Fenomena Utang Jaminannya Foto dan Video Bugil

Written By Kontak Perkasa Futures on Tuesday, December 4, 2018 | 2:21 PM


PT Kontak Perkasa - Jaminan atau agunan dalam syarat penyaluran kredit adalah hal yang wajar dilakukan. Biasanya agunan yang diminta adalah barang hingga surat berharga.

Namun di China, ada sebuah layanan pemberi kredit yang meminta agunan foto bugil nasabah. Aneh memang, namun ini dilakukan karena pemberi kredit itu menilai banyak generasi milenial yang ingin mendapatkan kredit namun tak memiliki agunan.

Banyak cerita miris, seperti ancaman foto bugil akan disebar hingga pelecehan seksual seperti permintaan hubungan seks sebagai cara untuk melunasi kredit.
Dikutip dari berbagai sumber, fenomena ini terjadi di China. Agunan atau jaminan tersebut diajukan sebagai syarat sebelum nasabah mendapatkan kucuran kredit.

Generasi milenial di sejumlah kawasan di China menjadi 'korban'. Mereka melakukan hal tersebut karena menilai generasi milenial memiliki keinginan tinggi untuk berutang atau mendapatkan kredit, namun kemampuan dan akses mereka sangat rendah. Generasi milenial dianggap generasi yang putus asa karena tak memiliki jaminan apapun ketika ingin mengajukan kredit.

Karena itu, penyalur kredit memberikan syarat yang nyeleneh yakni meminta calon nasabah untuk mengirimkan foto bugil nasabah sebagai jaminan. Jadi, jika nasabah telat membayar maka pemberi kredit mengancam akan menyebar foto bugil tersebut kepada keluarga dan teman-temannya.

Pemberi kredit ini bisa disebut rentenir, pasalnya mereka memasang bunga yang sangat tinggi, sehingga nasabah yang sudah terlanjur menarik kredit merasa terjebak dalam utang yang semakin menggunung. Di China layanan kredit ini dikenal sebagai "kredit tanpa busana".

Kasus ini memang sudah terjadi dua tahun lalu, tepatnya 2016. Jadi saat itu ada 161 foto bugil wanita muda China tersebar di dunia maya, diduga penyebar adalah pemberi kredit. Korban berusia 19 hingga 23 tahun yang meminjam uang sekitar US$ 1.000 hingga US$ 2.000. Bahkan ada pemberi pinjaman yang meminta para wanita tersebut untuk melakukan hubungan seksual untuk melunasi pinjaman.

Karena maraknya layanan pinjaman bugil ini, regulator keuangan di China dengan cepat menindak penyalur kredit ilegal tersebut. Sejak itu, regulator mulai gencar memerangi perusahaan pemberi kredit ilegal.

Otoritas keamanan umum di Shenzhen belakangan ini membongkar sindikat yang sudah memiliki 300 nasabah, atau lebih pantas disebut korban. Kebanyakan korban meminjam uang untuk berjudi, gadget juga kosmetik. Bahkan satu wanita dilaporkan berutang sampai 1 juta yuan (US$ 147.200).

Seperti yang lainnya, dia diminta untuk mengirimkan video dan foto bugil ke anggota sindikat tersebut. Dia juga diminta berjanji untuk mengembalikan uang dalam waktu yang dijanjikan.

Polisi menemukan lusinan video disimpan di ponsel otak dari sindikat ini.
Fenomena ini sudah terjadi sejak 2016. Milenial di China yang ingin memenuhi kebutuhan namun punya keterbatasan finansial dan akses finansial yang cukup, jadi incaran rentenir ini.

Mereka menawarkan bunga yang sangat tinggi. Salah seorang korban pada koran lokal mengatakan bahwa dia meminjam 500 yuan dengan bunga hingga 30% per minggu. Syarat dia dapat utang itu adalah dengan mengirimkan foto selfie sambil memegang kartu identitas. Uangnya, ditransfer ke rekening dia.

Si rentenir kemudian menakut-nakuti Li bahwa foto bugilnya akan disebar online.

Southern Metropolis Daily melaporkan bahwa pinjaman semacam itu berkisar di angka 500 sampai 5.000 yuan dan bunganya. Tingkat bunga ini jauh lebih tinggi dibanding ketetapan bunga pinjaman untuk pribadi di China yang sebesar 24% per tahun.

Si pemberi utang mengkonfirmasi soal syarat foto bugil itu. Perkara besaran bunga, mereka mengatakan sudah ada kesepakatan soal itu dengan debitur atau peminjam.
Sejumlah korban menceritakan pengalaman mereka berutang dengan jaminan foto dan video bugil. Apa kata mereka?

Dikutip dari berbagai sumber, salah satunya adalah mahasiswa perempuan bernama Li Li (bukan nama sebenarnya). Dia bercerita kepada surat kabar lokal bahwa dia pertama meminjam 500 yuan dengan bunga 30% per minggu dari salah satu rentenir ini.

Menyedihkan, mereka mengancam Li akan menyebarkan foto bugilnya online dan Li harus mengakui punya utang hingga 55.000 yuan, meski sudah membayar beberapa utang lamanya.

Southern Metropolis Daily melaporkan bahwa pinjaman semacam itu berkisar di angka 500 sampai 5.000 yuan dan bunganya. Tingkat bunga ini jauh lebih tinggi dibanding ketetapan bunga pinjaman untuk pribadi di China yang sebesar 24% per tahun.

Si pemberi utang mengkonfirmasi soal syarat foto bugil itu. Perkara besaran bunga, mereka mengatakan sudah ada kesepakatan soal itu dengan debitur atau peminjam.

Selain Li, ada juga Lin Xiao (bukan nama sebenarnya) yang mengalami hal yang tajauh berbeda. Beberapa rentenir ini memang mengincar anak muda yang tak punya pengalaman dan banyak pengetahuan soal kredit. Xiao yang berasal dari Jiansu mengatakan bahwa awalnya dia ingin merintis sebuah usaha.

Singkat cerita pada Februari 2016 lalu, dia sepakat untuk berfoto bugil dan mengirimkannya pada rentenir dengan 'ditukar' utang 120.000 yuan.

Dia kaget, hanya dalam kurun 4 bulan, utangnya naik lebih dari dua kali lipat. Setelah diancam oleh si rentenir, dia meminta tolong keluarganya untuk membantu membayarkan agar fotonya tak disebar. - PT Kontak Perkasa

Sumber : detik.com
Written by: Kontak Perkasa Futures
PT.Kontak Perkasa Futures, Updated at: 2:21 PM
Share this article :

Post a Comment

 
Copyright © 2011. PT.Kontak perkasa Futures Yogyakarta All Rights Reserved
Disclaimer : Semua Market Reviews atau News di blog ini hanya sebagai pendukung analisa,
keputusan transaksi atau pengambilan harga sepenuhnya ditentukan oleh nasabah sendiri.
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger