Powered by Blogger.
Latest Post
8:43 AM
Seiring pelemahan dollar, emas rebound ke level tertinggi sepekan
Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, April 12, 2013 | 8:43 AM
|
New York, 11/04 (Reuters) – Emas naik pada hari
Kamis karena penurunan dolar memicu aksi bargain hunting setelah penurunan tajam
disesi sebelumnya karena berita penjualan emas oleh Siprus dan ketidakpastian
atas stimulus moneter the Fed.
Bagaimanapun, peningkatkan prospek ekonomi AS dan reli di pasar ekuitas bisa menekan harga emas dalam waktu dekat, kata analis. Logam tersebut didorong oleh fluktuasi mata uang karena dolar jatuh terhadap euro tetapi naik ke level tertinggi empat tahun terhadap yen. Emas telah diuntungkan dari janji Bank sentral Jepang pekan lalu untuk menyuntikkan sekitar $ 1.4 trilyun ke dalam perekonomian untuk memerangi deflasi. 'Terlepas dari kebijakan the Fed, ada banyak aset yang lebih menarik untuk didapatkan keuntungan daripada emas saat ini. Sepertinya perdagangan sekarang ini adalah membeli di S & P dan menjual di emas,' kata Mihir Dange, trader opsi emas COMEX untuk Arbitrage LLC. Emas berjangka Comex AS untuk pengiriman Juni ditutup naik $ 6,10 pada posisi $ 1,564.90 per ounce, dengan volume perdagangan sekitar 25 persen di bawah rata-rata 30-hari berdasarkan data Reuters. Para bargain hunter membeli emas batangan yang murah setelah turun 1,6 persen pada Rabu pasca rilis risalah pertemuan kebijakan Federal Reserve terbaru yang menunjukkan bank sentral AS telah lebih dekat untuk mengakhiri program stimulus moneternya. Pada grafik, emas seharusnya bisa mendapatkan keuntungan dari pembelian teknis, dimana logam saat ini sedang menguji bottom dari kisaran perdagangan yang luas $ 1790 - $ 1530 selama 18 bulan terakhir, kata Ashmead Pringle, presiden dari GreenHaven Continuous Commodity Index. (brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:43 AM
Labels:
News
8:37 AM
"Mens sana in corpore sano" seri. 06/04/2013
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:37 AM
Labels:
Kegiatan
1:35 PM
Tahapan Luas Reli Bursa Asia , Korea Mundur
Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, April 11, 2013 | 1:35 PM
|
Marketwatch (11/04) - HONG KONG – Sebagian
besar market Asia naik pada hari Kamis ini sebagai sebuah rekor akhir bagi kunci
index A.S dan harapan untuk mengangkat sentiment terhadap kebijakan bank sentral
Jepang, sementara bursa China naik setelah adanya sebuah dorongan dalam pinjaman
bank dan ekspektasi untuk pajak perusahaan yang jauh lebih rendah.
Index Nikkei naik 0.8%, meningkat lebih jauh setelah mengakhiri hari Rabu pada level terbaiknya sejak bulan Agustus 2008, sementara acuan tersebut tetap berada dijalur menuju garis akhir ke enamnya yang lebih tinggi dari keseluruhan tujuh sesi, dengan dollar A.S yang menetap kekurangan pada key level ¥100. Ditempat lain, Index S&P/ASX 200 Australia naik 0.6%, sementara Index Hang Seng naik 0.7% dan Index Shanghai Composite naik 0.1%. Index Kospi Korea Selatan menantang reli luas Asia yang merosot 0.1% setelah BOK mengejutkan market dengan menantang dari tingkat potongan bunga yang diharapkan secara luas. Kemajuan secara luas di Asia muncul setelah rata-rata kedua Industri Dow Jones dan Index S&P 500 berakhir pada level rekor yang berlangsung semalaman di Wall Street.(tito) http://www.marketwatch.com/story/japan-stocks-rally-onward-to-lead-asia-markets-2013-04-10 |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:35 PM
Labels:
News
8:43 AM
Bank of Korea Leaves Key Rate Unchanged at 2.75%
|
Bloomberg, (11/4) -- The Bank of Korea held
borrowing costs unchanged for a sixth month, resisting pressure from the
government for a reduction even as North Korean threats of war undermine
confidence.
Governor Kim Choong Soo and his board kept the benchmark seven-day repurchase rate at 2.75 percent, the central bank said in a statement in Seoul today. Nine of 20 economists surveyed by Bloomberg News predicted the move while the remainder forecast a 25-basis-point cut. President Park Geun Hye is preparing to roll out fiscal stimulus after the finance ministry said yesterday that any prolonged geopolitical risks may exacerbate weakness in economic-growth momentum. While South Korea is wrestling with elevated household debt, a stagnant property market and weakness in the yen that helps competitors in Japan, Kim said last month that interest rates are already “accommodative.” |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:43 AM
Labels:
News
8:39 AM
Bursa HK diperkirakan lanjutkan gain hari ini
|
Reuters, (11/4) - Bursa saham Hong Kong bisa
membukukan kenaikan ketiga berturut-turut pada hari Kamis, melacak kekuatan Wall
Street tadi malam dan bereaksi terhadap data yang menunjukkan bahwa tingkat
pinjaman baru China dan pertumbuhan uang beredar pada bulan Maret adalah lebih
cepat dari yang diharapkan.
Pinjaman baru yuan mencapai 1,06 triliun yuan pada bulan Maret, melebihi 850 miliar yuan jajak pendapat konsensus dari Reuters, sedangkan jumlah uang beredar M2 tumbuh 15,7 persen pada Maret dari tahun lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk pertumbuhan 14,6 persen. Jumlah pembiayaan sosial mencapai 2,5 triliun yuan pada bulan Maret. Pemerintah China memperpanjang program reformasi pajak pertambahan nilai percontohan nasional pada hari Rabu yang akan membantu pemotongan pajak sebesar 120 miliar yuan ($ 19 milyar) pada tahun 2013. Data ekonomi lebih lanjut yang akan di rilis China antara lain pertumbuhan PDB (GDP) kuartal pertama yang jatuh pada 15 April bersama dengan output industri, penjualan ritel dan data investasi perkotaan untuk bulan Maret. (brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:39 AM
Labels:
News
8:36 AM
Saham Asia menuju gain beruntun terpanjang sejak Januari
|
Bloomberg, (11/4) - Saham Asia naik untuk hari
keempat, kemenangan beruntun terpanjang dalam tiga bulan terakhir mengikuti
pelemahan yen yang mendekati 100 per dolar setelah Bank of Japan menegaskan
kembali niatnya untuk mempertahankan stimulus.
MSCI Asia Pacific Index naik 0,9 persen di 137,23 pada pukul 09:43 a.m. di Tokyo, sebelum pasar saham China dan Hong Kong dibuka. Index itu siap untuk level penutupan tertinggi sejak Agustus 2011, naik dalam lima bulan terakhir pada spekulasi bahwa Jepang akan melepaskan lebih banyak stimulus dan di tengah tanda-tanda ekonomi AS sudah mulai pulih. Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 1,2 persen ke level tertinggi sejak Juli 2008. S & P / ASX 200 Index Australia naik 0,9 persen dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,2 persen. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,3 persen. Yen jatuh ke 99,69 per dolar, mendekati level terlemah dalam empat tahun terakhir. Prospek mata uang itu melemah ke 130 per dolar adalah tidak masuk akal, kata Jonathan Beinner dari Goldman Sachs Group Inc di New York pada Bloomberg Television. (brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:36 AM
Labels:
News
8:34 AM
Emas jatuh setelah Siprus berencana menjual cadangan emasnya
|
New York, 10/04 (Bloomberg) – Emas berjangka
jatuh paling dalam sejak lima bulan terakhir setelah Siprus berencana untuk
menjual cadangan logamnya untuk mengumpulkan uang, sementara menit dari
pertemuan Federal Reserve mendorong spekulasi bahwa stimulus AS akan
dibatasi.
Pemerintah Siprus berkomitmen untuk menjual 'kelebihan jumlah emas' yang dimiliki oleh negara itu sehingga akan menghasilkan sekitar 400 juta euro ($ 522 juta), menurut sebuah draft laporan dari Komisi Eropa yang diperoleh Bloomberg News. Sementara itu, beberapa anggota Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Amerika mengatakan bahwa bank sentral AS harus mulai menilai kembali skala dari pembelian obligasi saat ini, berdasarkan rilis risalah pertemuan bulan Maret lalu. 'Jualan emas dari Siprus adalah pukulan besar,' kata Tom Power, senior broker komoditas dari RJ O'Brien & Associates di Chicago dalam sebuah wawancara telepon. 'Harga sudah berada di bawah tekanan karena komentar anggota the Fed tersebut dan reli yang terjadi di pasar saham.' Emas berjangka untuk pengiriman Juni turun 1,8 persen untuk menetap di $ 1,558.80 per ounce pukul 1:38 p.m. di Comex, New York, terbesar untuk kontrak paling aktif sejak 2 November. Siprus memiliki 13,9 metrik ton (446.895 ons) emas per tanggal 31 Maret, menurut data dari World Gold Council. Kepemilikan tersebut bernilai $ 696.6 juta berdasarkan harga penyelesaian di Comex hari ini. Data dari data tersebut juga menunjukkan bahwa Amerika sebagai pemegang emas teratas dengan 8,133.5 ton, diikuti oleh Jerman dengan 3,391.3 ton. Semnetara, Siprus menduduki peringkat ke-61. Goldman Sachs Group Inc memangkas target harga tiga bulan ke ke $ 1.530 dari $ 1.615 dan menurunkan proyeksi 12 bulan ke $ 1.390 dari $ 1.550, dan mengatakan bahwa pergantian dalam siklus harga telah mengalami akselerasi seiring dengan penguatan ekonomi Amerika. (brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:34 AM
Labels:
News




























