Home » » Hong Kong menghadapi risiko overheating

Hong Kong menghadapi risiko overheating

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, May 3, 2013 | 10:29 AM

Bloomberg, (3/5) - Ekonomi Hong Kong berada pada risiko overheating setelah tingkat utang rumah tangga naik ke rekor 61 persen dari produk domestik bruto (GDP), kata Norman Chan, chief executive dari Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA).

'Pertumbuhan konsumsi dan utang pribadi di Hong Kong telah secara konsisten melampaui pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,' kata Chan kepada anggota parlemen hari ini, mengutip risiko terhadap 'stabilitas makroekonomi.'

Walau pasar perumahan Hong Kong telah menunjukkan tanda-tanda mendingin setelah kebijakan pembatasan tambahan pada bulan Februari lalu, namun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa sekarang berada dalam siklus ke bawah, kata Chan. Keseimbangan current account yang menurun adalah 'sinyal peringatan' bahwa konsumsi dan ekonomi berada pada risiko overheating, katanya.

Harga rumah Hong Kong adalah yang termahal di antara kota-kota utama di dunia, pada bulan lalu jatuh ke level paling dalam di tiga tahun terakhir setelah pemerintah memberlakukan langkah-langkah yang paling keras dalam mengekang harga dan bank-bank menaikkan suku bunga KPR untuk pertama kalinya sejak 2011.

Dalam briefing bulan Februari lalu bersama anggota parlemen, Chan mengutip tingkat rasio utang rumah tangga terhadap GDP adalah 58 persen hingga 59 persen pada kuartal ketiga dan keempat tahun lalu. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:29 AM
Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger