Powered by Blogger.
Latest Post

Lebih dari 13 Ribu Pasien Corona Meninggal, Italia Perpanjang Lockdown

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, April 2, 2020 | 9:58 AM


PT KP Press - Pemerintah Italia memperpanjang lockdown hingga 13 April mendatang untuk mencegah penyebaran virus corona yang telah menewaskan lebih dari 13 ribu orang di negeri itu.
"Jika kita mulai mengendurkan langkah-langkah kita sekarang, semua upaya kita akan sia-sia," kata Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dalam pidatonya yang disiarkan televisi nasional, Kamis (2/4/2020).

Perpanjangan lockdown ini telah diperkirakan. Sebelumnya, Menteri Kesehatan Italia telah menyatakan bahwa aktivitas bisnis di seluruh negeri berpenduduk 60 juta jiwa itu akan tetap ditutup dan pertemuan publik dilarang hingga setidaknya 12 April.

Saat ini, jumlah kasus-kasus baru infeksi virus corona di Italia terus menurun, namun angka kematian harian tetap tinggi.

Pada Rabu (1/4) waktu setempat, Italia melaporkan 727 kematian pasien dalam sehari. Bahkan dalam hanya tiga hari terakhir, negeri itu telah mencatat 2.376 kematian pasien COVID-19. Sejauh ini, sudah 13.155 orang meninggal karena virus corona dengan total jumlah kasus mencapai 110.574 kasus.

Para pejabat Italia kini tengah berdebat tentang bagaimana mereka bisa melanjutkan kembali sejumlah aktivitas bisnis, tanpa menyebarkan virus corona.

Namun Conte tidak memberikan indikasi kapan atau bagaimana langkah-langkah lockdown -- yang telah diterapkan sejak 12 Maret lalu -- bisa dilonggarkan.

"Ketika para pakar mengatakan kepada kami bahwa angkanya terlihat membaik, kami akan mulai berpikir tentang mencabut semua langkah itu," ujar Conte pada Rabu (1/4) waktu setempat.

"Tapi saya tak bisa mengatakan apakah itu akan dilakukan pada 14 April," imbuhnya.

Sebelum diperpanjang, pemerintah Italia telah mengumumkan bahwa lockdown akan berlangsung hingga Jumat (3/4). - PT KP Press

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:58 AM

Trump: 2 Pekan ke Depan Akan Sangat Menyakitkan, Semua Warga AS Harus Siap

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, April 1, 2020 | 9:14 AM


Kontak Perkasa Futures - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan tentang dua pekan ke depan yang akan sangat menyakitkan seiring AS berjuang menghadapi lonjakan kasus virus corona. Bahkan Gedung Putih mengingatkan bahwa virus mematikan ini bisa menewaskan hingga 240 ribu warga AS.
"Ini akan menjadi dua pekan yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Rabu (1/4/2020).

"Saya ingin semua warga Amerika bersiap untuk hari-hari sulit yang ada di depan," imbuh Trump.

Para pakar kesehatan terkemuka AS mengatakan bahwa keputusan untuk terus melakukan social distancing merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan virus yang sangat mudah menular ini.

"Tidak ada vaksin atau terapi ajaib. Hanya perilaku, masing-masing perilaku kita diterjemahkan menjadi sesuatu yang mengubah perjalanan pandemi virus ini selama 30 hari ke depan," ujar Deborah Birx, koordinator respons coronavirus di Gedung Putih.

Dalam konferensi pers itu, Birx menampilkan grafik yang menunjukkan kisaran 100 ribu hingga 240 ribu kematian karena virus corona di AS, dengan mempertimbangkan upaya-upaya mitigasi yang diambil saat ini.

Spesialis penyakit menular, Anthony Fauci mengatakan bahwa mitigasi sebenarnya berhasil dan bahwa otoritas tengah "melakukan segala yang kami bisa untuk membuatnya (angka kematian) secara signifikan di bawah itu."

Data terbaru pada Selasa (31/3) waktu setempat, menyebut 811 kematian baru dilaporkan dalam satu hari. Total jumlah korban meninggal akibat virus Corona di AS saat ini mencapai 3.815 orang. Jumlah ini tercatat melebihi jumlah korban meninggal dalam tragedi 9/11 yang mencapai lebih dari 2.900 orang.

Sementara itu, jumlah total kasus virus corona di AS kini mencapai 184.343 kasus. Jumlah tersebut tersebar di seluruh 50 negara bagian AS ditambah Washington DC dan sejumlah wilayah AS lainnya.

Lebih dari 30 negara bagian di AS memerintahkan warganya untuk tetap di rumah demi menangkal penyebaran virus Corona. Langkah tegas semacam ini berdampak pada perekonomian dan menjadikan jutaan orang -- untuk sementara -- tidak mendapatkan upah. - Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:14 AM

Pewangi Helm Bisa Usir Virus Corona

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, March 31, 2020 | 9:58 AM


PT Kontak Perkasa - Berbagai cara bisa dilakukan untuk mengusir virus corona (COVID-19). Salah satunya dengan menyemprotkan cairan disinfektan ke beberapa objek yang sering disentuh atau digunakan.
Dikutip dari laman resminya, menurut Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ajeng Arumsari, disinfektan dapat merusak lapisan lemak pada virus COVID-19 sehingga membuat virus tersebut lemah.

Peneliti Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Chandra Risdian, banyak produk rumah tangga yang mengandung konsentrasi bahan aktif yang sesuai untuk disinfeksi. Bahan aktif tersebut terbukti efektif melawan virus corona berdasarkan studi literatur yang dilakukan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari The Robert Koch Institute (RKI), Jerman, Chandra menjelaskan bahwa jika produk disinfektan yang aktif terhadap virus corona tidak tersedia, produk disinfektan lain yang setidaknya memiliki aktivitas virucidal terhadap virus berselimut (enveloped virus) juga dapat digunakan.

Setidaknya ada 11 bahan aktif yang bisa digunakan untuk campuran disinfektan. Di antaranya adalah Accelerated hydrogen peroxide (0.5%), Benzalkonium chloride/quaternary ammonium/alkyl dimethyl benzyl ammonium chloride) (0.05%), Chloroxylenol (0.12%), Ethyl alcohol atau ethanol (62-71%), Iodine in iodophor (50 ppm), Isopropanol atau 2-propanol (50%), Pine oil (0.23%), Povidone-iodine (1% iodine), Sodium hypochlorite (0.05 - 0.5%), Sodium chlorite (0.23%), dan Sodium dichloroisocyanurate (0.1-0.5%).

Berdasarkan data yang dihimpun Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, salah satu produk pewangi helm bisa digunakan untuk disinfeksi virus corona. Produk penghilang bau helm yang mengandung bahan aktif Benzalkonium chloride (0.05%) itu disebut bisa digunakan untuk mengusir virus corona. (Produk rumah tangga lainnya untuk disinfeksi virus corona bisa dilihat di laman resmi LIPI).

Produk penghilang bau helm itu bisa dengan mudah didapatkan di e-commerce. Dilihat di beberapa e-commerce, ada yang menjual produk pengusir bau helm dengan harga di bawah Rp 10.000 hingga Rp 20.000-an untuk kemasan dengan ukuran 60 ml. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:58 AM

Wartawan Otomotif Status PDP Meninggal, Istri: Sehari Datangi 5 RS, Ada yang Menolak

Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, March 30, 2020 | 10:09 AM


PT Kontak Perkasa Futures - Mendiang wartawan senior otomotif, WD, sempat berkeluh kesah kepada Presiden Jokowi soal buruknya pelayanan di rumah sakit rujukan pasien virus corona. Dalam komentar di twitter (21/3/2020), WD membalas cuitan Jokowi dan mengatakan tidak mendapat tindakan sama sekali selama 5 jam di RSUD Tangerang. Padahal dia memiliki salah satu gejala COVID-19 dan butuh penanganan serius.
Kondisi WD dalam mencari pertolongan ternyata lebih menyedihkan lagi. Menurut penuturan sang istri, DR, dalam waktu sehari ia harus berkunjung ke 5 rumah sakit di Jakarta dan Tangerang, demi suaminya mendapat perawatan yang layak.

"Dalam sehari kita mendatangi Rumah Sakit Sari Asih, RSPAD, RSPI Sulianti Saroso, RSUD Tangerang, dan terakhir Eka Jaya BSD," ungkap DR, melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2020).

Dari lima rumah sakit yang dikunjungi pada 20 Maret, 3 di antaranya merupakan rumah sakit rujukan pasien corona. Adapun di Rumah Sakit Sari Asih, tindakan yang dilakukan dokter berupa pengecekan darah dan rontgen. Selanjutnya pihak rumah sakit menyarankan untuk dibawa ke rumah sakit rujukan, sebab hasil lab menunjukkan gejala COVID-19.

Namun malang, WD ditolak di dua rumah sakit rujukan pemerintah, dengan alasan kapasitas ruang isolasi sudah penuh. DR pun mengarahkan mobilnya ke RSUD Tangerang. Diterima. Tapi ditelantarkan di ruang isolasi selama lima jam.

"Tanpa penanganan hingga jam 10 malam," tutur DR.

Tak ingin menunggu lebih lama, DR membawa suami ke Rumah Sakit Eka Jaya di bilangan BSD, Tangerang. WD mendapatkan ruang perawatan saat tengah malam. DR juga tidak membawa hasil laboratorium karena khawatir ditolak jika pihak rumah sakit tahu kondisi suaminya.

"Saya khawatir dengan memberi hasil lab lagi nanti tidak diterima. Saya larikan ke Rumah Sakit Eka. Tengah malam saya ditelepon, bisa masuk, dan ada kamarnya. Terus suami saya mendapat penanganan dan sudah memakai alat bantu pernafasan. Kemudian besoknya sudah harus pakai ventilator," ungkapnya lagi.

Tidak Ada Gejala Awal

DR sebelumnya tidak menyangka suaminya akan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) corona. Sebab tidak ada gejala awal yang dialami WD. Semuanya tampak sehat-sehat saja. Namun dalam satu waktu, gejala itu menyerang dengan hebat.

"Sebelumnya enggak ada indikasi apa, tiba-tiba malam itu batuk hebat. Dibawa pagi-pagi ke rumah sakit tanggal 20 (Maret)," ungkap ibu dua anak itu.

Soal riwayat penularan, DR pun tidak mengetahui pasti, di manakah sang suami tertular virus itu.

"Tidak tahu sampai saat ini. Karena kami juga enggak ada perjalanan ke luar negeri dalam dua bulan ini. Tapi dia memang sedang sibuk bolak-balik ke kampusnya. Saya benar-benar tidak tahu suami tertular di mana dan kami juga sulit menebak," lanjut DR.

WD sendiri masih memiliki segudang kesibukan di dunia otomotif. WD memiliki bengkel modifikasi motor F-16, ia juga masih berstatus mahasiswa Pascasarjana. Selain itu ia juga masih aktif di Aliansi Profesi Teknik Otomotif dan menjadi salah satu anggota tim Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Pengemudi.

WD meninggal dunia pada hari Kamis (26/3/2012) pagi. Hingga kini almarhum masih berstatus sebagai PDP (Pasien Dalam Pengawasan). Dan hasil tes swab di Rumah Sakit Eka Jaya belum diinformasikan lagi. - PT Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:09 AM

Haru, Pasien Corona yang Sembuh Tulis Pesan Menyentuh untuk Tenaga Medis

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, March 27, 2020 | 9:23 AM


PT KP Press - Saat merawat pasien virus corona, tenaga medis baik dokter atau perawat berjuang sekuat tenaga untuk menyembuhkan mereka. Meski kadang tak dipungkiri lelah menghampiri, namun tenaga medis rela berjuang di garis depan untuk 'melawan' virus corona COVID-19 yang kini telah menginfeksi lebih dari 400 ribu orang di seluruh dunia.
Bagi pasien sembuh, jasa tenaga medis tentu tak akan mereka lupakan begitu saja. Beberapa pasien bahkan mengungkapkan rasa terimakasih mereka yang mendalam kepada tenaga medis dengan berbagai cara.

Seperti yang dilakukan oleh pasien COVID-19 di Cleveland Clinic, Amerika Serikat, yang menuliskan pesan haru di dinding kaca kamarnya. Di Cleveland Clinic, dokter dan perawat kerap kali menuliskan pesan ke pasien lewat dinding kaca ruang isolasi, baik itu berisi pesan penyemangat atau untuk berkomunikasi menanyakan kondisi pasien.

Lalu setelah dinyatakan sembuh dan keluar dari rumah sakit, seorang pasien menuliskan pesan yang kemudian di unggah di akun instagram resmi rumah sakit. Isi pesannya mencerminkan rasa terimakasih yang mendalam kepada seluruh petugas kesehatan yang berada di garis depan saat wabah virus corona.

Berikut isi pesannya:

"Jendela ini telah menjadi jendela yang sangat berarti di hidup saya. Dalam beberapa hari ketika saya melihatmu bekerja keras untuk menjaga saya dan orang lain tetap hidup, saya tidak bisa mengucapkan terimakasih untuk waktu yang kalian berikan kepada saya,"

"Dan meskipun saya tidak akan pernah mendapatkan kesempatan untuk memberikan dukungan dan cinta kepada kalian, saya ingin kalian tahu bahwa kalian semua sangat keren,"

"Saya menyaksikan beberapa dari kalian mengalami malam yang baik dan beberapa malam yang buruk, tetapi yang konsisten adalah setiap malam, kalian tetap peduli kepada orang lain,"

"Hari ini saya meninggalkan ICU sebagai sosok yang berbeda, semoga menjadi lebih baik, bukan hanya karena penyembuhan medis dan bimbingan Tuhan tetapi juga karena telah tahu ada orang-orang luar biasa yang mendedikasikan dirinya untuk merawat dan memperhatikan orang lain,"

Postingan tersebut menjadi viral di sosial media dan sama seperti orang yang menuliskan pesan menyentuh di jendela, semua warganet juga berterimakasih kepada tenaga medis karena telah mengorbankan waktu dan tenaganya bahkan menyampingkan risiko untuk merawat pasien virus corona COVID-19. - PT KP Press

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:23 AM

Ilmuwan Islandia Klaim Temukan 40 Mutasi Virus Corona

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, March 26, 2020 | 9:39 AM


Kontak Perkasa Futures - Ilmuwan di Islandia mengklaim telah menemukan 40 mutasi virus corona COVID-19. Mereka juga berhasil melacak sumber masuknya virus corona dari 3 episentrum di Eropa yakni Austria, Italia, dan Inggris.

Dikatakan, 7 kasus infeksi berasal dari sebuah pertandingan sepakbola di Inggris. Sayangnya, tidak disebutkan pertandingan manakah yang dimaksud.

Mutasi merupakan perubahan pada material genetik virus. Para ilmuwan menganalisisnya berdasarkan sampel yang didapat dari para pasien.

Bersama dengan perusahaan biofarmasetik deCode Genetics, para ilmuwan Islandia menganalisis 9.768 orang, mencakup pasien yang sudah terinfeksi dan mereka yang berisiko tinggi.

Sebanyak 5.000 prang yang tidak mengalami gejala telah setuju untuk berpartisipasi, dan 48 di antaranya mendapat hasil positif dalam pemeriksaan virus corona.

Hasil analisis mengungkap bagaimana virus tersebut masuk Islandia untuk pertama kalinya.

"Beberapa datang dari Austria," kata direktur deCode, Kari Stefansson, Kamis (26/3/2020).

"Ada tipe lain dari orang yang terinfeksi di Italia. Dan ada tipe ketika ditemukan pada orang yang terinfeksi di Inggris. Tujuh orang menghadiri pertandingan sepakbola di Inggris," jelasnya.

Temuan ini masih harus dikaji oleh ilmuwan lain. Namun seorang ahli virus dari departemen imunologi dan mikrobiologi di Kopenhagen, Allan Randrup Thomsen, menyebutnya 'masuk akal'.

"Menarik bahwa 40 varian spesifik yang dikelompokkan menjadi 3 kluster bisa dilacak hingga sumber infeksi secara spesifik," kata Allan. - Kontak Perkasa Futures

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:39 AM

New York, 'The City That Never Sleeps' Berhibernasi karena Corona

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, March 24, 2020 | 10:44 AM


PT Kontak Perkasa - New York punya julukan 'kota yang tak pernah tidur'. Tapi karena virus corona, kehidupan di sana kini luar biasa sepi. New York akhirnya dipaksa berhibernasi.
 
New York menjadi salah satu pusat penyebaran virus corona di Amerika Serikat. Itu membuat pemerintah setempat mengambil langkah-langkah drastis untuk mencegah penularan yang lebih luas.

New York pada akhir pekan lalu tidak seperti New York yang dikenal. Jalan-jalan sepi, pun begitu dengan Time Square. Billboard berukuran raksasa yang menyala terang itu nyaris tak ditonton satupun manusia.

Grand Central Terminal kosong melompong, hanya menyisakan satu-dua orang yang berjalan sendiri menuju tujuannya. Sementara di Brooklyn Bridge tak banyak aktivitas yang terlihat.

Patung Charging Bull yang tak pernah berhenti menarik turis dari seluruh dunia kini berdiri sendiri tanpa ada yang mengamati atau berfoto di sekitarnya.

Menurut Walikota Kota New York, Andre Cuomo, pada Minggu (22/3) tercatat 2.000 warganya dirawat di rumah sakit, dan 114 lainnya meninggal dunia karena corona.

Sedangkan di seluruh Amerika Serikat, ada 15.000 orang lebih sudah dinyatakan positif, 9.000 di antaranya ada di New York. Kondisi itu membuat Andre Cuomo melarang orang untuk pergi ke luar tanpa alasan jelas. Sementara acara yang melibatkan banyak orang dibatalkan. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:44 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger