Powered by Blogger.
Latest Post

Emas naik di hari kedua; kejatuhan telah menarik para pembeli

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, April 17, 2013 | 10:48 AM

Bloomberg, (17/4) - Spot emas naik untuk hari kedua pada spekulasi bahwa kemerosotan terbesar dalam tiga dekade yang terjadi di beberapa sesi terakhir akan memacu aksi pembelian. Namun, kontrak berjangka masih melanjutkan penurunan.

Emas untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,9 persen menjadi $ 1,380.25 per ounce dan berada di $ 1,375.28 pukul 09:54 a.m. di Singapura. Harga menyentuh $ 1,321.95 kemarin, terendah sejak Januari 2011. Indikator RSI 14-hari pada emas berada di 22,8, (indikasi sinyal oversold). Harga yang terjun 9.1 persen pada tanggal 15 April kemarin adalah yang paling curam sejak tahun 1983.

Bullion turun 18 persen pada 2013 setelah naik enam kali lipat dalam reli 12-tahun beruntun hingga tahun lalu. Logam ini anjlok 5 persen pada 12 April, tergelincir ke dalam pasar bearish, atas spekulasi bahwa bank sentral di Eropa mungkin akan menjual kepemilikan untuk mengumpulkan dana bailout dan pemulihan ekonomi di AS akan mendorong Federal Reserve untuk menarik sebagian program stimulusnya. Harga memperpanjang penurunan setelah CME Group Inc menaikkan margin pada kontrak berjangka.

'Jika Anda melihat fundamental, penurunan tersebut terlalu berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan bahwa kita masih memiliki banyak masalah di luar sana - monetisasi utang, suku bunga riil akan tetap di wilayah negatif dan dolar dalam jangka panjang masih tidak akan yang kuat,' kata Dominic Schnider, kepala riset komoditas dari unit management kekayaan UBS AG, dalam sebuah wawancara televisi Bloomberg. 'Namun demikian, banyak kerusakan yang telah terjadi.'

Emas untuk pengiriman Juni turun sebanyak 1,6 persen menjadi $ 1.365 per ounce di Comex, New York, sebelum diperdagangkan di $ 1,377.60. Kontrak berjangka menguat 1,9 persen kemarin setelah dua hari jatuh, 13 persen penurunan yang terburuk dalam tiga dekade terakhir. Bullion yang diperdagangkan pada exchange-traded produk menurun untuk hari ke-11 ke 2,377.791 metrik ton kemarin, terdalam setidaknya sejak Juni. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:48 AM

Goldman: Aksi jual emas besar-besaran dipicu Eropa

Kontan (17/4) - SINGAPURA. Beberapa hari yang lalu, terjadi aksi jual besar-besaran atas komoditas emas yang menyebabkan harga si kuning mentereng terjerembab 13% dalam kurun waktu dua hari. Menurut Goldman Sachs Group Inc, pelepasan investor atas emas dipicu oleh kecemasan mereka bahwa Eropa akan mengikuti jejak langkah Siprus yang menjual sebagian besar kepemilikan emas mereka.

'Penurunan tajam harga emas dipicu oleh kecemasan mengenai langkah bank sentral Siprus yang akan menjual cadangan emas mereka. Investor khawatir, bank-bank sentral di kawasan Eropa akan melakukan langkah yang sama,' tulis Goldman.

Menurut Goldman, aksi jual emas terjadi setelah harga emas secara teknikal menembus level supportnya di posisi US$ 1.530 per troy ounce. Lalu, penurunan emas ke bawah level US$ 1.434 200-week moving average, memicu penurunan harian terbesar pada harga emas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Siprus -yang merupakan anggota kelima Uni Eropa yang menerima bailout- akan menjual cadangan emas mereka.

Berdasarkan data World Gold Council, bank sentral global menggenggam sekitar 19% emas. Tahun lalu, bank sentral meningkatkan kepemilikan mereka ke level tertinggi sejak 1964. AS dan Jerman merupakan pemilik cadangan eams terbesar dunia, di mana emas berkontribusi sebesar 70% dari total cadangan mereka. Sedangkan Siprus memiliki sekitar 13,9 ton.

Dalam laporannya, Goldman masih memberikan rekomendasi sell untuk emas. 'Data kepemilikan ETF menunjukkan adanya likuidasi yang berlangsung cepat yang menandakan aksi jual terhadap emas masih akan terus berlangsung,' papar Goldman.

Catatan saja, kemarin (16/4), kepemilikan emas pada SPDR Gold Trust, merosot menjadi 1.154,34 per metrik ton. Ini merupakan level terendah sejak April 2010.

http://internasional.kontan.co.id/news/goldman-aksi-jual-emas-besar-besaran-dipicu-eropa/2013/04/17
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:49 AM

Saham Asia naik pertama kali dalam tiga sesi terakhir

Bloomberg, (17/4) - Saham-saham Asia naik untuk pertama kalinya dalam tiga sesi terakhir karena pembangunan rumah baru di AS melonjak lebih dari perkiraan dan Dana Moneter Internasional menaikkan perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi Jepang, sementara yen melemah.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,6 persen di 137,25 pada pukul 09:31 a.m. di Tokyo, sebelum pasar saham di China dan Hong Kong buka. Benchmark index tersebut tercatat naik 5,5 persen tahun ini hingga kemarin di tengah tanda-tanda ekonomi AS sudah mulai pulih dan karena reli pada saham-saham Jepang atas spekulasi Bank of Japan akan meningkatkan stimulus ekonominya.

'Pasar perumahan AS sudah mulai menunjukkan titik terang dan menegaskan pandangan bahwa ekonomi mulai membaik,' kata Hiroichi Nishi, manajer ekuitas dari Nikko Securities SMBC Inc. 'Yen akan tetap di area downtrend bila mengacu pada pelonggaran moneter berani yang diambil oleh Bank Jepang, dan mengarah ke optimisme laba eksportir.'

Rencana stimulus fiskal dan rekor pelonggaran moneter oleh Bank of Japan tercermin dalam peningkatan perkiraan pertumbuhan IMF untuk ekonomi terbesar ketiga di dunia tersebut, yang dinaikan dari 1,2 persen menjadi 1,6 persen tahun ini dan dari 0,7 persen menjadi 1,4 persen pada tahun 2014.

Nikkei 225 Stock Average Jepang naik 0,8 persen, rebound dari kekalahan beruntun terpanjang dalam tiga bulan. Indeks NZX 50 Selandia Baru naik 0,9 persen, Australia S & P / ASX 200 Index naik 0,8 persen dan indeks Kospi Korea Selatan naik 0,2 persen. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:39 AM

Data housing start, laba usaha bawa Wall Street rebound

New York, Bloomberg (16/04) – Saham AS reli, dengan indeks Standard & Poor 500 rebound dari penurunan terbesarnya sejak November lalu setelah housing starts dan pendapatan dari Coca-Cola Co hingga Johnson & Johnson melampaui perkiraan.

Index S & P 500 naik 1,4 persen di 1,574.50 di New York, untuk kenaikan terbesar sejak 2 Januari. Indeks ekuitas tersebut jatuh 2,3 persen kemarin, terbesar sejak 7 November setelah ekonomi China tumbuh lebih lambat dari perkiraan dan merosotnya emas membebani saham komoditas. Indeks Dow Jones Industrial Average naik 157,58 poin, atau 1,1 persen, ke 14,756.78. Sekitar 6,4 miliar saham yang diperdagangkan di bursa AS, sejalan dengan rata-rata tiga bulan.

Konstruksi rumah baru di AS melonjak lebih dari perkiraan pada bulan Maret setelah proyek multifamily naik ke level tertinggi dalam lebih dari tujuh tahun, menurut angka Departemen Perdagangan. Data terpisah menunjukkan biaya hidup menurun pada bulan Maret untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir karena lebih murahnya bensin dan pakaian. Produksi pabrik secara tak terduga turun, menambah tanda-tanda terbaru bahwa manufaktur mulai mendingin.

Dana Moneter Internasional memangkas proyeksi pertumbuhan global dan mendesak para pembuat kebijakan Eropa untuk menggunakan kebijakan moneter 'agresif' setelah dua tahun mengalami kontraksi membuat pemulihan di kawasan euro tertinggal dibandingkan negara seluruh dunia lainnya saat ini. Ekonomi global akan terekspansi 3,3 persen tahun ini, kurang dari perkiraan 3,5 persen pada Januari, kata IMF yang berbasis di Washington, memangkas prediksi untuk tahun ini untuk keempat kalinya berturut-turut. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:36 AM

Emas berjangka rebound dari kejatuhan terbesar dalam 33 tahun

New York, 16/04 (Bloomberg) – Emas rebound dari penurunan terbesarnya dalam 33 tahun terakhir setelah BlackRock Inc mengatakan bahwa aksi sell off tersebut tidak mencerminkan fundamental dan bankir di Asia mengatakan bahwa para pembuat kebijakan dapat mengambil kesempatan ini untuk membeli dalam rangka meningkatkan cadangan negaranya

Dua hari, turun hingga 13 persen, terbesar sejak Januari 1980, merupakan 'peristiwa panik' dan 'diluari perspektif' karena ekspektasi percepatan laju inflasi, menurut BlackRock Catherine Raw. Kemerosotan itu  memberikan kesempatan kepada bank-bank sentral untuk lakukan pembelian, kata Gubernur Bank Sentral Sri Lanka, Ajith Nivard Cabraal dalam sebuah wawancara di Bloomberg Television. Bank of Korea mengatakan bahwa kejatuhan bullion adalah bukan masalah besar karena kepemilikan merupakan bagian dari strategi jangka panjang.

'Sebuah koreksi besarnya yang melahirkan bouncing cukup kuat kembali,' kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities di Toronto, dalam sebuah wawancara telepon. 'Pembelian bank sentral adalah positif dan itu pasti memberikan dukungan.'

Emas berjangka untuk pengiriman Juni naik 1,9 persen dan ditutup pada $ 1,387.40 per ounce pada 1:50 p.m. di Comex, New York, kenaikan terbesar sejak 13 September. Harga sebelumnya menyentuh $ 1,321.50, terendah sejak 28 Januari 2011. Melek mengatakan harga akan mencapai $ 1.500 tahun ini.

'Prospek untuk emas bagi kita adalah benar-benar  positif dalam jangka panjang,' Baku, fund manager di BlackRockmengatakan dalam sebuah wawancara di Bloomberg Television hari ini dengan Francine Lacqua. 'Kemungkinan inflasi selama lima tahun ke depan lebih tinggi, tidak lebih rendah, daripada tahun lalu. Hal-hal lain, seperti uang tunai kehilangan uang, acara Siprus, penghematan yang ditargetkan, berarti orang mencari alternatif. ' (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:35 AM

Emas Berbalik Lebih Tinggi

MarketWatch (16/4) - LONDON — Harga emas berbalik lebih tinggi pada hari Selasa, dengan pergerakannya yang mengikuti sebuah aksi jual emas yang terburuk sejak tahun 1980 yang memicu terhadap sebuah peningkatan dalam jumlah uang yang dibutuhkan para investor untuk memperdagangkan kontrak emas berjangka.

Emas untuk pengiriman bulan Juni melawan penurunan dan naik sebesar 2.2% sebanyak $30.20 menuju level $1,391.20 per ons.
Emas berjangka pada hari Senin kemarin turun sebesar 9.3% sebanyak $140.30 menuju level $1,361.10 per ons pada divisi Comex di New York Mercantile Exchange, penurunan tersebut menandakan persentase penurunan selama satu hari terbesar terhadap logam berharga tersebut sejak bulan Februari 1983, penurunan dollar selama satu hari terhadap emas merupakan yang terbesar sejak bulan Januari 1980 dan kedua yang terbesar dalam sejarahnya.

CME Group Inc.,yang merupakan perusahaan induk dari logam utama tersebut dan energy exchanges di A.S mengatakan pada hari Senin kemarin bahwa hal tersebut telah meningkatkan persyaratan collateral untuk trading dalam acuan emas, perak dan kontrak logam berharga berjangka yang lainnya.

Collateral, atau marjin, untuk acuan perdagangan emas berjangka Comex 100-troy-ons akan meningkat sebesar 19% dan marjin terhadap perdagangan perak akan naik sebesar 18%, sementara peningkatan terhadap marjin cenderung akan diterapkan selama kurun waktu pada gejolak dimarket.

Peningkatan tersebut bersifat sangat efektif pada penutupan sesi bisnis perdagangan dihari Selasa ini.

Sentimen terhadap emas telah menderita setelah terjadinya pemotongan terkini terhadap perkiraan harga logam tersebut, sama halnya dengan outflow dari produk exchange-traded emas, sementara Goldman Sachs pada pekan lalu telah merendahkan perkiraan harga nilai rata-rata emasnya untuk tahun 2013 sebanyak $1,545 per ons, yang menjadi level logam tersebut pada hari Jumat yang lalu.(tito)

http://www.marketwatch.com/story/gold-adds-to-losses-cme-hikes-margins-2013-04-16
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:33 AM

Bursa HK jatuh ke 5-bulan terendah ditengah kekhawatiran pertumbuhan China

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, April 16, 2013 | 1:23 PM

Bloomberg, (16/4) - Bursa Hong Kong jatuh, dengan indeks patokan HK bergeser ke level terendah dalam lima bulan terakhir di tengah kekhawatiran tentang pertumbuhan yang lebih lambat di China.

Indeks Hang Seng turun 0,8 persen menjadi 21,597.11 pada pukul 10:26 a.m. di Hong Kong, level terendah sejak 21 November. 43 dari 50 bluechips bergerak di zona merah. Hang Seng China Enterprises Index turun 0,7 persen menjadi 10,372.88.

Indeks Hang Seng kehilangan 8,6 persen sejak 30 Januari sampai kemarin setelah China mengambil langkah untuk mengekang harga properti dan di tengah kekhawatiran wabah virus flu burung baru.

Cnooc turun 2,5 persen menjadi HK $ 13,40 karena harga minyak mentah jatuh ke level terendah empat bulan. China Oilfield Services Ltd, penyedia pengeboran, jatuh 2,2 persen menjadi HK $ 15,06. PetroChina Co, produsen energi terbesar di negara itu, turun 1,8 persen menjadi HK $ 9,50.

Penambang memimpin penurunan setelah harga emas turun 9,1 persen kemarin. Zhaojin jatuh 7,1 persen menjadi HK $ 7,99. Zijin Mining Group Co, perusahaan pertambangan terbesar di China, turun 3,4 persen menjadi HK $ 2,25. (brc)
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:23 PM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger