Powered by Blogger.
Latest Post
Showing posts with label kontakperkasa futures. Show all posts
Showing posts with label kontakperkasa futures. Show all posts

Rutin Makan Mangga, Turunkan Berat Badan atau Sebaliknya?

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, November 16, 2017 | 11:00 AM

PT Kontak Perkasa - Saat ini, produksi mangga di Indonesia semakin meningkat, tak hanya dari segi kuantitas tapi juga kualitas. Bahkan, mangga produksi dalam negeri siap bersaing dengan mangga yang diproduksi oleh Thailand.

Di Indonesia, konsumsi mangga semakin diminati, ini terlihat dari menjamurnya gerai minuman olahan mangga di banyak pusat perbelanjaan. Lalu, apakah manfaat kesehatan yang diperoleh dari buah mangga?

Mangga merupakan salah satu buah yang dapat membantu menurunkan berat badan. Mangga mengandung banyak vitamin dan nutrisi penting. Selain itu, memakan satu buah mangga membuat perut merasa kenyang. Hal ini memudahkan orang yang sedang menjalani diet agar tetap kenyang namun berat badan terkontrol.

Tak hanya itu, karena banyak mengandung serat, mangga juga mampu meningkatkan fungsi pencernaan dan membakar kalori berlebih dari tubuh. Hal ini membantu menurunkan berat badan ekstra.

Selain menurunkan berat badan, berikut manfaat kesehatan yang didapatkan dari mengonsumsi buah mangga.

1. Menjaga kadar kolesterol

Mangga mengandung vitamin C, serat dan pektin dalam jumlah tinggi sehingga mampu membantu mengendalikan kadar kolesterol tubuh.

2. Menyehatkan mata

Mangga juga sarat dengan vitamin A, menjadikannya buah yang tepat untuk memperbaiki penglihatan mata. Manfaat lainnya yaitu mencegah rabun senja dan mata kering.

3. Mengatasi diabetes

Mengonsumsi daun mangga sangat bagus untuk mengontrol diabetes. Penderita diabetes bisa merebus lima sampai enam daun mangga dan merendamnya selama semalam. Kemudian, saring keesokan paginya dan siap diminum.

Selain itu, mangga memiliki indeks glisemik rendah, makan mangga secukupnya tidak akan meningkatkan kadar gula darah Anda.

4.Menguatkan kekebalan tubuh

Mangga juga mengandung vitamin C, A dan berbagai jenis karotenoid lainnya. Semua nutrisi penting ini bermanfaat bagi sistem kekebalan tubuh Anda agar tetap kuat dan sehat.

5. Meningkatkan konsentrasi dan memori

Jika Anda merasa sulit berkonsentrasi dan memiliki ingatan rendah, cobalah rutin konsumsi mangga. Mangga tidak hanya membantu meningkatkan konsentrasi Anda, tetapi juga meningkatkan ingatan - PT Kontak Perkasa

Sumber:health.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:00 AM

Spesies Salamander Legendaris Kembali Ditemukan

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, November 2, 2017 | 1:26 PM

Kontak Perkasa Futures - Petugas Ramos Leon-Tomas melihat amfibi itu di cagar alam Finca San Isidro Amphibian Reserve yang baru diresmikan. Ini ketiga kalinya manusia pernah melihat salamander langka tersebut.

"Menemukan kembali spesies ini ibarat mengembalikan mereka dari kepunahan," kata Carlos Vasquez-Almazan, kurator herpetologi di University of San Carlos, Guatemala.

Bagi Vasquez-Almazan, penemuan kembali salamander ini sangat personal. Ia telah melakukan 30 ekspedisi pencarian sang salamander legendaris, serta melatih empat penjaga cadangan untuk mencari hewan itu saat berpatroli.

Penemuan ini merupakan bagian dari kampanye Global Wildlife Conversation untuk menjelajahi dunia demi mencari 1.200 spesies yang dianggap telah "hilang" oleh Sains. Ironisnya, salamander pendaki Jackson termasuk salah satu dari 25 spesies paling dicari dalam daftar tersebut.

Penemuan penting ini "memberi kita harapan bahwa kita dapat memulihkan sebagian besar keragaman hutan yang selama ini diyakini telah hilang," ungkap Vasquez Almazan, yang juga merupakan koordinator program pelestarian amfibi di organisasi nonprofit Foundation for Ecodevelopment and Conservation.

Keajaiban emas
Karena tubuh yang berwarna kuning cerah, salamander pendaki Jackson juga dikenal sebagai "keajaiban emas". Meski ini adalah ketiga kalinya kita menemukan salamander tersebut, Vasquez-Almazan mengakui bahwa pengetahuan kita tentang mereka masih sangat minim.

Misalnya, Leon-Tomas memotret salamander yang kemungkinan besar pejantan remaja itu, di elevasi sekitar 305 meter lebih tinggi dari yang diperkirakan sebelumnya.

Ada dua kemungkinan penyebabnya. Bisa jadi spesies tersebut mengubah teritorialnya akibat perubahan iklim, atau bisa juga karena itu termasuk bagian dari wilayah teritorial alami amfibi itu.

Kelompok salamander yang termasuk dalam genus yang sama dengan salamander Jackson semuanya memiliki pengisap di kaki mereka. Fitur tersebut memungkinkan mereka memanjat batang-batang pohon di kanopi hutan.

Untungnya, salamander beserta tetangga-tetangganya, termasuk dalam bagian hutan konservasi yang dilindungi oleh Wildlife Wildlife dan Rainforest Trust sejak tahun 2015.

Jika tidak meninjau jauh ke masa depan, Vasquez-Almazan menduga, hutan yang menjadi rumah keajaiban emas akan habis dan berganti menjadi perkebunan kopi.

Masa kelam
Ahli herpetologi Jonathan Kolby, tahu betul betapa beratnya menemukan kembali amfibi langka di Amerika Tengah.

"Lingkungan ini, selain luar biasa indah, juga cukup dingin, basah, dan secara fisik melelahkan untuk dilintasi karena tebalnya dinding vegetasi dan medan yang curam," jelas Kolby, penerima hibah National Geographic sekaligus direktur Pusat Penyelamatan dan Konservasi Amfibi Honduras.

Menemukan spesies salamander pendaki juga menjadi titik terang selama "masa paling kelam" bagi para amfibi, tambah Kolby.

"Ratusan spesies saat ini terus terdesak mendekati kepunahan karena hilangnya habitat, polusi, dan wabah penyakit menular yang muncul secara global akibat penyebaran jamur chytrid."

"Meskipun ada tantangan konservasi global ini," katanya, "saya tetap berharap bahwa banyak spesies amfibi yang sudah berada di ambang kepunahan masih berada dalam genggaman kita untuk diselamatkan." - Kontak Perkasa Futures
Sumber:nationalgeographic
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:26 PM

Bahasa Cinta yang Bikin Hubungan Pasutri Makin Kuat

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, November 1, 2017 | 3:02 PM

PT Kontak Perkasa Futures - dirancang untuk membantu Anda dan pasangan mengenal satu sama lain. Saat Anda sudah mengenal bahasa cinta pasangan, jalinan ikatan cinta akan menjadi semakin kuat.

Menurut psikolog hubungan, Dr. Sakshi Poddar, peranan bahasa cinta dalam kehidupan pasutri sangatlah penting. Bahasa cinta akan membuat keseharian pasutri semakin hangat, mudah memahami satu sama lain, mengutip The Health Site, Senin

1. Kata-kata penegasan
Gunakanlah bahasa ini secara vokal dan jelas, untuk menunjukkan jika Anda mencintai pasangan Anda. Jangan ragu atau berpikir dua kali untuk mengatakan, 'Aku bangga padamu', 'Kamu hebat sekali' atau 'Aku cinta kamu'.

2. Memberi dan menerima hadiah

Hadiah adalah jalan pintas untuk membuka pintu hati seseorang. Ini tak selalu berkaitan dengan barang mewah seperti cincin berlian atau mobil mewah. Cukup ajak pasangan Anda ke toko es krim favoritnya.

3. Sentuhan fisik
Ini cukup jelas, jika setiap orang membutuhkan sentuhan fisik. Berpegangan tangan mungkin seperti hal sepele, tapi mengapa saat berpacaran Anda mau melakukan hal yang sepele namun setelah nikah tidak?

4. Pelayanan
Terkadang mengunakan suara yang keras dan tinggi akan membuat pasangan merasa tak dicintai. Namun jika itu kebiasaan Anda, Anda bisa mensiasatinya dengan menyiapkan makan kesukaannya, atau menyiapkan pakaiannya. Anda juga bisa memberikan pijatan ketika ia mengeluh lelah saat pulang kantor.

5. Waktu yang berkualitas
Waktu yang berkualitas adalah hadiah terbaik yang bisa Anda berikan pada pasangan. Berikan waktu satu hari bersama pasangan. Nonton TV, olahraga, atau pergi ke mal bersama - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:health.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:02 PM

Gua Braholo Gunung Kidul Dipindai

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, October 31, 2017 | 3:13 PM

PT Kontak Perkasa - Dinas Kebudayaan DIY melakukan pencitraan gambar tiga dimensi di situs Gua Braholo, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop, Gunungkidul.

Dengan pencitraan tersebut untuk mengetahui dan mendokumentasikan secara detail lokasi Gua Braholo ini.

Kepala Seksi Warisan Budaya Dinas Kebudayaan DIY Ruly Adriadi menyampaikan, alat tiga dimensi laser scanner Faro mampu merekam bentuk keseluruhan dari dinding gua dan permukaan tanah di dalam gua secara akurat.

"Target kami memetakan seluruh bagian gua. Nanti akan dipetakan secara akurat, datanya digunakan untuk penelitian yang lain," kata Rully.

Hasil visualisasi lengkap dari Gua Braholo secara tiga dimensi akan memuat data-data detil goa, mulai kemiringan, ketinggian, sudut, sampai perubahan pada gua.

Alat pemindai tiga dimensi tersebut diletakkan di 22 titik di seluruh sudut gua. Alat pemindai memerlukan waktu 11 menit untuk menyelesaikan pemindaian di satu titik.

"Setelahnya kita melakukan analisis dan menggabungkan keseluruhan titik menjadi satu kesatuan gambar yang utuh,"ujarnya.

"Alat ini mampu merekam secara detil bentuk dan data dari Gua Braholo ini. Dari sana dapat kita analisis lebih jauh, menggunakan pendekatan arkeologi," ucapnya.

Arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Alifah mengatakan, gua-gua di Gunungkidul rata-rata digunakan untuk tempat tinggal dan pekuburan.

"Sampai saat ini gua di sini digunakan untuk mengubur, dan beraktivitas. Untuk daerah lain seperti Tuban ada goa khusus untuk mengubur, dan beraktivitas," katanya.

Dari penggalian kali ini, arkeolog menemukan sejumlah tulang hewan. Pada beberapa lokasi ditemukan tulang yang bertumpuk.

Banyaknya tulang hewan menunjukkan perburuan binatang merupakan strategi kehidupan yang paling adaptif saat itu.

Gua Braholo menghadap barat daya dengan ketinggian 357 meter diatas permukaan laut Lantai gua mempunyai ketinggian 352 meter di atas permukaan laut.

Sebagian relatif datar dan miring. Kondisi lantai gua kering dengan langit-langit yang cukup tinggi mencapai 15 meter. Lebar ruangan kurang lebih 39 meter dengan panjang 30 meter. Secara keseluruhan luasannya mencapai 1.172 meter persegi - PT Kontak Perkasa
Sumber:nationalgeographic
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:13 PM

Penelitian Mengatakan, Wanita Lebih Dermawan daripada Pria

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, October 30, 2017 | 11:16 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Di antara pria dan wanita, siapa yang lebih dermawan? Jawabannya mungkin bisa dilacak dari bahan biokomia di dalam otak yang akan memengaruhi perilaku antar jender.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di Nature Human Behavior pada Senin (9/10/2017), Alexander Soutschek dan koleganya dari Universitas Zurich berusaha menjawab pertanyaan tersebut.

Mereka menggunakan 55 peserta, 27 wanita dan 28 pria, yang dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Untuk menjelaskan seberapa dermawan seseorang, Soutschek menggunakan penghambat dopamin yang disebut amisulpride atau obat tanpa kandungan (plasebo).

