Powered by Blogger.
Latest Post

Emas Menambah Menuju Penurunan

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, April 16, 2013 | 1:22 PM

MarketWatch (16/4) - LOS ANGELES – harga emas mundur dalam perdagangan elektronik dihari Selasa ini, yang memperpanjang sebuah aksi jual yang liar, hal ini merupakan momentum terburuk bagi emas sejak ditahun 1980 yang telah memicu sebuah peningkatan dalam jumlah uang yang dibutuhkan oleh para investor untuk mentransaksikan kontrak emas berjangka.

Selama jam perdagangan Asia, emas untuk pengiriman dibulan Juni turun sebesar 0.8% sejumlah $11.50 menuju level $1,349.90 per ons.

Emas berjangka pada hari Senin turun sebanyak 9.3% sejumlah $140.30 menuju level $1,361.10 per ons pada divisi Comex dari New York Mercantile Exchange, kemerosotan tersebut menandakan penurunan persentase satu hari terbesarnya sejak bulan Februari 1983, sementara penurunan satu hari dollar terhadap emas adalah merupakan yang terbesar sejak bulan Januari 1980 dan kedua terbesar dalam sejarahnya.

CME Group Inc.yang merupakan orangtua perusahaan dari logam utama dan energy exchanges di A.S mengatakan Senin kemarin bahwa hal tersebut sedang meningkatkan persyaratan collateral bagi perdagangan dalam acuan emas, perak dan kontrak berjangka logam berharga lainnya.

Collateral atau Marjin untuk acuan perdagangan emas berjangka Comex 100-troy-ounce akan meningkat sebanyak 19% dan marjin untuk perdagangan perak akan naik sebanyak 18%, peningkatan terhadap marjin cenderung diterapkan selama kurun waktu pada pergolakan market.

Peningkatan tersebut sangat efektif pada penutupan sesi transaksi bisnis pada hari Selasa ini.(tito)

http://www.marketwatch.com/story/gold-adds-to-losses-cme-hikes-margins-2013-04-16
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:22 PM

Dollar A.S Memperluas Penyelaman Terhadap Yen

MarketWatch (16/4) - LOS ANGELES – Dollar A.S turun terhadap mata uang Jepang pada hari Selasa ini, yang memperluas terhadap sebuah penurunan yang tajam dipicu oleh hari sebelumnya dengan kekhawatiran yang memuncak mengenai pertumbuhan global dan sebuah penurunan dalam harga emas.

Dollar telah membeli sebanyak 96.62 yen selama jam perdagangan di Asia, yang membangun pada 1.9% penurunannya dihari Senin kemarin menuju ke level ¥97.09.

Yen adalah merupakan performer teratas diantara mata uang besar lainnya pada hari Senin kemarin setelah pertumbuhan kuartal di China dan didapatkannya angka produksi terhadap industri bulanan yang lebih lemah dari ekspektasi.

Data yang disiapkan telah memercikkan terjadinya sebuah aksi jual terhadap komoditi, termasuk juga emas untuk pengiriman dibulan Juni, yang turun sebesar 9.3% pada divisi Comex dari New York Mercantile Exchange yang merupakan penurunan selama satu hari terbesarnya sejak tahun 1980.(tito)

http://www.marketwatch.com/story/us-dollar-extends-dive-against-yen-2013-04-15
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:20 PM

Harga Spot Emas Berjangka di Tokyo Turun Terbanyak dalam 18 Bulan


Bloomberg (16/4) – Emas berjangka turun yang paling banyak sejak bulan September 2011 di Tokyo setelah harga spot memperluas penurunan terbesarnya dalam kurun waktu 30 tahun terakhir dan yen menguat terhadap dollar, yang memicu terjadinya sebuah aksi jual.

Emas berjangka untuk pengiriman dibulan Februari 2014 telah tenggelam sebanyak 10% menuju level 4,132 yen per gram ($1,324 per ons), yang merupakan level intra-day yang terendahnya sejak bulan Agustus tahun lalu pada Tokyo Commodity Exchange sebelum ditransaksikan dilevel 4,170 yen pada jam 11:14 pagi ini waktu lokal, dengan penurunan sebanyak 8.2% pada hari Senin kemarin, dimana emas dengan harga yen telah mengalami penurunan selama dua hari terbesarnya sejak bulan Maret 1982.

Bullion untuk pengiriman cepat telah turun sebanyak 1.9% menuju level $1,321.95 per ons, yang merupakan level terendahnya sejak bulan Januari 2011, setelah kehilangan sebanyak 9.1% dihari Senin kemarin, merupakan yang terbanyak sejak bulan Februari 1983, sementara harga spot emas telah jatuh sebanyak 21% ditahun 2013.(tito)

http://www.bloomberg.com/news/2013-04-16/gold-futures-in-tokyo-sink-most-in-18-months-on-spot-price-yen.html
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:40 AM

Kejatuhan emas telah terlalu berlebihan, QE belum berakhir - kata SocGen

Bloomberg, (16/4) - Penurunan harga emas yang terlalu 'berlebihan' seharusnya akan selesai dalam waktu dekat dan investor seharusnya menambah kepemilikan pada tingkat harga kisaran $ 1.300 serta membeli saham di negara-negara Asia Tenggara, menurut David Poh, kepala solusi manajemen portofolio dari Societe Generale Private Banking di Singapura.

* 'Adalah hari Jumat lalu ketika risalah FOMC dikeluarkan dengan indikasi bahwa the Fed mungkin akan mengurangi QE, itulah awal dari kejatuhan untuk emas. Jika the Fed benar-benar megurangi QE, harga emas akan turun. Itu adalah alami, itulah yang akan memicu pergerakan harga emas. Tetapi jika Anda melihat ekonomi AS, data makro belum benar-benar bagus belakangan ini. Angka dari sektor perumahan tidak positif, belanja konsumen, penjualan ritel berada di bawah ekspektasi, GDP 2Q akan menjadi seperti tahun lalu. Gambaran makroekonomi secara keseluruhan terlihat tidak fantastis di AS bila hanya melihat dari sudut itu saja, saya pikir QE belum akan berhenti, bahkan bisa saja diteruskan,' kata Poh.

* 'Semuanya tidak melihat menarik, sehingga emas harus ditahan. Kejatuhan selama beberapa hari terakhir ini sudah terlalu berlebihan. Kami pikir waktu yang baik untuk mengumpulkan posisi adalah pada level $ 1.300,' .atanya

* 'Pemboman di Boston menciptakan sedikit ketegangan namun tidak berdampak besar pada pasar finansial,' katanya. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:38 AM

Asia Stocks Fall Second Day on Concern China Curbs Global Growth

Bloomberg, (16/4) -- Asian stocks fell, dragging the regional benchmark equities gauge lower for a second day, led by raw-material producers amid concern slower growth in China will curb the global economic recovery.

The MSCI Asia Pacific Index lost 0.8 percent to 135.98 as of 10:33 a.m. in Tokyo, with more than four shares falling for each that rose. The gauge retreated yesterday from the highest level in 20 months after reports showed Chinese growth and industrial production expanded less than economists estimated and gold plunged the most since 1980.

“Brace yourselves today,” said Evan Lucas, a market strategist at IG Markets Ltd., a provider of trading services in Melbourne. “The sell-off will be sharp and indiscriminate, loss will be across the board, not even the defensives will escape the flight to safety today.”

Japan’s Nikkei 225 Stock Average slid 1.1 percent and South Korea’s Kospi index lost 0.4 percent. Taiwan’s Taiex Index declined 0.3 percent, while Australia’s S&P/ASX 200 Index fell 0.7 percent. Hong Kong’s Hang Seng Index lost 1 percent, while China’s Shanghai Composite Index dropped 0.7 percent. New Zealand’s NZX 50 Index retreated 0.9 percent.

Shares on the MSCI Asia Pacific Index yesterday traded at 13.9 times average estimated earnings compared with 14 for the Standard & Poor’s 500 Index and 12.5 times for the Stoxx Europe 600 Index, according to data compiled by Bloomberg.
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:37 AM

Ikuti Wall Street, HSI diperkirakan jatuh lagi

Bloomberg, (16/4) - Bursa saham Hong Kong diperkirakan melemah pada hari Selasa pagi mengikuti penurunan Wall Street dengan sektor terkait komoditas kemungkinan akan kembali memimpin kejatuhannya karena harga emas mencapai level terendah dua tahun terakhir.

Pada hari Senin, Indeks Hang Seng ditutup turun 1,4 persen pada level 21,772.7. Indeks China Enterprises di Hong Kong merosot 2 persen. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:22 AM

Emas terus perpanjang kejatuhan dalam tiga dekade

Bloomberg, (16/4) - Emas jatuh, memperpanjang penurunan terbesar dalam tiga dekade, sementara saham Asia melemah dan minyak mundur karena kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi di China yang membuat komoditas memimpin aksi jual global ke hari ketiga.

Emas turun 1,4 persen pada level $ 1,329.25 per ounce pukul 8:32 pagi di Hong Kong, setelah sempat naik sebanyak 1,5 persen sebelumnya. Logam jatuh 9,1 persen kemarin, penurunan terbesar sejak 1983.

Penurunan emas mendorong spekulasi bahwa beberapa investor harus menjual untuk mendapatkan uang tunai guna menutup posisi kerugian di aset lain. Bullion telah menurun 19 persen pada tahun 2013, setelah naik selama 12 tahun berturut-turut karena data menunjukkan pemulihan AS terus mendapatkan momentum dan The Fed mengisyaratkan bahwa stimulus moneter masih dapat ditingkatkan kembali tahun ini.

CME Group Inc menaikkan jumlah margin requirement untuk investasi di emas berjangka dari $ 5.940 menjadi $ 7.040 per kontrak. Margin untuk perak, platinum dan paladium juga meningkat.

Emas berjangka bisa jatuh ke $ 1310 pada bulan Juni bahkan bila kondisi terburuk dari penjualan telah selesai, ungkap Sterling Smith, seorang spesialis komoditas berjangka dari Citigroup Inc dalam sebuah wawancara telepon. Harga akan turun karena meredanya kekhawatiran inflasi dan di tengah spekulasi bahwa AS akan mengakhiri putaran ketiga dari langkah-langkah stimulus moneternya. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:20 AM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger