Powered by Blogger.
Latest Post
9:10 AM
S & P jatuh tajam sejak November pasca data GDP China
Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, April 16, 2013 | 9:10 AM
New York, Bloomberg (15/04) –
Saham-saham AS anjlok, mengirimkan Indeks Standard & Poor 500 kepada
penurunan terbesarnya tahun ini sejalan dengan ukuran volatilitas pasar
yang melonjak terbesar dalam 20 bulan terakhir setelah ekonomi China
tumbuh lebih lambat dari perkiraan.
Index S & P 500 turun 2,3 persen ke 1,552.36 di New York, penurunan terbesar sejak 7 November. Indeks itu telah kehilangan 2,6 persen sejak 11 April lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average menghapus 265,86 poin, atau 1,8 persen ke level 14,599.20. Index Russell 2000, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil, jatuh 3,8 persen, tertinggi dalam 17 bulan terakhir.
Saham-saham memperpanjang kerugian karena ledakan yang mengguncang daerah garis finish lapangan Boston Marathon, sementara hampir semua lini saham telah terjadi penurunan sebelum kejadian tersebut.
Ekuitas global juga turun setelah Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan moneter tidak dapat mengatasi akar penyebab krisis utang di Eropa dan terserah kepada pemerintah untuk memberlakukan reformasi struktural.
Di AS, data yang dirilis menunjukkan bahwa manufaktur di wilayah New York meningkat kurang dari yang diproyeksikan pada bulan April karena menurunnya pemesanan dan penjualan yang mengalami stagnasi. Index general economic dari The Federal Reserve Bank of New York turun menjadi 3,1 bulan ini dari 9,2 pada bulan Maret. Sementara, proyeksi median dari 47 ekonom yang disurvei Bloomberg adalah 7. (brc)
Index S & P 500 turun 2,3 persen ke 1,552.36 di New York, penurunan terbesar sejak 7 November. Indeks itu telah kehilangan 2,6 persen sejak 11 April lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average menghapus 265,86 poin, atau 1,8 persen ke level 14,599.20. Index Russell 2000, yang terdiri dari perusahaan-perusahaan kecil, jatuh 3,8 persen, tertinggi dalam 17 bulan terakhir.
Saham-saham memperpanjang kerugian karena ledakan yang mengguncang daerah garis finish lapangan Boston Marathon, sementara hampir semua lini saham telah terjadi penurunan sebelum kejadian tersebut.
Ekuitas global juga turun setelah Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi mengatakan bahwa kebijakan moneter tidak dapat mengatasi akar penyebab krisis utang di Eropa dan terserah kepada pemerintah untuk memberlakukan reformasi struktural.
Di AS, data yang dirilis menunjukkan bahwa manufaktur di wilayah New York meningkat kurang dari yang diproyeksikan pada bulan April karena menurunnya pemesanan dan penjualan yang mengalami stagnasi. Index general economic dari The Federal Reserve Bank of New York turun menjadi 3,1 bulan ini dari 9,2 pada bulan Maret. Sementara, proyeksi median dari 47 ekonom yang disurvei Bloomberg adalah 7. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:10 AM
Labels:
News
9:04 AM
Emas catat rekor kejatuhan tertajam sejak 33 tahun silam
New York, 15/04 (Bloomberg) –Emas
jatuh paling dalam sejak 33 tahun silam di tengah perdagangan rekor
tinggi karena perlambatan tak terduga pada ekspansi ekonomi China yang
memicu aksi jual komoditas dari investor yang telah khawatir bahwa akan
lebih banyak uang yang dibutuhkan untuk menutup posisi.
Jumlah minimum kas untuk penjaminan dari broker (margin requirement) untuk perdagangan emas berjangka di Comex kemungkinan akan dinaikan setelah harga anjlok 13 persen, atau lebih dari $ 200 per ounce dalam dua sesi terakhir. Perak, platinum dan paladium merosot, dan ukuran dari 24 komoditas jatuh ke level terendah sejak Juli.
Pada tanggal 12 April, emas merosot memasuki pasar beruang (bear market) pada kekhawatiran bahwa Siprus akan menjual kepemilikan bullion-nya untuk menutupi bailout, dan Federal Reserve mengisyaratkan bahwa stimulus moneter AS akan ditingkatkan kembali tahun ini. Holdings di SPDR Gold Trust (GLD), produk ETFs emas terbesar yang diperdagangkan di bursa telah jatuh ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir, dan para hedge fund telah memangkas taruhan mereka pada harga yang lebih tinggi sebesar 72 persen sejak pertengahan Oktober lalu.
'Emas babak belur hari ini karena margin calls' di Comex, Frank McGhee, head dealer dari Integrated Brokerage di Services LLC di Chicago, dalam sebuah wawancara telepon. 'Angka ekonomi China adalah paku terakhir di kepala sehingga orang-orang keluar dari semua komoditas, termasuk emas.'
Emas berjangka untuk pengiriman Juni merosot 9,3 persen dan ditutup pada $ 1,361.10 pukul 1:51 p.m. di Comex, New York, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 17 Maret 1980. Setelah penyelesaian, harga menyentuh $ 1,348.50, terendah sejak 7 Februari 2011. Perkiraan perdagangan untuk semua kontrak adalah 684.502 kontrak pada pukul 04:10 p.m., melampaui rekor sebelumnya di 486.315 kontrak pada 28 November lalu.
Harga dapat jatuh ke $ 1310 pada bulan Juni, Sterling Smith, seorang spesialis komoditas dari Citigroup Global Markets Inc, mengatakan hari ini dalam sebuah wawancara telepon. (brc)
Jumlah minimum kas untuk penjaminan dari broker (margin requirement) untuk perdagangan emas berjangka di Comex kemungkinan akan dinaikan setelah harga anjlok 13 persen, atau lebih dari $ 200 per ounce dalam dua sesi terakhir. Perak, platinum dan paladium merosot, dan ukuran dari 24 komoditas jatuh ke level terendah sejak Juli.
Pada tanggal 12 April, emas merosot memasuki pasar beruang (bear market) pada kekhawatiran bahwa Siprus akan menjual kepemilikan bullion-nya untuk menutupi bailout, dan Federal Reserve mengisyaratkan bahwa stimulus moneter AS akan ditingkatkan kembali tahun ini. Holdings di SPDR Gold Trust (GLD), produk ETFs emas terbesar yang diperdagangkan di bursa telah jatuh ke level terendah dalam hampir tiga tahun terakhir, dan para hedge fund telah memangkas taruhan mereka pada harga yang lebih tinggi sebesar 72 persen sejak pertengahan Oktober lalu.
'Emas babak belur hari ini karena margin calls' di Comex, Frank McGhee, head dealer dari Integrated Brokerage di Services LLC di Chicago, dalam sebuah wawancara telepon. 'Angka ekonomi China adalah paku terakhir di kepala sehingga orang-orang keluar dari semua komoditas, termasuk emas.'
Emas berjangka untuk pengiriman Juni merosot 9,3 persen dan ditutup pada $ 1,361.10 pukul 1:51 p.m. di Comex, New York, penurunan terbesar untuk kontrak teraktif sejak 17 Maret 1980. Setelah penyelesaian, harga menyentuh $ 1,348.50, terendah sejak 7 Februari 2011. Perkiraan perdagangan untuk semua kontrak adalah 684.502 kontrak pada pukul 04:10 p.m., melampaui rekor sebelumnya di 486.315 kontrak pada 28 November lalu.
Harga dapat jatuh ke $ 1310 pada bulan Juni, Sterling Smith, seorang spesialis komoditas dari Citigroup Global Markets Inc, mengatakan hari ini dalam sebuah wawancara telepon. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:04 AM
Labels:
News
12:02 PM
Jepang mendapat himbauan dari AS hingga Eropa terkait depresiasi mata uangnya
Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, April 15, 2013 | 12:02 PM
Bloomberg, (15/4) - Jelang pertemuan
para kepala keuangan dari Group 20 negara (G20) pekan ini, Jepang akan
diingatkan lagi tentang janjinya untuk tidak menurunkan yen terlalu
dalam, dalam upaya memerangi ekonominya dari deflasi yang telah
berlangsung lebih dari 15 tahun.
Jelang pertemuan G-20 dan para gubernur bank sentral pekan ini di Washington, Departemen Keuangan AS mengatakan akan menekan Jepang untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif dan pemerintah Eropa juga mendesak negara itu untuk tidak terlalu bergantung pada stimulus fiskal dan moneter.
Yen telah jatuh terhadap 16 mata uang utama lainnya sejak 4 April ketika Bank of Japan memberikan kejutan kepada para investor dengan rencana menggandakan pembelian obligasi bulanan dan menetapkan target inflasi dua tahun sebesar 2 persen.
Yen menguat terhadap 16 mitra utamanya hari ini setelah laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China melambat secara tak terduga pada kuartal pertama, memicu permintaan untuk aset haven. Mata uang Jepang naik 0,2 persen menjadi 98,22 per dolar pada pukul 12:00 a.m. di Tokyo setelah sebelumnya menyentuh 97,63, terkuat sejak 8 April.
Departemen Keuangan AS menggunakan laporan mata uang semesteran kepada Kongres AS dimana Jepang harus 'tetap berorientasi untuk memenuhi tujuan pertumbuhan domestik dengan menggunakan instrumen domestik dan untuk menahan diri dari mendevaluasi mata uangnya secara kompetitif dan menargetkan nilai tukarnya untuk tujuan kompetitif juga.' (brc)
Jelang pertemuan G-20 dan para gubernur bank sentral pekan ini di Washington, Departemen Keuangan AS mengatakan akan menekan Jepang untuk menahan diri dari devaluasi kompetitif dan pemerintah Eropa juga mendesak negara itu untuk tidak terlalu bergantung pada stimulus fiskal dan moneter.
Yen telah jatuh terhadap 16 mata uang utama lainnya sejak 4 April ketika Bank of Japan memberikan kejutan kepada para investor dengan rencana menggandakan pembelian obligasi bulanan dan menetapkan target inflasi dua tahun sebesar 2 persen.
Yen menguat terhadap 16 mitra utamanya hari ini setelah laporan menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi China melambat secara tak terduga pada kuartal pertama, memicu permintaan untuk aset haven. Mata uang Jepang naik 0,2 persen menjadi 98,22 per dolar pada pukul 12:00 a.m. di Tokyo setelah sebelumnya menyentuh 97,63, terkuat sejak 8 April.
Departemen Keuangan AS menggunakan laporan mata uang semesteran kepada Kongres AS dimana Jepang harus 'tetap berorientasi untuk memenuhi tujuan pertumbuhan domestik dengan menggunakan instrumen domestik dan untuk menahan diri dari mendevaluasi mata uangnya secara kompetitif dan menargetkan nilai tukarnya untuk tujuan kompetitif juga.' (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 12:02 PM
Labels:
News
11:54 AM
Demand Minyak Mentah WTI Jatuh untuk Hari Ketiga
Bloomberg (15/4) – Minyak WTI jatuh
untuk hari ketiga ditengah kecemasan terhadap melambatnya pertumbuhan
ekonomi, yang memangkas konsumsi terhadap bahan bakar, sementara supply
minyak akan melebihi demand tanpa potongan terhadap produksi yang
dilakukan oleh OPEC, berdasarkan Iran.
Kontrak tersebut merosot sebanyak 0.9% di New York setelah jatuh menuju level terendahnya dalam lebih dari satu bulan pada tanggal 12 April pekan lalu, sementara kondisi ekonomi global masih melemah dan akan terjadi sebuah surplus terhadap minyak mentah tanpa pengurangan yang terkini oleh Organisasi Negara-negara ekportir Petroleum, yang dikatakan oleh Shana sebuah agensi berita kementerian perminyakan Iran, mengutip dari Mohammad Ali Khatibi, gubernur OPEC Negara tersebut, sementara penjualan retail A.S pada bulan Maret merosot paling banyak sejak bulan Juni dan sentiment para konsumen mulai menurun menuju Sembilan bulan terendahnya, berdasarkan laporan yang diperlihatkan pada tanggal 12 April pekan lalu.
Minyak WTI untuk pengiriman dibulan Mei menurun sebanyak 82 sen menuju level $90.47 per barrel dalam perdagangan elektronik pada New York Mercantile Exchange dan berada dilevel $90.50 pada jam 11:42 waktu Sidney, sementara volume seluruh kontrak yang diperdagangkan pada hari ini berada 10% dibawah rata-rata 100 hari, kontrak tersebut jatuh 2.4% sebanyak $2.22, menuju level $91.29 pada tanggal 12 April minggu lalu, merupakan penutupan yang terendah sejak tanggal 6 Maret yang lalu dimana harga-harga turun 6.1% selama dua pekan terakhir.(tito)
www.bloomberg.com/news/2013-04-14/wti-declines-for-a-third-day-on-outlook-for-crude-demand-supply.html
Kontrak tersebut merosot sebanyak 0.9% di New York setelah jatuh menuju level terendahnya dalam lebih dari satu bulan pada tanggal 12 April pekan lalu, sementara kondisi ekonomi global masih melemah dan akan terjadi sebuah surplus terhadap minyak mentah tanpa pengurangan yang terkini oleh Organisasi Negara-negara ekportir Petroleum, yang dikatakan oleh Shana sebuah agensi berita kementerian perminyakan Iran, mengutip dari Mohammad Ali Khatibi, gubernur OPEC Negara tersebut, sementara penjualan retail A.S pada bulan Maret merosot paling banyak sejak bulan Juni dan sentiment para konsumen mulai menurun menuju Sembilan bulan terendahnya, berdasarkan laporan yang diperlihatkan pada tanggal 12 April pekan lalu.
Minyak WTI untuk pengiriman dibulan Mei menurun sebanyak 82 sen menuju level $90.47 per barrel dalam perdagangan elektronik pada New York Mercantile Exchange dan berada dilevel $90.50 pada jam 11:42 waktu Sidney, sementara volume seluruh kontrak yang diperdagangkan pada hari ini berada 10% dibawah rata-rata 100 hari, kontrak tersebut jatuh 2.4% sebanyak $2.22, menuju level $91.29 pada tanggal 12 April minggu lalu, merupakan penutupan yang terendah sejak tanggal 6 Maret yang lalu dimana harga-harga turun 6.1% selama dua pekan terakhir.(tito)
www.bloomberg.com/news/2013-04-14/wti-declines-for-a-third-day-on-outlook-for-crude-demand-supply.html
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:54 AM
Labels:
News
11:51 AM
Emas memperpanjang bear market seiring investor mengurangi kepemilikan ETF
Bloomberg, (15/4) - Emas, yang terjun
ke bear market pekan lalu, memperpanjang kerugian ke level terendah
sejak Mei 2011 pada ekspektasi bahwa permintaan untuk aset haven akan
terkontraksi karena membaiknya ekonomi global.
Emas untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,3 persen ke $ 1,478.20 per ounce dan sedikit berubah pada posisi $ 1,484.02 pukul 09:12 a.m. di Singapura. Harga merosot 5 persen pada 12 April lalu, menjadikan kerugiannya lebih dari 20 persen sejak rekor penutupan tahun 2011, dan memenuhi definisi umum dari bear market.
Bullion telah anjlok 11 persen pada tahun 2013, setelah menjalankan keuntungan tahunan ke-12 kalinya, karena data menunjukkan bahwa ekonomi global terus membaik, mendorong investor untuk menjual kepemilikan di exchange-traded product (ETF) dengan skala besar. Pergantian dalam siklus emas makin cepat dan investor harus menjual logamnya, Goldman Sachs Group Inc mengatakan dalam sebuah catatan 10 April lalu.
'Runtuhnya emas masih pada tahap awal,' kata Georgette Boele, ahli strategi komoditas dari ABN Amro Group NV. 'Aset-aset lainnya akan menjadi semakin lebih menarik karena prospek pertumbuhan yang terus membaik.'
Emas untuk pengiriman Juni turun sebanyak 1,6 persen menjadi $ 1,476.90 per ounce di Comex, New York, dan diperdagangkan di $ 1,483.40. Kontrak berjangka merosot ke $ 1476 pada tanggal 12 April lalu, level terendah sejak Mei 2011 setelah Siprus berencana menjual kepemilikan emas untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari pinjaman darurat.
Kabar dari Siprus 'membebani harga emas, pada pandangan bahwa bank sentral lainnya dalam kawasan tersebut akan melakukan hal yang sama - dengan kepemilikan emas jauh lebih besar,' tulis Boele.
Aset ETF emas yang diperdagangkan di bursa turun menjadi 2,406.16 metrik ton pada 12 April, setidaknya terdalam sejak Agustus menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Kepemilikan menyusut 6,9 persen pada kuartal pertama, penurunan terbesar setidaknya sejak 2004. (brcc)
Emas untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,3 persen ke $ 1,478.20 per ounce dan sedikit berubah pada posisi $ 1,484.02 pukul 09:12 a.m. di Singapura. Harga merosot 5 persen pada 12 April lalu, menjadikan kerugiannya lebih dari 20 persen sejak rekor penutupan tahun 2011, dan memenuhi definisi umum dari bear market.
Bullion telah anjlok 11 persen pada tahun 2013, setelah menjalankan keuntungan tahunan ke-12 kalinya, karena data menunjukkan bahwa ekonomi global terus membaik, mendorong investor untuk menjual kepemilikan di exchange-traded product (ETF) dengan skala besar. Pergantian dalam siklus emas makin cepat dan investor harus menjual logamnya, Goldman Sachs Group Inc mengatakan dalam sebuah catatan 10 April lalu.
'Runtuhnya emas masih pada tahap awal,' kata Georgette Boele, ahli strategi komoditas dari ABN Amro Group NV. 'Aset-aset lainnya akan menjadi semakin lebih menarik karena prospek pertumbuhan yang terus membaik.'
Emas untuk pengiriman Juni turun sebanyak 1,6 persen menjadi $ 1,476.90 per ounce di Comex, New York, dan diperdagangkan di $ 1,483.40. Kontrak berjangka merosot ke $ 1476 pada tanggal 12 April lalu, level terendah sejak Mei 2011 setelah Siprus berencana menjual kepemilikan emas untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari pinjaman darurat.
Kabar dari Siprus 'membebani harga emas, pada pandangan bahwa bank sentral lainnya dalam kawasan tersebut akan melakukan hal yang sama - dengan kepemilikan emas jauh lebih besar,' tulis Boele.
Aset ETF emas yang diperdagangkan di bursa turun menjadi 2,406.16 metrik ton pada 12 April, setidaknya terdalam sejak Agustus menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Kepemilikan menyusut 6,9 persen pada kuartal pertama, penurunan terbesar setidaknya sejak 2004. (brcc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:51 AM
Labels:
News
9:48 AM
New York, 12/04 (Reuters) – Emas merosot lebih dari 5 persen pada Jumat,
memasuki teritori bear market karena investor institusi “melarikan
diri” menuju ke aset-aset yang lebih aman lainnya di tengah kekhawatiran
tentang penjualan bank sentral dan minimnya sentimen.
Meluasnya aktivitas jual akan menegaskan beberapa ekspektasi bahwa reli harga emas yang meroket mungkin berakhir setelah penguatan 12 tahun. Emas turun di bawah US $1.500 per ons untuk pertama kalinya sejak Juli 2011. Emas mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2011.
Penjualan menjadi sangat ramai setelah kontraksi tak terduga data penjualan ritel AS, yang menggerus saham dan mendukung dolar. Faktor ini menambah tekanan yang sedang dibangun minggu ini dari beberapa faktor, termasuk draft rencana Siprus untuk menjual emas dan keluar dari ETF emas.
Laju aksi jual muncul terkait dengan volatilitas harga obligasi pemerintah Jepang, yang telah memaksa pemegang tertentu untuk menjual aset lain guna memenuhi pemodelan risiko portofolio investasi mereka.
Harga spot emas mencapai titik terendah dari $1.477, turun 5,3 persen pada hari ini. Untuk minggu ini, itu menunjukkan penurunan lebih dari 6 persen, penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2011. Obligasi rally pada hari Jumat.
Pelemahan emas terakselerasi dan volume perdagangan menggelembung setelah harga jatuh melalui support kunci di $1.521 per ons. Pasar turun sekitar 23 persen di bawah rekor puncak $1,920.30 yang dicapai pada September 2011. Investor mendefinisikan bear market karena penurunan 20 persen atau lebih dari harga tertinggi di pasar.
Emas telah melonjak selama lebih dari satu dekade karena statusnya sebagai investasi safe-haven di masa sulit dan sebagai respon atas kekhawatiran inflasi karena Federal Reserve memulai program stimulus agresif untuk melejitkan perekonomian AS pasca krisis keuangan. (rf)
Emas terjungkal ke bear market akibat eksodus institusional
Meluasnya aktivitas jual akan menegaskan beberapa ekspektasi bahwa reli harga emas yang meroket mungkin berakhir setelah penguatan 12 tahun. Emas turun di bawah US $1.500 per ons untuk pertama kalinya sejak Juli 2011. Emas mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2011.
Penjualan menjadi sangat ramai setelah kontraksi tak terduga data penjualan ritel AS, yang menggerus saham dan mendukung dolar. Faktor ini menambah tekanan yang sedang dibangun minggu ini dari beberapa faktor, termasuk draft rencana Siprus untuk menjual emas dan keluar dari ETF emas.
Laju aksi jual muncul terkait dengan volatilitas harga obligasi pemerintah Jepang, yang telah memaksa pemegang tertentu untuk menjual aset lain guna memenuhi pemodelan risiko portofolio investasi mereka.
Harga spot emas mencapai titik terendah dari $1.477, turun 5,3 persen pada hari ini. Untuk minggu ini, itu menunjukkan penurunan lebih dari 6 persen, penurunan mingguan terbesar sejak Desember 2011. Obligasi rally pada hari Jumat.
Pelemahan emas terakselerasi dan volume perdagangan menggelembung setelah harga jatuh melalui support kunci di $1.521 per ons. Pasar turun sekitar 23 persen di bawah rekor puncak $1,920.30 yang dicapai pada September 2011. Investor mendefinisikan bear market karena penurunan 20 persen atau lebih dari harga tertinggi di pasar.
Emas telah melonjak selama lebih dari satu dekade karena statusnya sebagai investasi safe-haven di masa sulit dan sebagai respon atas kekhawatiran inflasi karena Federal Reserve memulai program stimulus agresif untuk melejitkan perekonomian AS pasca krisis keuangan. (rf)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:48 AM
Labels:
News
9:19 AM
Nikkei Menepi Turun Setelah Menyentuh 5 Tahun Tertingginya
Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, April 12, 2013 | 9:19 AM
|
Reuters (12/04) - TOKYO – Index Nikkei Jepang
menepi turun dengan perolehan hampir selama lima tahun berada pada level
tertingginya dihari Jumat ini, yang ditopang oleh berjalannya optimisme mengenai
outlook ekonomi dibelakang pemerintahan yang berani serta kebijakan dari pihak
bank sentral.
Index Nikkei jatuh 0.5% dilevel 13,483.36 setelah dibuka sedikit lebih tinggi dan mencapai level tinggi sebesar 13,568.25, yang merupakan level tertingginya sejak bulan Juli 2008. Index heavyweight Fast Retailing, yang mengumumkan perkiraannya pada tahun ini yang akan berakhir pada bulan Agustus nanti , telah turun lebih dari 3% setelah perkiraan yang lebih lemah dari perkiraan telah mengecewakan market. Hal tersebut meninggalkan perkiraan laba operating yang tidak mengalami perubahan pada level 147.5 Milyar yen ($1.48 Milyar), yang sedikit lebih rendah dari perkiraan para analis sebesar level 149.9 Milyar yen. Index Topix yang lebih luas turun 0.2% dilevel 1,145.13. http://www.reuters.com/article/2013/04/12/markets-japan-stocks-idUSL3N0CZ00X20130412 |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:19 AM
Labels:
News