Dopamin sendiri adalah neurotransmiter yang melakukan banyak tugas berbeda di otak, salah satunya mengomunikasikan kesenangan dan penghargaan. Jika Anda merasa senang saat mendapat pujian atau pencapaian tertentu, sebagiannya dimediasi oleh dopamin.

Pada awalnya, para peserta diberi pilihan: mendapatkan sejumlah franc Swiss atau hadiah kecil yang dibagikan dengan seorang teman, bahkan orang asing. Kedua, sebagai pertanyaan kontrol, mereka ditawari hadiah kecil pada saat itu atau hadiah besar jika mau menunggu 90 hari ke depan.

Setelah dievaluasi, pil yang diberikan kepada peserta kemudian ditukar dan mereka diuji kembali.

Saat diberi plasebo, ternyata 51persen wanita memilih untuk berbagi, sedangkan pria yang melakukan hal serupa sebesar 40 persen.

Dengan amisulpride, presentase wanita yang memilih untuk berbagi turun menjadi 45 persen, sedangkan pria menjadi lebih sosial, yakni 44 persen memilih berbagi.

Untuk semakin menguatkan hasil penemuan ini, para peneliti kemudian melakukan studi kedua dengan melihat data rekaman otak dari 40 pria dan wanita ketika memutuskan untuk membagi uang mereka.

Para peneliti lagi-lagi menemukan bahwa ketika memutuskan untuk berbagi, aktivitas pada bagian otak yang beroperasi menggunakan dopamin lebih aktif pada wanita daripada pria.

Berdasarkan kedua hasil tersebut, para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa sistem imbalan berbasis dopamin pada otak mengarah pada perilaku berbagi pada wanita dan perilaku yang lebih egois pada pria.

Namun, alasan lebih jauh, seperti apakah perilaku ini disebabkan oleh perbedaan kromosom atau akibat pengkondisian sosial, belum dapat disimpulkan.

Kecilnya ukuran sampel juga menjadi penghambat untuk mendapatkan informasi lebih jauh.

Ahli saraf kognitif Gina Rippon dari Universitas Aston mengatakan kepada Nicola Davis di The Guardian, data dikumpulkan dari dua kelompok peserta yang berbeda dengan tugas yang sedikit berbeda. Hal tersebut memberi ruang pada kesalahan penelitian.

Meski demikian, percobaan Soutschek berguna untuk mempelajari neurokimia di balik perilaku antisosial atau prosisial. Dengan begitu, pemahaman antara interaksi genetika, budaya, dan anatomi bisa menjadi lebih baik - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:nationalgeographic
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:16 AM

Vaksin Baru Ini Berpotensi Melawan Kanker Serviks

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, October 26, 2017 | 3:59 PM

PT Kontak Perkasa - Sebuah penelitian yang berbasis di Melbourne menemukan bahwa penyakit mematikan kanker serviks bisa disembuhkan. Hal itu dimungkinkan berkat penemuan vaksin baru yang saat ini tengah dikaji oleh otoritas obat-obatan Australia.

Penelitian yang dipimpin RS Royal Women Hospital dan Victorian Cytology Service ini meneliti hampir 900 sampel kanker serviks. Mereka menemukan vaksin Gardasil yang diberikan kepada siswa di tahun pertama sekolah menengah terbukti mampu melindungi 77 persen di siswa penerima vaksi tersebut.

Studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer ini menemukan vaksin Gardasil 9 yang baru, bisa melindungi penerimanya dari 93 persen jenis kanker.

Peneliti utama Associate Professor Julia Brotherton mengatakan hasil penelitian tersebut sangat menggembirakan. "Ini benar-benar terobosan baru," katanya kepada ABC.

"Kemungkinan bahwa kita sekarang untuk bisa mencegah anak-anak terinfeksi virus penyebab kanker, saya rasa hal itu menakjubkan," tambahnya.

Dr Julia Brotherton mengatakan vaksin Gardasil 9 sedang digunakan di AS dan Selandia Baru.

Lembaga Pharmaceutical Benefits Advisory Committee saat ini sedang mengkaji bagaimana vaksin baru ini dapat menghemat anggaran kesehatan Australia dan kemungkinan merilis keputusannya pada akhir Agustus.

Prof Brotherton mengatakan dirinya memperkirakan PBAC akan mempertimbangkan penelitian tersebut.

"Saya sangat berharap vaksin ini akan tersedia bagi generasi muda di tahun pertama sekolah menengah yang diharapkan terlaksana awal tahun depan," katanya.

Manfaat lain dari vaksin baru ini adalah dosisnya yang lebih sedikit. Vaksin yang ada saat ini diberikan kepada generasi muda membutuhkan tiga dosis. Tapi Prof. Brotherton mengatakan jika diberikan sebelum berusia 14 tahun, vaksin baru hanya membutuhkan dua dosis.

Penelitian ini dilakukan bekerja sama dengan laboratorium patologi kanker di Victoria, New South Wales dan Queensland - PT Kontak Perkasa
Sumber:nationalgeographic
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:59 PM

Jadi Putri Tidur Gara-Gara Sindrom Kleine-Levin

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, October 25, 2017 | 3:12 PM

Kontak Perkasa Futures - Putri Tidur tak hanya ada dalam dongeng produksi Disney. Seseorang memang bisa menjadi “putri tidur” dan terlelap hingga berbulan-bulan jika terkena penyakit langka yang disebut Kleine-Levin (KL).

Hal inilah yang kemungkinan dialami oleh Siti Raisa Miranda alias Echa (13) asal Banjarmasin. Ia bisa menghabiskan satu siklus tidur hingga dua minggu lamanya. Di sela-sela tidur, Echa hanya bangun untuk makan, minum, dan buang air. Itu pun tak dilakukan dalam kesadaran penuh dan harus dituntun oleh kedua orangtuanya. Kabar tentang Echa si Putri Tidur viral di media sosial setelah sang ayah mengunggah cerita anaknya yang masih tidur hingga hari kesepuluh di akun Facebook miliknya.

Meski masalah ini kini sedang dialami oleh seorang remaja perempuan, umumnya masalah neurologis ini jamak diderita laki-laki. Proporsinya 70 persen dari semua penderita. Ciri-ciri orang mengalami sindrom Kleine-Levin adalah waktu tidur rata-rata 18,62 jam per hari. Kondisi tersebut dapat berlangsung harian bahkan bulanan.

Kasus pertama sindrom KL dilaporkan oleh Brierre de Boismont pada 1862. Namun, baru pada tahun 1925 kasus-kasus KL dikumpulkan dan dilaporkan oleh Willi Kleine di Frankfurt. Max Levin kemudian melanjutkan penelitian tersebut dengan menambahkan beberapa teori pendukung.

Seorang peneliti bernama Critchley akhirnya meneruskan penelitian dengan memantau 15 kasus dengan gejala serupa yang muncul pada prajurit-prajurit Inggris pada perang dunia II. Kemudian pada 1962, ia memberi sebutan sindrom tersebut “Kleine-Levin” yang merupakan gabungan nama Willi Kleine dan Max Levin, dua peneliti sebelum dirinya.

Sindrom KL merupakan penyakit langka yang memiliki prevalensi satu per satu juta orang. Penelitian dari tahun 1962 hingga 2004 hanya menemukan 186 kasus KL di seluruh dunia. Sebagian besar kasus terjadi di negara-negara Barat, dan risikonya menjadi dua kali lebih besar pada laki-laki. Sebanyak 81 persen pasien terkena KL pada usia 20 tahunan.

Gangguan Saraf

Sindrom KL terjadi akibat hipotalamus terganggu. Ia adalah bagian di dalam otak yang mengatur mekanisme tidur, suhu, nafsu makan, dan perilaku seksual. Akibatnya, mekanisme tubuh dalam mengatur jam biologis menjadi kacau. Setelah menjalani tidur panjang, penderita sindrom KL saat bangun akan mengalami disorientasi, sehingga mereka tidak dapat membedakan antara kenyataan dan mimpi.

Mereka juga merasa sangat lemas karena kehilangan banyak energi, amnesia ringan, dan lebih sensitif terhadap suara dan cahaya.

Tak hanya pola tidur, pola makan penderita KL juga ikut terganggu. Sebanyak tiga-per-empat pasien mengalami peningkatan nafsu makan selama tidur, bisa mencapai 6-8 kali sehari. Hal itu bisa membuat mereka mengalami kenaikan berat badan rata-rata 3,2-13,6 kg. Namun, sebagian kecil pasien malah makan lebih sedikit selama tidur, sehingga mereka membayarnya dengan makan berlebihan pada siklus berikutnya.

Gejala berikut yang dialami setengah pasien KL adalah depresi. Sebanyak 15 persen penyandangnya bahkan sampai berkeinginan bunuh diri, dan kebanyakan mereka adalah wanita. Sementara itu, pada penderita pria, gejala umum yang timbul adalah hiperseksualitas.

Sejauh ini, belum ada pengobatan yang bisa mengatasi masalahnya secara tuntas. Hal yang bisa dilakukan bagi pasien KL hanya sebatas obat-obatan berupa stimulan guna mengurangi rasa kantuk berlebihan. Isabelle Arnulf, Thomas J Rico, dan Emmanuel Mignot dalam penelitiannya pada 2012 menyatakan bahwa pengobatan yang membantu adalah lithium, khususnya untuk mengatasi masalah-masalah psikis yang timbul terkait sindrom ini.

Adapun untuk penyebabnya, mereka memberi arahan untuk menggali kemungkinan sebab infeksi, sebab autoimun, penyebab terkait metabolisme, serta kemungkinan adanya faktor genetik - Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:12 PM

Berburu Ikan Purba di Indonesia Timur

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, October 24, 2017 | 1:35 PM

PT Kontak Perkasa Futures - Ikan Coelacanth (Latimeria menadoensis) pernah disangka telah punah selama lebih dari 60 juta tahun. Dunia sains gegap gempita pada 1938 ketika ikan tersebut ditemukan kembali hidup di Afrika Selatan. Ikan ini mempertahankan ciri-ciri fisiknya selama 400 juta tahun. Sebagian tubuhnya, seperti punggung dan sirip perut, memiliki struktur tambahan yang menyerupai kaki amfibi.

Ikan ini pernah terlihat di perairan Afrika Timur termasuk Afrika Selatan, Madagaskar, Komoro, dan Tanzania. Ikan ini juga hidup di perairan Indonesia.

Untuk orang Minahasa di Sulawesi Utara, ikan ini dianggap sebagai bagian dari kelompok ikan kerapu. Mereka menyebutkan “kerapu minyak”.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan Japanese Aquamarine Fukushima berencana membangun pusat penelitian Coelacanth di Bitung, Sulawesi Utara. Kami sedang mematangkan rencana dan kesediaan lahan untuk pengembangan fasilitas ini.

Kami memilih lokasi ini karena nelayan sering tak sengaja menangkap Coelacanth di perairan Sulawesi. Sekarang setelah orang-orang mengetahui betapa luar biasanya ikan ini, mereka mulai memberitahu kami ketika mereka tanpa sengaja menangkap Coelacanth. Kami berharap dengan bekerja sama dengan nelayan, ketika mereka menangkap Coelacanth kita bisa bersama-sama mengupayakan untuk mengembalikannya ke habitat.

Sebagai peneliti, kami penasaran ingin mengetahui lebih banyak soal sistem reproduksi, kebiasaan makan, pertumbuhan, genetika, dan migrasi, karena semua informasi tersebut dapat menguak lebih banyak soal evolusi makhluk hidup.

Dari pasar ikan ke museum

Ilmuwan dari University of California Mark Erdman dan istrinya pertama kali melihat ikan ini di Indonesia pada 1997. Mereka menemukan ikan tersebut dalam keadaan tak bernyawa di pasar Bersehati di Manado. Mereka mengambil fotonya dan menandainya sebagai spesimen CCC 174.

Setahun kemudian, pada 30 Juli 1998, Lameh Sonathan, seorang nelayan dari Pulau Manadua Tua tak sengaja menangkap Coelacanth juga. Spesimen kedua itu ditandai CCC 175.

Museum Zoology Bogor menyimpan spesimen di Cibinong Science Centre LIPI. Sampai dengan akhir 2014, Indonesia memiliki tujuh spesimen Coelacanth di berbagai lokasi di Indonesia.

Di mana Coelacanth hidup di Indonesia?

Penelitian baru menunjukkan Coelacanth menempati perairan di Sulawesi Utara dan Papua.

Dalam 15 tahun terakhir, penelitian Coelacanth di Indonesia terfokus di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Pada 1999, Max Planck Institute dan LIPI bekerja sama untuk mencatat penampakan Coelacanth menggunakan kapal selam yang dinamai “Jago”. Penelitian ini mencatat penampakan dua Coelacanth di Laut Sulawesi pada kedalaman 145 meter.

Pada 2006, tim peneliti LIPI dan Japanese Fukushima Aquamarine serta Universitas Sam Ratulangi mencatat enam penampakan Coelacanth juga di Laut Sulawesi pada kedalaman 150 meter. Setahun kemudian, tim yang sama mencatat sembilan penampakan Coelacanth di perairan Talise di Sulawesi Utara. Pada 2011, tim peneliti melihat penampakan ikan tersebut di perairan Biak di Papua.

Para peneliti percaya ada kemungkinan ikan tersebut hidup di wilayah-wilayah lain di timur Indonesia. Topografi dan kondisi laut di sana mirip dengan Papua dan Sulawesi Utara: berbatu, dalam, dan penuh gua. Coelacanth hidup di laut dengan kedalaman setidaknya 150 meter, dengan suhu antara 14 dan 18 derajat Celsius. Habitat mereka adalah kumpulan batu di dasar laut.

Masih banyak pertanyaan tentang hubungan Coelacanth di perairan Afrika Timur dan Indonesia. Peneliti sedang mencari tahu jawabannya melalui tes DNA.

Dengan melihat bentuk dan struktur hewan, kita dapat mempelajari bagaimana evolusi terjadi dan berapa lama proses perubahan morfologi berlangsung. Salah satu cara mempelajari morfologi adalah dengan memeriksa foto X-ray dari Coelacanth.

The ConversationPenelitian soal Coelacanth memakan waktu yang panjang, karena begitu sedikitnya spesimen yang ada. Penelitian yang intensif diperlukan untuk mencari jumlah Coelacanth yang signifikan untuk memastikan penelitian yang efektif dan membantu usaha konservasi - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:nationalgeographic
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:35 PM

Metode Pasien Stroke Tak Minum Obat Pengencer Darah

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, October 23, 2017 | 9:16 AM

PT Kontak Perkasa - Jika terjadi penggumpalan darah, seseorang biasanya disarankan minum obat pengencer darah. Obat pengencer darah termasuk terapi untuk menurunkan risiko stroke. Dalam hal ini, risiko stroke yang disebabkan kelainan irama jantung atau fibrilasi atrium (FA).

Seseorang yang minum obat pengencer darah bisa ketergantungan. Obat pun diminum seumur hidup. Namun, ada alternatif pilihan lain agar seseorang tidak minum obat pengencer darah. Pasien bisa melakukan LAA (Left Atrial Appendage) Occluder Implant.

Metode ini berupa pemasangan implan pada area jantung, yang bernama Left Atrial Appendage. LAA Occluder Implan mencegah adanya penggumpalan darah, yang bisa menyebar ke otak besar.

Ada pertimbangan lain sebelum memasang LAA Occluder Implant, menurut dokter spesialis jantung, dr Sunu B Raharjo, SpJP(K), PhD dari RS Jantung dan Pemuluh Darah Harapan Kita.

"Yang pertama dilihat, seberapa besar risiko stroke yang dialami, apakah risiko strokenya bisa cukup diatasi dengan obat pengencer darah. Pada saat yang bersamaan, kami juga menilai, seberapa besar perdarahan yang terjadi," jelasnya saat ditemui dalam acara "Raba Nadi, Kenali Fibrilasi Atrium (FA), Hindari Kelumpuhan!" di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, ditulis Kamis

Cegah risiko perdarahan
Risiko perdarahan terjadi setelah seseorang minum obat pengencer darah. Jika perdarahan yang terjadi di otak cukup besar, maka pasien disarankan melakukan LAA Occluder Implant.

Setelah implan dipasang di bagian Left Atrial Appendage, pemantauan terhadap aliran darah akan dilakukan.

Guru Besar Ilmu Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FKUI, Prof Dr dr Yoga Yuniadi, SpJP(K) menambahkan, dalam waktu satu bulan setelah pemasangan LAA Occluder Implant.

Pasien akan dicek elektrokardiogram (EKG). EKG merekam aktivitas listrik di jantung. Aliran darah pun akan terlihat, apakah sudah mengalir normal dan tidak terjadi penggumpalan darah - PT Kontak Perkasa
Sumber:health.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:16 AM

Di Balik Keputusan AS Keluar dari UNESCO

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, October 19, 2017 | 9:33 AM

PT Kontak Perkasa Futures - Donal Trump belum genap setahun memimpin Amerika Serikat. Akan tetapi sudah ada tiga keputusan kontroversial untuk menarik diri dari kerja sama multilateral: Kemitraan Trans-Pasifik, Perjanjian Paris dan yang terbaru yaitu keluar dari badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO).

Keanggotaan AS di UNESCO akan resmi selesai setelah 31 Desember 2018. Pemerintahan Trump beralasan bahwa bias anti-Israel sudah terlalu kental di UNESCO. Amerika meminta agar organisasi tersebut segera melakukan perubahan mendasar jika ingin AS kembali menjadi anggota penuh.

Kisruh soal Israel yang menjadi sekutu terdekat Amerika itu mulai dari 2011 saat UNESCO menerima Palestina menjadi anggota UNESCO. Amerika merespons keputusan itu dengan membekukan dananya untuk organisasi tersebut. Pembekuan itu malah menghasilkan tunggakan di UNESCO yang juga menjadi salah satu pemicu hengkangnya Amerika.

“Kami mendapat tunggakan sebesar 550 juta dolar AS lebih. Jadi pertanyaannya adalah, apakah kami bakal membayar uang itu?” Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika.

Selain itu, badan PBB ini mengadopsi resolusi tanpa menyertakan warga Yahudi menyangkut salah satu tempat suci di Yerusalem pada tahun lalu. Yang terbaru, berdasarkan usulan Palestina, UNESCO menetapkan Kota Tua Hebron di Tepi Barat sebagai Warisan Dunia yang harus dilindungi pada Juli lalu.     

Situs itu dianggap suci oleh orang Yahudi, Kristen, dan Muslim. Israel tak menerima keputusan tersebut sebab dengan diakuinya Hebron sebagai kota Palestina, yang mengacu pada kota Palestina dinilai sebagai upaya untuk menolak karakter dan warisan Yahudi dari beberapa situs utama di wilayah tersebut.

Sedangkan bagi Palestina, Hebron perlu dilindungi sebab Israel kerap melakukan beragam pelanggaran mulai dari vandalisme hingga perombakan bangunan di Kota Tua itu. Resolusi Hebron ini menjadi sebuah kemenangan diplomasi bagi Palestina. Sehingga Israel menuduh keputusan UNESCO politis.

Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengungkapkan hal senada. Haley menyampaikan bahwa keputusan UNESCO merupakan sebuah tindakan bodoh.

"Tujuan UNESCO bagus," kata Nikki Haley dalam sebuah pernyataan. "Sayangnya, politisasi ekstremnya menjadi hal yang sangat memalukan."

Isu politisasi UNESCO pada dasarnya pernah dihembuskan AS saat keluar dari UNESCO pada 1984. Alan D. Romberg, juru bicara Departemen Luar Negeri AS saat itu, mengklaim bahwa keputusan keluarnya Paman Sam disebabkan manajemen yang buruk dan nilai-nilai yang bertentangan dengan Paman Sam. Dirjen UNESCO saat itu, misalnya, disebut-sebut mendukung pembatasan kebebasan pers.

Meski memilih keluar pemerintah Amerika berkomitmen untuk tetap melakukan kerja sama internasional dalam program-program UNESCO. Hal yang sama yang juga dilakukan oleh pemerintahan Trump bahwa AS akan terus memberikan perspektif dan keahliannya kepada UNESCO, namun sebagai pengamat non-anggota.

Jika sekarang AS menggunakan isu bias anti-Israel, maka saat keluar pada 1984 isunya adalah anti-Amerika. Hal itu dilakukan sebagai bentuk “demonstrasi” atas UNESCO salah satunya karena berbagai masukan AS soal kebijakan, program hingga pengaturan anggaran tak ditanggapi UNESCO.

“Kebijakan UNESCO selama beberapa tahun telah melayani tujuan politik anti-Amerika,” kata Gregory J. Newell yang saat itu mengepalai Departemen Luar Negeri Amerika untuk urusan Organisasi Internasional.

Saat itu Amerika tak hanya bermasalah dengan UNESCO namun juga dengan Badan Energi Atom Internasional, Badan Pangan dan Pertanian, Organisasi Buruh Dunia, Badan Lingkungan PBB dan Serikat Telekomunikasi Internasional. Menurut Newell, pada akhirnya agensi-agensi tersebut mengubah kebijakannya: untuk memuaskan Washington.

Amerika kembali menjadi anggota UNESCO pada 2003 setelah adanya pergantian kepemimpinan pada 1999. Menurut Amerika, UNESCO telah membuat kemajuan yang signifikan dengan melakukan reformasi pada struktur manajemen. Kebebasan pers mulai diterapkan. UNESCO juga kembali pada misi utamanya.

“Sebagai simbol komitmen kita terhadap martabat manusia, AS akan kembali menjadi anggota UNESCO. Organisasi ini telah direformasi dan Amerika akan berpartisipasi sepenuhnya dalam misinya untuk memajukan hak asasi manusia dan toleransi dan pendidikan," ujar Presiden Amerika yang saat itu dijabat George W Bush.

Beberapa anggota UNESCO yang juga keluar karena alasan politik, misalnya Afrika Selatan menarik diri pada 1955. Inggris dan Singapura mengikuti jejak AS untuk meninggalkan organisasi tersebut pada akhir 1980-an, meskipun pada akhirnya semua kembali bergabung.

Menanggapi isu politisasi dalam UNESCO, Joshua Keating dari Slate berpendapat bahwa tuduhan bahwa UNESCO kini terlalu dipolitisasi dan meninggalkan misi utamanya bisa dibenarkan, tapi pada dasarnya tak ada hubungan dengan organisasi itu sendiri.

Menurut Keating, sebagaimana organisasi internasional lainnya, UNESCO adalah cerminan dari negara-negara yang bergabung di dalamnya, karena itu sulit dipercaya bahwa keluarnya AS akan cukup membantu mengatasi kekhawatiran Paman Sam terhadap isu-isu seperti anti-Israel dan anti-Amerika

Dampak Hengkangnya Amerika

Menanggapi hengkangnya Amerika, Aleanora Mitrofanova, mantan utusan Rusia untuk UNESCO menilai bahwa organisasi tersebut akan lebih baik tanpa kehadiran Amerika. Negara tersebut juga tak membayar iuran untuk UNESCO sejak 2011 dan keputusan ini sudah sejalan dengan keinginan Trump.

“Dalam beberapa tahun terakhir, mereka [Amerika] tidak berguna bagi organisasi ini [UNESCO],” ujar Aleanora.

Akan tetapi Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lajcák mengungkapkan kekhawatirannya dalam sebuah pernyataan yang disampaikan oleh juru bicanya. "Keputusan Amerika Serikat untuk keluar dapat berdampak buruk terhadap pekerjaan penting UNESCO," menurut pernyataan tersebut.

Pekerjaan UNESCO tak sekadar memberi label “Warisan Budaya Dunia” pada tempat-tempat tertentu. Organisasi ini memiliki misi untuk berkontribusi dalam membangun perdamaian dunia, pemberantasan kemiskinan dan dialog antarbudaya.

Program yang dijalankan UNESCO bertujuan menjaga keragaman budaya di dunia, mengatasi berbagai hambatan sosial dengan dialog, memanfaatkan ilmu pengetahuan untuk pembangunan yang berkelanjutan serta mengupayakan agar masyarakat dunia memperoleh pendidikan yang berkualitas.

Dalam menjalankan program-program tersebut, UNESCO membutuhkan dana mencapai 667 juta dolar AS, berdasarkan laporan keuangan UNESCO 2016/2017. Dana paling besar dialokasikan untuk pendidikan sebesar 124 juta dolar AS, berikut untuk sektor sosial-budaya mencapai 92 juta dolar AS.

Sebelum menghentikan aliran dananya, setiap tahun Paman Sam menyumbang 70-80 juta dolar AS. Meski Rusia mengatakan UNESCO lebih baik tanpa Amerika, Irina Bokova, direktur jenderal UNESCO tetap menyayangkan keputusan Amerika tersebut.

"Absennya AS atau negara besar lain yang punya kekuatan adalah kehilangan bagi kami. Ini bukan sekadar urusan uang. Upaya mempromosikan cita-cita seperti pendidikan dan budaya adalah hal yang vital bagi negara-negara seperti AS," katanya.

Tak dapat dipungkiri, keputusan-keputusan yang dikeluarkan oleh negara besar seperti Amerika juga dapat mempengaruhi kebijakan anggota lain terutama sekutu dekatnya. Misalnya Israel yang juga langsung memutuskan akan keluar dari UNESCO.

Ini akan jadi pukulan keras bagi UNESCO. Kendati demikian, berdasarkan pernyataan pemerintah Amerika, keputusan ini dapat berubah dan mungkin AS akan kembali menjadi anggota. Soal kapan, hanya Donald Trump yang tahu - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:33 AM

Inggris juga Tunggangi G30S untuk Gulingkan Sukarno

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, October 12, 2017 | 11:38 AM

Kontak Perkasa Futures - Pada musim gugur 1965 Norman Reddaway diundang kepala Kementerian Luar Negeri Inggris Joe Garner ke kantornya. Reddaway masih muda, tapi kariernya di bidang propaganda terbilang moncer di antara rekan-rekan satu divisinya di Kementerian Luar Negeri Inggris. Garner kemudian menyerahkan Reddeway segepok uang bernilai 100.000 poundsterling sekaligus tugas “untuk melakukan apa pun yang bisa dilakukan untuk menyingkirkan Sukarno”.

Reddeway diterjunkan ke Singapura, lebih tepatnya di Phoenix Park, markas gabungan antara Kementerian Luar Negeri Inggris, Badan Dinas Intelijen Rahasia Inggris (SAS atau M16), dan Badan Intelijen Pusat AS (CIA). Ketiganya bersama-sama menjalankan operasi rahasia dengan misi utama propaganda anti-Sukarno sejak awal 1960-an. Pangkal persoalannya, papar Paul Lashmar dan James Oliver di buku Britain's Secret Propaganda War 1948-77, adalah sumber daya alam.

Lashmar menulis bahwa salah satu faktor mengapa Indonesia bisa memperoleh kemerdekaan dari Belanda pada tahun 1949 adalah karena pemerintah AS menganggap Indonesia di awal kemerdekaan bukan sarang komunis. Pasukan Belanda juga dianggap lebih efektif diterjunkan ke Eropa bagian barat. Prediksi ini tentu menemui kekeliruannya dalam beberapa tahun setelahnya, terutama berkenaan dengan bangkitnya Partai Komunis Indonesia (PKI) dan gerakan kiri lain.

Indonesia punya nilai strategis bagi Inggris dan AS, baik secara ekonomi maupun geografis. Inggris kala itu punya kepentingan bisnis di Indonesia termasuk 40 persen saham atau sekurang-kurangnya 100 juta poundsterling di Royal Dutch Shell yang mengontrol tiga per empat produksi minyak sebelum perang. Pada tahun 1959 investasi Inggris di Indonesia sudah mencapai 300 juta poundsterling. Secara geografis, Selat Malaka dinilai penting untuk Inggris dan AS untuk kepentingan rute kapal perang.

Sukarno punya visi yang didukung banyak orang di Indonesia: penguasaan sebagian besar kekayaan alam di bawah tangan negara. Tak lama usai proklamasi kemerdekaan, Sukarno telah memulai proses tersebut misalnya dengan menasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda atau membuat peraturan terkait pengelolaan tanah dalam rangka reforma agraria. Pada awal 1950-an, Sukarno dan kebijakan nasionalis-radikalnya menjelma menjadi sosok yang mengancam investasi negara-negara Barat di bumi nusantara.

Pada 1952 keyakinan AS makin bulat: jika Indonesia jatuh ke pengaruh komunisme, negeri-negeri jirannya seperti Malaya juga akan ikut-ikutan merah. AS dan Inggris tak mau ini terjadi sebab keduanya akan “kehilangan pasokan utama sumber daya alam seperti karet, timah, minyak bumi, dan komoditas penting lainnya".

Bukti pertama keterlibatan Inggris dalam penggulingan Sukarno muncul dalam memorandum CIA bulan Juni 1962 yang berisi obrolan antara Perdana Menteri Inggris Harold Macmilan dan Presiden John F. Kennedy dalam sebuah pertemuan. Pertemuan yang dilakukan pada bulan April tahun yang sama melahirkan persekongkolan untuk “melenyapkan Presiden Sukarno, tergantung situasi dan kesempatan yang ada.”

CIA sempat bingung dengan istilah “melenyapkan”. Sementara agen senior M16 mengklarifikasi bahwa maknanya bukan pembunuhan, tapi lebih ke menghilangkan status kekuasaan.

Permusuhan Inggris terhadap Sukarno memuncak pada era Konfrontasi Indonesia-Malaysia. Sukarno menuduh pembentukan Federasi Malaysia sebagai plot neo-kolonialisme Inggris, dan kemudian memutuskan hubungan diplomatik kedua negara serta melancarkan serangan darat dengan semangat “Ganyang Malaysia!”.

Penyingkiran Sukarno juga bukan 100 persen keinginan Barat. Ketua Komisi Selandia Baru untuk Federasi Malaysia, Hunter Wade, menyatakan bahwa Soeharto dan elite militer lain punya cita-cita serupa, namun belum menemukan momen yang tepat. Sukarno masih punya dukungan kuat dari rakyat Indonesia. Koresponden BBC Roland Challis berkata bahwa situasi jelang pertengahan 1960-an membuat banyak pihak baik di dalam maupun luar Indonesia berharap munculnya chaos untuk kemudian dimanipulasi demi kepentingan mereka.

Menurut seorang sumber dari Kementerian Luar Negeri Inggris, keputusan untuk menyingkirkan Sukarno diinisiasi oleh pemerintahan MacMillan dan direalisasikan sejak pemerintahan Partai Buruh pada 1964. Dalam menjalankan misi dari Phoenix Park, yang disebut-sebut sebagai pusat pemerintahan Inggris di Asia Tenggara, IRD yang bekerja sama dengan CIA menjalin hubungan erat dengan beberapa elite militer Indonesia. Salah satunya dengan Ali Murtopo, tokoh intelijen penting kesayangan Soeharto di era Orde Baru, melalui kantor Kedutaan Besar Inggris di Indonesia.

IRD dibentuk oleh pemerintah Partai Buruh Inggris pada 1948 untuk melancarkan perang propaganda antikomunis melawan Soviet, tapi kemudian juga terlibat dalam pelbagai operasi memberangus gerakan-gerakan antikolonial di wilayah-wilayah yang dikuasai Kerajaan Inggris. Pada 1960-an IRD memiliki sekitar 400-an staf di London dan petugas informasi di seluruh dunia untuk memengaruhi liputan media lokal maupun internasional agar sesuai kepentingan Inggris.

Dua Fase Penyingkiran Sukarno
Fase pertama penyingkiran Sukarno adalah mengisolasinya dari kekuatan besar PKI. Selama PKI berjaya, yang saat itu diklaim memiliki tiga juta anggota dan otomatis menjadi partai komunis non-penguasa terbesar di dunia, Sukarno masih punya basis pertahanan yang solid.

Kesempatan itu kemudian datang pada akhir September 1965 ketika usaha kudeta yang dikenal sejarah sebagai G30S. Ada beberapa versi terkait siapa dalangnya, tetapi situasi ini dimanfaatkan Soeharto untuk mengkambinghitamkan PKI sepenuhnya dan diikuti represi penuh para tertuduh.

Inggris pun menunggangi G30S untuk kepentingan pokoknya yang kebetulan selaras dengan visi Soeharto. Pada tanggal 5 Oktober Alec Adams, penasihat politik untuk Panglima Tertinggi Kerajaan Inggris untuk urusan politik Asia Timur hingga Tenggara, menasihati Kementerian Luar Negeri Inggris agar tak ragu untuk melakukan apapun agar PKI dibuat sebersalah mungkin dalam tragedi G30S, baik di mata kaum militer maupun rakyat sipil Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Inggris setuju dan melakukan misi ini dengan dua tema propaganda besar. Satu, bahwa PKI itu kejam. Dua, bahwa ada intervensi Cina dalam pergerakan PKI di Indonesia. Untuk propaganda pertama, IRD dan M16 melalui media lokal dan internasionalnya rajin menyebarkan kisah horor tentang manuver kelompok komunis militan dalam mengganggu kestabilan wilayah Malaya pada 1950-an. Tak lupa juga narasi tentang dampak dari aksi radikal komunis yakni menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar dari kalangan orang-orang lokal.

Untuk propaganda kedua, tujuan utama IRD dan M16 adalah agar orang-orang keturunan Cina di Indonesia diasosiasikan dengan PKI. Dampaknya, mereka turut jadi sasaran utama perburuan selama periode 1965-1967 di sejumlah wilayah Indonesia yang mengorbankan nyawa antara 500.000 hingga dua juta orang.

Challis mengatakan hasil dari propaganda tersebut amat berhasil sehingga perburuan simpatisan komunis selama periode kelam itu tak ada bedanya dengan konflik antar-etnis.

“Hal mengerikan telah dilakukan (Inggris) untuk menghasut orang Indonesia bangkit dan membantai orang-orang Cina,” katanya.

Usai sukses diisolasi, fase kedua dalam misi penyingkiran Sukarno adalah penajaman citra bahwa sang pemimpin besar punya hubungan mesra dengan PKI, sehingga otomatis muncul kaitan bahwa Sukarno juga terlibat dalam kudeta berdarah G30S.

IRD dan M16 sudah punya modal penghancuran nama Sukarno di dunia internasional sejak sebelum kudeta terjadi. Mereka tinggal mengencangkan lagi mesin propagandanya. Ditambah, penggerusan kelompok komunis baik secara struktural maupun kultural juga turut membuat posisi Sukarno kian rawan.

Cita-cita Inggris akhirnya terwujud setahun setelah huru-hara kudeta, tepatnya pada 10 Maret 1966 ketika Sukarno menandatangani penyerahan kekuasaan ke Soeharto. Sebagian sejarawan, termasuk Lashmar dan Oliver, menyebut peristiwa yang dinamakan SUPERSEMAR itu sesungguhnya menempatkan Sukarno sebagai pihak yang dipaksa tanda tangan.

Challis amat percaya Inggris memainkan peran besar dalam tergulingnya kekuasaan Sukarno, terutama dalam mempersuasi elite militer bahwa momen penantian mereka hadir bersamaan dengan tragedi G30S. Situasi kala itu, lanjutnya, dianalisis dan diatur dengan baik sehingga kesannya tidak ada manipulasi apalagi intervensi.

“Peristiwa itu adalah manipulasi ide, dan murni politik. Menurut pendapat pribadiku, tragedi itu dilakukan dengan amat cantik,” pungkasnya.

Rangkaian kisah selanjutnya sudah lumayan akrab dalam ingatan orang-orang: Orde Baru dirintis, Soeharto membuka keran investasi asing selebar-lebarnya, dan masa depan bisnis Inggris di Indonesia pun berhasil diamankan. Sukarno masih diperbolehkan menjabat sebagai presiden seumur hidup hingga 1967. Tiga tahun berselang, ia mengembuskan napas terakhir dalam status sebagai tahanan rumah - Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:38 AM

Usaha Menghentikan Hukuman Mati

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, October 11, 2017 | 10:19 AM



PT Kontak Perkasa Futures - Sejak 2003, 10 Oktober dirayakan sebagai Hari Antihukuman Mati. Hari itu dipilih oleh World Coalition Againts Death Penalty (WCADP) yang merupakan gabungan 180 organisasi dari berbagai negara.

Kongres Dunia Melawan Hukuman Mati pertama kali digelar pada 2001 di Strasbourg, Perancis. Kongres tersebut dicanangkan dan diorganisasikan oleh French NGO Together Against the Death Penalty. Kongres ini menghasilkan Deklarasi Strasbourg.

Merujuk laman worldcoalition.org, mereka menyepati berbagai isu pokok. Pada paragaraf 9 deklarasi tersebut disebutkan bahwa mereka bersepakat "menciptakan koordinasi lembaga dan juru kampanye di seluruh dunia yang tujuan pertamanya adalah untuk meluncurkan hari untuk penghapusan hukuman mati di seluruh dunia".

Setelah beberapa pertemuan persiapan di Paris dan Brussels, sebagian besar inisiator tersebut bertemu kembali di Roma pada 13 Mei 2002. Saat itu mereka secara resmi membentuk World Coalition Againts Death Penalty (WCADP). Tujuan dibentuknya organisasi ini adalah menguatkan advokasi penghapusan hukuman mati di seluruh dunia. Sejumlah organisasi masuk dalam WCADP, termasuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Indonesia.

Pada 10 Oktober 2003, koalisi internasional tersebut untuk pertama kalinya membuat Hari Antihukuman Mati Sedunia. Saat itu, koalisi berhasil menggalang kegiatan serupa pada tanggal yang sama di berbagai kota: dari Kanada, Perancis, Italia, Meksiko, hingga Belgia.

Menurut situsweb worldcoalition.org, pada 2005 kampanye tersebut meningkat dengan didukung 260 organisasi. Pada 2007, Dewan Uni Eropa akhirnya secara resmi menetapkan 10 Oktober sebagai Hari Eropa Melawan Hukuman Mati.

Dari sanalah 10 Oktober diperingati sebagai Hari Antihukuman Mati menyebar ke berbagai belahan dunia. 
Hukuman Mati bagi yang Ditinggalkan

Hukuman mati tidak hanya menghilangkan nyawa para terpidana mati, namun juga meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga dan saudara yang ditinggalkan. Fenomenanya beragam. Ada anggota keluarga yang mengalami stres dan depresi. Tidak hanya terjadi pada orang dewasa, jika yang menjadi terpidana mati adalah seorang ibu, anak-anaknya kerap malu, mengucilkan dari dari pergaulan sosialnya, sampai putus sekolah.

Menurut Laporan Pemantauan Dampak Hukuman Mati Terhadap Pekerja Migran dan Keluarganya yang disusun Komnas Perempuan, setidaknya ada 16 dampak hukuman mati bagi keluarga. Salah satunya adalah anak dipaksa melupakan orang tua yang menjadi terpidana mati.

“Misalnya satu buruh migran yang terancam hukuman mati di Cina, anaknya dipaksa melupakan ibunya. Ketika kami bertemu dengan ibu dari anak perempuan ini, dia mewanti-wanti jangan bicara, dan jangan sekali-kali menyebut nama si ibu,” ujar Yuni Asri, pegiat Komnas Perempuan, seraya memberikan pemaparan terkait dampak hukuman mati bagi keluarga dalam acara "A Day For Forever”.

Menurut Yuni, para orang tua yang menjadi terpidana mati kerap takut mengungkapkan masalah yang menimpa mereka jika anaknya bertanya. Di sisi lain, ketika pihak anak tahu, mereka malah merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan orang tuanya.

“Saya merasa bersalah karena enggak bisa membela orang tua. Umi (ibu) kerja baik-baik, cari duit halal kenapa jadi begitu. Di sini orang kerja jadi pelacur malah sehat dan baik-baik saja. Rasanya ingin mati saja waktu itu,” ujar E, seorang anak dari R yang merupakan perempuan pekerja migran yang telah dieksekusi di Arab Saudi, seperti dikutip dari Laporan Komnas Perempuan.

Di Indonesia, sejak 1998 sampai 2016 ada 276 orang divonis hukuman mati. Sebanyak 210 orang di antaranya masih menunggu eksekusi dan 42 orang yang telah dieksekusi mati. Sedangkan menurut catatan KontraS, ada 50 terpidana terpidana hukuman mati yang telah dieksekusi dalam periode 1979-2007.

Komnas Perempuan juga mencatat ancaman hukuman mati yang membayangi para pekerja migran Indonesia. Per April 2015, ada 228 WNI terancam hukuman mati di berbagai negara: Arab Saudi 36 orang, Malaysia 168 orang, RRC 16 orang, Singapura 4 orang, Laos 2 orang, UEA 1 orang, Vietnam 1 orang.
Hilang: Dari Tanah, Perahu, Hingga Kasih Sayang

“Udah mau ajal, udah mau dibunuh, cuma ternyata ditunda, nggak tahu bagaimana, tidak jelas juga nasibnya. Grasi yang sampai sekarang sudah satu tahun lebih [diajukan] juga belum jelas. Belum ada tanggapan apa-apa dari pemerintah.”

Pernyataan tersebut dilontarkan Devy Cristha pada acara "A Day For Forever”. Dia adalah anak perempuan dari terpidana hukuman mati Merri Utami. Vonis tersebut jatuh kepada Merri lantaran kedapatan membawa 1,1 kilogram heroin di Bandara Sukarno-Hatta, Oktober 2001.

Awalnya Merri bekerja di Taiwan. Kemudian dia bertemu dengan Jerry. Laki-laki itu mengajak Merri liburan ke Nepal. Saat hendak pulang ke Jakarta, Merri diberi hadiah tas oleh Jerry. Tidak disangka, sesampainya di mesin pemindai barang bandara Soekarno-Hatta, tas tersebut ternyata berisi heroin. Merri dinyatakan bersalah oleh pengadilan dengan vonis hukuman mati.

Pada 2003 banding yang dia ajukan ditolak pengadilan. Pada 2016 Merri dipindahkan ke penjara Nusakambangan dan dikabarkan masuk dalam daftar terpidana mati yang akan dieksekusi pada tahun tersebut.

Kisah tersebut mungkin tidak akan diketahui Devy jika dia tidak menyimak berita perihal eksekusi terhadap ibunya di sebuah stasiun televisi.

“Saya tahu ibu saya mau dieksekusi dari TV, malah petugas Nusakambangan balik nanya ke saya. Loh mbak Devy belum tahu?” ujar Devy.

Tidak hanya persoalan informasi, Devy juga menghadapi penghakiman tertentu dari lingkungannya. Dampak seperti itu kerap melanda anak-anak terpidana mati. Laporan Komnas Perempuan mencatat anak-anak mengucilkan diri di lingkungan sosial dan juga menjadi malas sekolah  dan tidak mau ikut pelajaran karena menghindari pertanyaan alasan ibunya dihukum mati.

Lebih jauh lagi, dalam sejumlah kasus, Komnas Perempuan mengamati kasih sayang antara orang tua dan anak pun menjadi hilang. Beberapa anak bahkan belum pernah bertemu ibunya sejak kecil. Anak-anak itu pun seringkali marah dan menyalahkan ibu karena tidak tahu bahwa ibunya sedang berada dalam masalah besar.

“Hukuman mati seringkali justru mencerminkan ketidakadilan dan melahirkan kemiskinan baru. Sebab hukuman mati tidak hanya membawa akibat pada korban yang terzalimi, tetapi juga pada keluarga, khususnya anak-anak mereka,” tegas Komnas Perempuan dalam laporannya.

Yuni juga menuturkan siksaan batin yang dirasakan salah seorang ayah yang anaknya dipidana hukuman mati. Si ayah kerap mengalami mimpi buruk hingga kondisi kebugaran fisiknya menurun. Stigma “kegagalan menyelamatkan” pun menjalar kepada si ayah. Awalnya si ayah dipercaya sebagai kuncen (penjaga petilasan keramat desa). Tetapi akhirnya dia tidak dipercaya lagi karena dinilai tidak bisa menyelamatkan anaknya dari hukuman mati.

“Lalu dia bilang, saya nggak mau mati. Saya mau menunggu anak saya. Kalau mau dihukum, mending sekalian saja dipancung sekarang. Saya sudah tidak jadi kuncen lagi. Orang-orang kampung menganggap saya punya keahlian, punya ilmu, tapi saya tidak bisa menyelamatkan anak saya,” ujar Yuni mengucapkan ulang perkataan si ayah.

Yuni juga menuturkan dari 13 narasumber yang diwawancarai Komnas Perempuan, 12 orang di antaranya pernah pergi ke dukun. Mereka mesti merogoh kocek yang tidak sedikit. Sejumlah keluarga rela menjual tanah untuk bisa pergi ke dukun tersebut, sedangkan mereka yang tinggal di pesisir rela menjual perahunya. Tujuannya jelas: mencoba mencari jalan keluar melalui jalan mistis.

Teka Teki Efek Jera
Kebijakan hukuman mati masih diberlakukan karena dinilai memiliki efek jera. Dalam kasus Indonesia, kebijakan itu pun sulit dihapuskan karena masih mendapatkan dukungan yang sangat kuat dari publik, badan-badan pemerintahan dan organisasi keagamaan.

Anggara, pegiat Institut for Criminal Justice Reform, dalam wawancaranya kepada Tirto sempat menjelaskan asal-usul diterapkannya hukuman mati di Indonesia.

“Hukum itu dibuat pada 1915 dan diberlakukan pada 1918. Konteks kesejarahan dan politik dibalik hukuman mati ini yang tidak pernah dibahas oleh pemerintah kita. Mereka masih pakai warisan Belanda. Pemerintah selalu bicara kalau hukuman ini untuk efek jera. Dalam pembahasan revisi KUHP, itu selalu yang dibahas,” ujar Anggara.

Menurut Anggara asumsi efek jera yang dilekatkan pada hukuman mati probelamatis. Menurutnya selama ini tidak ada data yang valid untuk mengukur efek jera.

“Setelah eksekusi mati dilaksanakan, harusnya kalau ada efek jera pengguna narkoba turun, ini malah meningkat. Efek jera apa yang diharapkan? Untuk kasus teroris, bukan efek jera yang didapat, mereka [dan pendukungnya] malah [menganggap] mati syuhada,” ungkap Anggara seraya menegaskan relevansi efek jera - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:19 AM

Yang Perlu Diketahui Supaya Kopi Aman di Perut

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, October 9, 2017 | 11:00 AM

Kontak Perkasa Futures - Kopi memiliki banyak manfaat. Mulai dari menurunkan risiko penyakit jantung sampai mengandung antioksidan yang bisa mencegah kanker. Kopi juga bisa berfungsi sebagai penghilang nyeri ringan.

Sayangnya, ada sekitar 40 juta orang yang tidak bisa minum kopi. Ini karena, kopi membuat perut mereka iritasi. Hal ini berarti, 40 juta orang tadi, tidak bisa mendapatkan manfaat dari kopi.

Kabar baiknya: Riset menemukan, jika meminum kopi membuat perut sakit, Anda bisa jadi meminum jenis kopi yang salah. Hal ini juga berarti, Anda tidak perlu membeli kopi khusus yang berlabel "low acid (rendah asam)."

Melansir Prevention, salah satu studi menemukan, kopi jenis dark-roast lebih mudah dicerna perut dibanding jenis light atau mild roasts. Ini karena, kopi dark-roasted mengandung kandungan khusus yang mencegah perut terpapar terlalu banyak asam.

Untuk studi ini, para peneliti mengambil sel tubuh yang meregulasikan sekresi asam di dalam perut, dan memaparkan merek pada beberapa jenis kopi: regular, dark-roast, mild, decaffeinated, dan low-acid.

Para peneliti menemukan senyawa berbeda dari jenis kopi yang berbeda, yang memang membuat sel tubuh memproduksi lebih banyak asam.

Jadi, jika perut Anda sering bermasalah setelah minum kopi, jenis dark-roast bisa jadi pilihan Anda. Kopi mana yang termasuk jenis ini? Berikut beberapa tips untuk mengetahuinya:

Beberapa perusahaan kopi cukup eksplisit dan menuliskan label pada produk seperti apa adanya, misal "medium roast" atau "dark roast." Perusahaan lain, menggunakan terminologi kopi untuk menjelaskan tipe panggangan (roast) kopi, dan seringnya nama itu bersifat geografis.

Kopi jenis medium dark-roast termasuk: Viennese, Full City, Light French, Continental, After-Dinner, dan European. Jenis yang lebih tinggi termasuk: French, Espresso, Italian, dan Turkish roast. Diikuti oleh Neopolitan atau Spanish roasts.

Salah satu keuntungan lain meminum kopi dark-roast adalah minim kafein, yang bisa memicu iritasi perut. Namun jika kafein terus mengganggu perut Anda, pilihlah kopi dark-roast decaf.

2. Perhatikan warnanyaBiji kopi awalnya berwarna hijau dan kemudian berubah jadi cokelat saat dipanggang. Biji kopi itu secara bertahap akan menjadi semakin gelap sampai akhirnya hampir menghitam, untuk jenis dark-roast paling gelap.

Jika Anda berbelanja di tempat yang memungkinkan Anda melihat biji kopi sebelum membelinya, Anda bisa mengetahui jenis kopi jika melihat dari warnanya - Kontak Perkasa Futures
Sumber:health.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:00 AM

zzzztttt.. Ini Trik 'Asyik' Bercinta di Rumah Sempit

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Thursday, September 28, 2017 | 8:38 AM


PT Kontak Perkasa Futures - Tinggal di rumah kontrakan tentu tidak ada salahnya bila Anda baru saja menikah, sementara karir  belum sepenuhnya mendapatkan posisi strategis.

Hanya, yang jadi masalah apabila rumah kontrakan Anda yang sempit ini menempel dengan rumah kontrakan lainnya. Tak ayal, sedikit suara berisik saja sudah membuat tetangga mendengar Anda.

Wah, kalau sudah begini, tentunya Anda akan sedikit merasa kesusahan kala hendak beraksi seru di ranjang bersama pasangan. Bisa-bisa tetangga mendengar apa yang Anda lakukan. Tapi tidak perlu khawatir, agar kegiatan bercinta Anda berjalan lancar, simak trik-trik dari Rumah.com berikut ini.

Lakukan di bawah
Yap, alias di lantai. Jika memang lantainya keras dan nggak nyaman, pindahkan saja kasur Anda ke bawah untuk sementara.

Sebab meski ranjang Anda kuat, bukan jaminan selama bercinta ranjang itu tidak menimbulkan suara sama sekali, kan? Jangan sampai karena sedang panas-panasnya, tetangga harus mendengar suara gesekan ranjang. Bisa malu besar, tuh!

Nyalakan musik lembut
Ini juga salah satu cara yang aman yaitu dengan menyalakan musik lembut selama bercinta. Ingat, volumenya jangan dipasang terlalu kencang, melainkan cukup meredam suara desahan Anda.

Pasalnya, tembok kontrakan cenderung tipis, sehingga ada kalanya tetangga Anda dapat mendengar apapun yang Anda lakukan.

Lakukan di jam tertentu
Kegiatan bercinta yang dilakukan di pagi hari setelah subuh usai bukan ide yang bagus. Biasanya, penghuni kontrakan sudah bangun di pagi hari dan bersiap untuk menjalankan kegiatannya serta berangkat kerja.

Jika melakukan hubungan suami-istri di jam tersebut, dikhawatirkan bisa menimbulkan kegaduhan dan membuat Anda kurang nyaman. Lebih baik lakukan kegiatan bercinta di malam hari saat suasana tenang, misalnya setelah lebih dari jam 10 atau 11 malam.

Buat ruang yang lapang
Kontrakan seringnya tak terlalu penuh dengan barang, mengingat kontrakan umumnya tak terlalu luas. Untuk itu bercinta seharusnya tak selalu harus dilakukan di kamar.

Anda bisa menjalankannya di ruang keluarga dengan beralaskan karpet yang agak tebal ditambah selimut dan bantal. Matikan lampu, dan nyalakan lampu teras agar suasana menjadi temaram dan romantis - PT kontak Perkasa Futures
Sumber:properti.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:38 AM

Manfaat Daun Salam untuk Rambut Tebal yang Belum Diketahui

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Tuesday, September 26, 2017 | 5:00 PM



PT Kontak Perkasa Futures - Memiliki rambut yang indah menjadi impian semua wanita. Sebagian wanita ingin memiliki rambut panjang dan tebal yang sehat. Namun, tidak mudah untuk merawat rambut dengan tipe seperti ini.

Jika Anda tidak merawatnya dengan baik, akan timbul permasalahan pada rambut yang berdampak pada penampilan Anda, seperti ketombe, rambut lembap, rambut bercabang dan rontok.

Bagi Anda yang memiliki rambut panjang dan tebal, Anda dapat melakukan perawatan sederhana dengan menggunakan bahan alami yaitu daun salam dan minyak kelapa. Kedua bahan dapur ini ternyata dapat membantu Anda merawat rambut dan membuatnya sehat dan bervolume.

Gunakan daun salam
Seperti yang dilansir dari situs Allwomanstalk, Rabu (30/8/2017), Anda dapat menggunakan daun salam yang dicampurkan dengan minyak kelapa untuk masker rambut. Ambil 4-5 lembar daun salam dan blender hingga hancur dan tiriskan. Kemudian tambahkan 2 sendok makan minyak kelapa ke dalam mangkuk yang sama, aduk dengan rata.

Setelah adonan tercampur rata, panaskan untuk sementara waktu, sampai hangat. Sekarang, masker rambut Anda siap digunakan. Saatnya Anda oleskan masker rambut ini secara menyeluruh dari akar ke ujung rambut.

Cara penggunaan
Oleskan masker pada rambut, menyebarkan secara merata dari akar ke ujung. Pijat kulit kepala Anda selama beberapa menit. Kemudian biarkan selama 15 menit.

Terakhir bilas rambut Anda dengan air hangat dan menggunakan shampo. Lakukan perawatan ini secara rutin minimal satu minggu sekali. Rambut panjang dan lebat Anda dapat terlihat lebih indah - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:lifestyle.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 5:00 PM

Perang Dunia III antara AS dan Soviet Gagal Karena Petrov

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, September 22, 2017 | 3:21 PM


PT Kontak Perkasa - Memasuki tahun 1983, Letnan kolonel Stanislav Yevgrafovich Petrov dari Pasukan Pertahanan Udara Soviet ditugaskan untuk memantau potensi serangan dari luar. Markasnya di komando satelit Serpukhov-15, dekat Moskow. Tugas Petrov menentukan kebijakan luar negeri Uni Soviet sebab ia bertanggung jawab memantau jaringan peringatan dini yang menyala jika ada serangan nuklir yang masuk ke teritori negaranya.

Jika benar-benar menyala, ia diperintahkan untuk segera menghubungi pusat komando militer Soviet, dan pemerintah akan melaksanakan strategi peluncuran serangan balik memakai rudal nuklir yang serupa. AS jadi perhatian khusus Petrov, mengingat kedua negara sedang panas-panasnya dalam melakoni perang dingin sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Dini hari itu, tanggal 27 September 1983 atau 20 hari selang perayaan ulang tahunnya ke-47, komputer di hadapan Petrov menyalakan pemberitahuan bahwa satu rudal balistik nuklir dengan jangkauan antar benua sedang telah diluncurkan dan sedang dalam perjalanan dari AS ke Soviet. Satu menit setelahnya sirene berbunyi lagi, menandakan rudal kedua juga sedang mendekat. Pemberitahuan untuk kedatangan rudal ketiga, keempat, dan kelima juga datang setelahnya.

Situasinya kian menegangkan karena tanda “persiapan meluncur” telah berganti menjadi “serangan rudal”. Petrov berusaha menenangkan diri dengan menghisap rokok murahan yang ia genggam sedalam-dalamnya. Dalam pertimbangan pribadinya, tanda peringatan semacam ini barangkali sudah terjadi beberapa kali toh tak pernah berujung sebagai serangan militer sungguhan.

“Tak ada peraturan tentang berapa lama kami diizinkan untuk berpikir sebelum kami harus melapor jika telah terjadi sebuah serangan. Tapi kami pun tahu bahwa setiap detik penundaan amatlah berharga, bahwa pimpinan militer dan politik Uni Soviet perlu diberi informasi sesegera mungkin,” ungkap Petrov kepada BBC News.

“Yang harus kulakukan adalah meraih telepon dan menelpon komandan tertinggi, tapi aku tak bisa bergerak, rasanya seperti sedang duduk di penggorengan panas.”

Selain spesialis teknologi informasi (IT) seperti Petrov, Uni Soviet memiliki ahli-ahli lain yang juga ditugasi untuk mengawasi kemungkinan datangnya rudal dari AS dengan alat berbeda. Saat Petrov mengonfirmasi, mereka tak menemukan tanda-tanda serangan AS. Namun, mereka hanyalah pembantu. Protokol resmi jelas menyebutkan bahwa laporan inti tetap datang dari komputer Petrov.

Akhirnya Petrov memutuskan untuk benar-benar menelpon sang komandan. Namun, alih-alih memberitahu bahwa sang musuh bebuyutan telah resmi mendeklarasikan perang, ia justru menginformasikan bahwa terjadi kesalahan sistem pemantau satelit. Mengapa?

Petrov mempertimbangan bahwa jika AS benar-benar ingin menyerang Soviet, maka militer Paman Sam akan meluncurkan lebih dari sekadar lima rudal. Kemungkinan jumlahnya mencapai ratusan, katanya. Lebih lanjut, serangan ini juga akan dikonfirmasi oleh ahli IT Soviet lain, yang dalam kasus Petrov hari itu bilang tak mendeteksi kedatangan rudal. Apalagi Petrov tahu bahwa keandalan sistem satelit yang berada di bawah tanggung jawabnya itu sempat diragukan di masa lalu. Maklum, sistem baru.

Petrov tentu tak bisa yakin 100 persen. Ia mentok di angka 50 persen. Sisanya ia buktikan sendiri dalam dua puluh menit paling menegangkan dalam hidupnya. Setelah dua puluh menit itu berlalu dan tak ada ledakan nuklir, ia menghembuskan nafas lega. Beberapa tahun setelahnya diketahui bahwa sumber alarm palsu ternyata berasal dari fenomena langka di mana kesejajaran sinar matahari di awan tinggi di daerah Dakota Utara mengganggu penerimaan orbit satelit Molniya milik Rusia.

Kurang Diacuhkan Rusia, Justru Disanjung Amerika dan Dunia
 Pasca-kejadian tersebut Petrov dihujani pertanyaan dari atasannya. Namun setelah Petrov menjelaskan dengan rinci, ia justru mendapat pujian. Jenderal Yury Votinstev (yang kemudian menjabat sebagai komandan Unit Pertahanan Rudal Udara Soviet) adalah orang pertama yang mendengar kasus Petrov dan menyatakan “tindakannya benar” dan “sepatutnya dicatat”.

Meski demikian, ia tak menerima penghargaan apapun saat itu oleh pemerintah Uni Soviet. Kabarnya karena kegagalan sistem pendeteksi yang digunakan Petrov membuat malu para ilmuwan yang membangun mesin tersebut. Ilmuwan-ilmuwan ini kabarnya punya reputasi mentereng di Soviet. Petrov dipindahtugaskan ke pos yang tak setegang di Moskow, kemudian mengajukan pensiun dini. Beberapa sumber mengatakan bahwa Petrov sebenarnya dipaksa pensiun karena mengalami gangguan psikologis sejak kejadian di Serpukhov-15.

Insiden alarm palsu Petrov baru dipublikasikan ke dunia internasional pada awal 1990-an atau era keruntuhan Uni Soviet. Teori bahwa kejadian alarm palsu itu memalukan bagi petinggi Soviet pun semakin kuat. Namun Petrov tak pernah mengonfirmasi teori ini. Setiap kali diwawancarai media, ia seringkali hanya bercerita dalam sudut pandang orang pertama tentang pengalaman paling berharga dalam hidupnya.

Beda di Rusia, beda pula di Amerika Serikat. Publik maupun pemerintah negeri Paman Sam amat mengapresiasi keputusan krusial Petrov sebagai tindakan yang heroik. Ada 21 Mei 2004 Perhimpunan Warganegara Dunia (Association of World Citizen), lembaga non-profit yang berbasis di San Fransisco, menganugerahi Petrov Wolrd Citizen Award berikut trofi dan uang senilai $1.000 “sebagai pengakuan atas peran yang dimainkannya dalam mencegah malapetaka”. Gelar yang sama diberikan pleh PBB dua tahun setelahnya saat Petrov diundang ke New Tork.

Jerman, negeri yang amat pasifis usai kalah di Perang Dunia II, juga menganugerahi Petrov Dresden Preis 2013 di Kota Dresden, Jerman, pada tanggal 17 Februari 2013. Penghargaan tersebut mencangkup hadiah uang sebesar $32.000. Setahun sebelumnya ia juga mendapat German Media Award 2011 dan diserahkan dalam sebuah upacara di Kota Baden-Baden. Penampilannya di sejumlah liputan media berreputasi mentereng hingga di satu film dokumenter membuat nama Petrov kian melambung.

