Powered by Blogger.
Latest Post

zzzztttt.. Ini Trik 'Asyik' Bercinta di Rumah Sempit

Written By Kontak Perkasa Futures on Thursday, September 28, 2017 | 8:38 AM


PT Kontak Perkasa Futures - Tinggal di rumah kontrakan tentu tidak ada salahnya bila Anda baru saja menikah, sementara karir  belum sepenuhnya mendapatkan posisi strategis.

Hanya, yang jadi masalah apabila rumah kontrakan Anda yang sempit ini menempel dengan rumah kontrakan lainnya. Tak ayal, sedikit suara berisik saja sudah membuat tetangga mendengar Anda.

Wah, kalau sudah begini, tentunya Anda akan sedikit merasa kesusahan kala hendak beraksi seru di ranjang bersama pasangan. Bisa-bisa tetangga mendengar apa yang Anda lakukan. Tapi tidak perlu khawatir, agar kegiatan bercinta Anda berjalan lancar, simak trik-trik dari Rumah.com berikut ini.

Lakukan di bawah
Yap, alias di lantai. Jika memang lantainya keras dan nggak nyaman, pindahkan saja kasur Anda ke bawah untuk sementara.

Sebab meski ranjang Anda kuat, bukan jaminan selama bercinta ranjang itu tidak menimbulkan suara sama sekali, kan? Jangan sampai karena sedang panas-panasnya, tetangga harus mendengar suara gesekan ranjang. Bisa malu besar, tuh!

Nyalakan musik lembut
Ini juga salah satu cara yang aman yaitu dengan menyalakan musik lembut selama bercinta. Ingat, volumenya jangan dipasang terlalu kencang, melainkan cukup meredam suara desahan Anda.

Pasalnya, tembok kontrakan cenderung tipis, sehingga ada kalanya tetangga Anda dapat mendengar apapun yang Anda lakukan.

Lakukan di jam tertentu
Kegiatan bercinta yang dilakukan di pagi hari setelah subuh usai bukan ide yang bagus. Biasanya, penghuni kontrakan sudah bangun di pagi hari dan bersiap untuk menjalankan kegiatannya serta berangkat kerja.

Jika melakukan hubungan suami-istri di jam tersebut, dikhawatirkan bisa menimbulkan kegaduhan dan membuat Anda kurang nyaman. Lebih baik lakukan kegiatan bercinta di malam hari saat suasana tenang, misalnya setelah lebih dari jam 10 atau 11 malam.

Buat ruang yang lapang
Kontrakan seringnya tak terlalu penuh dengan barang, mengingat kontrakan umumnya tak terlalu luas. Untuk itu bercinta seharusnya tak selalu harus dilakukan di kamar.

Anda bisa menjalankannya di ruang keluarga dengan beralaskan karpet yang agak tebal ditambah selimut dan bantal. Matikan lampu, dan nyalakan lampu teras agar suasana menjadi temaram dan romantis - PT kontak Perkasa Futures
Sumber:properti.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:38 AM

Manfaat Daun Salam untuk Rambut Tebal yang Belum Diketahui

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, September 26, 2017 | 5:00 PM



PT Kontak Perkasa Futures - Memiliki rambut yang indah menjadi impian semua wanita. Sebagian wanita ingin memiliki rambut panjang dan tebal yang sehat. Namun, tidak mudah untuk merawat rambut dengan tipe seperti ini.

Jika Anda tidak merawatnya dengan baik, akan timbul permasalahan pada rambut yang berdampak pada penampilan Anda, seperti ketombe, rambut lembap, rambut bercabang dan rontok.

Bagi Anda yang memiliki rambut panjang dan tebal, Anda dapat melakukan perawatan sederhana dengan menggunakan bahan alami yaitu daun salam dan minyak kelapa. Kedua bahan dapur ini ternyata dapat membantu Anda merawat rambut dan membuatnya sehat dan bervolume.

Gunakan daun salam
Seperti yang dilansir dari situs Allwomanstalk, Rabu (30/8/2017), Anda dapat menggunakan daun salam yang dicampurkan dengan minyak kelapa untuk masker rambut. Ambil 4-5 lembar daun salam dan blender hingga hancur dan tiriskan. Kemudian tambahkan 2 sendok makan minyak kelapa ke dalam mangkuk yang sama, aduk dengan rata.

Setelah adonan tercampur rata, panaskan untuk sementara waktu, sampai hangat. Sekarang, masker rambut Anda siap digunakan. Saatnya Anda oleskan masker rambut ini secara menyeluruh dari akar ke ujung rambut.

Cara penggunaan
Oleskan masker pada rambut, menyebarkan secara merata dari akar ke ujung. Pijat kulit kepala Anda selama beberapa menit. Kemudian biarkan selama 15 menit.

Terakhir bilas rambut Anda dengan air hangat dan menggunakan shampo. Lakukan perawatan ini secara rutin minimal satu minggu sekali. Rambut panjang dan lebat Anda dapat terlihat lebih indah - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:lifestyle.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 5:00 PM

Perang Dunia III antara AS dan Soviet Gagal Karena Petrov

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, September 22, 2017 | 3:21 PM


PT Kontak Perkasa - Memasuki tahun 1983, Letnan kolonel Stanislav Yevgrafovich Petrov dari Pasukan Pertahanan Udara Soviet ditugaskan untuk memantau potensi serangan dari luar. Markasnya di komando satelit Serpukhov-15, dekat Moskow. Tugas Petrov menentukan kebijakan luar negeri Uni Soviet sebab ia bertanggung jawab memantau jaringan peringatan dini yang menyala jika ada serangan nuklir yang masuk ke teritori negaranya.

Jika benar-benar menyala, ia diperintahkan untuk segera menghubungi pusat komando militer Soviet, dan pemerintah akan melaksanakan strategi peluncuran serangan balik memakai rudal nuklir yang serupa. AS jadi perhatian khusus Petrov, mengingat kedua negara sedang panas-panasnya dalam melakoni perang dingin sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Dini hari itu, tanggal 27 September 1983 atau 20 hari selang perayaan ulang tahunnya ke-47, komputer di hadapan Petrov menyalakan pemberitahuan bahwa satu rudal balistik nuklir dengan jangkauan antar benua sedang telah diluncurkan dan sedang dalam perjalanan dari AS ke Soviet. Satu menit setelahnya sirene berbunyi lagi, menandakan rudal kedua juga sedang mendekat. Pemberitahuan untuk kedatangan rudal ketiga, keempat, dan kelima juga datang setelahnya.

Situasinya kian menegangkan karena tanda “persiapan meluncur” telah berganti menjadi “serangan rudal”. Petrov berusaha menenangkan diri dengan menghisap rokok murahan yang ia genggam sedalam-dalamnya. Dalam pertimbangan pribadinya, tanda peringatan semacam ini barangkali sudah terjadi beberapa kali toh tak pernah berujung sebagai serangan militer sungguhan.

“Tak ada peraturan tentang berapa lama kami diizinkan untuk berpikir sebelum kami harus melapor jika telah terjadi sebuah serangan. Tapi kami pun tahu bahwa setiap detik penundaan amatlah berharga, bahwa pimpinan militer dan politik Uni Soviet perlu diberi informasi sesegera mungkin,” ungkap Petrov kepada BBC News.

“Yang harus kulakukan adalah meraih telepon dan menelpon komandan tertinggi, tapi aku tak bisa bergerak, rasanya seperti sedang duduk di penggorengan panas.”

Selain spesialis teknologi informasi (IT) seperti Petrov, Uni Soviet memiliki ahli-ahli lain yang juga ditugasi untuk mengawasi kemungkinan datangnya rudal dari AS dengan alat berbeda. Saat Petrov mengonfirmasi, mereka tak menemukan tanda-tanda serangan AS. Namun, mereka hanyalah pembantu. Protokol resmi jelas menyebutkan bahwa laporan inti tetap datang dari komputer Petrov.

Akhirnya Petrov memutuskan untuk benar-benar menelpon sang komandan. Namun, alih-alih memberitahu bahwa sang musuh bebuyutan telah resmi mendeklarasikan perang, ia justru menginformasikan bahwa terjadi kesalahan sistem pemantau satelit. Mengapa?

Petrov mempertimbangan bahwa jika AS benar-benar ingin menyerang Soviet, maka militer Paman Sam akan meluncurkan lebih dari sekadar lima rudal. Kemungkinan jumlahnya mencapai ratusan, katanya. Lebih lanjut, serangan ini juga akan dikonfirmasi oleh ahli IT Soviet lain, yang dalam kasus Petrov hari itu bilang tak mendeteksi kedatangan rudal. Apalagi Petrov tahu bahwa keandalan sistem satelit yang berada di bawah tanggung jawabnya itu sempat diragukan di masa lalu. Maklum, sistem baru.

Petrov tentu tak bisa yakin 100 persen. Ia mentok di angka 50 persen. Sisanya ia buktikan sendiri dalam dua puluh menit paling menegangkan dalam hidupnya. Setelah dua puluh menit itu berlalu dan tak ada ledakan nuklir, ia menghembuskan nafas lega. Beberapa tahun setelahnya diketahui bahwa sumber alarm palsu ternyata berasal dari fenomena langka di mana kesejajaran sinar matahari di awan tinggi di daerah Dakota Utara mengganggu penerimaan orbit satelit Molniya milik Rusia.

Kurang Diacuhkan Rusia, Justru Disanjung Amerika dan Dunia
 Pasca-kejadian tersebut Petrov dihujani pertanyaan dari atasannya. Namun setelah Petrov menjelaskan dengan rinci, ia justru mendapat pujian. Jenderal Yury Votinstev (yang kemudian menjabat sebagai komandan Unit Pertahanan Rudal Udara Soviet) adalah orang pertama yang mendengar kasus Petrov dan menyatakan “tindakannya benar” dan “sepatutnya dicatat”.

Meski demikian, ia tak menerima penghargaan apapun saat itu oleh pemerintah Uni Soviet. Kabarnya karena kegagalan sistem pendeteksi yang digunakan Petrov membuat malu para ilmuwan yang membangun mesin tersebut. Ilmuwan-ilmuwan ini kabarnya punya reputasi mentereng di Soviet. Petrov dipindahtugaskan ke pos yang tak setegang di Moskow, kemudian mengajukan pensiun dini. Beberapa sumber mengatakan bahwa Petrov sebenarnya dipaksa pensiun karena mengalami gangguan psikologis sejak kejadian di Serpukhov-15.

Insiden alarm palsu Petrov baru dipublikasikan ke dunia internasional pada awal 1990-an atau era keruntuhan Uni Soviet. Teori bahwa kejadian alarm palsu itu memalukan bagi petinggi Soviet pun semakin kuat. Namun Petrov tak pernah mengonfirmasi teori ini. Setiap kali diwawancarai media, ia seringkali hanya bercerita dalam sudut pandang orang pertama tentang pengalaman paling berharga dalam hidupnya.

Beda di Rusia, beda pula di Amerika Serikat. Publik maupun pemerintah negeri Paman Sam amat mengapresiasi keputusan krusial Petrov sebagai tindakan yang heroik. Ada 21 Mei 2004 Perhimpunan Warganegara Dunia (Association of World Citizen), lembaga non-profit yang berbasis di San Fransisco, menganugerahi Petrov Wolrd Citizen Award berikut trofi dan uang senilai $1.000 “sebagai pengakuan atas peran yang dimainkannya dalam mencegah malapetaka”. Gelar yang sama diberikan pleh PBB dua tahun setelahnya saat Petrov diundang ke New Tork.

Jerman, negeri yang amat pasifis usai kalah di Perang Dunia II, juga menganugerahi Petrov Dresden Preis 2013 di Kota Dresden, Jerman, pada tanggal 17 Februari 2013. Penghargaan tersebut mencangkup hadiah uang sebesar $32.000. Setahun sebelumnya ia juga mendapat German Media Award 2011 dan diserahkan dalam sebuah upacara di Kota Baden-Baden. Penampilannya di sejumlah liputan media berreputasi mentereng hingga di satu film dokumenter membuat nama Petrov kian melambung.

Petrov merasa pengalaman legendarisnya adalah keberuntungan yang besar. Ia adalah satu-satunya petugas di tim pengawas Serpukhov-15 yang mendapat pendidikan sipil. Seluruh koleganya adalah tentara tulen dan profesional yang diajarkan untuk memberi serta mematuhi segala perintah. Oleh karena itu, katanya pada BBC News, ia percaya, jika hari itu yang bertugas bukan dia, maka si pengawas akan segera mengirim laporan serangan dari AS ke petinggi militer Soviet. Laporan yang ia yakini juga akan memicu Perang Dunia ke-3.

Awal 1980-an adalah puncak dari perang dingin antara AS dan Uni Soviet. Perkara kecil berkaitan dengan bidang keamanan dan teritori negara bisa memicu perang nuklir yang dampaknya diprediksi akan mengerikan dan meluas hingga ke negara-negara lain. Perang akan terjadi antara NATO yang mewakili blok kapitalis, dengan negara-negara sosialis yang berhimpun dalam Pakta Warsawa.

Ada banyak bentuk gertakan selain pamer senjata (nuklir) baru. Pada pertengahan Februari 1981 hingga 1983, misalnya, Amerika Serikat melancarkan perang psikologis untuk menguji kerentanan Soviet sekaligus menunjukkan kekuatan militer udaranya. Mereka menerbangkan pesawat pembom beberapa kali per minggu di sekitar teritori Soviet. Soviet juga tak mau kalah. Mereka menembak pesawat penumpang Korea Selatan yang nyasar ke teritori Soviet dan menewaskan 269 orang termasuk anggota Kongres A.S. Larry McDonald dan banyak orang Amerika lainnya.

AS sempat marah besar, namun bisa menahan diri. Kebetulan, peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 1 September 1983. Jika 27 hari setelahnya Petrov salah mengambil keputusan dan Soviet memulai serangan pertama (yang mereka kira serangan balasan), AS diperkirakan akan all-out saat maju perang. Sebagaimana kata Bruce Blair, ahli strategi nuklir AS era Perang Dingin dan mantan ketua Word Security Institute di Washington D.C., di sebuah acara televisi:

“Kukira insiden itu adalah momen paling dekat Amerika Serikat dengan perang nuklir yang disebabkan oleh ketidaksengajaan.”

Petrov menjalani hidup normal hingga ajal menjemputnya pada bulan Mei lalu akibat penyakit pneumonia hipostatik. Akibat satu-dua hal, berita dukanya baru diketahui oleh publik pada pertengahan September ini bulan ulang tahunnya, yang jika sempat ia lalui, akan menjadi perayaan ke-77 - PT Kontak Perkasa
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 3:21 PM

Satu Abad Sang Raja Komik: Jack Kirby

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, September 20, 2017 | 8:56 AM


PT Kontak Perkasa Futures - Demam Spiderman Homecoming baru saja berlalu. Tom Holland yang didapuk sebagai si manusia laba-laba paling muda meninggalkan kesan baik. Karakternya yang energik, lucu, dan sangat milenial jadi kritik bagus bagi salah satu sekuel Marvel Cinematic Universe (MCU) ini sebuah proyek panjang film-film superhero dari Marvel yang tinggal dalam satu jagat raya. Masih di tahun yang sama, demam itu berali ke sekuel lanjutannya yang akan hadir awal November nanti. Kali ini sang dewa petir Thor jadi bintang utama.

Beberapa tahun terakhir, Iron Man, Captain America, The Hulk, Thor, dan kawan-kawannya yang lain memang jadi tontonan wajib di layar lebar. Pahlawan-pahlawan super dari komik-komik Marvel  ini memang tengah dieksplorasi besar-besaran ke dalam rol film hingga bersekuel-sekuel. Delapan dari daftar 20 film superhero terlaris sepanjang masa datang dari MCU, dengan The Avengers sebagai pemuncaknya. Pendapatan kotornya mencapai $623 juta. Tapi tulisan ini tak akan membahas kejelian Marvel dalam membangun kejayaan MCU, melainkan untuk merayakan satu abad kelahiran dalang di balik terciptanya para pahlawan super tersebut.

Ialah Jacob Kurtzberg, pria kelahiran New York, 28 Agustus 1917 yang memulai karier komikusnya sejak tahun 1930-an. Kurtzberg sering mengonta-ganti nama penanya menjadi Jack Curtis, Curt Davis, dan Fred Sande, sebelum menahbiskan Jack Kirby sebagai nama permanennya.

Dari tangan dinginnya tercipta hampir semua superhero Marvel yang paling dikenal saat ini, seperti: Iron Man, Captain America, The Hulk, Fantastic Four, Thor, X-Men, Black Panther, dan tokoh-tokoh lainnya. Media memanggilnya Sang Raja Komik, sebagai penghormatan pada karya-karyanya. Panggilan itu kemudian dipakai Mark Evanier untuk biografi Kirby, King of Comics, yang terbit 2008 lalu.

Perjalanan menuju titel itu tak mudah. Kirby lahir dan besar di keluarga imigran yang pas-pasan. Ayahnya, Benjamin Kurtzberg adalah imigran Yahudi dari Austria, yang bekerja jadi buruh pabrik garmen. Kirby kecil tak suka lingkungan tempat tinggalnya, sebuah tempat yang tak membiarkan seorang seniman berkembang baik. Seniman, pada masa itu, bukan sebuah cita-cita yang wajar untuk para remaja lelakinya. Mengabdi jadi prajurit untuk siap tempur lebih populer. Lagi pula, sebagaimana masa kini juga memperlakukannya, menjadi seniman selalu ditantang pertanyaan: “Mau makan dari mana?”

Kirby tak bisa menampik gairahnya pada seni menggambar. Cara termudah untuk menghasilkan uang tapi tidak menggadaikan idealismenya adalah menjadi ilustrator koran. Boys Brotherhood Republic adalah tempat pertamanya berkarier. Tapi tak terlalu lama, karena Kirby ingin sekolah untuk memperdalam kemampuannya. Pada usia 14, Kirby sempat masuk Pratt Institute, sebuah sekolah seni bergengsi di Brooklyn, New York. Tapi, ia hanya seminggu di sana. “Aku bukan jenis murid yang dicari Pratt. Mereka mencari orang-orang sabar yang ingin bekerja pada sesuatu, selamanya. (Sementara) aku tak ingin bekerja pada sebuah proyek selamanya. Aku berniat menyelesaikan hal-hal yang kukerjakan,” kata Kirby dalam wawancaranya dengan The Comics Journal, pada 1990.

Hubungan Cinta-Benci dengan Marvel dan DC

Karier dewasa pertamanya bermula pada 1936, ketika Kirby menjadi kartunis komik-strip di koran  Lincoln Newspaper Syndicate. Kala itu ia memakai nama Jack Curtis, untuk tiga tahun karier di sana. Selanjutnya ia bergabung ke industri film animasi ketika bergabung dengan Fleischer Studios tempat kartun Popeye diproduksi pada ujung 1939.

Tapi pekerjaan itu tak cocok dengan idealisme tinggi Kirby. “Aku terpaksa keluar cepat dari Fleischer karena aku tak tahan dengan pekerjaan demikian,” kata Kirby pada The Comics Journal.  “Rasa pabriknya, seperti pabrik ayahku. Mereka mempabrikasi gambar-gambar.” Lalu, Kirby kembali ke panggilan jiwa sesungguhnya: menggambar komik.

Ia kemudian bergabung dengan Eigner & Iger, dan terlibat pembuatan Blue Beetle yang kini jadi salah satu superhero andalan DC. Tapi, Kirby memang bukan orang yang betah diam di satu tempat, seperti yang dikatakannya. Pada 1940, ia kemudian bergabung dengan Timely Comics, yang kelak akan dikenal sebagai Marvel Comics. Di sana Kirby bertemu Joe Simon dan menciptakan Captain America untuk pertama kalinya. Selama 1940-an pula, Kirby sempat menciptakan sejumlah karakter baru untuk National Comics Publication, yang kelak dikenal sebagai DC Comics.

Bersama dua studio komik terbesar itu, Kirby punya sejarah panjang. Ia keluar-masuk keduanya karena tawaran kontrak dan angka yang mengikatnya. Ketika Captain America sukses, Kirby rupanya cuma dibayar 75 dolar per minggu. Hal itu yang membuatnya mengacir ke inkarnasi pertama DC tersebut, karena ditawari 500 dolar per minggu.

Hal ini terus berlanjut sepanjang kariernya. Kirby bolak-balik kerja sama dengan keduanya dan menghasilkan karya-karyanya di sana. Lewat Marvel ia menciptakan sejumlah besar karakter utama dalam MCU. Sementara di DC, ia punya New Gods, Boy Comandos, Mister Miracle, sedikit sentuhan pada Green Arrow, dan pengembangan cerita pada Jim Olsen, fotografer sahabatnya Superman.

Warisan Kirby bukan cuma tertoreh di dunia komik. Ia terang saja adalah salah satu nama yang jadi dalang mengapa superhero menjadi sebuah industri besar. Para produser film, gim, komik, sinetron di teve juga patut berterima kasih pada sang Raja.

Tahun ini, jika ia masih hidup, Kirby akan berumur seratus tahun. Kevin Feige, salah satu produser MCU mengakui kalau MCU tak akan ada tanpa jasa Kirby. Thor Ragnarok November nanti disebutnya sebagai “Surat cinta untuk visi Kirby.” Selamat 100 tahun, Kirby! - PT Kontak Perkasa Futures
Sumber:tirto.id
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 8:56 AM

Tamara Bunke: Gerilyawan Perempuan yang Perkasa

Written By Kontak Perkasa Futures on Monday, September 18, 2017 | 11:52 AM

PT Kontak Perkasa - Oktober 1964, Tamara Bunke berkemas ke Bolivia, meninggalkan namanya dan bersalin jadi pribadi yang baru: Laura Gutierrez Bauer. Ia menjalani misi rahasia yang ditugaskan oleh Che Guevara: mengumpulkan informasi intelijen seputar elit politik dan militer Bolivia.

Kala itu, Che tengah merancang Operasi Fantasma yang bakal dilangsungkan di Bolivia. Singkat cerita, Che ingin memancing pemberontakan revolusioner di negeri-negeri Amerika Selatan yang pada saat itu sering disebut-sebut sebagai 'halaman belakang Amerika'.

Tanpa kesulitan berarti, Tamara mulai menyusup ke lingkaran elit Bolivia, khususnya kalangan akademis dan pejabat pemerintah. Perlahan, lingkungan yang disusupi Tamara menaruh hati padanya. Bahkan Presiden Bolivia Renรฉ Barrientos mengajaknya berlibur ke Peru. Tak hanya itu, Tamara pun menikah dengan pria Bolivia agar bisa memperoleh status warganegara yang diharapkan bisa memudahkan tugasnya.

Tamara adalah aset penting Operasi Fantasma dan kelompok gerilyawan Che. Alasannya sederhana: melalui Tamara, mereka bisa menggali informasi terkini di Bolivia. Komunikasi antara Tamara dan gerilyawan Che dilakukan dengan peralatan radio yang disimpan di balik dinding apartemennya.

Memasuki tahun 1966, perjalanan Tamara sebagai agen rahasia Kuba menemui ganjalan. Penyamaran Tamara terbongkar oleh aparat Bolivia selepas melakukan perjalanan ke kamp gerilyawan di Nacaguazu. Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan diri hanyalah masuk hutan dan bergabung dengan gerilyawan, di mana ia melakukan beberapa tugas seperti menyalurkan makanan serta memantau siaran radio.

Tanpa Tamara sebagai penghubung gerilyawan dengan dunia luar, pasukan Che pun terisolasi. Di lain sisi, kondisi Tamara justru memburuk kala demam tinggi sampai cedera kaki menyerang dirinya akibat parasit chigoe. Mendengar kabar tersebut, Che memutuskan mengirim sekelompok bantuan untuk menjemput Tamara dan pasukan lainnya keluar dari pegunungan.

Nasib malang tak dapat ditolak. Saat melintasi Rio Grande di daerah Vado del Yoso, Tamara tertembak peluru di bagian lengan dan paru-paru oleh tentara Bolivia. Nasib rekan-rekan gerilya lainnya pun juga setali tiga uang. Kabar tewasnya Tamara terdengar oleh Che, yang awalnya menolak untuk percaya sembari mengatakan bahwa hal tersebut hanya propaganda musuh guna menurunkan semangat gerilyawan.

Namun, perjalanan Tamara memang berakhir. Tamara, satu-satunya perempuan yang terdapat dalam kelompok gerilyawan Che tewas saat menjalankan misi di Bolivia. Untuk menghormati jasanya, Fidel Castro menganugerahkannya gelar pahlawan Revolusi Kuba.

Dugaan Agen Ganda dan Hubungannya dengan Che Guevara
Tamara Bunke lahir di Buenos Aires pada 13 November 1937 dari pasangan Erich Bunke dan Nadia Bider. Tahun 1928, keluarga Tamara pindah ke Argentina tatkala Nazi mulai berkuasa. Pada 1952, mereka memutuskan pulang kampung dan tinggal di Berlin Timur.

Menginjak dewasa, Tamara mulai aktif menekuni dunia politik. Semasa berkuliah di jurusan ilmu politik di Universitas Humboldt, Jerman Timur, Tamara bergabung dengan organisasi kepemudaan Partai Persatuan Sosialis Jerman (SUPG) yakni Pemuda Merdeka Jerman (FGY).

Tamara juga turut andil dalam Federasi Pemuda Demokrasi Dunia. Keanggotaannya di organisasi tersebut pula yang mengantarkannya pada acara Festival Pemuda dan Pelajar Dunia di Wina, Praha, Moskow, sampai Havana.

Dengan penguasaan sekitar empat bahasa (Rusia, Inggris, Spanyol, serta Jerman), Tamara diangkat menjadi penerjemah Departemen Internasional Pemuda Bebas Jerman (FGY). Salah satu tugasnya ialah membantu kedatangan orang-orang Kuba di Jerman Timur yang begitu masif pasca-Revolusi Kuba 1959. Dalam periode ini pula, ketertarikan Tamara terhadap geopolitik Amerika Latin kian kuat.

Awal 1960, untuk kali pertama Tamara bertemu tokoh gerakan revolusioner Kuba Che Guevara. Waktu itu, Che datang ke Leipzig, Jerman Timur sebagai utusan perdagangan Kuba. Tamara yang mengidolakan Che diminta menjadi juru bahasa dalam agenda itu.

Setahun kemudian, Tamara meninggalkan Jerman dan menetap di Kuba. Keinginannya untuk pergi ke Kuba didasari kekaguman pada sosok Che dan peristiwa Revolusi Kuba 1959 yang membekas di pikirannya. Pekerjaan yang dilakoni Tamara begitu menginjakkan kaki di Kuba adalah guru sebuah sekolah di pedesaan.

Karir Tamara melejit ketika diterima di institusi pemerintahan seperti Kementerian Pendidikan dan Federasi Perempuan Kuba. Hingga pada akhirnya, nasib membawa Tamara bertemu kembali dengan Che ketika dirinya ambil bagian dalam Operasi Fantasimo.

Selama mengikuti persiapan Operasi Fantasimo, Tamara dilatih oleh Daniel Alarcon Ramirez salah satu senior di kelompok gerilyawan Che di Pinar del Rio, sebelah barat Kuba. Che berpesan pada Ramirez agar mengajari Tamara teknik-teknik mempertahankan diri seperti menggunakan pisau, senapan, sampai senjata api. Tamara juga berlatih cara mengirim dan menerima pesan melalui transmisi radio.

Pada masa pelatihan Operasi Fantasimo pula, identitas Tamara berubah menjadi “Tania.” Bagi anggota kelompok lain, Tamara dikenal sebagai perempuan yang cerdas. Tamara juga dikenal pandai menghibur rekan-rekannya di kamp pelatihan dengan memainkan lagu-lagu rakyat menggunakan gitar maupun akordeon. Singkat kata, Tamara menjadi sosok yang berkesan bagi kawan-kawannya.

Membicarakan Tamara Bunke tak lengkap tanpa menyentuh rumor yang berkembang: tuduhan agen rahasia KGB maupun Stasi serta kedekatan personalnya dengan Che. Dalam Heroes in Hell (1980), Janet Morris menggambarkan Tamara selain bekerja untuk Kuba, juga bekerja pada dinas rahasia Rusia (KGB) serta Stasi (Jerman Timur). Dalam perannya di KGB maupun Stasi, Tamara ditugaskan untuk mengkhianati dan membunuh Che.

Desas-desus lainnya ialah bahwa Tamara memiliki kedekatan khusus dengan Che. Dalam Tania, the Woman Che Guevara Loved (1997) yang ditulis Jose Friedl, diceritakan Tamara dan Che telah melakukan hubungan gelap dan menikah semasa mengikuti pelatihan di Praha pada 1965.

Akan tetapi, di tengah rumor yang bertiup tentang Tamara, ibunya Nadia Bunke berusaha mendapatkan kebenaran. Pada 1997, Nadia pergi ke Moskow dan meminta pernyataan tertulis KGB tentang status Tamara. Nikolai Sergeyevich Leonov, pensiunan jenderal intelijen Soviet menegaskan pihaknya tak mempunyai hubungan dengan Tamara.

Rumor hubungan romantis Tania-Che juga dibantah. Menurut Ulises Estrada dalam Tania: Undercover with Che Guevara in Bolivia (2005) keduanya memang pernah berada di Praha, tapi  tidak pada waktu bersamaan. Pengadilan Jerman menganggap buku Tania, the Woman Che Guevara Loved dianggap menghina dan hanya berisikan tuduhan tak benar tentang Tamara serta menariknya dari peredaran.

Ana Montes, Penerus Tamara Bunke dari Amerika
Kisah yang mirip dengan Tamara Bunke datang dari sosok Ana Montes. Ana merupakan analis Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Pentagon sembari menjadi agen rahasia untuk Kuba. Ana membocorkan rahasia militer Amerika Serikat kepada Kuba dalam rentang 1985 hingga 2001.

Sikap Ana yang membelot dipicu oleh ketertarikan pada Kuba sejak duduk di bangku perkuliahan serta kekecewaannya terhadap kebijakan luar negeri pemerintah Amerika Serikat yang menurutnya congkak. Terutama kala Ronald Reagan menjadi presiden dan merecoki negara-negara Amerika Latin dengan dalih memberantas komunisme. Melihat kondisi semacam itu, pihak Kuba pun mulai mendekati Ana kemudian merekrutnya sebagai agen rahasia.

Pada 1985 Ana diterima di Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Pentagon yang bertugas menangani rahasia militer Amerika Serikat. Saat bersamaan, menurut keterangan FBI, Ana juga telah menjadi mata-mata Kuba. Perjalanan rahasia pertama Ana ke Kuba dilakukan pada tahun yang sama.

Selama bekerja di Badan Intelijen Pertahanan Pentagon, Ana menggunakan teknik spionase agar peran gandanya tak terendus pihak lain. Menurut FBI, alasan Ana mampu merahasiakan peran rahasia hingga belasan tahun ialah karena Ana tak pernah membawa pulang dokumen atau berkas elektronik yang sifatnya rahasia.

Sebagai gantinya, Ana mengingat segala hal secara rinci yang tertera dalam dokumen terkait kemudian sesampainya di rumah, Ana mengetiknya di layar komputer. Selanjutnya, Ana memindah informasi tersebut ke dalam cakram yang sudah dienkripsi. Ana akan menerima instruksi melalui radio gelombang pendek yang berisikan pesan di mana Ana harus menyerahkan cakram tersebut kepada kontak dari Kuba.

Atasan Ana bukannya tak curiga. Suatu waktu pada 1996, Ana pernah diinterogasi karena telah melanggar protokol. Scott Carmichael, seorang petinggi Badan Intelijen Pertahanan Pentagon merasa ada yang disembunyikan Ana. Namun, dugaan Carmichael sebatas asumsi tanpa adanya tindak lanjut.

Empat tahun kemudian, FBI menggelar operasi pencarian mata-mata yang menyusup dalam dinas pertahanan Amerika dan bekerja untuk Kuba. Dalam catatannya, mata-mata tersebut telah melakukan perjalanan ke Pangkalan Angkatan Laut Amerika di Teluk Guantanamo, Kuba. Ketika Carmichael membuka riwayat perjalanan karyawannya ke Guantanamo, muncul satu nama: Ana Montes.

FBI dan Carmichael mulai menyusun rencana penangkapan. Langkah pertama yang dilakukan ialah membuktikan bahwa Ana merupakan mata-mata Kuba. Pada 1996, FBI memperoleh tempat pembuatan komputer dengan merek dan model tertentu yang digunakan Ana untuk menjalin kontak bersama Kuba. Toko tersebut terletak di Alexandria, Virgina. FBI lalu meminta rekaman yang menghubungkan dengan komputer Ana guna dilakukan pemeriksaan terperinci.

Selanjutnya, FBI menyadap Ana. Dalam penyadapannya, FBI menemukan sistem kode yang digunakan Ana untuk berkomunikasi dengan orang Kuba melalui telepon umum dan pager. Selepas kode didapatkan, FBI mulai menguraikan pesan yang dikirim Ana ke orang-orang Kuba.

Tatkala dugaan sudah terbukti kuat, pada 21 September 2001 FBI menangkapnya dan perjalanan mata-mata Ana Montes resmi berakhir.

Pengadilan menghukumnya 25 tahun penjara serta masa percobaan lima tahun karena bersalah atas tuduhan konspirasi untuk melakukan spionase. Selain itu, Ana bersedia memberi segala informasi mengenai keterlibatannya dengan Kuba termasuk adanya indikasi empat perwira intelijen Amerika Serikat yang menjalin kontak serupa dengan Kuba - PT Kontak Perkasa
Sumber:tirto
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 11:52 AM

Hidup di Ujung Dunia Bagian Selatan

Written By Kontak Perkasa Futures on Friday, September 15, 2017 | 10:54 AM

Kontak Perkasa Futures - Apabila kamu bertanya di mana ujung dunia bagian selatan yang dihuni manusia, jawabannya adalah Ushuaia di Argentina. Bagaimana ya rasanya hidup di sana?

Berjarak 38 jam perjalanan darat atau tiga setengah jam perjalanan pesawat dari Buenos Aires di Argentina, Kota Ushuaia di provinsi Tierra del Fuego disebut juga sebagai ujung dunia. Lokasinya memang persis di ujung paling Selatan Argentina.
Tak sedikit papan penanda dengan klaim tulisan 'El fin del Mundo' atau ujung dunia di Kota Ushuaia.

Kalau dilihat di peta, kota ini memang yang terdekat menuju Antartika. Tambah 1.000 Km lagi, traveler sudah bisa sampai ke sana. Kebayang gak sih dinginnya?

Namun walau sangat terpencil dan super dingin, ternyata ada kehidupan di Ushuaia. Traveler yang penasaran malah bisa merasakan 'kehangatan' dari kota ini lewat Peternakan Estancia Harberton yang tertua di kawasan itu.

Diketahui, Peternakan Estancia Harberton pertama kali didirikan pada tahun 1886 oleh seorang misionaris Inggris bernama Thomas Bridges. Kini peternakan itu pun masih dikelola oleh keturunan dari Thomas dan tak ada ubahnya sedikit pun.

Tidak hanya menjadi peternakan, Estancia Harberton juga menjadi persinggahan dari para ilmuwan, enjelajah, masyarakat asli setempat hingga traveler yang ingin merasakan sensasi hidup di ujung dunia.

Hidup di ujung dunia pun boleh dikatakan tidak mudah. Saat musim dingin, temperatur udara pun bisa drop hingga minus 20 derajat celcius yang paling buruk.

Bahkan jika laut sedang tidak bersahabat, rantai suplai makanan ke Ushuaia pun bisa terputus sama sekali. Pertanian dan berladang sendiri pun menjadi salah satu cara untk bertahan.

Apabila dulu masyarakat Ushuaia mengandalkan peternakan domba, kini pariwisata telah menjadi sektor baru yang menjanjikan. Tak sedikit wisatawan yang datang untuk melihat penguin di Isla Martillo secara langsung.

Liburan ke Ushuaia di Argentina tentunya bukan untuk traveler sembarangan. Bagi Anda yang punya uang dan ingin merasakan sensasi tinggal di ujung dunia, mungkin bisa coba liburan ke tempat ini. Siapkan saja banyak jaket tebal - Kontak Perkasa Futures
Sumber:travel.detik
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 10:54 AM

Demi Emas, Penambang Ilegal Bantai Penduduk Asli Amazon

Written By Kontak Perkasa Futures on Wednesday, September 13, 2017 | 1:32 PM

PT Kontak Perkasa - Jika Anda melakukan kejahatan, maka adalah tindakan bodoh untuk membanggakannya di di depan banyak orang. Namun, itulah yang dilakukan pasangan penambang ilegal di Brasil. Keduanya berkoar-koar di bar, mengumuman tindakan keji yang mereka lakukan dengan suku terasing yang tersisa di muka Bumi.

Jaksa penuntut umum Brasil sedang melakukan investigasi, menyusul laporan dari publik yang mengatakan, dua penambang ilegal emas di Sungai Amazon membunuh 10 hingga 20 orang anggota suku terasing. Kini kedua pelaku harus mendekam di penjara.

Dikutip dari The News.com.au, Selasa (12/9/2017) polisi federal dan jaksa penuntut umum kini tengah menginvestigasi pembunuhan suku terasing itu yang tinggal di perbatasan Peru dan Kolombia.

Penyelidikan tersebut dilakukan setelah para penambang emas membual tentang pembunuhan di sebuah bar. Para penambang tersebut dilaporkan mengacungkan dayung buatan tangan yang mereka klaim diambil dari suku pedalaman.

Leila Silvia Burger Sotto-Maior, yang bekerja untuk sebuah lembaga di Brasil untuk urusan pribumi dan merupakan koordinator departemen untuk suku-suku terasing, baru-baru ini dihubungi terkait dengan kasus ini.

Pihaknya mengajukan gugatan ke kantor kejaksaan setelah mengetahui tentang pria yang membual melakukan pembunuhan tersebut saat pesta menenggak alkohol

"Itu adalah pembicaraan di bar yang kejam," kata Sotto-Maior kepada The New York Times.

"Mereka bahkan membual tentang memotong mayat dan melemparkannya ke sungai," lanjutnya.

Pembantaian tersebut diduga terjadi bulan lalu. "Para penambang tersebut mengklaim, mereka harus membunuh orang-orang suku terasing itu atau dibunuh," jelas Sotto-Maior.

Penyidik mengatakan, jasad anggota suku itu dimutilasi lalu dibuang di sungai. "Ada banyak petunjuk, tapi masih perlu dibuktikan," tambahnya lagi.

Penambang liar merupakan salah satu ancaman paling mendesak bagi masyarakat yang tidak terkontaminasi di Amazon dan telah dipersalahkan karena mengenalkan penyakit baru serta mencemari sungai dan hutan.

Tahun lalu pemerintah Peru mengumumkan sebuah keadaan darurat karena kontaminasi merkuri yang disebabkan oleh penambangan emas ilegal di Amazon.

Fiona Watson, Direktur Kampanye di Survival International, sebuah kelompok hak ulayat global yang didedikasikan untuk melindungi hak-hak masyarakat adat suku tertutup mengatakan, butuh perlindungan bagi suku-suku itu.

"Belum lama ini, banyak yang menolak adanya suku-suku yang tidak terkontaminasi dan mengklaim bahwa mereka dapat mengklaim tanah mereka dengan kekebalan hukum," kata Fiona Watson, Direktur Kampanye di Survival International, kepada News.com.au pada Desember lalu.

"Kami memberi masyarakat suku asli keterampilan menggunakan sarana untuk berbicara dengan dunia, dan meningkatkan kesadaran akan krisis kemanusiaan yang mendesak dan mengerikan ini," lanjut Watson yang organisasinya bergerak untuk melindungi hak ulayat masyarakat adat.

Menurut Survival International, mengingat suku Amazon yang tidak terkontaminasi itu berjumlah kecil, insiden pembunuhan tersebut bisa mengakhiri sejarah kelompok etnis terpencil yang nyaris musnah itu.

"Jika 10 suku asli dikonfirmasi terbunuh, itu bisa mewakili 20 persen populasi suku tersebut."

Presiden Brasil Diduga Juga Membantai Suku Pedalaman
Tak hanya para penambang ilegal yang harus berhadapan dengan hukum, Presiden Brasil Michel Temer pun demikian.

Presiden yang kini mendapat sorotan atas tuduhan korupsi mendapat kecaman atas dugaan pembantaian dan laporan pembunuhan pribumi lainnya di Brasil tahun ini.

Jaksa juga menyelidiki keluhan lain tentang dugaan pembunuhan penduduk asli dari suku Warikama Djapar yang terisolasi. Serangan tersebut diduga terjadi di bulan Mei namun belum dikonfirmasi.

"Jika laporan ini dikonfirmasi, Presiden Temer dan pemerintahnya menanggung tanggung jawab besar atas serangan genosida ini," kata Direktur Internasional Survival Stephen Corry dalam sebuah pernyataan.

"Semua suku ini seharusnya memiliki tanah mereka, diakui dan dilindungi dengan benar. Dukungan pemerintah agar mereka membuka wilayah adat benar-benar memalukan," lanjut Corry.

Pemerintahan Presiden Temer telah menghadapi kritik internasional setelah mengabaikan isu lingkungan dan hak-hak masyarakat adat di tengah krisis ekonomi. Beberapa kelompok pemerintah yang bertugas melindungi wilayah pribumi yang tidak terkontaminasi akhir-akhir ini mengeluh karena dana mereka yang dipotong oleh pemerintah Brasil. Bahkan beberapa lembaga terkait hak ulayat harus ditutup.

Penampakan 'Suku Tak Terjamah' di Pedalaman Amazon

Pada November 2016, foto-foto dari udara di atas Amazon menemukan hal yang menarik. Tim foto melihat penampakan pertama suku terpencil yang masih belum 'terjamah'.

Gambar tersebut menguak adanya peradaban penduduk asli di wilayah terpencil di utara Brasil, Yanomami, yang menurut ahli bisa 'punah' kapan saja. Desa yang diperkirakan dihuni oleh 100 penduduk itu berada tak jauh dari perbatasan Venezuela. Mereka digambarkan memiliki adat yang terlihat seperti suku 'yano' Yanomami.

Menurut kelompok advokasi suku, Survival International, mereka membangun rumah membentuk lingkaran. Setiap sisi persegi bangunan tempat tinggal dihuni keluarga yang berbeda.

Mereka digambarkan bergelayut di hammock, membuat api unggun dan menyimpan bahan makanan.

Organisasi itu memperingatkan, bahwa suku pedalaman tersebut berada dalam bahaya, akibat 5.000 penambang emas liar yang berada di wilayah tersebut.

"Penambang menyebarkan penyakit seperti malaria di wilayah tersebut dan mengotori sumber makanan dan air Yanomami dengan air raksa. Hal ini bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius," kata Survival International melalui keterangan tertulisnya.

Penyakit yang dibawa dari luar seperti flu dan campak juga bisa sangat berbahaya bagi penduduk asli yang tinggal di wilayah terpencil itu.

Suku pedalaman Amazon tersebut memiliki pengetahuan mengenai tumbuh-tumbuhan yang sangat luas. Mereka menggunakan sekitar 500 tanaman sebagai bahan makanan, obat-obatan, dan membangun rumah.

Anggota suku terpencil tersebut menghidupi keluarganya dengan cara berburu, mengumpulkan makanan, dan memancing.

Tidak hanya itu, mereka juga bercocok tanam seperti menumbuhkan ubi kayu dan pisang, yang ditanam di dalam kebun hutan yang bersih.

"Gambar menakjubkan ini merupakan bukti lebih lanjut mengenai keberadaan suku terasing dari peradaban modern. Mereka tidak brutal tapi lebih kompleks dan merupakan bagian dari masyarakat kontemporer yang haknya harus dihormati," kata Direktur Survival International, Stephen Corry melalui keterangan tertulisnya.

Corry juga menyatakan bahwa komunitas itu dapat hidup dengan baik tanpa adanya 'kemajuan' dan 'perkembangan'.Menurut Survival International, penemuan suku terpencil tersebut memberitahukan bahwa mereka tak ingin diganggu dan 'sengaja' mengasingkan diri dari Yanomami lainnya.

Sekitar 22 ribu Yanomami hidup di daerah perbatasan Brasil dengan Venezuela, dan setidaknya 3 kelompok belum terjamah dengan 'dunia luar'.

"Kami memperkirakan ada sekitar 100 suku terasing di seluruh dunia, kebanyakan dari mereka berasal di Amerika Selatan, Amazon," ujar juru bicara Survival International - PT Kontak Perkasa
Sumber:global.liputan6
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 1:32 PM
 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger