan begitu saja di pelataran Masjid Gazi Ahmed Pasha, tempat pameran berlangsung.

Sejak hari itu penjagaan diperketat dua kali lipat dan ada ibadah khusus untuk melindungi sehelai rambut berharga yang dianggap sebagai jembatan menuju masa lalu dari sosok nan gemilang tersebut. Rupanya kondisi ini sukses menarik lebih banyak pengunjung tiap tahunnya. Kecurigaan muncul, jangan-jangan pencurian tersebut hanya kerjaan orang dalam. Namun narasi tandingan juga dimunculkan, dikatakan pelakunya adalah Zionis, atau kadang-kadang orang asing lain.

Panji suci Muhammad juga disimpan di Istana Topkapi. Merujuk kembali ke catatan Norman Mosley Panzer, ada dua versi asal-usul panji ini. Pertama, diyakini berasal dari kain yang dipasang di pintu masuk tenda Aisyah. Kedua, panji itu berasal dari sorban Buraydag ibnu a-Khasib. Ia adalah musuh yang diperintahkan untuk membunuh Muhammad. Namun, di hadapan sang nabi ia justru melepas surbannya, dibalutkan ke ujung tombaknya, dan mendedikasikan diri untuk melayani Muhammad.

Usai memperolehnya, Sultan Selim I membawanya ke Masjidil Haram bersamaan dengan ziarahnya ke Mekah. Namun kemudian dipindahkan ke Hungaria oleh Murad III sebagai insentif bagi tentaranya yang memenangkan pertempuran. Oleh Sultan Mehmed III panji ini diamankan di Istana Topkapi sejak 1595, disimpan di dalam kotak rosewood bertahta permata dan mutiara.

Peningalan lain dari Muhammad antara lain stempel berbentuk cincin dengan stempel bertuliskan “Muhammad Rasul Allah” yang terbungkus kristal berukuran 3x4 inci dengan batas gading dan disimpan di dalam kotak kayu hitam kecil. Ada juga gigi yang copot akibat pukulan kapak musuh saat Muhammad bertempur di Perang Uhud dan sandal yang modelnya kini diproduksi secara massal dan dipasarkan di banyak negara.

Salah satu peninggalan Muhammad yang tak disimpan di Istana Topkapi adalah sebuah cawan yang diwariskan ke Fatimah dan Ali, lalu ke Hassan dan Husein, dan wariskan secara turun-temurun. Cawan ini sempat berada di Inggris dan pada 21 September 2011 dikirim ke Chechnya, Rusia, dan kini tersimpan di Masjid Heart of Chechnya - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 7:57 AM

Gizi Buruk pada Si Kecil, IQ Rendah Mengintai

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, June 16, 2017 | 9:14 AM

PT Kontak Perkasa - Bayi yang kekurangan nutrisi atau bergizi buruk pada 1.000 hari pertama kehidupannya akan memiliki kemampuan intelektual atau IQ lebih rendah 10 poin dibanding anak normal yang gizinya terpenuhi, kata dokter spesialis anak Damayanti Rusli Sjarif.

Damayanti yang merupakan dokter anak dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo mengatakan di Jakarta, Senin, pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan terbagi 270 hari pada masa kandungan dan 730 hari setelah melahirkan hingga usia dua tahun.

Damayanti juga menjelaskan penelitian yang menyebutkan bahwa seseorang pada usia 40 tahun yang pernah mengalami kurang gizi atau gizi buruk semasa anak-anak 65 persennya memiliki IQ hanya 90 atau setara anak SMP dan 20 persen memiliki IQ 70 yang termasuk gangguan mental ringan.

Tidak terpenuhinya gizi janin hingga bayi usia dua tahun juga bisa menyebabkan kekerdilan atau stunting pada anak.

Damayanti menjelaskan stunting berpengaruh pada kemampuan kognitif yang menghambat pertumbuhan tulang hingga otak anak. Anak yang stunting akan memiliki masalah pada memorinya, masalah dalam pelajaran dan juga sensor motoriknya.

Dia menuturkan anak yang mengalami kekurangan gizi kondisinya masih bisa diperbaiki dengan memberikan asupan yang cukup nutrisi.

Namun Damayanti menerangkan anak yang pernah kekurangan gizi kemampuannya tetap tidak bisa melebihi anak dengan gizi terpenuhi.

Anak yang mengalami kekerdilan juga berpotensi mengalami obesitas saat dewasa dan mudah terjangkit penyakit tidak menular.

Damayanti juga mengungkapkan masalah gizi di Indonesia ialah kekurangan gizi dan kelebihan gizi yang menyebabkan obesitas - PT Kontak Perkasa
Sumber:cantik.tempo
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:14 AM

Kejadian-Kejadian Penting dalam Hidup Sukarno di Bulan Puasa

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, June 14, 2017 | 9:59 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Jika harus dimasukkan ke dalam salah satu pengelompokan yang dibuatnya sendiri, Nasakom, Sukarno jelas masuk golongan nasionalis. Sejak muda, dia terlibat pergerakan nasional dan mendirikan partai nasionalis. Sebagian orang di Indonesia pun meragukan keislamannya.

Ada keputusan-keputusannya sebagai presiden yang dianggap tidak bersahabat terhadap kelompok Islam. Membubarkan Partai Masjumi, contohnya. Namun, saat itu bukan hanya Masjumi yang dibubarkan, tetapi juga PSI yang bukan partai Islam.

Menilik latar belakangnya, Sukarno memang tidak lahir dari keluarga dengan keislaman yang kental. Sang ibunda, Ida Ayu Nyoman Rai, adalah seorang penganut Hindu Bali. Ayahnya, menurut Sukarno sendiri, adalah penganut Islam-theosofi. Ketika hendak menikah, ibundanya enggan pindah agama demi perkawinan. Maka, bisa dibilang Sukarno tergolong menjadi seorang Islam lebih karena pilihannya, bukan semata warisan. 

Pengakuan Sukarno Menemukan Islam

Ketika kecil, Sukarno mengaku, dirinya hidup di kalangan orang-orang Islam yang berpuasa di kala bulan Ramadan tiba. Tiap malam di bulan suci itu, dia menyaksikan anak-anak bermain petasan.

“Semua anak-anak melakukannya dan diwaktu itupun mereka melakukannya. Semua, kecuali aku,” aku Sukarno kepada Cindy Adams dalam Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat. Di hari lebaran, Sukarno nampak tak ikut serta. “ kami tak pernah berpesta maupun mengeluarkan fitrah. Karena kami tidak punja uang untuk itu.”

Kisah-kisah itu adalah kisahnya ketika kecil saat dia merasa belum mengenal Islam, tapi percaya ada kekuatan Yang Maha Esa dalam kehidupan. “Aku menemukan sendiri agama Islam dalam usia 15 tahun, ketika aku menemani keluarga Tjokro (HOS Tjokroaminoto),” katanya lagi, seperti ditulis Adams. Namun, itu hanya penemuan yang masih samar. “...belumlah aku menemukan Islam dengan betul-betul dan sungguh-sungguh sampai aku masuk penjara. Didalam penjaralah aku menjadi penganut yang sebenarnya.”

Sukarno pernah berguru pada Tjokro yang pemuka Sarekat Islam sebelum dia kuliah di Bandung, meski Sukarno sendiri memilih ideologi nasionalis-sekuler. Tjokro adalah sosok penting yang membuka mata Sukarno soal Islam. Sebelumnya, “aku tak pernah mendapat didikan agama yang teratur karena bapak tidak mendalam dibidang itu,” kata Sukarno.

Menurut Sukarno, seseorang akan merasa dekat dengan Tuhan dalam kesunyian. Di dalam sunyilah seseorang bisa “memikirkan akan suatu yang tidak ada batasnya dan segala sesuatu yang ada.” Di dalam pengasingan, “kudapati diriku dengan sendirinya bersembahyang dengan tenang.”

Penjara dan pengasingan yang kemudian dialaminya pun bukan lagi hanya sebuah hukuman, tapi jadi semacam pesantren. “Karena dilarang membaca buku-buku yang berbau politik, maka aku mulai mendalami Islam,” akunya. Tentu saja dia membaca Alquran juga, entah dari Inggit, istrinya ketika mengalami pemenjaraan, atau dari kawan sepenjaranya.

“Aku sungguh-sungguh mulai menelan Al Quran ditahun ke-28 (hidupku). Yaitu, bila aku terbangun aku membacanya. Lalu aku memahami Tuhan bukanlah suatu pribadi. Aku menyadari. Tuhan tiada hingganya, meliputi seluruh jagad. Maha Kuasa. Maha Ada. Tidak hanya disini atau disana, akan tetapi dimana-mana.”

Menurut Sukarno, pemerintah kolonial Hindia Belanda yang memenjarakan lalu membuangnya belasan tahun, punya pandangan rendah kepada orang-orang Islam, barangkali juga pada Islamnya. “Orang Belanda memandang kami, orang Islam, sama dengan penjembah berhala.”

Belakangan, opini miring orang-orang Belanda itu terasa aneh bagi Sukarno. “Penyembah berhala atau tidak, aku seorang Islam yang hingga sekarang telah memperoleh tiga buah medali yang tertinggi dari Vatikan. Bahkan Presiden dari Irlandia pun mengeluh padaku bahwa ia hanya memperoleh satu.”
Berpuasa di Bulan Puasa

Sebagai orang Islam, Sukarno berusaha melaksanakan kewajibannya. Dia salat, dia puasa. Dia tak lagi seperti di masa kecilnya. Barangkali dia seperti yang digambarkan Jailani Sitohang dalam buku Gaya Kepemimpinan Sukarno-Suharto (1989). “la berpuasa pada bulan Ramadhan yang diwajibkan Allah, bahkan setiap hari Senin dan Kamis ia melakukan puasa sunat.”

Banyak peristiwa penting dalam sejarah Indonesia yang dilalui Sukarno di bulan puasa, tak terkecuali Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Juga peristiwa-peristiwa yang dilalui sebelum dan sesudah Proklamasi. Sukarno juga berkunjung ke Dalat, menyambangi Panglima Militer Jepang di Asia, Marsekal Terauchi, saat bulan puasa. Ia juga diculik para pemuda yang ngotot ingin secepatnya Indonesia Proklamasi ke Rengasdengklok di bulan puasa.

Pulang dari Rengasdengklok, dia bergadang di rumah Laksamana Maeda. Setelah urusan teks proklamasi beres, “Sukarno dan Hatta makan sahur dengan roti, telor, dan sardines,” tulis Suhartono Pranoto dalam Kaigun, Angkatan Laut Jepang, Penentu Krisis Proklamasi (2007).

Paginya, meski dalam kondisi tak enak badan dan berpuasa, dia membacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di depan rumahnya, Pegangsaan Timur Nomor 56 Jakarta. Tanggal 17 tersebut bertepatan dengan 9 Ramadan tahun 1365 Hijriyah.

Esok harinya, 18 Agustus 1945, hari ke-10 Ramadan, Sukarno mengerjakan hal penting lain. Bersama Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI), dia mengesahkan Undang-Undang Dasar yang kemudian dikenal sebagai UUD 1945. Di hari yang sama, dia mulai menjadi Presiden Republik Indonesia. Kabinet pertama pun akhirnya dilantik pada 2 September 1945, hari ke-25 puasa Ramadan.

Bulan puasa tahun berikutnya tak dijalani Sukarno sebagai presiden di Jakarta, karena sejak awal 1946 ibukota sudah pindah ke Yogyakarta. Awal bulan puasa di tahun 1947, tepat hari ke-2 puasa (20 Juli 1947), Belanda sudah mulai bersiap menyerang Republik. Pukul 23.00 malam itu juga, rumah Sukarno di Pegangsaan Timur 1956 diduduki Belanda.

Esoknya, “pegawai-pegawai RI (di daerah yang diduduki militer Belanda) dibujuk untuk ikut Belanda, tapi hampir semua menolak. Mobil-mobil RI yang bertanda X dibeslah (disita), koran-koran RI ditutup,” tulis AH Nasution, Memenuhi Panggilan Tugas: Kenangan Masa Muda (1990).

Sukarno sebagai Presiden yang wilayahnya diserang, tentu saja diuji kesabarannya di bulan puasa itu. Di radio, seperti dicatat Mischa de Vreede dalam bukunya Selamat Merdeka: Kemerdekaan yang Direstui, Sukarno bilang, “berperang terus, biarkan saat ini bulan puasa! Karena Nabi Muhammad juga berperang pada suatu bulan puasa.” Pihak Indonesia tentu tak tinggal diam meski mereka harus puasa. Mereka harus melawan hawa nafsu lawan yang rakus.

Kejutan lain yang dialami Sukarno terjadi lagi pada 9 Maret 1960. Tepat di hari ke-11 Ramadhan 1379 Hijriyah. Ketika itu Sukarno sedang memimpin sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA).

Setelah sempat rehat karena ada suara tembakan, “sidang dilanjutkan lagi, (kemudian) terdengar lagi tembakan yang lebih dasyat ke arah istana. Peserta sidang menjadi panik Akhirnya Bung Karno menghentikan acara sidang,” tulis Muhammad Jasin dalam Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang: Meluruskan Sejarah Kelahiran Polisi Indonesia. Sukarno pun menuju ke bagian Istana yang kena tembak. “Tampak lubang-lubang besar pada dinding ruang makan yang rusak berat.”

Setelah diselidiki, ternyata aksi itu adalah ulah Daniel Alexander Maukar, seorang pilot Angkatan Udara yang terkait Permesta. Dia hendak membunuh presiden yang “menurut perkiraannya sedang bersantap siang di ruang tersebut. Perkiraan itu meleset. Karena sidang DPA kali ini diadakan di bulan puasa, tidak ada makan siang. Itu malapetaka besar andaikata sidang itu diselenggarakan bukan pada bulan puasa,” tulis Jasin.

Saat itu, puasa menyelamatkan jiwa Presiden Sukarno dan anggota DPA - PT Kontak Perkasa Futures
sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:59 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger