Powered by Blogger.
Latest Post
8:46 AM
Saham AS tumbang pasca data payroll; the Fed pertahankan rencana stimulus
Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, May 1, 2013 | 8:46 AM
New York, Bloomberg (01/05) – Saham-saham AS
berjatuhan, menyeret indeks Standard & Poor 500 dari rekor tertingginya
karena data pertumbuhan yang lebih lambat pada manufaktur dan tingkat payrolls
Amerika seiring dengan Federal Reserve yang mengatakan untuk tetap
mempertahankan program pembelian untuk mendukung perekonomian.
Index S & P 500 turun 0,9 persen menjadi 1,582.70 pada pukul 4 pm di New York. Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 138,85 poin, atau 0,9 persen, ke posisi 14,700.95. The Fed tetap mempertahankan program pembelian obligasi pada laju $ 85 miliar per bulan, kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada akhir pertemuan dua hari di Washington. Selain itu, the Fed juga tidak berubah pernyataannya untuk tetap mempertahankan suku bunga mendekati target nol asalkan pengangguran tetap di atas 6,5 persen dan prospek inflasi tidak melebihi 2,5 persen. Sebelumnya, saham-saham jatuh karena keluarnya laporan yang menunjukkan bahwa penyerapan lapangan kerja perusahaan adalah lebih sedikit dari perkiraan untuk bulan April. Sebanyak 119.000 untuk kenaikan gaji, adalah yang terkecil sejak September, mengikuti revisi kenaikan 131.000 di bulan Maret, dan itu adalah kurang dari perkiraan awal, menurut data dari ADP Research Institute. Perkiraan median dari 37 ekonom yang disurvei Bloomberg adalah untuk kenaikan 150.000. Departemen Tenaga Kerja akan menerbitkan laporan pekerjaan dan pengangguran pada tanggal 3 Mei. Payrolls gabungan untuk perusahaan dan instansi pemerintah meningkat sebesar 148.000 pekerja pada bulan April setelah naik 88.000 pada bulan Maret, menurut survei ekonom oleh Bloomberg. (brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:46 AM
Labels:
News
9:40 AM
Output Penjualan Industri Retail Jepang Melambat
Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, April 30, 2013 | 9:40 AM
|
MarketWatch (30/4) - LOS ANGELES – Sektor
produksi industri Jepang memperlambat pertumbuhannya dibulan Maret yang lalu,
sementara penjualan retail jatuh lebih jauh, sementara menteri ekonomi, industri
dan perdagangan telah melaporkan pada hari Selasa ini, dengan kedua angka yang
jauh dari estimasi.
Sedangkan produksi pada sektor industri naik
sebanyak 0.2% dari bulan sebelumnya, yang sempat meredam dari kenaikan sebanyak
0.6% dibulan Februari dan gain sebanyak 0.3% untuk bulan Januari yang lalu,
sementara hasil berita Dow Jones dan polling ekonom dari Reuters telah
menghentikan peningkatan sebesar 0.4%, dengan bahan kimiawi yang merupakan
segmen pada performa puncaknya, yang diikuti oleh suku cadang elektronik dan
peralatan seperti yang dikatakan oleh menteri tersebut.
Sebuah survey dalam sektor manufaktur yang
termasuk dengan data tiap bulan yang telah memperlihatkan ekspektasi yang
sedikit lebih baik untuk dibulan April, dengan sebuah proyeksi sebesar 0.8%
terhadap gain dalam output sektor industri, yang telah naik dari perkiraan bulan
lalu untuk peningkatan dibulan April sebesar 0.6%.
Data lain telah memperlihatkan penjualan retail
yang terjatuh sebanyak 0.3% dibulan Maret sejak setahun sebelumnya, meskipun
para penjual retail berskala besar telah berayun menuju gain sebanyak 2.4%,
sementara dibulan Februari penjualan keseluruhan telah menurun sebanyak 2.2%,
sementara bagi para penjual retail besar turun sebanyak 3.7%, sedangkan polling
dari pihak Reuters telah memprediksikan gain sebanyak 0.6% untuk total penjualan
retail.(tito)
|
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:40 AM
Labels:
News
9:36 AM
Asian Stocks Climb to Five-Year High
|
Reuters, (30/4) --Asian stocks rose, sending
the benchmark index to its highest level since June 2008, as U.S. home sales
climbed and investors speculated central banks will extend stimulus measures.
The won gained and silver declined.
The MSCI Asia Pacific Index climbed 0.4 percent at 9:35 a.m. in Tokyo. Japan’s Topix Index added 0.4 percent, set for its best month since 1999. Futures on the S&P 500 Index were little changed. South Korea’s currency strengthened against all its major peers, while the yen fell 0.2 percent to 97.91 per dollar. Silver and copper slid 0.4 percent. Taiwan’s economy expanded at a slower pace than economists estimated in the first quarter, data showed today. Gross domestic product rose 1.54 percent from a year earlier, after increasing 3.72 percent in the final quarter of 2012. Economists forecast 3.1 percent growth, according to the median estimate in a Bloomberg survey. Chinese markets are closed today for holidays, while Japan’s were shut yesterday. |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:36 AM
Labels:
News
9:25 AM
Emas Menuju Bulan Terburuk sejak 2011 seiring Penyusutan Kepemilikan Investor
|
Bloomberg (30/4) – Emas menuju penurunan
bulanan terbesarnya sejak bulan Desember 2011, sebagai asset dalam produk
exchange- traded berbasis bullion dengan rekor penyusutan yang paling banyak,
diimbangi dengan peningkatan terhadap fisik logam berharga
tersebut.
Bullion untuk pengiriman segera jatuh sebanyak 0.3% hingga level $1,472.05 per ons, serta diperdagangkan dilevel $1,474 pada jam 8:36 pagi di Singapura, komoditi tersebut bersiap untuk mengalami penurunan sebanyak 7.8% dibulan April ini setelah logam tersebut terjun kedalam sebuah bear market pada bulan ini, dengan harga-harga yang telah merosot sebanyak 14% selama dua hari hingga tanggal 15 April pekan lalu, merupakan yang terbanyak sejak tahun 1983, sementara emas untuk pengiriman bulan Juni naik sebanyak 0.6% menuju ke level $1,476.60 per ons pada bursa Comex di New York sebelum ditransaksikan pada level $1,473.20. Kepemilikan emas ETP menurun sebanyak 168.22 metrik ton dibulan April ini, menuju ke arah rekor penurunan bulanan terbesarnya dalam segi tonnage, berdasarkan data Bloomberg, sementara harga-harga telah pulih sebanyak 11% dari dua tahun terendahnya dilevel $1,321.95 pada tanggal 16 April seiring dengan demand koin dan perhiasan yang mengembang dari A.S hingga China dan juga India, yang masih berada 5.6% dibawah penutupan pada tanggal 11 April sebanyak $1,561.45 yang mengawali kejatuhannya.(tito) http://www.bloomberg.com/news/2013-04-30/gold-set-for-worst-month-since-2011-as-investor-holdings-shrink.html |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 9:25 AM
Labels:
News
8:53 AM
S&P naik ke rekor baru atas data penjualan rumah, optimisme stimulus
|
New York, Bloomberg (29/04) – Saham-saham AS
naik, dengan indeks Standard & Poor 500 maju ke rekor tinggi karena
penjualan rumah tertunda naik di tengah optimisme bahwa bank sentral akan
mempertahankan rencana stimulusnya.
Index S & P 500 naik 0,7 persen di 1,593.61 pada pukul 4 pm di New York, melampaui rekor penutupan 1,593.37 yang dicapai pada 11 April lalu. Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 106,20 poin, atau 0,7 persen, ke posisi 14,818.75. Lebih dari 5,1 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS, atau 19 persen di bawah rata-rata tiga bulanan. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan memangkas suku bunga acuan ke rekor rendah 0,5 persen pada 2 Mei mendatang, menurut mayoritas ekonom dalam survei Bloomberg, sementara the Fed dapat mempertimbangkan untuk memperbarui komitmennya dalam pembelian obligasi pada pertemuan dua hari mulai besok (Selasa). Ekuitas naik hari ini setelah rilis angka dari National Association of Realtors menunjukkan bahwa indeks penjualan rumah yang tertunda naik 1,5 persen setelah revisi penurunan sebesar 1 persen dibulan sebelumnya yang lebih besar dari yang dilaporkan. Para ekonom memperkirakan kenaikan 1 persen, menurut estimasi median dalam survei Bloomberg. Data ekonomi terpisah juga menunjukkan tingkat belanja konsumen yang naik lebih dari yang diproyeksikan pada bulan Maret. Pendapatan meningkat kurang dari perkiraan dan inflasi mereda ke tingkat terendah dalam lebih dari tiga tahun. (brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:53 AM
Labels:
News
1:42 PM
Bursa Asia Meningkat dengan Emas Seiring Pelemahan Yen, Minyak Turun
Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, April 29, 2013 | 1:42 PM
|
Bloomberg, (29/4) - Saham Asia naik beserta
dengan dengan emas ditengah optimisme bank sentral yang akan mempertahankan
kebijakan moneter yang longgar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Mata uang
Yen menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, sementara minyak
turun.
MSCI Asia Pacific Index Tidak termasuk Jepang naik 0,3 persen pada 13:08 di Sidney, memperpanjang kenaikan mingguan terbesarnya dalam tiga bulan. Index Standard & Poor, AOS 500 sedikit berubah. Emas naik sebanyak 0,5 persen dan minyak mentah turun sebanyak 0,4 persen di New York. Yen menguat 0,6 persen menjadi 97,49 terhadap dolar. Pasar ekuitas Jepang dan Cina ditutup hari ini selama hari libur nasional. Pihak Federal Reserve AS akan memulai pertemuan kebijakan selama dua hari besok pasca rilis laporan pemerintah pada pekan lalu yang menunjukkan kondisi ekonomi terbesar dunia yang berkembang kurang dari perkiraan analis. Melambatnya pertumbuhan laba perusahaan industri Cina pada bulan Maret yang lalu menambah bukti bagi Negara tersebut. Data pada hari ini dapat memperlihatkan belanja konsumen yang stagnan dibulan lalu, yang meningkatkan kemungkinan bahwa Federal Reserve akan memperbaharui komitmennya untuk program pembelian obligasi pada minggu ini. Beberapa saham 283 menguat dan saham 258 yang jatuh dalam acuan MSCI Asia ex-Jepang, yang telah naik sebanyak 1% dibulan ini. Acuan yang menelusuri perusahaan perawatan kesehatan dan keuangan yang naik paling banyak pada hari Senin ini, dengan para produsen komoditas yang mengalami penurunan. Sementara Index AOS S & P / ASX 200 Australia naik sebanyak 0,5 persen. Laba bersih bagi perusahaan industri di Cina telah meningkat sebanyak 5,3 persen pada bulan lalu dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dengan penurunan pertumbuhan sebanyak 17,2 persen dalam dua bulan pertamanya, berdasarkan situs dari Nasional Biro Statistik pada 27 April. Minyak mentah WTI melemah sebanyak 0,4 persen menjadi $ 92,66 per barel. Tembaga untuk pengiriman selama tiga bulan turun 0,4 persen menjadi $ 7.001 per metrik ton di London Metal Exchange. Emas naik sebanyak 0,5 persen menjadi $ 1,469.45 per ons, yang memangkas penurunan bulanan hingga 8 persen.(brc) |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:42 PM
Labels:
News
1:39 PM
Emas Naik 1%, Mendekati Sepekan Tertingg
|
Reuters (29/4) - SINGAPORE – Emas naik labih
dari 1% pada hari Senin ini dan mendekati level tertingginya dalam lebih dari
sepekan seiring dengan sebuah rebound pada harga terendah multi-year yang gagal
untuk memangkas minat para investor terhadap logam nerharga tersebut, yang
mengarah kepada kekurangan cadangan emas fisik.
Data pertumbuhan terkini yang suram dari A.S telah meningkatkan harapan bahwa pihak Federal Reserve akan mempertahankan laju terkininya terhadap pembelian obligasi pada level $85 milyar sebulannya yang juga telah mendukung emas yang pada umumnya terlihat sebagai sebuah lindung nilai terhadap inflasi. Emas berjangka A.S, yang kerap memberikan petunjuk perdagangan kepada emas tunai, telah mencapai level tinggi sebanyak $85 per ons, pada jam 02.26 GMT, dengan harga berada dilevel $1,469.60, naik sebanyak $16.00, sementara spot emas naik sebanyak $7.51 per ons hingga level $1,470.01. Emas tunai dan berjangka keduanya tenggelam hingga sekitar level $1,321 pada tanggal 16 April yang lalu, merupakan level terendahnya selama lebih dari dua tahun, setelah sebuah penurunan dibawah level $1,500 yang telah memicu sebuah aksi jual yang mendorong para investor untuk memangkas kepemilikan merela terhadap ETF, keduanya telah menyentuh 11 hari puncaknya diatas level $1,484 pada hari Jumat.(tito) http://www.reuters.com/article/2013/04/29/markets-precious-idUSL3N0DG04220130429 |
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:39 PM
Labels:
News