Petrov merasa pengalaman legendarisnya adalah keberuntungan yang besar. Ia adalah satu-satunya petugas di tim pengawas Serpukhov-15 yang mendapat pendidikan sipil. Seluruh koleganya adalah tentara tulen dan profesional yang diajarkan untuk memberi serta mematuhi segala perintah. Oleh karena itu, katanya pada BBC News, ia percaya, jika hari itu yang bertugas bukan dia, maka si pengawas akan segera mengirim laporan serangan dari AS ke petinggi militer Soviet. Laporan yang ia yakini juga akan memicu Perang Dunia ke-3.

Awal 1980-an adalah puncak dari perang dingin antara AS dan Uni Soviet. Perkara kecil berkaitan dengan bidang keamanan dan teritori negara bisa memicu perang nuklir yang dampaknya diprediksi akan mengerikan dan meluas hingga ke negara-negara lain. Perang akan terjadi antara NATO yang mewakili blok kapitalis, dengan negara-negara sosialis yang berhimpun dalam Pakta Warsawa.

Ada banyak bentuk gertakan selain pamer senjata (nuklir) baru. Pada pertengahan Februari 1981 hingga 1983, misalnya, Amerika Serikat melancarkan perang psikologis untuk menguji kerentanan Soviet sekaligus menunjukkan kekuatan militer udaranya. Mereka menerbangkan pesawat pembom beberapa kali per minggu di sekitar teritori Soviet. Soviet juga tak mau kalah. Mereka menembak pesawat penumpang Korea Selatan yang nyasar ke teritori Soviet dan menewaskan 269 orang termasuk anggota Kongres A.S. Larry McDonald dan banyak orang Amerika lainnya.

AS sempat marah besar, namun bisa menahan diri. Kebetulan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 1 September 1983. Jika 27 hari setelahnya Petrov salah mengambil keputusan dan Soviet memulai serangan pertama (yang mereka kira serangan balasan), AS diperkirakan akan all-out saat maju perang. Sebagaimana kata Bruce Blair, ahli strategi nuklir AS era Perang Dingin dan mantan ketua Word Security Institute di Washington D.C., di sebuah acara televisi:

“Kukira insiden itu adalah momen paling dekat Amerika Serikat dengan perang nuklir yang disebabkan oleh ketidaksengajaan.”

Petrov menjalani hidup normal hingga ajal menjemputnya pada bulan Mei lalu akibat penyakit pneumonia hipostatik. Akibat satu-dua hal, berita dukanya baru diketahui oleh publik pada pertengahan September ini bulan ulang tahunnya, yang jika sempat ia lalui, akan menjadi perayaan ke-77 - PT Kontak Perkasa
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:21 PM

Satu Abad Sang Raja Komik: Jack Kirby

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Wednesday, September 20, 2017 | 8:56 AM


PT Kontak Perkasa Futures - Demam Spiderman Homecoming baru saja berlalu. Tom Holland yang didapuk sebagai si manusia laba-laba paling muda meninggalkan kesan baik. Karakternya yang energik, lucu, dan sangat milenial jadi kritik bagus bagi salah satu sekuel Marvel Cinematic Universe (MCU) ini sebuah proyek panjang film-film superhero dari Marvel yang tinggal dalam satu jagat raya. Masih di tahun yang sama, demam itu berali ke sekuel lanjutannya yang akan hadir awal November nanti. Kali ini sang dewa petir Thor jadi bintang utama.

Beberapa tahun terakhir, Iron Man, Captain America, The Hulk, Thor, dan kawan-kawannya yang lain memang jadi tontonan wajib di layar lebar. Pahlawan-pahlawan super dari komik-komik Marvel  ini memang tengah dieksplorasi besar-besaran ke dalam rol film hingga bersekuel-sekuel. Delapan dari daftar 20 film superhero terlaris sepanjang masa datang dari MCU, dengan The Avengers sebagai pemuncaknya. Pendapatan kotornya mencapai $623 juta. Tapi tulisan ini tak akan membahas kejelian Marvel dalam membangun kejayaan MCU, melainkan untuk merayakan satu abad kelahiran dalang di balik terciptanya para pahlawan super tersebut.

Ialah Jacob Kurtzberg, pria kelahiran New York, 28 Agustus 1917 yang memulai karier komikusnya sejak tahun 1930-an. Kurtzberg sering mengonta-ganti nama penanya menjadi Jack Curtis, Curt Davis, dan Fred Sande, sebelum menahbiskan Jack Kirby sebagai nama permanennya.

Dari tangan dinginnya tercipta hampir semua superhero Marvel yang paling dikenal saat ini, seperti: Iron Man, Captain America, The Hulk, Fantastic Four, Thor, X-Men, Black Panther, dan tokoh-tokoh lainnya. Media memanggilnya Sang Raja Komik, sebagai penghormatan pada karya-karyanya. Panggilan itu kemudian dipakai Mark Evanier untuk biografi Kirby, King of Comics, yang terbit 2008 lalu.

Perjalanan menuju titel itu tak mudah. Kirby lahir dan besar di keluarga imigran yang pas-pasan. Ayahnya, Benjamin Kurtzberg adalah imigran Yahudi dari Austria, yang bekerja jadi buruh pabrik garmen. Kirby kecil tak suka lingkungan tempat tinggalnya, sebuah tempat yang tak membiarkan seorang seniman berkembang baik. Seniman, pada masa itu, bukan sebuah cita-cita yang wajar untuk para remaja lelakinya. Mengabdi jadi prajurit untuk siap tempur lebih populer. Lagi pula, sebagaimana masa kini juga memperlakukannya, menjadi seniman selalu ditantang pertanyaan: “Mau makan dari mana?”

Kirby tak bisa menampik gairahnya pada seni menggambar. Cara termudah untuk menghasilkan uang tapi tidak menggadaikan idealismenya adalah menjadi ilustrator koran. Boys Brotherhood Republic adalah tempat pertamanya berkarier. Tapi tak terlalu lama, karena Kirby ingin sekolah untuk memperdalam kemampuannya. Pada usia 14, Kirby sempat masuk Pratt Institute, sebuah sekolah seni bergengsi di Brooklyn, New York. Tapi, ia hanya seminggu di sana. “Aku bukan jenis murid yang dicari Pratt. Mereka mencari orang-orang sabar yang ingin bekerja pada sesuatu, selamanya. (Sementara) aku tak ingin bekerja pada sebuah proyek selamanya. Aku berniat menyelesaikan hal-hal yang kukerjakan,” kata Kirby dalam wawancaranya dengan The Comics Journal, pada 1990.

Hubungan Cinta-Benci dengan Marvel dan DC

Karier dewasa pertamanya bermula pada 1936, ketika Kirby menjadi kartunis komik-strip di koran  Lincoln Newspaper Syndicate. Kala itu ia memakai nama Jack Curtis, untuk tiga tahun karier di sana. Selanjutnya ia bergabung ke industri film animasi ketika bergabung dengan Fleischer Studios tempat kartun Popeye diproduksi pada ujung 1939.

Tapi pekerjaan itu tak cocok dengan idealisme tinggi Kirby. “Aku terpaksa keluar cepat dari Fleischer karena aku tak tahan dengan pekerjaan demikian,” kata Kirby pada The Comics Journal.  “Rasa pabriknya, seperti pabrik ayahku. Mereka mempabrikasi gambar-gambar.” Lalu, Kirby kembali ke panggilan jiwa sesungguhnya: menggambar komik.

Ia kemudian bergabung dengan Eigner & Iger, dan terlibat pembuatan Blue Beetle yang kini jadi salah satu superhero andalan DC. Tapi, Kirby memang bukan orang yang betah diam di satu tempat, seperti yang dikatakannya. Pada 1940, ia kemudian bergabung dengan Timely Comics, yang kelak akan dikenal sebagai Marvel Comics. Di sana Kirby bertemu Joe Simon dan menciptakan Captain America untuk pertama kalinya. Selama 1940-an pula, Kirby sempat menciptakan sejumlah karakter baru untuk National Comics Publication, yang kelak dikenal sebagai DC Comics.

Bersama dua studio komik terbesar itu, Kirby punya sejarah panjang. Ia keluar-masuk keduanya karena tawaran kontrak dan angka yang mengikatnya. Ketika Captain America sukses, Kirby rupanya cuma dibayar 75 dolar per minggu. Hal itu yang membuatnya mengacir ke inkarnasi pertama DC tersebut, karena ditawari 500 dolar per minggu.

Hal ini terus berlanjut sepanjang kariernya. Kirby bolak-balik kerja sama dengan keduanya dan menghasilkan karya-karyanya di sana. Lewat Marvel ia menciptakan sejumlah besar karakter utama dalam MCU. Sementara di DC, ia punya New Gods, Boy Comandos, Mister Miracle, sedikit sentuhan pada Green Arrow, dan pengembangan cerita pada Jim Olsen, fotografer sahabatnya Superman.

Warisan Kirby bukan cuma tertoreh di dunia komik. Ia terang saja adalah salah satu nama yang jadi dalang mengapa superhero menjadi sebuah industri besar. Para produser film, gim, komik, sinetron di teve juga patut berterima kasih pada sang Raja.

Tahun ini, jika ia masih hidup, Kirby akan berumur seratus tahun. Kevin Feige, salah satu produser MCU mengakui kalau MCU tak akan ada tanpa jasa Kirby. Thor Ragnarok November nanti disebutnya sebagai “Surat cinta untuk visi Kirby.” Selamat 100 tahun, Kirby! - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:56 AM

Tamara Bunke: Gerilyawan Perempuan yang Perkasa

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Monday, September 18, 2017 | 11:52 AM

PT Kontak Perkasa - Oktober 1964, Tamara Bunke berkemas ke Bolivia, meninggalkan namanya dan bersalin jadi pribadi yang baru: Laura Gutierrez Bauer. Ia menjalani misi rahasia yang ditugaskan oleh Che Guevara: mengumpulkan informasi intelijen seputar elit politik dan militer Bolivia.

Kala itu, Che tengah merancang Operasi Fantasma yang bakal dilangsungkan di Bolivia. Singkat cerita, Che ingin memancing pemberontakan revolusioner di negeri-negeri Amerika Selatan yang pada saat itu sering disebut-sebut sebagai 'halaman belakang Amerika'.

Tanpa kesulitan berarti, Tamara mulai menyusup ke lingkaran elit Bolivia, khususnya kalangan akademis dan pejabat pemerintah. Perlahan, lingkungan yang disusupi Tamara menaruh hati padanya. Bahkan Presiden Bolivia René Barrientos mengajaknya berlibur ke Peru. Tak hanya itu, Tamara pun menikah dengan pria Bolivia agar bisa memperoleh status warganegara yang diharapkan bisa memudahkan tugasnya.

Tamara adalah aset penting Operasi Fantasma dan kelompok gerilyawan Che. Alasannya sederhana: melalui Tamara, mereka bisa menggali informasi terkini di Bolivia. Komunikasi antara Tamara dan gerilyawan Che dilakukan dengan peralatan radio yang disimpan di balik dinding apartemennya.

Memasuki tahun 1966, perjalanan Tamara sebagai agen rahasia Kuba menemui ganjalan. Penyamaran Tamara terbongkar oleh aparat Bolivia selepas melakukan perjalanan ke kamp gerilyawan di Nacaguazu. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri hanyalah masuk hutan dan bergabung dengan gerilyawan, di mana ia melakukan beberapa tugas seperti menyalurkan makanan serta memantau siaran radio.

Tanpa Tamara sebagai penghubung gerilyawan dengan dunia luar, pasukan Che pun terisolasi. Di lain sisi, kondisi Tamara justru memburuk kala demam tinggi sampai cedera kaki menyerang dirinya akibat parasit chigoe. Mendengar kabar tersebut, Che memutuskan mengirim sekelompok bantuan untuk menjemput Tamara dan pasukan lainnya keluar dari pegunungan.

Nasib malang tak dapat ditolak. Saat melintasi Rio Grande di daerah Vado del Yoso, Tamara tertembak peluru di bagian lengan dan paru-paru oleh tentara Bolivia. Nasib rekan-rekan gerilya lainnya pun juga setali tiga uang. Kabar tewasnya Tamara terdengar oleh Che, yang awalnya menolak untuk percaya sembari mengatakan bahwa hal tersebut hanya propaganda musuh guna menurunkan semangat gerilyawan.

Namun, perjalanan Tamara memang berakhir. Tamara, satu-satunya perempuan yang terdapat dalam kelompok gerilyawan Che tewas saat menjalankan misi di Bolivia. Untuk menghormati jasanya, Fidel Castro menganugerahkannya gelar pahlawan Revolusi Kuba.

Dugaan Agen Ganda dan Hubungannya dengan Che Guevara
Tamara Bunke lahir di Buenos Aires pada 13 November 1937 dari pasangan Erich Bunke dan Nadia Bider. Tahun 1928, keluarga Tamara pindah ke Argentina tatkala Nazi mulai berkuasa. Pada 1952, mereka memutuskan pulang kampung dan tinggal di Berlin Timur.

Menginjak dewasa, Tamara mulai aktif menekuni dunia politik. Semasa berkuliah di jurusan ilmu politik di Universitas Humboldt, Jerman Timur, Tamara bergabung dengan organisasi kepemudaan Partai Persatuan Sosialis Jerman (SUPG) yakni Pemuda Merdeka Jerman (FGY).

Tamara juga turut andil dalam Federasi Pemuda Demokrasi Dunia. Keanggotaannya di organisasi tersebut pula yang mengantarkannya pada acara Festival Pemuda dan Pelajar Dunia di Wina, Praha, Moskow, sampai Havana.

Dengan penguasaan sekitar empat bahasa (Rusia, Inggris, Spanyol, serta Jerman), Tamara diangkat menjadi penerjemah Departemen Internasional Pemuda Bebas Jerman (FGY). Salah satu tugasnya ialah membantu kedatangan orang-orang Kuba di Jerman Timur yang begitu masif pasca-Revolusi Kuba 1959. Dalam periode ini pula, ketertarikan Tamara terhadap geopolitik Amerika Latin kian kuat.

Awal 1960, untuk kali pertama Tamara bertemu tokoh gerakan revolusioner Kuba Che Guevara. Waktu itu, Che datang ke Leipzig, Jerman Timur sebagai utusan perdagangan Kuba. Tamara yang mengidolakan Che diminta menjadi juru bahasa dalam agenda itu.

Setahun kemudian, Tamara meninggalkan Jerman dan menetap di Kuba. Keinginannya untuk pergi ke Kuba didasari kekaguman pada sosok Che dan peristiwa Revolusi Kuba 1959 yang membekas di pikirannya. Pekerjaan yang dilakoni Tamara begitu menginjakkan kaki di Kuba adalah guru sebuah sekolah di pedesaan.

Karir Tamara melejit ketika diterima di institusi pemerintahan seperti Kementerian Pendidikan dan Federasi Perempuan Kuba. Hingga pada akhirnya, nasib membawa Tamara bertemu kembali dengan Che ketika dirinya ambil bagian dalam Operasi Fantasimo.

Selama mengikuti persiapan Operasi Fantasimo, Tamara dilatih oleh Daniel Alarcon Ramirez salah satu senior di kelompok gerilyawan Che di Pinar del Rio, sebelah barat Kuba. Che berpesan pada Ramirez agar mengajari Tamara teknik-teknik mempertahankan diri seperti menggunakan pisau, senapan, sampai senjata api. Tamara juga berlatih cara mengirim dan menerima pesan melalui transmisi radio.

Pada masa pelatihan Operasi Fantasimo pula, identitas Tamara berubah menjadi “Tania.” Bagi anggota kelompok lain, Tamara dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Tamara juga dikenal pandai menghibur rekan-rekannya di kamp pelatihan dengan memainkan lagu-lagu rakyat menggunakan gitar maupun akordeon. Singkat kata, Tamara menjadi sosok yang berkesan bagi kawan-kawannya.

Membicarakan Tamara Bunke tak lengkap tanpa menyentuh rumor yang berkembang: tuduhan agen rahasia KGB maupun Stasi serta kedekatan personalnya dengan Che. Dalam Heroes in Hell (1980), Janet Morris menggambarkan Tamara selain bekerja untuk Kuba, juga bekerja pada dinas rahasia Rusia (KGB) serta Stasi (Jerman Timur). Dalam perannya di KGB maupun Stasi, Tamara ditugaskan untuk mengkhianati dan membunuh Che.

Desas-desus lainnya ialah bahwa Tamara memiliki kedekatan khusus dengan Che. Dalam Tania, the Woman Che Guevara Loved (1997) yang ditulis Jose Friedl, diceritakan Tamara dan Che telah melakukan hubungan gelap dan menikah semasa mengikuti pelatihan di Praha pada 1965.

Akan tetapi, di tengah rumor yang bertiup tentang Tamara, ibunya Nadia Bunke berusaha mendapatkan kebenaran. Pada 1997, Nadia pergi ke Moskow dan meminta pernyataan tertulis KGB tentang status Tamara. Nikolai Sergeyevich Leonov, pensiunan jenderal intelijen Soviet menegaskan pihaknya tak mempunyai hubungan dengan Tamara.

Rumor hubungan romantis Tania-Che juga dibantah. Menurut Ulises Estrada dalam Tania: Undercover with Che Guevara in Bolivia (2005) keduanya memang pernah berada di Praha, tapi  tidak pada waktu bersamaan. Pengadilan Jerman menganggap buku Tania, the Woman Che Guevara Loved dianggap menghina dan hanya berisikan tuduhan tak benar tentang Tamara serta menariknya dari peredaran.

Ana Montes, Penerus Tamara Bunke dari Amerika
Kisah yang mirip dengan Tamara Bunke datang dari sosok Ana Montes. Ana merupakan analis Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Pentagon sembari menjadi agen rahasia untuk Kuba. Ana membocorkan rahasia militer Amerika Serikat kepada Kuba dalam rentang 1985 hingga 2001.

Sikap Ana yang membelot dipicu oleh ketertarikan pada Kuba sejak duduk di bangku perkuliahan serta kekecewaannya terhadap kebijakan luar negeri pemerintah Amerika Serikat yang menurutnya congkak. Terutama kala Ronald Reagan menjadi presiden dan merecoki negara-negara Amerika Latin dengan dalih memberantas komunisme. Melihat kondisi semacam itu, pihak Kuba pun mulai mendekati Ana kemudian merekrutnya sebagai agen rahasia.

Pada 1985 Ana diterima di Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Pentagon yang bertugas menangani rahasia militer Amerika Serikat. Saat bersamaan, menurut keterangan FBI, Ana juga telah menjadi mata-mata Kuba. Perjalanan rahasia pertama Ana ke Kuba dilakukan pada tahun yang sama.

Selama bekerja di Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, Ana menggunakan teknik spionase agar peran gandanya tak terendus pihak lain. Menurut FBI, alasan Ana mampu merahasiakan peran rahasia hingga belasan tahun ialah karena Ana tak pernah membawa pulang dokumen atau berkas elektronik yang sifatnya rahasia.

Sebagai gantinya, Ana mengingat segala hal secara rinci yang tertera dalam dokumen terkait kemudian sesampainya di rumah, Ana mengetiknya di layar komputer. Selanjutnya, Ana memindah informasi tersebut ke dalam cakram yang sudah dienkripsi. Ana akan menerima instruksi melalui radio gelombang pendek yang berisikan pesan di mana Ana harus menyerahkan cakram tersebut kepada kontak dari Kuba.

Atasan Ana bukannya tak curiga. Suatu waktu pada 1996, Ana pernah diinterogasi karena telah melanggar protokol. Scott Carmichael, seorang petinggi Badan Intelijen Pertahanan Pentagon merasa ada yang disembunyikan Ana. Namun, dugaan Carmichael sebatas asumsi tanpa adanya tindak lanjut.

Empat tahun kemudian, FBI menggelar operasi pencarian mata-mata yang menyusup dalam dinas pertahanan Amerika dan bekerja untuk Kuba. Dalam catatannya, mata-mata tersebut telah melakukan perjalanan ke Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba. Ketika Carmichael membuka riwayat perjalanan karyawannya ke Guantanamo, muncul satu nama: Ana Montes.

FBI dan Carmichael mulai menyusun rencana penangkapan. Langkah pertama yang dilakukan ialah membuktikan bahwa Ana merupakan mata-mata Kuba. Pada 1996, FBI memperoleh tempat pembuatan komputer dengan merek dan model tertentu yang digunakan Ana untuk menjalin kontak bersama Kuba. Toko tersebut terletak di Alexandria, Virgina. FBI lalu meminta rekaman yang menghubungkan dengan komputer Ana guna dilakukan pemeriksaan terperinci.

Selanjutnya, FBI menyadap Ana. Dalam penyadapannya, FBI menemukan sistem kode yang digunakan Ana untuk berkomunikasi dengan orang Kuba melalui telepon umum dan pager. Selepas kode didapatkan, FBI mulai menguraikan pesan yang dikirim Ana ke orang-orang Kuba.

Tatkala dugaan sudah terbukti kuat, pada 21 September 2001 FBI menangkapnya dan perjalanan mata-mata Ana Montes resmi berakhir.

Pengadilan menghukumnya 25 tahun penjara serta masa percobaan lima tahun karena bersalah atas tuduhan konspirasi untuk melakukan spionase. Selain itu, Ana bersedia memberi segala informasi mengenai keterlibatannya dengan Kuba termasuk adanya indikasi empat perwira intelijen Amerika Serikat yang menjalin kontak serupa dengan Kuba - PT Kontak Perkasa
Sumber:tirto
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:52 AM

Hidup di Ujung Dunia Bagian Selatan

Written By PT Kontak perkasa Futures Yogyakarta on Friday, September 15, 2017 | 10:54 AM

Kontak Perkasa Futures - Apabila kamu bertanya di mana ujung dunia bagian selatan yang dihuni manusia, jawabannya adalah Ushuaia di Argentina. Bagaimana ya rasanya hidup di sana?

Berjarak 38 jam perjalanan darat atau tiga setengah jam perjalanan pesawat dari Buenos Aires di Argentina, Kota Ushuaia di provinsi Tierra del Fuego disebut juga sebagai ujung dunia. Lokasinya memang persis di ujung paling Selatan Argentina.
Tak sedikit papan penanda dengan klaim tulisan 'El fin del Mundo' atau ujung dunia di Kota Ushuaia.

Kalau dilihat di peta, kota ini memang yang terdekat menuju Antartika. Tambah 1.000 Km lagi, traveler sudah bisa sampai ke sana. Kebayang gak sih dinginnya?

Namun walau sangat terpencil dan super dingin, ternyata ada kehidupan di Ushuaia. Traveler yang penasaran malah bisa merasakan 'kehangatan' dari kota ini lewat Peternakan Estancia Harberton yang tertua di kawasan itu.

Diketahui, Peternakan Estancia Harberton pertama kali didirikan pada tahun 1886 oleh seorang misionaris Inggris bernama Thomas Bridges. Kini peternakan itu pun masih dikelola oleh keturunan dari Thomas dan tak ada ubahnya sedikit pun.

Tidak hanya menjadi peternakan, Estancia Harberton juga menjadi persinggahan dari para ilmuwan, enjelajah, masyarakat asli setempat hingga traveler yang ingin merasakan sensasi hidup di ujung dunia.

Hidup di ujung dunia pun boleh dikatakan tidak mudah. Saat musim dingin, temperatur udara pun bisa drop hingga minus 20 derajat celcius yang paling buruk.

Bahkan jika laut sedang tidak bersahabat, rantai suplai makanan ke Ushuaia pun bisa terputus sama sekali. Pertanian dan berladang sendiri pun menjadi salah satu cara untk bertahan.

Apabila dulu masyarakat Ushuaia mengandalkan peternakan domba, kini pariwisata telah menjadi sektor baru yang menjanjikan. Tak sedikit wisatawan yang datang untuk melihat penguin di Isla Martillo secara langsung.

Liburan ke Ushuaia di Argentina tentunya bukan untuk traveler sembarangan. Bagi Anda yang punya uang dan ingin merasakan sensasi tinggal di ujung dunia, mungkin bisa coba liburan ke tempat ini. Siapkan saja banyak jaket tebal - Kontak Perkasa Futures
Sumber:travel.detik
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:54 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger